Silaturahmi Departemen Pendidikan Geografi

Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI menggelar silaturahmi Senin 13 Syawal 1440 H/ 17 Juni 2019 dengan seluruh dosen, dosen purna bhakti, tendik, beserta keluarga. Kegiatan yang berlangsung di The Green Forest Resort Cihideung Bandung ini, dihadari oleh Dekan FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum, WD I Dr. Mamat Ruhimat, WD II Dr. Aceng Kosasih, Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si, Ketua Prodi SPIG (Survei Pemetaan dan Informasi Geografi) Dr. Iwan Setiawan, Ketua Prodi SaIG (Sains Informasi Geografi) Dr. Lili Somantri, M.Si, para guru besar Prof. Dr. Enok Maryani, M.S, Prof. Dr. Darsiharjo, Prof. Dr. Dede Sugandi, Prof. Dr. Wanjat Kastolani, Prof. Dr. Dede Rohmat, M.T, dan para dosen aktif di Departemen Pendidikan Geografi.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut beberapa dosen purna bhakti Departemen Pendidikan Geografi yaitu Drs. Al Rasyid, WS.S.U beserta ibu, Drs. Idris Abdurachmat, M.Pd beserta ibu, dan Drs Ma’mur Tanudidjaja. Dekan FPIPS dalam sambutannya menyamoaikan semoga iman kita semakin bertambah seperti kata ulama iman itu naik turun, mudah-mudahan shaum kita menjadi ibadah yang diterima Allah sehingga kita kembali fitri bersih dari noda dan dosa. Ketua Departemen Pendidikan Geografi memberikan sambutan dengan menyampaikan kemajuan terkini di Departemen antara lain akan diupayakan akreditasi internasional (AQAS Jerman) Departemen yang terdiri dari S1, S2, S3 Pendidikan Geografi, dan S1 Sains Informasi Geografi. Selain itu dosen-dosen muda diarahkan untuk melanjutkan studi S3 ke luar negeri, salah satu upayanya dengan merekomendasikan dosen muda mengikuti kursus bahasa inggris intensif selama tiga bulan.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaiakan oleh Dr. Cucu Surahman, isi tausiyahnya antara lain mengingatkan hadirin akan besarnya manfaat silaturahmi yang dapat memanjangkan umur dan dilapangkannya rizki. Ramadhan memiliki dua kebaikan yaitu kebaikan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah, sementara itu syarat untuk memperoleh kebaikan-kebaikan tersebut adalah iman. Beliau juga menyampaikan bahwa pesan yang dibawa Ramadhan adalah jangan berlaku kikir kepada orang-orang miskin, silaturahmi, dan ukhuwah islamiyah.

Dalam acara yang terasa nuansa kekeluargaannya tersebut, para sesepuh yang hadir satu per satu diberikan kesempatan untuk menyampaikan wejangan, saran serta masukan untuk kemajuan Departemen Pendidkan Geografi. “Silaturahmi tidak hanya dilakukan setahun sekali, tapi harusnya setiap saat” tutur Pa Idris. Kemudian silaturahmi ini dalam ramadhan sering dikaitkan dengan ibadah puasa, namun seyogianya jangan pula melupakan rukun islam lainnya yakni sholat, zakat, dan ibadah haji. Wejangan yang disampaikan oleh Pak Ma’mur jika ingin panjang umur pelihara silaturahmi dan sholat berjamaanh di masjid bagi laik-laki alhamdulillah sebagai contohnya sampai dengan saat ini beliau berusia 80 tahun masih sehat wal afiat. Kata Pak Rasyid yang saat ini beliau masih aktif menyusun buku yang berjudul “Peta Mental Mikro Tawaf Dua Kali Mati Dua Kali Hidup Perjalanan Menuju Akhirat” kita sebagai seorang geograf harus memperhatikan kapan dan dimana kita ibadah dalam artian hendaknya senantiasa memakmurkan masjid. Wejangan beliau dipertegas dengan QS. 40 ayat 11.

Acara halal bihalal yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan doa, serta dilanjutkan dengan foto bersama dan menikmati hidangan makanan yang telah disediakan.

UPGRADING PETA UPI

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada hari Sabtu, 18 Mei 2019, Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) melakukan kegiatan yaitu UPGRADING PETA UPI. Sebelumnya mereka melakukan perencanaan dan rapat teknis pada hari Jumat, 17 Mei 2019 dengan Bapak Muhammad Ihsan, ST. MT selaku pembimbing sekaligus kepala proyek kegiatan ini. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 s/d jam 17.00 wib. Tim yang terlibat sekitar 20 orang.

Metode yang digunakan pada UPGRADING PETA UPI kali ini adalah dengan cara fotogrametri menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan bantuan GNSS (Global Navigation Satellite System). Tujuannya selain untuk meng update peta UPI untuk pembangunan UPI kedepannya, juga untuk mengangkat atau mempopulerkan HMP SPIG di lingkup UPI. Kegiatan ini juga memiliki sifat jangka panjang baik untuk UPI maupun Prodi SPIG itu sendiri.

Untuk meningkatkan akurasi dan kualitas dari foto udara kami juga melakukan pengamatan koordinat dari GCP (Ground Control Point) menggunakan GPS Geodetic (GNSS) yang sebelumnya sudah disebar di berbagai titik sekitar kampus UPI. Selain Drone/UAV dan GPS Geodetic ada juga beberapa alat pendukung yang kami gunakan yaitu statif, paku payung untuk menandai titik GCP, palu, premark untuk menandai GCP agar mempermudah di pengolahan foto udara, tribrach dan meteran.

Langkah pekerjaan yaitu dimulai dari perencanaan titik-titik peta yg akan diukur lalu datang ke titik lokasi yang sudah ditentukan. Pasang paku payung di setiap titik sebagai acuan/GCP, lalu pasang semua alat-alat pengamatan koordinat di setiap titik GCP, lakukan langkah yang sama di setiap titik. Lakukan pengamatan sekitar 15 menit di setiap titik untuk mendapatkan hasil yang akurat. Setelah itu pasang premark di setiap titik sebagai acuan titik agar terlihat oleh drone.

Rencananya produknya berupa peta digital yang akan dipublish di website Prodi SPIG dan UPI. Selain itu juga peta ini akan diserahkan ke pihak rektorat untuk dicetak dan di pajang di lokasi strategis di UPI seperti di depan museum pendidikan dan mesjid Al-Furqon agar memudahkan masyarakat untuk mencari tempat yang mereka cari di dalam UPI.

Dengan adanya upgrading peta, UPI mendapatkan peta yang baru karena hampir setiap tahunnya UPI melakukan pembangunan, sehingga membutuhkan upgrade peta baru, juga sebagai pembuktian bahwa HMP SPIG memiliki kompetensi yang baik dan unggul dalam bidang survei dan pemetaan.

Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PPA

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 9 Mei 2019 Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru angkatan 2019. Mahasiswa baru angkatan 2019 yang berjumlah kurang lebih 45 orang ini telah lolos melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA). Setelah melakukan registrasi, mahasiswa baru disambut oleh Himpunan SPIG (HMP SPIG) dan melakukan pengenalan mengenai Prodi SPIG.
Dalam pengenalan ini, HMP SPIG melakukan Post to Post. Hal ini dilakukan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru mengenai SPIG. Post to Post ini dilakukan di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Di dalam Pos 1 itu penyampaian tentang tata tertib umum SPIG.

Lalu di Pos 2 membahas tentang CURMAWA (Curhatan Mahasiswa). Apa itu CURMAWA?  Curmawa yaitu salah satu media curhat mahasiswa SPIG untuk mencarikan solusi atas masalah-masalah baik internal maupun eksternal yang di alami mahasiswa SPIG melalui pintu dapur. Maksud pintu dapur sendiri adalah mencarikan solusi lewat pintu belakang yang bersifat rahasia.

Setelah dari Pos 2 mahasiswa baru di foto untuk identitas, lalu berlanjut ke Pos 3 yaitu memberitahu alat-alat yang dipakai dalam SPIG dan sejarah SPIG.

Dengan adanya kegiatan penerimaan dan penyambutan ini, diharapkan mahasiswa baru mengetahui apa itu SPIG .

Praktikum Lapangan Oseanografi Angkatan 2018 di P3GL

Penulis: Safira Aulia Putri (SPIG 1808606)

Pada hari Senin, 8 April 2019 Mahasiswa Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2018 telah melaksanakan praktikum lapangan Mata Kuliah Oseanogafi yang dilakukan bersama Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dan Sains Informasi Geografi angkatan 2018 dengan dosen pembimbing Dr. Ahmad Yani, M.Si, Arif Ismail, M. Si, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, dan Riko Arrasyid, M.Pd. Praktikum lapangan Oseanografi ini dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) yang berada di kota Cirebon. Pada P3GL ini, kami diberi pengarahan dan pengenalan alat survey laut.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi tentang P3GL oleh Bapak Beben selaku kepala sub bidang sarana. Di sini diberitahukan cara kerja P3GL yang dulunya di bawah pemerintah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).  Tak hanya itu, kami juga diberikan pemahaman terhadap peralatan survei yang dipakai didalam laut.

Kami juga mengunjungi kapal laut milik Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yaitu Kapal Geomarin III. Kapal ini biasa digunakan untuk keperluan survei di laut baik pengambilan sampel tanah atau sedimentasi dasar laut. Kami diberikan kesempatan untuk melihat ruangan- ruangan yang ada di dalam Kapal Geomarin III, diantaranya yang sudah kami kunjungi yaitu ada kamar tidur para peneliti yang bekerja di Kapal Geomarin III , dapur umum, ruang kerja, lab geofisika, anjungan, dan masih banyak yang lainnya. Kapal ini dapat menampung sekitar 50 orang yang terdiri dari peneliti, teknisi,  dan awak kapal.  Di sana juga ada para pekerja dibidangnya masing-masing yang memberi informasi bagaimana cara kerja mereka dan juga alat-alat yang dibutuhkan kepada para mahasiswa.

Diharapkan dengan adanya praktikum lapangan ini mahasiswa dapat memahami bagaimana cara survei di laut dan berminat untuk kerja di laut.

Praktikum Lapangan Geomorfologi Mahasiswa Prodi SPIG Angkatan 2018

Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (SPIG 1801742)

Minggu, 7 April 2019 mahasiswa Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis tahun 2018 telah melaksanakan praktikum lapangan Mata Kuliah Geomorfologi yang dilakukan bersama Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi tahun 2018. Praktikum lapangan Geomorfologi ini dilakukan di empat tempat yang berbeda di sepanjang jalan menuju Kota Cirebon, yaitu: 1. Patahan Lembang, 2. Jalan Cagak Ciater, 3. Indramayu, 4. Majalengka.

Dalam pemberhentian pertama, kami berhenti di Patahan Lembang. Di Patahan Lembang merupakan akibat dari proses aktivitas vulkanik yang membentang dari arah barat cisarua sampai manglayang ke arah timur. Sesar tersebut diakibatkan dari letusan Gunung Sunda. Di sepanjang sesar bagian utara, potensi air tanah melimpah juga tanah yang subur. Sedangkan pada bagian selatan sesar, potensi air sulit didapatkan sehingga warga setempat yang berada di sekitar daerah tersebut menempati di bagian utara sesar.

Pemberhentian kedua berhenti di Jalan Cagak Ciater, di lahan ini satuan geomorfologinya vulkanik seperti di patahan lembang karena masih bagian dari Gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi diantara lereng tengah dan lereng bawah Tangkuban Parahu. Keadaan morfologi di tempat ini sebagian besar digunakan sebagai lahan perkebunan teh karena mempunyai kemiringan bentuk U dan memiliki tanah yang subur.

Di tempat ketiga, kami berhenti dan mengamati disekitar rest area daerah Indramayu. Di daerah ini terjadi perubahan zona yang asalanya Zona Bogor yang berkelok-kelok (Sinklin) ke zona Jakarta yang merupakan dataran aluvial (Antiklin). Batuan yang ada di daerah ini adalah sedimen tersier yang terdiri dari clay, batu lempung, dll.

Di tempat terakhir kami berhenti di daerah persawahan di jalan yang menuju Majalengka. Di daerah ini sudah masuk ke daerah antiklin yaitu daerah lembah yang datar sehingga mudah terjadi erosi karena sedimen lebih lembut yang memudahkan perubahan bentuk pada tanah.

Dengan diadakannya praktikum lapangan Geomorfologi ini diharapkan mahasiswa mampu meimplementasikan apa yang dipelajarinya di kelas dan dapat menganalisis satuan geomorfologi yang ada di sekitarnya.

 

Kunjungan STKIP Kie Raha Ternate Ke Departemen Pendidikan Geografi

Penulis: Riki Ridwana

Sebanyak 22 orang Mahasiswa STKIP Kie Raha Kota Ternate bersama tiga orang dosen pembimbing berkunjung ke Departemen Pendidikan Geografi. Bukan tanpa maksud, kunjungan yang berlangsung 16 Januari 2018 tersebut bertujuan untuk studi banding sekaligus menyepakati poin-poin kerjasama antara Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha dengan Departemen Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Departemen Pendidikan Geografi yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Yani, M.Si menerima kunjungan STKIP Kie Raha di Ruang 30 Lt. V Gedung Muhammad Nu’man Somantri. Dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, acara penerimaan tamu dari Kaki Gunung Gamalama tersebut dibuka dengan sambutan dari Dr. Ahmad Yani, M.Si. Dalam sambutannya beliau menerangkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi UPI saat ini membawahi tiga prodi, yakni S1 Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG), dan Sains Informasi Geografi (SaIG). Beliau juga menambahkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi siap menerima kerjasama untuk kemajuan lembaga.

Sementara itu dalam prakatanya dosen dari STKIP yang diwakili oleh Muhammad Ihsan, M.Sc menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaannya, beliau berharap dengan kunjungan ini dapat terjalin hubungan baik dan terbangunnya kerjasama yang saling menguntungkan. Masih dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Darsiharjo, M.S memaparkan materi dihadapan hadirin terkait dengan peran pendidik Geografi dalam mamajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guru Besar dengan keahlian geografi sumberdaya alam itu memaparkan dengan lugas bahwa bangsa Indonesia sampai dengan saat ini belum paham dan menyadari akan banyaknya potensi yang dimiliki, sehingga hal ini menjadi tugas bersama kita sebagai seorang pendidik dan calon pendidik geografi.

Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Enok Maryani, M.S, Dr. Epon Ningrum, Dr.rer.nat Nandi, M.T., M.Sc, Dadang Sungkawa, M.Pd, Wahyu Eridiana, M.Si, Jupri, M.T, dan mahasiswa Pendidikan Geografi UPI angkatan 2016 sehingga memenuhi tempat yang disediakan. Sebelum akhirnya ditutup, dosen beserta mahasiswa STKIP Kie Raha dibawa mengunjungi fasilitas laboratorium fisik dan sig dengan dipandu oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc dan Muhammad Ihsan, M.T.

International Geography Seminar 2018 at Malaysia

Oleh: Muhammad Abia S

IGEOS (International Geography Seminar)  2018 merupakan tahun ke-2 pelaksanaan konferensi internasional geografi setelah pelaksanaan pertama nya sukses dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI pada tahun 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia. Pada tahun kedua ini IGEOS oleh Departemen Geografi dan Lingkungan Universitas Pendidikan Sultan Idris dan berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Universitas Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Malaysia pada tanggal 3-4 Desember 2018.

Tema yang diangkat pada IGEOS kali ini adalah “Stretching the Harmony: A Paradigmatic Shift from Geography and Enviromental Works”. Menurut Ketua Pelaksana IGEOS 2018, Assoc. Prof. Dr Fauziah Che Leh, konferensi ini dimaksudkan mempertemukan akademisi, peneliti, dan ahli untuk saling bertukar pengetahuan serta ide pada permasalahan kesehatan dan lingkungan yang terjadi pada abad 21 ini, seperti pemanasan global, polusi, serta bencana alam dan lingkungan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan manusia. Terdapat 34 sub topik yang menjadi pembahasan pada IGEOS 2018 ini.

IGEOS 2018 ini menghadirkan 3 pembicara utama, yakni Dr. Abu R. J. Mahmood (Konsultan Internasional Penginderaan Jauh dan Tutupan Lahan), Professor Dato’ Dr. Morshidi Sirat (Universiti Sains Malaysia), dan Professor Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo (Universiti Kebangsaan Malaysia). Pada bagian Plenary Presentation, diisi oleh Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada), Professor Dr.Wan Ruslan Ismail (Universiti Sains Malaysia), Dr. rer.nat Nandi (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Associate Prof. Dr. Safiah @ Yusmah Muhammar Yusoff (University of Malaya).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sebanyak 57 makalah dengan topik yang beragam telah dipresentasikan pada sesi pararel ini. Prosiding internasional yang terindeks Scopus merupakan produk akhir yang akan diisi oleh 57 makalah.

Rektor UPI Kunjungi Praktikum Departemen Pendidikan Geografi

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si kunjungi kegiatan praktikum lapangan Departemen Pendidikan Geografi di Kampus Lapangan Geologi Cisolok, Kecamatan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan yang didampingi oleh Dekan FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Wakil Dekan I Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd dan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si tersebut, disambut oleh jajaran dosen yang membimbing mahasiswa di lapangan antara lain Jupri, M.T, Ir. Yakub Malik, M.Pd, Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Riki Ridwana, M.Sc, dan Riko Arrasyid, M.Pd.

Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi, secara parallel melakukan praktikum lapangan bersama dalam mata kuliah Geologi, Geomorfologi, Mitigasi Bencana, dan Pengantar Survei Pemetaan. Secara spontan Rektor UPI menyapa dan menanyakan kesan dari salah seorang mahasiswa (Ray Putri, SPIG 2018 dan Gusti, Pendidkan Geografi 2016) terkait kegiatan praktikum yang sedang berlangsung.

Setelah itu beliau menyatakan kunjungannya sebagai salah upaya penjaminan mutu pendidikan di era industri 4.0 yang tidak terlepas dari critical thinking, creativity, collaboration, and complex communication. Sehingga berdasarkan kunjungan dan pengamatannya tersebut, beliau semakin yakin bahwa metode pembelajaran praktikum lapangan yang dikemas oleh Departemen Pendidikan Geografi mencakup mutu pendidikan yang berkualitas dan dapat dipertanggunjawabkan.

Dekan FPIPS dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Departemen Pendidikan Geografi sudah lama berkontribusi dalam mewujudkan kawasan Ciletuh menjadi Geopark Global UNESCO. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UPI yang telah hadir menyimak contoh model pembelajaran yang ada di FPIPS.

Dibalik Kegiatan One Day Trip Jantera

Sabtu, 20-10-2018, kegiatan one day trip merupakan agenda tahunan Jantera (Himpunan mahasiswa pecinta alam departemen pendidikan geografi) setiap tahunnya Jantera menawarkan destinasi wisata dan kegiatan yang berbeda pada one day trip. Jika tahun kemarin destinasinya adalah Gua, tahun ini Jantera mengajak kita untuk mendaki Gunung Batu serta merasakan serunya rock climbing dan repling.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa departemen pendidikan geografi, mahasiswa dari kampus UIN Bandung, serta siswa SMA dan lainnya. Hanya dengan membayar biaya yang terjangkau kita sudah dapat berjalan-jalan dan mendapat ilmu yang bermanfaat dari sejarah Gunung Batu yang menjadi saksi bisu patahan Lembang. Para peserta dikumpulkan pada pagi hari sekitar pukul 06.30 wib, Di depan ITC Al Furqon sudah berkumpul akang teteh Jantera yang akan memandu kegiatan ini. Teh Helga sebagai pemandu kegiatan mengumpulkan para peserta untuk didata ulang dan pembagian angkutan umum sekaligus menjelaskan rundown acara nanti.

Setibanya di tujuan, para peserta mendengarkan arahan terlebih dahulu serta menyuarakan jargon one day trip “Bermain Belajar bersama Jantera”. Dengan bersemangat langkah-langkah para peserta mulai menuju Gunung Batu. Dari beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama kali mendaki gunung sekaligus juga peserta akan mendapat  pengetahuan mengenai tempat yang dipijaknya dari Dosen Pendidikan Geografi. Secara garis besar ada beberapa materi yang disampaikan Pak Hendro Murtianto, M.Sc.

“Bandung merupakan cekungan. Secara geomorfologi, memiliki bentuk lahan struktural karena ada proses tektonisme dari proses patahan. Gunung Batu merupakan bagian patahan Lembang yang merupakan sesar aktif sehingga masih memiliki potensi bergerak (gempa). Dari penelitian LIPI, di Lembang digali model parit yang nanti dilihat lapisan tanahnya untuk mengidentifikasi daerah sedimentasi sehingga dapat dilihat perbedaan umur batuan dan tanahnya. Pada uji karbon dapat diketahui letusan terdahsyat yaitu sekitar 2000 tahun lalu bergerak antara 2-8 cm pertahun maka didirikanlah stasiun pemantau yang didalamnya terdapat seismograf dan GPS geodetic”, papar beliau.

Setelah pematerian dari pak Hendro dilanjutkan pada sesi sharing dengan Pak Setio Galih Marlyono, M.Pd yang mana beliau berpengalaman menjadi aktivis di Jantera. Beliau menyampaikan seputar organisasi dan cara memanage waktu antara akademik dan organisasi sehingga semuanya bisa berada pada indikator yang baik. Sisa waktu berikutnya digunakan untuk melakukan rock climbing dan repling ada juga sharing photography bersama Teh Heni. Serunya kegiatan repling yang dipandu Kang Berna terlihat dari antusiasme para peserta, juga tak kalah seru saat merasakan sensasi rock climbing yang dipandu oleh Kang Islah dan akang-akang alumni yang berpengalaman. Tak lupa juga ada lomba menulis cerita perjalanan, lomba menulis puisi, dan lomba photography untuk para peserta.

Ada sedikit kutipan dari Dr. Lili Somantri, M.Si “Geografi hanya  akan berkembang dengan menjelajah”.

Penulis: Rizka Rahmandita Eka Putri (1805459)

Eminence Lecture Departemen Pendidikan Geografi

Hari Senin, 15 Oktober 2018 Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI  melaksanakan Eminence Lecture, yang bertemakan “Mempersiapkan Kompetensi dan Karakter Sarjana (atau Ilmuwan) Indonesia Berkualitas Internasional di Era Revolusi Baru Industri untuk Kemajuan Bangsa”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Dr. Ing. Suhendra, yang merupakan Senior Process Engineer, Researcher in Bundesanstalt fur Materialforschung und prufung (BAM) di Berlin, Jerman. Bapak Dr. Ing. Suhendra datang langsung dari Jerman untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan Era Revolusi Industri 4.0. yang kita hadapi saat ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk  keikutsertaan Departemen Pendidikan Geografi demi menciptakan lulusan yang berkualitas Internasional dalam menghadapi Era Revolusi Industri. Kegiatan ini sendiri dimulai pada pukul 08:00 – 11:00 WIB, bertempat di Balai Pertemuan  Achmad Sanusi UPI. Jalannya acara dipandu oleh dua orang MC mahasiswa Reza dan Anita dari Pendidikan Geografi angkatan 2017. Sambutan disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si,  dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Dekan FPIPS UPI Dr. Agus Mulyana M. Hum. Acara ini dihadiri juga oleh para Guru Besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi dan seluruh mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Prodi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Dalam pemaparannya, Bapak Suhendra menjelaskan tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi saat ini yang berkembang dengan pesat, selain itu beliau juga menceritakan banyak hal tentang Jerman mulai dari kehidupan disana, cara-cara agar bisa berkuliah di Jerman, tipe-tipe Universitas di Jerman,  dan tips jika kita ingin menuntut ilmu di luar negeri, kita harus memiliki agama yang kuat, kesiapan yang matang, siap dengan segala perbedaan yang ada. Bapak Suhendra juga menjelaskan tentang Produk utama industri Jerman, dan Industri-industri di Jerman, serta bagaimana Jerman bisa menjadi negara maju. “Indonesia sendiri harus bisa memproduksi barang-barang sendiri, Indonesia harus mandiri tidak tergantung dengan negara lain, karena indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya manusia yang melimpah”, tegasnya.

Pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ing. Suhendra merujuk pada Era Revolusi Industri 4.0. yang terjadi saat ini. “Bagaimana Indonesia bisa maju seperti negara Jerman, serta mahasiswa UPI harus menjadi mahasiswa yang kompeten, berkualitas internasional, dan mampu bersaing di Era Revolusi Industri. Peran IPTEK menyumbangkan pembangunan yang signifikan, Indonesia harus bisa menjadi Pusat IPTEK Asia Pasifik dan Dunia, khususnya dalam kemaritiman, biodiversitas, material, dan kebencanaan. Model baru penguasaan Industri, saat ini dikuasi oleh China dan Amerika. Era Industri 4.0. menyajikan ekosistem digital yang dimulai saat munculnya konektivitas, sosial media, dan e-commerce. Kemudian internet of things, oleh sebab itu di Era ini kta harus memiliki Speed, Simplicity, Innovation, dan Break trend, karena banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh otomatisasi. Oleh sebab itu kita harus memiliki High-skilled untuk berkompeten di masa depan”, tutur beliau yang satunya-satunya bekerja sebagai peneliti asing  di “LIPI” nya Jerman tersebut.

Acara Eminence Lecture ini berlangsung dengan tertib, para mahasiswa dari berbagai angkatan menyimak pemaparan dari Bapak Dr. Ing. Suhendra dengan khidmat, buktinya saat sesi tanya-jawab para mahasiswa sangat antusias untuk bertanya dan menggali ilmu lebih dalam dari Bapak Suhendra. Setelah sesi penyampaian materi dan sesi tanya-jawab yang dimoderatori oleh Bapak Dr. rer. nat Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc selesai, diakhir acara Bapak Suhendra memberikan tiga pertanyaan, dan bagi yang mampu menjawab mendapatkan oleh-oleh dari Jerman, yaitu tiga buah Coklat bagi tiga orang. Eminence Lecture yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Geografi ini memberikan banyak ilmu dan wawasan serta semakin membuka cakrawala mahasiswa dalam menyongsong Era Industri 4.0.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)