Testimoni Wisudawan Terbaik UPI

Oleh: Fathurrafidin, A.Md

Bismillah,
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah menjadi wisudawan terbaik Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dalam wisuda Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang III tahun 2018 adalah sesuatu yang sangat membanggakan terkhusus bagi saya pribadi dan umumnya orangtua, progam studi, serta rekan rekan SPIG. Momen akhir yang berbahagia ini bukanlah hasil kebetulan semata, namun takdir yang sudah Allah gariskan serta do’a, usaha dan kerja keras selama menjalani proses pendidikan.

Mengulas kembali awal pertama menjalani proses perkuliahan di SPIG menyuguhkan mata kuliah yang menarik dengan banyaknya aktifitas di lapangan membuat mahasiswa ceria serta hilang dari rasa kantuk. Dosen pengajar yang bermacam karakter menjadi keunikan tersendiri dalam menjalani aktifitas perkuliahan, dimana itu adalah tantangan mahasiwa untuk berlomba memahami materi dengan cara yang berbeda-beda.

Menjadi mahasiwa terbaik tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan mengerjakan soal ujian, namun lebih dari itu menjadi mahasiwa terbaik dilihat dari factor intelektual, keaktifkan dalam proses belajar, ketaatan dalam menaati aturan, serta akhlak dan attitude dalam berkomunikasi dengan dosen. Peran aktif dalam organisasi menjadi nilai plus untuk pengembangan diri karena kehidupan nyata tidaklah cukup dengan teori teori semata namun cara berkomunikasi, bersosialisasi dan akhklak yang menjadi nilai utama.

Meski kita adalah tenaga surveyor yang siap terjun ke lapangan namun etika dalam bersosial adalah nilai utama dalam bermasyarakat. Sebutan “mahasiswa terbaik” hanyalah sebatas penghargaan duniawi. Point utama dalam hidup ini adalah Ibadah. Niatkan dalam belajar untuk ibadah karna Allah ta’ala. jadilah orang yang bertaqwa yaitu orang yang mempelajari ilmu dan memahaminya. Berusahalah menjadi lebih baik dari dirimu yang lalu jangan berusaha lebih baik dari orang lain. Dan ingat, jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan (imam Syafi’ii).

Tidak ada usaha tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidaklah kamu jadi apa-apa tanpa Do’a.

Sekian dari saya, wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *