Dibalik Kegiatan One Day Trip Jantera

Sabtu, 20-10-2018, kegiatan one day trip merupakan agenda tahunan Jantera (Himpunan mahasiswa pecinta alam departemen pendidikan geografi) setiap tahunnya Jantera menawarkan destinasi wisata dan kegiatan yang berbeda pada one day trip. Jika tahun kemarin destinasinya adalah Gua, tahun ini Jantera mengajak kita untuk mendaki Gunung Batu serta merasakan serunya rock climbing dan repling.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa departemen pendidikan geografi, mahasiswa dari kampus UIN Bandung, serta siswa SMA dan lainnya. Hanya dengan membayar biaya yang terjangkau kita sudah dapat berjalan-jalan dan mendapat ilmu yang bermanfaat dari sejarah Gunung Batu yang menjadi saksi bisu patahan Lembang. Para peserta dikumpulkan pada pagi hari sekitar pukul 06.30 wib, Di depan ITC Al Furqon sudah berkumpul akang teteh Jantera yang akan memandu kegiatan ini. Teh Helga sebagai pemandu kegiatan mengumpulkan para peserta untuk didata ulang dan pembagian angkutan umum sekaligus menjelaskan rundown acara nanti.

Setibanya di tujuan, para peserta mendengarkan arahan terlebih dahulu serta menyuarakan jargon one day trip “Bermain Belajar bersama Jantera”. Dengan bersemangat langkah-langkah para peserta mulai menuju Gunung Batu. Dari beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama kali mendaki gunung sekaligus juga peserta akan mendapat  pengetahuan mengenai tempat yang dipijaknya dari Dosen Pendidikan Geografi. Secara garis besar ada beberapa materi yang disampaikan Pak Hendro Murtianto, M.Sc.

“Bandung merupakan cekungan. Secara geomorfologi, memiliki bentuk lahan struktural karena ada proses tektonisme dari proses patahan. Gunung Batu merupakan bagian patahan Lembang yang merupakan sesar aktif sehingga masih memiliki potensi bergerak (gempa). Dari penelitian LIPI, di Lembang digali model parit yang nanti dilihat lapisan tanahnya untuk mengidentifikasi daerah sedimentasi sehingga dapat dilihat perbedaan umur batuan dan tanahnya. Pada uji karbon dapat diketahui letusan terdahsyat yaitu sekitar 2000 tahun lalu bergerak antara 2-8 cm pertahun maka didirikanlah stasiun pemantau yang didalamnya terdapat seismograf dan GPS geodetic”, papar beliau.

Setelah pematerian dari pak Hendro dilanjutkan pada sesi sharing dengan Pak Setio Galih Marlyono, M.Pd yang mana beliau berpengalaman menjadi aktivis di Jantera. Beliau menyampaikan seputar organisasi dan cara memanage waktu antara akademik dan organisasi sehingga semuanya bisa berada pada indikator yang baik. Sisa waktu berikutnya digunakan untuk melakukan rock climbing dan repling ada juga sharing photography bersama Teh Heni. Serunya kegiatan repling yang dipandu Kang Berna terlihat dari antusiasme para peserta, juga tak kalah seru saat merasakan sensasi rock climbing yang dipandu oleh Kang Islah dan akang-akang alumni yang berpengalaman. Tak lupa juga ada lomba menulis cerita perjalanan, lomba menulis puisi, dan lomba photography untuk para peserta.

Ada sedikit kutipan dari Dr. Lili Somantri, M.Si “Geografi hanya  akan berkembang dengan menjelajah”.

Penulis: Rizka Rahmandita Eka Putri (1805459)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *