Pengabdian Pada Masyarakat PRODI SPIG dengan MGMP Geografi Jawa Barat

Penulis: Rizza Setyono (SPIG, 1902482)

Editor : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Pada hari Sabtu, 12 September 2020 Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis mengadakan pengabdian pada masyarakat yang bekerja sama dengan MGMP Geografi Jawa Barat. Pada webinar ini dihadiri sekitar 400 orang dari kalangan guru geografi, dosen, dan mahasiswa. Hari pertama webinar ini diikuti oleh 300 peserta yang melalui zoom dan sisanya live streaming melalui channel youtube HMP SPIG. Pada webinar ini dihadiri oleh Ketua Prodi SPIG bapak Dr. Iwan Setiawan S.Pd, M.Si, Ketua MGMP Geografi Jawa Barat Bapak Drs. Latief, Ketua Departemen Pendidikan Geografi bapak Dr. Ahmad Yani, M.Si.

Sambutan yang pertama yaitu Bapak Dr. Iwan Setiawan S.Pd, M.Si selaku ketua prodi SPIG menyampaikan ucapan terimakasih atas peserta yang luar biasa dan sedikit menyampaikan visi misi dari pengabdian pada masyarakat ini.

Sambutan kedua yaitu sambutan Ketua MGMP Geografi Jawa Barat. Pada sambutan beliau menyampaikan terima kasih sudah diadakannya kolaborasi antara prodi SPIG dan MGMP Geografi Jawa Barat. Dan beliau berharap untuk kemajuan teknologi dan pembelajaran geografi di Jawa Barat melalui webinar ini.

Pada sambutan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Upi, beliau menyampaikan sedikit hasil penelitian beliau pada bulan September tahun 2020 pada forum lain. Pada peningkatan penguasaan penggunaan teknologi pembelajaran yang digunakan guru geografi di Jawa Barat setelah melakukan pembelajaran online rata-rata meningkat. Lalu seiring peningkatan penguasaan teknologi pembelajaran namun masih tidak efektifnya pembelajaran secara online karena tidak adanya interaksi dua arah secara lansung antara guru dan siswa. Tetapi bahan ajar secara online melimpah di media internet, lalu cara penyampaian pembelajaran melalui keragaman media pembelajaran beragam agar tidak membuat siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang ada.

Pada kesempatan ini Ketua Prodi SPIG juga memberikan materi pembuka dengan tema ”Pengantar Pemanfaatan Geoteknologi untuk Mendukung Pembelajaran Geografi di Sekolah” yang di moderatori oleh Bapak Mustar dari SMAN 5 Bandung.

Pada materi kali ini membahas tentang pengertian dan tipe geoteknologi.
Geotekonologi itu sendiri yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan alat modern yang berkontribusi pada pemetaan dan analisis geografis mengenai bumi dan mayarakat manusia.

Ada 4 tipe geoteknologi yaitu:

  1. Penginderaan Jauh (remote sensing)
  2. Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS)
  3. Global Positioning System (GPS)
  4. Internet Mapping Technologies: goole earth dan web features seperti Microsoft Visual Earth

Sumber data SIG yaitu:

  1. Penginderaan Jauh
  2. Survei lapangan
  3. Peta tematik Sekunder

Manfaat SIG dalam pembelajaran:

  1. Learning with GIS
  2. Learning About GIS
  3. Teaching with GIS

Pada akhir pemeterian, pemateri berharap bawah peserta dapat mengikuti webinar pemanfaatan geoteknologi sampai akhir agar dapat memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat serta bisa menambah kompetensi pribadi.

Untuk selengkapnya bisa langsung disimak pada link Youtube HMP SPIG berikut ini:

 

PEKAN SPIG 3.0 SESI 4 HARI KE 3-5 “SuperMap GIS Dashboard Design”

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Editor : Safira Aulia Puti (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 12-14 Agustus 2020 lanjutan Pemantapan Kemampuan Pemetaan (PEKAN) Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Sesi 4 hari ketiga sampai hari kelima melalui aplikasi Zoom Meetings dan Live Streaming YouTube HMP SPIG. Webinar ini diikuti oleh 80 peserta dan sisanya menonton live streaming pada YouTube HMP SPIG. Pada hari ketiga materi dibawakan oleh Ismet Surya Kusuma A.Md, hari ke empat dan kelima dibawakan oleh Vella Ahalla Hulaifah Somantri, S.T yang merupakan Technical Support Engineer SuperMap Software Representatif Indonesia International Bussines Group Asia and Oceania Center dan dimoderatori oleh Muhammad Alwan yang merupakan mahasiswa SPIG UPI angkatan 2019. Kegiatan ini berlangsung selama 130 menit dan dilaksanakan pada pukul  09.00-11.30 WIB perharinya.

Pada hari ketiga materi yang disampaikan yaitu:

  1. SuperMap iServer
  2. Publish Service

SuperMap iServer

SuperMap iServer adalah salah satu implementasi dari GIS Server.

Kelebihan SuperMap iServer:

  • Memiliki performa yang sangat cepat
  • Support 2D dan 3D
  • Memiliki pengembangan software pembuatan aplikasi

Fungsi-fungsi yang ada pada SuperMap iServer:

  • Map Service: browse, zoom, pan, measure, query, thematic mapping
  • Spatial Analysis Service: geometry/dataset clip, erase identity, intersect, union, update, XOR, Buffer analysis, spatial relation analysis, linear referencing, isoline, isoregion
  • Data Service: Datasources, datasets query, online dataset editing
  • Traffic Transfer Analysis Service: traffic transfer analysis, bus stop query
  • Transport Analysis Service: optimal path, TSP/MTSP, service area, location-allocation, closest facility
  • 3D Service: 3D data publishing, 3D scene publishing, browse and query 3D data with plugin

Data preparation:

  • Import data
  • Create thematic map
  • Save as file workspace

SuperMap iServer installation:

  • Install iServer
  • Create new account

Publish Service:

  • Publish file workspace as REST Map Service
  • REST Data Service
  • REST Spatial Analysis Service

Add iServer Map to iDesktop:

  • Load online map published by iServer into iDesktop

Untuk penjelasan dan praktik selanjutnya bisa disimak pada youtube chanel HMP SPIG.

Pada hari keempat materi yang disampaikan yaitu:

  1. Basic introduction about SuperMap iPortal
  2. iDatastore configuration

Apa itu iPortal? Yaitu salah satu cloud dari SurperMap. Kita bisa menggunakan iPortal untuk membuat peta, membuat map dashboard, data insight dll dari service yg telah dipublish menggunakan iServer. Untuk pengguna yang tidak familiar dengan coding iPortal menjadi solusi karena iPortal ini zeroport atau tidak ada coding sama sekali. iPortal ini akan bekerja sama dengan iServer karena iPortal tidak bisa berdiri sendiri.

Hubungan SuperMap iPortal dengan iServer yaitu GIS Service yang sudah dipublish sebelumnya di iServer entah itu service data, service peta, service 3D, service spasial analysis danlain sebagainya akan ditarik pada iPortal dan service-service tersebut bisa di visualisasikan petanya, menjadikan iServer sebagai publish services di iPortal, online mapping.

Apa saja yang bisa dilakukan dengan iPortal?

  • Resource integration: service yang sudah dipublish, data yang sudah di upload di iPortal, data 3D yang disimpan di iPortal dan bisa di integrasikan dengan resource untuk membuat dashboard data insight dan lain sebagainya.
  • Resource sharing: bisa melakukan managemen user
  • Resource management: melakukan managemen resource yang sebelumnya di publish menggunakan iServer untuk penyimpanan
  • Resource discovering: untuk mempermudah pencarian

Siapa saja yang memerlukan iPortal ini?

Siapapun bisa menggunakan iPortal dari swasta/pemerintah dan untuk penelitian, selama mereka membutuhkan untuk sharing data spasial secara online salah satunya pasti mereka membutuhkan GIS Service.

Untuk selanjutnya bisa langsung melihat praktik dengan membuka softwarenya bisa disimak pada  youtube channel HMP SPIG

Pada hari kelima materi yang disampaikan yaitu:

Dashboard design

Dikarenakan tidak ada materi disampaikan akan tetapi praktik yang dilakukan maka dari itu bisa disimak videonya pada Youtube Chanel HMP SPIG

Dengan diadakannya PEKAN SPIG 3.0 Sesi Ke-4 dengan tema SuperMap GIS Dashboard Design, semoga ilmu yang telah disampaikan oleh pemateri dari hari pertama hingga hari kelima bermanfaat baik untuk mahasiswa, alumni, dan umum.

PEKAN SPIG SESI 3 “PENGOLAHAN DATA GPS GEODETIK”

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Editor : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 05-07 Agustus 2020 lanjutan Pemantapan Kemampuan Pemetaan (PEKAN) Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Sesi 3 dengan materi Pengolahan Data GPS Geodetik. Yang dilakukan melalui aplikasi Zoom Meetings dan Live Streaming YouTube HMP SPIG. Webinar ini diikuti oleh 50 peserta dan sisanya menonton live streaming pada YouTube HMP SPIG. Materi ini dibawakan kembali oleh Muhammad Ihsan, M.T. yang merupakan Dosen Program Studi SPIG, Universitas Pendidikan Indonesia dan dimoderatori oleh Rani Nur Fatimah yang merupakan mahasiswa SPIG UPI angkatan 2019. Kegiatan ini berlangsung selama 130 menit yang dilaksanakan pada pukul  09.00-11.30 WIB.

Pada hari pertama terdapat 3 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Dasar GNSS
  2. Pengolahan Data Secara Daring
  3. Unduh data CORS
  1. KONSEP DASAR GNSS

Definisi GNSS

Penetuan dengan posisi GNSS (system satelit) adalah penentuan posisi menggunakan metode reseksi jarak dari satelit yang telah diketahui koordinatnya ke receiver.

Terdapat berbagai macam jenis satelit penetuan posisi antara lain:

  • BeiDou
  • GPS
  • IRNSS
  • GLONASS
  • QZSS
  • GALILEO

Terdapat dua metode pengamatan GNSS yaitu: absolute positioning dan differential positioning

Definisi CORS

CORS (Continuously Operating Reference Stations) adalah suatu teknologi berbasis GNSS yang berwujud sebagai suatu jarring kerangka geodetik yang pada setiap titiknya dilengkapi dengan receiver yang mampu menangkap sinyal dari satelit-satelit GNSS yang beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari, 7 hari per minggu dengan mengumpulkan, merekam, mengirim data, dan memungkinkan para pengguna memanfaatkan data untuk penentuan posisi, baik secara post-processing maupun real-time.

  1. TUTORIAL ONLINE PROCESSING
  • Akses website berikut http://inacors.big.go.id/sbc
  • Sign-Up menggunakan data diri masing-masing
  • Log-in ke email masing-masing dan lakukan verifikasi email
  • Masuk menggunakan ID yang telah didaftarkan
  • Klik menu Post Processing dan Pilih Rover Data untuk Import Data
  • Klik menu Rover, dan import data observasi saja (.20o) dari folder penyimpanan Data
  • Klik submit kemudian confirm
  • Website akan mengolah data, tunggu hingga muncul laporan hasil pengolahan
  • Hasil akhir akan diterima pada dalam bentuk laporan titik dan status solusi

Online processing digunakan untuk pengolahan data awal, untuk keperluan project, sebaiknya lakukan pengolahan menggunakan software pengolah data GNSS.

  1. PROSES UNDUH DATA CORS

Selanjutnya pemateri menjelaskan project Pengukuran GPS untuk Georeferencing Citra Satelit PLAIDES, untuk keperluan pembuatan peta skala 1:5000.

  1. Identifikasi CORS

Proses mencari CORS terdekat dengan lokasi project

  • Akses situs srgi.big.go.id
  • Scroll ke bawah dan klik menu Jaring Kontrol Geodesi
  • Akses situs srgi.big.go.id
  • Pilih area of interest
  • Centang Stasiun CORS pada menu pencarian
  • Klik plih dengan area
  • Masuk ke area yang akan dipilih dan buat kotak sesuai dengan area tersebut
  • Klik CORS yang muncul pada peta
  • Klik Menu Preview, dan download (ada pada bagian bawah informasi)
  1. Request data CORS

Proses permintaan Data CORS melalui Email

  • Request data CORS ke email info@big.go.id Isi dari email dilihat pada gambar
  • BIG akan mengirimkan balasan dalam rentang waktu 1 – 3 hari
  • Isi Data pada formulir permohonan Data
  • Pada Pengisian DOY, isi dengan format hari pada tahun. Hari dapat dilihat pada link
  1. Persiapan Data CORS

Proses mengekstrak Data CORS dan convert RINEX

  • Data berikut adalah data CORS untuk tangga 13-14 September 2019
  • Rename file crx2rnx.txt menjadi crx2rnx.exe (ubah ekstensi file menjadi exe)
  • Ekstrak Seluruh File CORS pada folder yang telah disiapkan
  • Ekstrak File Data Pengamatan, pada Tutorial ini, ekstrak file CBLG2570.19d dan CBLG2570.19n saja
  • Ekstrak Seluruh File CORS pada folder yang telah disiapkan
  • Klik dan Tahan file CBLG2570.19d kemudian Drag dan arahkan ke crx2rnx.exe
  • Simpan file observasi (.19o) dan navigasi (.19n) dalam folder terpisah

Lebih jelasnya bisa dilihat pada channel YouTube HMP SPIG:

Pada hari kedua terdapat 2 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Dasar Data GPS
  2. Pengolahan Data Menggunakan Leica Geo Office

Merk nomor satu GNSS yaitu: Leica, Sokkia, Trimble.

Perbedaan receiver GNSS:

  • Kemampuan
  • Akurasi
  • Praktis dan user friendly
  • Durabilitas
  • Daya
  • Software dan jenis data
  • Fitur dan kelengkapan
  • After sale/support

Jenis data:

  • Data observasi, Berisi data pengamatan GPS, umumnya menggunakan format data .xxO
  • Data navigasi, Berisi informasi orbit satelit, umumnya menggunakan format data .xxN
  • Data meteorology, Berisi informasi meteorology seperti tekanan, suhu, kelembapan, umumnya menggunakan format data .xxH

PENGOLAHAN DATA MENGGUNAKAN LEICA GEO OFFICE

  1. Akses software LGO
  2. Klik menu project > klik kanan pada jendela project > klik new
  3. Isi nama project pada kolom project name
  4. Klik logo import > cari folder tempat data CORS > ganti files of type menjadi RINEX files > pilih data cblg2570.19n dan cblg2570.19o > import
  5. Klik assign
  6. Import data pengamatan GPS, tahapan sama dengan import data CORS
  7. Perhatikan waktu pengamatan receiver antara base dan rover
  8. Pada tab GPS Proc, klik kananpada masing-masing titik Properties darinotepad yang terdapat pada folder data pengamatan, dan ganti Measurement Type menjadi slope (karena pada saat pengamatan menggunakan metodeslope untuk mengukur tinggialat), lakukan untuk seluruh titik
  9. Klik logo Select mode : Reference Klik batang pengamatan titik CORS
  10. Kliklogo Select mode : Rover àKlikbatang
  11. Klik kanan pada bar pengamatan
  12. Sebelum memotong data satelit, klik kanan dulu pada area kosong, centang pada pilihan Windows (Exclude) blok data dengan rentang wakt uyang pendek sehingga bar menjadi berwarna putih
  13. Klik Kanan Pada Nama CORS edit point ganti point class : Control ganti kooordinat Latitude, Longitude, dan Height dengan koordinat pada notepad yang terdapa tpada data CORS Apply OK
  14. Klik pada logo Data Processing Parameter centang show advanced parameter edit sesuai dengan kebutuhan kerja
  15. Blok seluruh nama titik, klik logo Process
  16. Umumnya, hal yang diperhatikan adalah solusi dari pengolahan dan akurasi
  17. Pada tab result, klik Report klik kanan pada daerah kosong pada menu select printer pilih Adobe PDF / Microsoft Print to PDF Print simpan dalam folder
  18. Pada tab result, klik Report klik kanan pada daerah kosong pada menu select printer pilih Adobe PDF / Microsoft Print to PDF Print simpan dalam folder

