Efek Pandemi Global Covid-19 Terhadap Mahasiswa SPIG

Penulis : Muhammad Fajri Arif (SPIG, 1908568)

Editor: Riki Ridwana

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernafasan. Virus ini bisa menyebabkan infeksi ringan, seperti flu. Virus ini juga bisa menyebabkan infeksi berat, seperti infeksi pada paru-paru (pneumonia). Parahnya lagi bisa menyebabkan kematian. Banyak gejala dari Covid-19 ini seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan sesak nafas. Covid-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia namun sekarang Covid-19 juga bisa menular dari manusia ke manusia.

Menurut CNBC Indonesia, tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah mencapai peringkat 9 di dunia. Pada tanggal 20 maret 2020 pasien yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah menjadi 369 orang positif, 32 orang meninggal dan 17 orang sembuh dan akan terus terjadi peningkatan setiap harinya (https://www.covid19.go.id). Sementara di Jawa Barat saat ini 41 orang dinyatakan positif, 7 orang meninggal, dan 4 orang sembuh (https://pikobar.jabarprov.go.id)

Untuk  mengantisipasi penyebaran Covid-19 ada langkah-langkah yang harus diikuti, seperti mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun, mengenakan masker, menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak langsung dengan orang lain.

Sebelum surat edaran rektor No. 0017 tentang antisipasi penyebaran Covid-19 keluar, mahasiswa SPIG mengikuti perkuliahan dengan normal seperti biasanya. Pada tanggal 14 maret 2020, keluarlah surat edaran Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tentang kebijakan akademik dan nonakademik terkait dengan antisipasi penyebaran Covid-19. Setelah surat edaran rektor keluar, perkuliahan tatap muka mulai dihentikan paling tidak sampai dengan tanggal 29 Maret, diganti dengan kuliah daring (online) menggunakan aplikasi SPOT atau SPADA UPI, dan aplikasi daring lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa mahasiswa SPIG  disimpulkan  bahwa, dengan adanya surat edaran rektor tentang antisipasi penyebaran Covid-19 ini banyak kegiatan  mahasiswa  menjadi terganggu karena adanya rasa takut akan Covid-19 ini. Sebagian besar mahasiswa pulang ke kampung halamannya masing-masing, sistem perkuliahan pun dirubah, yang sebelumnya tatap muka di kelas sekarang dilaksanakan secara online. Dampak awal perkuliahan daring tersebut banyak mahasiswa yang mengeluh karena banyaknya tugas yang diberikan dosen dengan waktu yang cukup singkat dan kuota internet yang tidak mencukupi untuk melaksanakan kelas online. Sampai dengan saat ini terus dikembangakan model pembelajaran jarak jauh yang paling efektif dan efisien.

Upaya mahasiswa SPIG untuk mengantisipasi  penyebaran virus ini  dengan cara mengurangi interaksi dengan orang banyak, mengutamakan kesehatan dan yang paling penting menjaga kesehatan. Harapannya semoga pandemi covid-19 cepat berakhir, karena dari virus ini berdampak besar bagi kehidupan manusia. Semoga perkuliahan kembali berjalan seperti biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *