Eminence Lecture Departemen Pendidikan Geografi

Hari Senin, 15 Oktober 2018 Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI  melaksanakan Eminence Lecture, yang bertemakan “Mempersiapkan Kompetensi dan Karakter Sarjana (atau Ilmuwan) Indonesia Berkualitas Internasional di Era Revolusi Baru Industri untuk Kemajuan Bangsa”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Dr. Ing. Suhendra, yang merupakan Senior Process Engineer, Researcher in Bundesanstalt fur Materialforschung und prufung (BAM) di Berlin, Jerman. Bapak Dr. Ing. Suhendra datang langsung dari Jerman untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan Era Revolusi Industri 4.0. yang kita hadapi saat ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk  keikutsertaan Departemen Pendidikan Geografi demi menciptakan lulusan yang berkualitas Internasional dalam menghadapi Era Revolusi Industri. Kegiatan ini sendiri dimulai pada pukul 08:00 – 11:00 WIB, bertempat di Balai Pertemuan  Achmad Sanusi UPI. Jalannya acara dipandu oleh dua orang MC mahasiswa Reza dan Anita dari Pendidikan Geografi angkatan 2017. Sambutan disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si,  dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Dekan FPIPS UPI Dr. Agus Mulyana M. Hum. Acara ini dihadiri juga oleh para Guru Besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi dan seluruh mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Prodi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Dalam pemaparannya, Bapak Suhendra menjelaskan tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi saat ini yang berkembang dengan pesat, selain itu beliau juga menceritakan banyak hal tentang Jerman mulai dari kehidupan disana, cara-cara agar bisa berkuliah di Jerman, tipe-tipe Universitas di Jerman,  dan tips jika kita ingin menuntut ilmu di luar negeri, kita harus memiliki agama yang kuat, kesiapan yang matang, siap dengan segala perbedaan yang ada. Bapak Suhendra juga menjelaskan tentang Produk utama industri Jerman, dan Industri-industri di Jerman, serta bagaimana Jerman bisa menjadi negara maju. “Indonesia sendiri harus bisa memproduksi barang-barang sendiri, Indonesia harus mandiri tidak tergantung dengan negara lain, karena indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya manusia yang melimpah”, tegasnya.

Pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ing. Suhendra merujuk pada Era Revolusi Industri 4.0. yang terjadi saat ini. “Bagaimana Indonesia bisa maju seperti negara Jerman, serta mahasiswa UPI harus menjadi mahasiswa yang kompeten, berkualitas internasional, dan mampu bersaing di Era Revolusi Industri. Peran IPTEK menyumbangkan pembangunan yang signifikan, Indonesia harus bisa menjadi Pusat IPTEK Asia Pasifik dan Dunia, khususnya dalam kemaritiman, biodiversitas, material, dan kebencanaan. Model baru penguasaan Industri, saat ini dikuasi oleh China dan Amerika. Era Industri 4.0. menyajikan ekosistem digital yang dimulai saat munculnya konektivitas, sosial media, dan e-commerce. Kemudian internet of things, oleh sebab itu di Era ini kta harus memiliki Speed, Simplicity, Innovation, dan Break trend, karena banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh otomatisasi. Oleh sebab itu kita harus memiliki High-skilled untuk berkompeten di masa depan”, tutur beliau yang satunya-satunya bekerja sebagai peneliti asing  di “LIPI” nya Jerman tersebut.

Acara Eminence Lecture ini berlangsung dengan tertib, para mahasiswa dari berbagai angkatan menyimak pemaparan dari Bapak Dr. Ing. Suhendra dengan khidmat, buktinya saat sesi tanya-jawab para mahasiswa sangat antusias untuk bertanya dan menggali ilmu lebih dalam dari Bapak Suhendra. Setelah sesi penyampaian materi dan sesi tanya-jawab yang dimoderatori oleh Bapak Dr. rer. nat Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc selesai, diakhir acara Bapak Suhendra memberikan tiga pertanyaan, dan bagi yang mampu menjawab mendapatkan oleh-oleh dari Jerman, yaitu tiga buah Coklat bagi tiga orang. Eminence Lecture yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Geografi ini memberikan banyak ilmu dan wawasan serta semakin membuka cakrawala mahasiswa dalam menyongsong Era Industri 4.0.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)

Alumni Prodi SPIG Mengikuti Uji Kompetensi Profesi Geospasial

Alumni Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia, telah mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Geospasial. Ujian ini berlangsung di IDEAS Hotel Jl. Ibrahim Aji Kota Bandung pada hari Kamis, 11 Oktober 2018. Berdasarkan Peratuaran Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2006, tiga pilar utama peningkatan kualitas tenaga kerja salah satunya adalah sertifikasi kompetensi oleh lembaga yang independen. Selain itu urgensi sertifikasi profesi didukung pula oleh amanat Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Secara umum pelaksanaan ujian ini dimaksudkan untuk membekali para tenaga kerja geospasial sertifikat keahlian, yaitu dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Terestris. Acara ini dibuka oleh salah satu Asesor Sistem Informasi Geografis, Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si dengan pemaparan keuntungan dan pentingnya sertifikat kompetensi pada dunia kerja.

Kegiatan Uji Kompetensi ini terdiri dari 4 bagian, yaitu Pengisian Asesmen Mandiri, Ujian Tertulis, Ujian Praktek, dan Ujian Lisan. Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi para peserta harus bisa melalui keempat tahap tersebut secara sempurna, artinya jika ada salah satu kompetensi yang tidak dikuasai maka peserta dianggap belum kompeten dan tidak lulus. Hal ini menunjukkan komitmen dari LSP Geospasial untuk memberikan sertifikat hanya kepada orang – orang yang berkompeten dalam bidang SIG maupun terestris.

Berikut ini alumni Prodi SPIG yang telah mengikuti ujian kompetensi;

Annisa Fitri Prasetyani, A.Md

Annisa Mediana, A.Md

Delia Nur Alifah, A.Md

Fajar Rachman Hidayah, A.Md

Fitria Mega Shelvia Putri, A.Md

Rizki Saeful Hidayat, A.Md

Sthefanni Fahira Yusman, A.Md

Windy Dinda Kamilasari, A.Md

Alby Alvyan Nahwi, A.Md

Fathurrafidin, A,Md

Mochamad Fathur Rahman, A.Md

Muhammad Bimo Yanuar, A.Md

Dari 12 orang tersebut, 8 orang mengikuti ujian level operator Sistem Informasi Geografis dan 4 orang mengikuti ujian level operator Survei Terestris. Berbekal sertifikat profesi ini, nantinya lulusan Prodi SPIG akan memperoleh banyak manfaat dan keuntungan antara lain meningkatkan mobilitas dan daya-saing di dunia kerja, meningkatkan pengakuan atas kompetensinya, meningkatkan prospek karier, meningkatkan keselamatan pribadi, meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan.

Visitasi Audit Mutu Internal Prodi SPIG

Kamis (11/10) Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) menerima kunjungan auditor dalam rangka audit mutu internal program studi. Bertugas sebagai auditor adalah Sri Subekti, M.Pd dan Wahyudin, M.T. Proses audit yang berlangsung dari Pukul 10.00 – 12.30 WIB bertempat di kantor Prodi SPIG Gedung Muhammad Nu’man Somantri Lantai 2 Sayap Selatan. Kunjungan auditor diterima dengan baik oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan dan jajaran dosen pengurus lainnya yang terdiri dari Arif Ismail, M.Si; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; dan tenaga kependidikan Anang Abdurrohim, S.Kom.

Berdasarkan audit mutu internal tersebut, pengurus prodi SPIG mendapat banyak sekali masukan antara lain terkait upadate borang untuk meningkatkan nilai akreditasi, menambah kemitraan, tata pamong, manajerial prodi, merinci keunggulan SPIG dengan prodi sejenis lainnya, meningkatkan fasilitas pembelajaran, menjaring alumni, sertifikasi kompetensi geospasial, MoU dengan stakeholder  dari luar negeri, dan lain sebagainya. Sehingga dengan masukan tersebut dapat dijadikan modal untuk memperbaik kualitas penyelenggaraan prodi yang lebih baik lagi kedepan.

Testimoni Wisudawan Terbaik UPI

Oleh: Fathurrafidin, A.Md

Bismillah,
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah menjadi wisudawan terbaik Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dalam wisuda Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang III tahun 2018 adalah sesuatu yang sangat membanggakan terkhusus bagi saya pribadi dan umumnya orangtua, progam studi, serta rekan rekan SPIG. Momen akhir yang berbahagia ini bukanlah hasil kebetulan semata, namun takdir yang sudah Allah gariskan serta do’a, usaha dan kerja keras selama menjalani proses pendidikan.

Mengulas kembali awal pertama menjalani proses perkuliahan di SPIG menyuguhkan mata kuliah yang menarik dengan banyaknya aktifitas di lapangan membuat mahasiswa ceria serta hilang dari rasa kantuk. Dosen pengajar yang bermacam karakter menjadi keunikan tersendiri dalam menjalani aktifitas perkuliahan, dimana itu adalah tantangan mahasiwa untuk berlomba memahami materi dengan cara yang berbeda-beda.

Menjadi mahasiwa terbaik tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan mengerjakan soal ujian, namun lebih dari itu menjadi mahasiwa terbaik dilihat dari factor intelektual, keaktifkan dalam proses belajar, ketaatan dalam menaati aturan, serta akhlak dan attitude dalam berkomunikasi dengan dosen. Peran aktif dalam organisasi menjadi nilai plus untuk pengembangan diri karena kehidupan nyata tidaklah cukup dengan teori teori semata namun cara berkomunikasi, bersosialisasi dan akhklak yang menjadi nilai utama.

Meski kita adalah tenaga surveyor yang siap terjun ke lapangan namun etika dalam bersosial adalah nilai utama dalam bermasyarakat. Sebutan “mahasiswa terbaik” hanyalah sebatas penghargaan duniawi. Point utama dalam hidup ini adalah Ibadah. Niatkan dalam belajar untuk ibadah karna Allah ta’ala. jadilah orang yang bertaqwa yaitu orang yang mempelajari ilmu dan memahaminya. Berusahalah menjadi lebih baik dari dirimu yang lalu jangan berusaha lebih baik dari orang lain. Dan ingat, jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan (imam Syafi’ii).

Tidak ada usaha tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidaklah kamu jadi apa-apa tanpa Do’a.

Sekian dari saya, wassalam.

Rapat Koordinasi Pengurus Prodi SPIG

Rabu (10/10) Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si memimpin rapat koordinasi pengurus Prodi SPIG. Rapat yang diselenggarakan dari Pukul 09.00 WIB dan bertempat di Laboratorium SPIG ini, membahas program kerja yang akan segera dilaksnakan. Program tersebut antara lain penyusunan buku pedoman penyelenggaraan fieldcamp, persiapan visitasi AMI (akreditasi mutu internal), sertifikasi kompetensi terestris dan sistem informasi geografis, dan terakhir membahas RKAT (rencana kegiatan dan anggaran tahunan) prodi.

Penyusunan pedoman penyelenggaraan fieldcamp menghasilkan rancangan yang kemudian akan dibuat oleh masing-masing dosen yang bertanggungjawab sesuai dengan kompetensinya. Adapun rancangannya adalah sebagai berikut:

BAGIAN 1 PEDOMAN PENYELENGGARAAN FIELDCAMP

A. Pendahuluan

B. Lokasi

C. Tujuan

D. Proses Pelaksanaan Dan Metode Belajar Mengajar

  1. Proses Pelaksanaan
  2. Metode Belajar Mengajar
  3. Evaluasi

E. Tugas Dan Kewajiban Mahasiswa

BAGIAN 2 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KEGIATAN

Memuat teori, alat, penggunaan, dan teknis

A. Pemeteaan Terestris

  1. Survei Satelit (Bu Asri)
  2. Pemetaan Topografi (Pak Ihsan)
  3. Pemetaan Kadastral (Bu Nanin)

B. Penginderaan Jauh

  1. Interpretasi Visual (Pak Riki)
  2. Interpretasi Digital (Pak Riki)
  3. Fotogrametri (Pak Ihsan)

C. Sistem Informasi Geografis (Pak Iwan Dan Bu Shafira)

D. Pengukuran Geospasial (Pak Hendro Dan Pak Arif)

  1. Pengukuran Aspek Fisik
  2. Pengukuran Sosial Ekonomi
  3. Pengukuran Potensi Sumberdaya Wilayah

Sertifikasi Kompetensi Terestris dan sistem informasi geografis akan diikuti oleh 19 orang wisudawan Prodi SPIG pada tanggal 11 Oktober 2019 bertempat di Idea’s Hotel Kiaracondong Bandung. Terkahir terkait RKAT dapat dilihat beberapa kegiatan yang mesti dilaksnakan antara lain membentuk tim untuk penyusunan RPS dengan langkah awal diadakan rapat besar dengan dosen secara keseluruhan untuk menyusun RPS dan pengembangan kurikulum. Selain itu akan dibuat pengadaan alat dan bahan praktikum.

Rapat yang berakhir Pukul 11.30 WIB tersebut dihadiri oleh Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Afri Ria Affriani, S.T., M.Eng; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; Anang Abdurrahim, S.Kom; dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

UPI Kembali Sumbang Tenaga Surveyor di Indonesia

Program studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencetak sebanyak 19 orang wisudawan, Selasa 9 Oktober 2018. Dengan demikian 19 orang wisudawan tersebut dinyatakan siap untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga surveyor dan teknisi informasi geospasial di Indonesia. Adapun daftar nama wisudawan gelombang III tersebut adalah sebagai berikut :

NO NAMA NIM
1 Fathurrafidin 1502132
2 Muhammad Pandy Ramadhan 1506003
3 Windy Dinda Kamilasari 1505882
4 Sthefanni Fahira Yusman 1505926
5 Muhammad Bimo Yanuar 1506793
6 Diki Chandra 1506803
7 Fitria Mega Shelvia 1506900
8 Raka Patria Elmagfira 1502134
9 Annisa Mediana 1505108
10 Annisa Fitri Prasetyani 1502128
11 Fajar Rachman Hidayah 1505854
12 Mochamad Fatur Rahman 1505392
13 Sugih Pamungkas 1502127
14 Muhamad Fikri Al Ghifari 1502129
15 Delia Nur Alifah 1505652
16 Alby Alvyan Nahwi 1505672
17 Rizki Saeful Hidayat 1502131
18 Ahmad Lutfi Elhakim 1505535
19 M. Afian Nugraha 1405879

Selamat kepada para wisudawan Prodi SPIG UPI Gelombang III, semoga pengalaman pendidikan yang telah ditempuh menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dirasakan manisnya oleh masyarakat luas.

Kuliah Umum Sains Informasi Geografi

Hari Jum’at, 28 September 2018 telah digelar Kuliah umum yang bertemakan “Sains Informasi Geografi: Sebuah Ilmu, Tantangan, Peluang, dan Prospek di Era Industri 4.0”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D. yang merupakan pakar dalam Ilmu Sains Informasi Geografi, Kartografi Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan ini merupakan kuliah umum pertama yang diadakan oleh Prodi SaIG, yang diikuti oleh prodi lain dalam lingkup Departemen Pendidikan Geografi, seperti Pendidikan Geografi dan Survei Pemetaan Informasi Geografi (SPIG). Kegiatan ini dimulai dari Pukul 08:00 – 11:30 WIB, bertempat di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI). Kegiatan ini dipandu oleh dua orang MC mahasiswa, Ayi Susandi (SaIG, 1807945) dan Vira Islami Nurawaliyah (SaIG, 1806946), serta dimoderatori oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Sambutan pertama disampaikan oleh Alvian Aji Purboyo (SaIG, 1804193) selaku ketua pelaksana, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si, dan sambutan yang sekaligus membuka acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh para guru besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi, serta para tamu VIP FPIPS lainnya. Tidak lupa pula dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa SPIG, SaIG, dan Pendidikan Geografi yang memenuhi ruangan Auditorium.

Bapak Projo Danoedoro dalam materinya membahas tentang perkembangan SaIG dan perannya memajukan Ilmu Geografi, selanjutnya tentang geografi, mulai dari dasar-dasarnya, perkembangannya, sejarah berdirinya Departemen ini di Universitas Gadjah Mada, hingga menyinggung Kartografi, Penginderaan Jauh, Fotogramteri GIS, Surveying,  hubungan serta perbedaan antara satu dengan yang lainnya dan banyak hal lainnya. Selain itu beliau juga menyampaikan peluang-peluang yang dapat di maksimalkan, dan juga prospek kerja dari Penginderaan Jauh, Kartografi, dan SIG, dimana SIG memiliki peluang yang besar karena berhubungan dengan teknologi kedepannya. Beliau juga membahas lapangan kerja yang bisa disusupi oleh lulusan SaIG dan karakteristik pasar yang tersedia.

Kelebihan dan Kekurangan lulusan SaIG juga tak luput dari bahasan Bapak Projo Danoedoro mulai dari aspek Kartografinya, Penginderaan Jauhnya, dan Sistem Informasi Geografisnya. Diakhir slidenya Pak Projo menghubungkan SaIG dengan Era Revolusi Industri 4.0, yakni Prospek untuk bidang Sains Informasi Geografi itu sendiri di Era Revolusi Industri 4.0, karena kita sendiri sedang berada di era yang menuntut mahasiswa agar lebih kompeten lagi dalam menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi yang ada, serta berpikir kritis.

Acara Kuliah umum pertama yang dirancang dan digawangi oleh panitia mahasiswa Sains Informasi Geografis angkatan 2018 ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Diiringi oleh penampilan-penampilan yang di persembahkan oleh Mahasiswa SaIG, sampai seluruh peserta yang tertib dalam menyimak materi yang disampaikan. Setelah penyampaian materi, antusiasme dari peserta cukup besar dengan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Projo, bahkan 3 sesi tanya-jawab pun kurang bagi para peserta kuliah umum. Alhamdulillah atas berlangsungnya acara ini dengan sukses, kemudian tidak lupa kami sampaikan banyak terima kasih, atas dukungan dari berbagai pihak terutama kerja keras panitia SaIG angkatan 2018 yang dibimbing oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)

JANTERA Menyelenggarakan Talkshow dan Pemutaran Film

Oleh: Muhamad Abdul Azis

Bumi Siliwangi. Kamis (20/9/2018) JANTERA Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Geografi UPI menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Pemutaran Film: Konservasi dan Pengembangan Potensi Minat Khusus Goa-goa di Desa Cikarang Kabupaten Sukabumi di gedung Achmad Sanusi UPI. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa, organisasi pecinta alam, penggiat lingkungan hidup dan masyarakat umum.

Kegiatan talkshow ini menghadirkan pengisi acara yang luar biasa yaitu Titi Bachtiar sebagai penggiat wisata minat khusus, Darsiharjo sebagai dosen Departemen Pendidikan Geografi dan Ika Kartikasari sebagai anggota aktif JANTERA sebagai pelaksana kegiatan ini, juga dipandu oleh moderator yaitu Andri Muhammad yang juga sebagai anggota JANTERA dan alumni Twente University Belanda.

 “Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri, mendokumentasikan dan memetakan goa-goa yang ada di desa Cikarang,” tutur Ika Kartikasari kepada seluruh peserta yang hadir. Hasil dokumentasi pun dibuat menjadi sebuah film pendek yang nanti dapat ditonton pada laman youtube JANTERA.

Namun Darsiharjo khawatir akan pengembangan goa ini sebagai tempat wisata. “Seperti di Karimunjawa, awalnya hanya ada satu wisatawan yang datang. Lalu dia sebarkan foto-foto terumbu karang ke media sosial. Kemudian ratusan hingga ribuan orang datang ke Karimunjawa, menyebabkan kerusakan terumbu karang disana.”

“Bukan salah wisatawannya sih, tapi manajemen wisata yang belum menyediakan interpretasi tentang daya tarik itu dalam berbagai media. Akibatnya, wisatawan tidak memperoleh nilai selain foto diri untuk diunggah ke media sosial,” ditinjau dari laman facebook Titi Bachtiar Geo.

Wilayah desa Cikarang yang tersusun dari batuan gamping, memiliki potensi fenomena endokars yang indah, terdapat kurang lebih 20 mulut goa dengan berbagai macam karakteristik dan ornament goa. Namun pandangan masyarakat menganggap wilayah sebagai wilayah yang kurang produktif dan tidak dapat dikembangkan selain dikembangkan sebagai tempat pertambangan.

Maka dari itu pengembangan wilayah desa Cikarang sebagai tempat wisata minat khusus dianggap mampu meningkatkan nilai ekonomis, serta dalam menanggulangi kerusakan yang diakibatkan kegiatan wisata, pihak pengembang diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai kawasan kars sehingga wisatawan mengerti. Daripada wilayah ini dikembangkan sebagai tempat pertambangan yang akan menghancurkan kekayaan geodiversity dan biodiversity di wilayah ini.

Pekerjaan Survei Tidak Ada Habisnya

Oleh: Drs. Jupri, M.T dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc

Gambar: Siklus Pekerjaan Survei

Survei merupakan suatu upaya yang meliputi pengamatan dan pengukuran objek di lapangan. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data atau informasi. Di dalam induk ilmu yang kita pelajari yakni Geografi, data dan informasi yang dimaksud tiada lain berupa sumberdaya alam, fisik, sosial, dan ekonomi. Data secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survei sedangkan data sekunder adalah data yang sudah tersedia yang telah diperoleh pihak lain.

Indonesia merupakan negara berkembang yang senantiasa melakukan pembangunan dalam berbagai sektor. Suatu keniscayaan bahwa pembangunan memerlukan perencanaan, baik perencanaan secara umum, perencanaan detail, setelah itu berlanjut pada tahap pelaksanaan pembangunan. Tahapan-tahapan tersebut sudah barang tentu mesti berbasis data yang dapat disediakan oleh surveyor. Sederhananya kita dapat membayangkan jika pakaian kita saja tanpa diukur terlebih dahulu sebelum dijahit, maka yang terjadi akan kedodoran tidak akan pas sebagaimana pembangunan memerlukan data supaya tepat sasaran.

Sekali lagi pemerintah dalam hal ini kementerian, badan maupun lembaga membutuhkan data di lapangan sebelum ketuk palu memutuskan suatu kebijakan. Kebutuhan terhadap data tidak akan berakhir meskipun pembangunan telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan data masih diperlukan juga untuk tahapan evaluasi dan pemeliharaan (maintenance). Maka dari itulah tenaga seorang surveyor sangat banyak dibutuhkan dan tidak akan berhenti, dengan kata lain pekerjaan survei tidak ada habis-habisnya.

Geografi merupakan ilmu yang mengkaji fenomena geosfer dengan pendekatan kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Objek kajian material geografi merupakan geosfer yang terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Pada kelima objek kajian tersebut saling terjadi interaksi, interelasi, dan interdepedensi.

Kita ambil saja satu contoh kecil pekerjaan survei dari hidrosfer yang ilmunya kita pelajari pada mata kuliah hidrologi. Sumberdaya air di suatu daerah diperlukan ketersediaan datanya meliputi sisi kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas. Secara kualitas air diklasifikasikan menjadi klas A, B, dan C. Klasifikasi A merupakan air yang bisa langsung diminum tanpa mengalami proses pengolahan, sedangkan klas B lebih rendah kualitasnya dibandingkan klas A, begitu juga klas C kualitasnya lebih rendah lagi dibanding klas B. Kualitas air ditunjukkan dengan paremeter fisik (warna, bau, dan rasa), kimia (pH), dan biologi (bakteri/mikroba). Adapun secara kuantitas dan kontinuitas ketersediaan air, katakan saja di Kota Bandung satu orang membutuhkan air 120 liter/hari, dengan demikian dibutuhkanlah data kualitas air dan seberapa banyak air yang harus tersedia sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah setempat dalam menjamin kualitas air dan ketersediannya. Pertanyaan mendasarnya adalah siapa yang mampu menyediakan data tersebut kalau bukan oleh sang surveyor.

Ilustrasi sederhana di atas hanya satu kajian terkait urgensi data yang dapat disediakan melalui pekerjaan survei, masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan dalam kajian geosfer lainnya yang membutuhkan tenaga-tenaga profesional surveyor yang terus-menerus dibutuhkan ibarat siklus yang tidak berhenti berputar. Singkat cerita, kenapa survei itu dibutuhkan?

  1. Karena adanya permintaan data untuk kegiatan operasional dalam skala detail. Kegiatan ini seperti segitiga terbalik, yakni pada mulanya dibutuhkan data makro, meso, kemudian mendekati pelaksanaan membutuhkan data yang bersifat detail.
  2. Permintaan data selalu lebih besar dari pemasoknya. Setiap kebijakan pembangunan memerlukan data, sedangkan ketersediaan data tidak selalu ada.
  3. Ketersediaan finansial, fasilitas, dan sumberdaya manusia untuk keperluan mencari data, memproses data, dan menganalisis data masih terbatas.
  4. Pengumpulan data sering sangat mahal, memakan banyak waktu, dan membutuhkan keterampilan serta pengalaman yang memadai.

Sumber: Perkuliahan mata kuliah Pengantar Survei Pemetaan

Menjalin Kebersamaan Melalui Character Building

Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018, Departemen Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan salah satu dari beberapa rangkaian acara yang menjadi program kerjanya yakni Character Building. Acara yang bertempat di Ciwangun Indah Camp (CIC), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung  Barat ini diikuti oleh semua mahasiswa baru yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Geografi yakni mahasiswa dari Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Sebelumnya mahasiswa baru tersebut telah mengikuti acara Studi Islam Geografi (SIG) di Gedung Achmad Sanusi dan menginap di masjid Al-Furqon selama satu malam. Pada pagi harinya mereka bersiap untuk kegiatan selanjutnya. Terlihat sekali antusias dari mahasiswa baru ini, mereka bangun pukul 03.00 untuk mandi, sholat tahajud, tadarus, serta sarapan bersama di parkiran masjid. Para mahasiswa baru dari tiga prodi ini dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, antara ikhwan dan akhwat masing-masing terdiri dari enam kelompok serta 4-6 orang kakak pembimbing. Mereka berangkat ke tempat kegiatan menggunakan angkot yang telah disiapkan.

Sesampainya di lokasi, para mahasiswa diarahkan oleh panitia untuk berbaris dan menertibkan kelompok serta barang bawaannya. Panitia dari acara ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi). Acara dimulai dengan kegiatan pemanasan, selain untuk melemaskan otot-otot hal ini dilakukan karena memang cuaca di Lembang sangat dingin. Para peserta membuat lingkaran besar untuk melakukan permainan sesuai arahan dari MC  yakni Ishlah dan Tiara, mulai dari permainan mencari teman dengan jumlah yang ditentukan, permainan kancil, dan lainnya. Terlihat sekali keceriaan terpancar dari wajah peserta Character Building. Selama kegiatan tersebut panitia yang lain telah menyiapkan beberapa permainan yang lebih menyenangkan, diantaranya adalah Tali Genit, Hujan Salju, Goyang Sarung, Estefet Karet, Ikatan Bola, dan Ular Tangga.

Para peserta kemudian berkumpul sesuai kelompok yang telah ditentukan dan bersaing satu sama lain. Setiap posnya diikuti oleh dua kelompok. Di permainan tali genit para peserta diharuskan memasukan tali lewat tangan kanan kemudian ke bagian punggung dan keluar lagi lewat tangan kiri. Para peserta terlihat kegelian saat tali masuk dan ditarik-tarik. Permainan hujan salju sendiri adalah permainan estafet tepung dari depan ke belakang dengan cara mengangkat tepung ke atas kepala dan kemudian di terima oleh temannya. Mereka tertawa karena masing-masing dari mereka terlihat putih dengan tepung, tak jarang dari mereka saling melempar tepung ke teman lainnya. Goyang sarung merupakan permainan memindahkan sarung dengan cara setiap kelompok membuat lingkaran kemudian sarung diletakkan di salah seorang teman dan harus kembali lagi pada orang pertama dengan syarat tidak boleh melepaskan tangan. Estafet karet adalah permainan memberikan karet dengan sedotan yang berada di mulut. Permainan ikatan bola adalah sebuah permainan yang mengharuskan para pesertanya masuk ke dalam tali dan mengambil bola yang diminta panitia, sedangkan ular tangga sendiri menyerupai permainan kereta api yang mana para pesertanya mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan. Disini para peserta diuji ketangkasan, kecerdasan, taktik dan kerjasama tim yang baik untuk memenangkan permainan. Tak lupa untuk memeriahkan suasana para kelompok juga diminta menyanyikan yel-yel yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Setelah menguji kekompokan kelompok lewat permainan, para peserta diuji kekompakkannya di angkatan. Mahasiswa baru tersebut dibagi ke dalam dua kelompok besar, mereka diberi tugas untuk menjaga nyala lilin sampai ke finish untuk selanjutnya membuka hadiah yang ada. Bukan hanya itu panitia juga telah menyiapkan kejutan lain. Saat peserta mulai berjalan sambil membawa lilin, panitia telah menyiapkan air dan tepung yang telah dibungkus menggunakan plastik untuk memadamkan lilin tadi. Para peserta terlihat gembira karena mereka dilempari dari atas, bawah, kanan dan kiri. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kekompakkan dan seberapa amanah kah mereka dalam menjaga kepercayaan yang diberikan. Tidak ada unsur kekerasan disini, semuanya tertawa gembira.

Acara pun dilanjutkan dengan bersih diri dan lingkungan. Para peserta melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di lapangan dan makan bersama. Cuaca Lembang sedang tidak mendukung saat itu, hujan yang disertai angin membuat acara pentas seni batal dilaksanakan. Kegiatan character building pun ditutup oleh Ketua Prodi Sains Informasi Geografi, Dr. Lili Somantri, M.Si yang dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada individu dan kelompok yang telah aktif berpastisipasi dalam kegiatan.

Character building ini bertujuan untuk menguji kekompakkan, keakraban, mahasiswa baru prodi Pendidikan Geografi, SPIG, dan SaIG. Dengan adanya acara ini pun diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang mempunyai solidaritas dan kerja tim yang baik, karena itu adalah modal penting bagi mahasiswa setelah lulus untuk memasuki dunia kerja nanti.

Penulis: Vira Islami Nurawaliyah (1806865)