Simak lebih jelasnya pada link Youtube:

Pada hari ketiga terdapat 2 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Tinggi
  2. Perapihan Data

  1. KONSEP TINGGI

Acuan ketinggian dari GPS adalah Ellipsoid. Ellipsoid adalah suatu bidang matematis untuk yang mendekati bentuk bumi dengan bentuk yang halus, tinggi topografi terhadap bidang geoid yaitu kondisi bumi sebenarnya. Bidang acuan untuk pemetaan yaitu Geoid. Geoid ini adalah representasi dari bumi itu sendiri. Geoid tidak diukur secara langsung tetapi dilengkapi dengan mean sea level (tinggi muka air rata-rata). Tinggi muka air rata-rata itu mendekati Geoid. Tinggi terhadap ellipsoid disebut H Ellipsoid sedangkan tinggi terhadap Geoid disebut tinggi orthometrik. Untuk mengetahui orthometrik menggunakan GPS bisa selama mendapat nilai undulasi Geoid. Untuk mengetahui tinggi Geoid bisa menggunakan hasil pengukuran GPS ditambah/dikurangi dengan undulasi.

Hati-hati jika tidak teliti maka akan salah dan sangat penting untuk dipahami.

Jenis pemetaan berdasarkan bentuk bumi:

  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang lebih kecil dari 55km. (<55km), dapat dianggap sebagai bidang datar.
  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang antara 55km s/d 110km. dapat dianggap sebagai permukaan (kulit) bola.
  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang lebih besar dari 110km. (>110km.) dapat dianggap sebagai permukaan (kulit) ellipsoida.

Based on accuracy desired:

  • Plane surveying (=180˚)
  • Geodetic surveying (> 180˚ +)
  1. PERAPIHAN DATA

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai materi ini silahkan untuk disimak pada link berikut:

Dengan diadakannya PEKAN SPIG Sesi ke-3 ini diharapkan agar mahasiswa Prodi SPIG bisa menerapkan baik pada pekerjaan terkait dengan Pengolahan Data GNSS atau pada perkuliahan.

 

 

 

 

Pembukaan PEKAN Ke-III Prodi SPIG & Pemasangan Environment Pengembangan Aplikasi

Penulis : Salma Nurfaillah H (SPIG, 1902411)

Editor : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) bersama Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) menggelar kegiatan PEKAN SPIG 3.0 dengan tema “Pemantapan Kemampuan Pengukuran (PEKAN) yang bertujuan untuk memantapkan kemampuan mahasiswa SPIG dalam dalam bidang Survei Pemetaan dan Informasi Geografis”. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 13 Juli – 14 Agustus 2020. PEKAN SPIG 3.0 akan dibagi menjadi 4 sesi dengan materi yang berbeda pada setiap sesinya, materinya terdiri dari:

No Waktu Materi
1 13 – 18 Juli 2020 Dasar Pemrograman dan Pengembangan Aplikasi Web Geospasial
2 20 – 24 Juli 2020 Pemanfaatan Google Earth Engine untuk Analisis Spasial
3 3 – 7 Agustus 2020 Pelatihan GIS lanjut
4 10 – 14 Agustus 2020 Pengolahan data GPS Geodetik dan Perencanaan Project Pemetaan menggunakan Microsoft Project

Senin (13/7/2020) melalui aplikasi zoom meeting, acara “PEKAN SPIG” resmi dibuka oleh Dekan FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum. Hadir pula Wakil Dekan 1 FPIPS Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd. dan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si. memberikan sambutan dalam pembukaan acara PEKAN SPIG 3.0.

Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si. Berharap agar “kegiatan-kegiatan kemahasiswaan harus tetap berjalan meskipun sedang masa new normal mahasiswa harus tetap produktif menambah kompetensi dengan cara memanfaatkan waktu libur, acara PEKAN SPIG 3.0 ini  bertujuan untuk menambah kompetensi Mahasiswa SPIG dalam bidang Survei Pemetaan dan Informasi Geografis. Mudah-mudahan kegiatan PEKAN SPIG ini bermanfaat untuk menambah kompetensi dan skill serta pengetahuan mahasiswa SPIG”, ungkapnya.

Kegiatan PEKAN SPIG 3.0 ini dihadiri pula oleh dosen pembimbing kemahasiswaan SPIG Muhammad Ihsan, M.T dan jajaran dosen Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis. Sebelum resmi dibuka, rangkaian acara yang dipandu oleh Ihsan Saepul ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Lingga Tasya, kemudian sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Rafkan Aqil. Tidak kurang dari 100 orang peserta mengikuti acara hari pertama ini.

Setelah dibuka secara resmi, PEKAN SPIG yang diikuti oleh 90 orang mahasiswa ini dilanjutkan dengan pematerian oleh Iqbal Fadhil pada pukul 09.20-11.20 WIB. Beliau merupakan tim ahli dari Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) Komisariat Wilayah Jawa Barat. Pada hari pertama PEKAN SPIG 3.0 materi yang disampaikan yaitu Dasar Pemrograman dan Pengembangan Aplikasi Web Geospasial dengan topik pemasangan environtment pengembangan aplikasi. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab pada pukul 11.20-11.35 WIB. Berikut ini merupakan tools untuk environtment pengembangan aplikasi:

  1. Phyton
  2. PostgreSQL
  3. PostGIS
  4. PgAdmin

Diharapakan dengan dilaksanakannya PEKAN hari pertama ini Mahasiswa SPIG dapat menambah pengetahuan baru dan menambah kompetensinya di bidang pemetaan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta akan lebih semangat untuk melaksanakan PEKAN SPIG 3.0 di hari selanjutnya.

Rekaman kegiatan pembukaan dan materi 1 Dasar Pemrograman dan Pengembangan Aplikasi Web Geospasial, dengan topik Pemasangan Environment Pengembangan Aplikasi dapat disimak pada chanel youtube kami di bawah ini.

Silaturahmi Departemen Pendidikan Geografi

Penulis: Riki Ridwana

Sabtu (15/2), keluarga besar Departemen Pendidikan Geografi bersilaturahmi dikediaman Drs.Jupri, M.T Jl. Sariwangi No. 85 Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Acara rutin bulanan ini sebagai upaya untuk mempererat ikatan kekeluargaan diantara dosen beserta keluarga dan semakin disemarakan dengan dibukanya arisan.

Acara dimulai Pukul 10.00 wib dengan ramah tamah dan pembukaan oleh pihak Departemen Dr. Ahmad Yani, M.Si dan Dr.rer.nat. Nandi, M.T., M.Sc. Sambutan juga disampaikan oleh tuan rumah Drs. Jupri, M.T dengan senang hati untuk terus merutinkan acara ini sehingga akan menambahkan keberkahan bagi semua orang yang hadir.

Hadir diantaranya Para guru besar Departemen Pendidikan Geografi Prof. Dr. Enok Maryani, M.S, Prof. Dr. Darsiharjo, M.S, Prof. Dr. Dede Rohmat, M.T, Prof. Dr. Wanjat Kastolani, M.Pd, Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, M.Si, dan jajaran dosen lainnya beserta keluarga.

Setelah sambutan dan pembukaan pemenang arisan, acara dilanjutkan dengan santap siang kemudian bercengkrama dan bincang-bincang santai sampai Pukul 13.00 wib. Bulan depan insyaAllah acara serupa akan dilaksanakan di rumah Bagja Waluya, M.Pd.

Ekspose Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan 2017

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Editor : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Kamis, 30 Januari 2020 Mahasiswa/i Survei Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2017 melaksanakan Ekspose Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertujuan untuk mempresentasikan hasil pengalaman yang sudah didapat selama magang di instansi tertentu. Acara ekspose ini dihadiri oleh Wakil Dekan I FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Ketua Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si., beserta dosen penguji dan staf dosen pengajar dari Departemen Pendidikan Geografi, Mahasiswa/i Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi angkatan 2017.

Ada beberapa instansi yang menjadi tempat PPL mahasiswa/i Prodi SPIG angkatan 2017, yaitu:

  1. Dinas Penataan Ruang Kota Bandung
  2. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Direktorat Jendral Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Jakarta Selatan
  3. Markas Besar Angkatan Udara Dinas Survei dan Pemotretan Udara Jakarta
  4. Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia Jakarta
  5. PT. Duta Bhuana Jaya Bandung
  6. Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Jabar
  7. Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Ujung Berung Kota Bandung
  8. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat
  9. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cirebon
  10. PT. Geo Sagara Triptauasa
  11. PT. Zenit Era Utama Servizio Bandung
  12. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat
  13. Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Tasikmalaya
  14. Badan Pertanahan Nasional Kota Cimahi

Acara ekspose PPL angkatan 2017 ini tidak hanya menyajikan presentasi saja melainkan ada sesi tanya jawab oleh dosen penguji dan mahasiswa/i.

Dengan diadakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini diharapkan agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang  telah didapat dari instansi tempat bekerjanya yang tidak ada di perkuliahan dan juga dapat beradaptasi dengan dunia pekerjaan yang diminatinya.

Praktikum Perencanaan Wilayah Angkatan 2017 dengan tema “ Analisis Waterfront City Kota Semarang”.

Penulis : Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)

Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dan Departemen Pendidikan Geografi angkatan 2017 , telah melaksanakan praktikum perencanaan wilayah. Perencanaan wilayah adalah mata kuliah pilihan bagi prodi SPIG namun menjadi mata kuliah wajib bagi Geografi, yang mahasiswa kontrak di semester 5. Praktikum mata kuliah perencanaan wilayah merupakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan terori, konsep, dan prinsip dengan interaksi yang saling mepengaruhi dengan tujuan menjadi manusia yang terdidik atau dewasa. Salah satu konsep dari perencanaan wilayah yang digunakan adalah waterfront city untuk wilayah daerah pesisir laut, sempadan sungai atau danau. Waterfront City Development juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan, yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan, yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air. Praktikum lapangan dilakukan untuk memperkuat pemahaman suatu ilmu, membuktikan teori, dan menemukan fakta-fakta di lapangan. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan praktikum perencanaan wilayah pada tanggal 7 sampai dengan 9 Desember 2019. lokasi kerja yang kami pilih yaitu di Kota Semarang, kenapa kami memilih kota semarang menjadi wilayah Kajian kerja kami karena kota semarang adalah kota yang kompleks dari berbagai segi pemasalahan dari mulai Letak Geografis dan lain sebagainya, lain halnya Kota semarang juga sangat bagus dalam perencanaan wilayah dan  pembangunannya dan juga sesuai dengan tema yang kami buat yaitu  “ Analisis Waterfront City Kota Semarang”.

Mahasiswa/ I yang ikut praktikum perencanaan wilayah berjumlah kurang lebih 120 orang dengan dosen pembimbing berjumlah 2 orang yaitu Bapak Dr. rer. nat. Nandi, MT., M.Sc dan Ibu Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. pada praktikum kali ini metode yang kami laksanakan adalah observasi lapangan dan Diskusi. Pertama kami melakukan observasi lapangan dengan cara  Ground Chek dan juga melakukan wawancara pada wilayah yang telah ditentukan seperti wilayah Komersial (Perdagangan), Budaya, Peninggalan Bersejarah, Pemukiman, Wisata (Rekreasi), Pelabuhan dan Transportasi, Pertahanan dan Keamanan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup. Dari beberapa wilayah tersebut mahasiswa di bagi menjadi 9 kelompok besar yang disebar di wilayah kerjanya sesuai plot yang ditentukan.

Pada hari terakhir setelah selesai melakukan observasi lapangan kami mengunjungi BAPPEDA kota Semarang, di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang banyak sekali ilmu – ilmu baru  yang kami dapatkan seperti halnya kota Semarang itu seperti apa dilihat dari lokasi geografisnya lalu bagaimana pemerintahan mengatur kota dan kesiap siagaan terhadap bencana yang ada di wilayah kajian kerjanya.

Setelah dari BAPPEDA kami mengunjungi UNNES, di Universitas Negri Semarang kami mendapatkan ilmu baru terkait perencanaan kota Semarang. Bagaimana pembangunannya dan juga memberi tau dimana saja icon yang menarik di kota semarang dan lain sebagainya.

Terakhir kami mengunjungi UNDIP. Di Universitas Diponogoro kami mendapatkan bebagai ilmu baru lagi yang sebelumnya belum kami dapatkan di perkuliahan. Disana kami mendapatkan ilmu baru tentang Waterfront City Kota Semarang itu seperti apa bagaimana pembangunannya dan lain sebagainya.

KEMAH KERJA 2019

Penulis : Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)

Program studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2017, Telah melaksanakan “Kemah Kerja”. Kemah kerja adalah mata kuliah yang mahasiswa kontrak pada semester 5, yang dimana proses pengaplikasian teori dan konsep yang di dapat pada perkuliahan sebelumnya yang di praktikan langsung ke lapangan sehingga menjadi data yang berguna bagi masyarakat.  Maksud dari kemah kerja kali ini adalah untuk menyediakan data dan informasi mengenai kebencanaan tsunami dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur evakuasi bencana tsunami. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan kemah kerja  pada tanggal 26 November sampai dengan  05 Desember 2019, Yang bertemakan “Pemetaan Resiko Bencana Tsunami”. Lokasi kerja yang dipilih yaitu di Kabupaten Pangandaran, yang mencangkup 2 Kecamatan yaitu kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang didalamnya terdapat 6 desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan. Kenapa kami memilih wilayah tersebut karena wilayah tersebut berada di pesisir pantai yang sesuai dengan tema yang kami buat, selain itu juga diwilayah tersebut minimya data karena wilayah tersebut merupakan kabupaten baru.

Mahasiswa/I yang ikut dalam Kemah kerja 2019, berjumlah 66 Orang. Yang di bagi menjadi 6 Kelompok kerja yang tersebar di setiap desa untuk wilayah kerjanya. Dengan dosen pembimbing berjumlah 6 orang yaitu : Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Drs. Jupri, MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Muhammad Ihsan, ST., MT, Shafira Himayah S.Pd., M.Sc. Setiap kelompok menghasilkan data dari survey social dan ekonomi, pengukuran terestis, pengukuran fotogrametri, dan pengukuran geolistrik. Diantaranya :

Pertama, Peta Resiko Bencana dan Jalur Evakuasi yang dimana datanya dari Peta Ancaman / Bahaya, Peta Kerentanan dan Peta Kapasitas. Yang dimana peta kapasitas diperoleh dari data citra Quickbird dari BIG dan Citra Spot 6 dan 7 dari LAPAN, sedangkan Peta Kerentanan dan Kapasitas di dapatkan dari Survei Sosial dan Ekonomi dari lapangan. Fungsi dari peta tersebut berguna untuk jalur evakuasi bencana yang diperlukan untuk mengurangi jumlah kerugian ekonomi dan jumlah korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami di Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih tersebut.

Kedua, Pengukuran Terestis yang dimana wilayah kerja yang kami pilih untuk pengukuran terestis seperti sekolah, kantor pemerintahan atau juga icon terpenting di wilayah kerja tiap kelompok tersebut, yang nantinya data tersebut bermanfaat untuk wilayah yang telah diukur dengan resolusi tinggi tersebut, sebagai denah lokasi.

Ketiga, Pengukuran fotogrametri yang dimana wilayah pengukuran Foto Udara juga sama dengan pengukuran terestis namun data yang dihasilkan berupa data orthophoto. Data yang dihasilkan dapat bermanfaat sebagai petunjuk lokasi.

Keempat, Pengukuran Geolistrik, Peta berupa resistivity gambaran permukaan tanah atau gambaran lempengan kedalaman resistivitynya persebaran titiknya berjumlah 9 titik yang tersebar di wilayah tersebut. Data dari geolistrik tersebut berguna untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga pertemuan air asin dan air tanah di daerah tersebut.

Pelaksanaan Kemah Kerja tahun 2019 sukses terlaksana atas bantuan dan kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang terkait. Tidak lupa ucapan terimakasih untuk Badan Informasi Geospasial [BIG] yang telah menyediakan data Citra Quickbird, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah menyediakan Citra Spot 6 dan Spot 7, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah membantu penyediaan data di lapangan, Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) yang telah memberikan izin kegiatan, Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang telah memberi izin kegiatan dan juga Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan yang telah memberikan izin kegiatan untuk melakukan kegiatan kemah kerja.

Praktikum Lapangan Penginderaan Jauh 2

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 18 orang melakukan praktikum lapangan Penginderaan Jauh 2 dengan didampingi oleh 2 dosen yaitu Prof. Dr. H. Dede Sugandi, M.Si dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Daerah yang dikunjungi yaitu Kota Semarang dengan kajian diantaranya :

1. Survei Tanah

Survei tanah merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membedakan tanah satu dengan yang lain kemudian disajikan dalam berbagai peta. Pada praktikum Pengindraan Jauh kali ini kelompok 3 mendapatkan wilayah kajian mengenai metode remote sensing  for soil survey yang petanya sudah dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan ground check. Setelah melakukan proses pembuatan peta praktikum mendapatkan sebaran titik sample sebanyak 13 titik yang menyebar di setiap penggunaan lahan yang berbeda. Dari 13 titik  tersebut setiap praktikan pada kelompok 3 mendapatkan sebaran titik masing masing 2-3 titik. Adapun pada setiap titik  jenis tanah yang berbeda yaitu:

  • Pada kecamatan Gunung Pati dengan koordinat 07°05’46” LS 110°22’54.3” BT dan 07°05’15,4” LS 110°21’53,4” BT berjenis tanah yang sama yaitu Latosol dengan tekstur tanah lempung berpasir dan berwarna coklat.
  • Pada kecamatan Mijen dengan koordinat 07°05’8,1” LS 110°18’38,4” BT (Titik 9) dan 07°05’36,7” LS 110°20’0,8” BT (Titik 10) berjenis tanah yang sama yaitu litosol dengan tekstur tanah lempung berdebu tidak lengket dan berwarna coklat.
  • Adapun jenis tanah yang sama pula tetapi pada kecamatan yang berbeda yaitu Banyu Manik, Gajah Mungkur, Gunung Pati, Pedurungan, Gayamsari dan Ngalian. Tetapi di sample yang diambil berada di dekat sungai dan jenis tanahnya yaitu alluvial yang bertekstur lempung liat berana coklat.

2. Perubahan Penggunaan Lahan

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Hasil Ground check yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu Landuse Change dengan wilayah kajian Kota Semarang. Kajian tersebut dilakukan dengan perbandingan perubahan penggunaan lahan dari citra landsat 8 pada tahun 2013 dan 2019 selain itu dilakukan uji akurasi untuk setiap titik plot. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari minggu, 8 desember 2019 didapat beberapa titik sempel antara lain:

  • Titik koordinat X: 439073 Y: 9227948 di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman tidak teratur yang didominasi area perdagangan.
  • Titik koordinat X: 437138 Y: 9230347 di Desa TJ mas Kecamatan Semarang utara terjadi perubahan lahan yaitu area persawahan berubah menjadi danau.
  • Titik koordinat X: 442529 Y: 9217597 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu hutan.
  • Titik koordinat X: 442518 Y: 9218838 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang terjadi perubahan lahan yaitu lahan kosong menjadi pemukiman teratur.
  • Titik koordinat X: 438753 Y: 924568 data pada citra menunjujan perubahan penggunaan lahan yaitu persawahan menjadi area tambak, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429597 Y: 9228334 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu p area tambak menjadi lahan terbuka, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429490 Y: 9229177 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi tambak,
  • Titik koordinat X: 430369 Y: 9228037 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi rawa
  • Titik koordinat S: -7o01’08’; E: 110o 23’59’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong
  • Titik koordinat S: -7o01’56’’; E: 110o 24’23’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi
  • Titik koordinat S: -7o01’55’’; E: 110o 24’01’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu kebun binatang menjadi hutan
  • Titik koordinat S: -7o03’25’’; E: 110o 23’55’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman
  • Titik koordinat S: -7o03’32’’; E: 110o 24’08’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi

3. Kerapatan Vegetasi

Kelompok dua, mengkaji tentang kerapatan vegetasi yang ada di kota semarang. Dengan kelasnya yang terbagi menjadi 3 yaitu kelas rendah, sedang , dan tinggi.

  • Kelas Rendah

Terdiri dari 2 observer yaitu Arief Muhammad Farhan, Moch. Rama Primadhani dan Kembara Raki. Mengecek dilapangan apakah sama dengan citra yang sebelumnya telah di plot dengan mengamati 5 titik sampel dalam kelas rendah. Dan ada beberapa data yang harus diambil diantaranya, foto menggunakan fitur fish eye ke semua arah mata angin, dan pemotretan kanopi pohon dengan gaya 180 derajat.

Dalam pengecekan di lapangannya, terdapat beberapa kendala. Diantaranya adalah tidak sesuai titik plot dengan kenyataan, maksudnya, ketika dalam citra menunjukan titik plot tersebut merupakan vegetasi dengan klasifikasi rendah, tapi pada kenyataannya adalah pemukiman. Mungkin itu semua karena kesalahan dari akurasi gps dan pengolahan data sebelumnya.

  • Kelas Sedang

Terdiri dari 2 observer yaitu Alvin Dwi Indrawan dan Risma Dwi Hartanti. Mungkin dalam pengambilan datanya sama saja dengan kelas sebelumnya. Untuk kelas sedang sendiri mentargetkan 5 titik sampel dan berhasil mengambil semua titik sampel tersebut.

  • Kelas Tinggi

Terdiri dari 2 observer yaitu Rahman Fachrurroji dan Miftah Kurnia Ayu. Untuk kelas tinggi sendiri sebelumnya mentargetkan 5 titik sampel dan hanya bisa mengumpulkan data sebanyak 2 titik sampel. Hampir sama dengan kelas-kelas sebelumnya yang dimana ada beberapa titik plot di citra yang tidak sama di lapangan.

Diatas merupakan pengambilan foto meggunakan perangkat lunak kanopi cover yang ada di android. Di dalamnya terdapat seberapa besar kanopi tersebut dapat menahan air, dan koordinat dalam pengambilan foto tersebut.

Dengan titik plot/sampel sebagai berikut :

Titik X Y Elevasi
1 110’ 25’ 51,6’ 07’ 00’ 51,4’ 87,5 m
2 110’ 25’ 17,5’ 07’ 00’ 15.3 72,8 m

Gambar di atas merupakan objek dari masing-masing kajian yang sebagian besar kajian tersebut menguji akurasi citra dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian tentang Survei Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan, dan Kerapatan Vegetasi.

Praktikum Kerangka Dasar Horizontal

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Selasa, 10 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 37 orang melakukan praktikum lapangan pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dengan didampingi oleh 3 asisten dosen yaitu Wildan Maolana Barok, Giansyah Ramdani dan Deni Aulia Rahman. Dalam 37 orang dibagi kelompok menjadi 5 bagian, tiap masing-masing kelompok mendapatkan lokasi pengukuran yang berbeda. Kelompok 3 berada di lokasi mengelilingi gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal

            Kerangka dasar horizontal merupakan  kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horizontalnya berupa koordinat pada bidang datar (X,Y). Alat yang digunakan untuk mengukur yaitu ETS, Prisma, Statif, Pita Ukur.

Bagian-bagian dari pengukuran kerangka dasar horizontal ialah:

  • Metode Poligon
  • Metode Triangulasi
  • Metode Trilaterasi
  • Metode Pengikatan ke muka
  • Metode Pengikatan ke belakang cara Collins dan Cassini

Yang dilaksanakan praktikum kerangka dasar horizontal ini menggunakan metode pengukuran poligon. Pengukuran dan Pemetaan Poligon merupakan salah satu pengukuran dan pemetaan kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran. Di dalam metode pengukuran poligon harus menentukan titik acuan/benchmark (BM). Titik acuan kelompok 3 terdiri atas BM03, BM10, BM09, BM08, BM07, BM04.

Data Pengukuran Sudut dan Jarak yang diperoleh kelompok 3 yaitu:

Sudut

  • Azimuth = 245°49’32,7”
  • BM03 = 303°20’3,76”
  • BM10 = 238°45’33,3”
  • BM09 = 203°32’54”
  • BM08 = 124°48’35,5”
  • BM07 = 34°13’46,51”

Jarak

  • BM03 = 45, 6086m
  • BM10 = 68,0442m
  • BM09 = 68,0412m
  • BM08 = 62,5582m
  • BM07 = 69,5682m
  • BM04 = 75,109m

Koordinat awal :

X = 786567,867m

Y = 9240908,626m

Demikian kajian diatas merupakan hasil pengukuran dan pengolahan data dari kelompok 3. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian data tentang konsep pengukuran Kerangka Dasar Horizontal.