Mengenalkan Informasi Spasial melalui Open Street Map

Informasi yaitu berisi data yang penting untuk kehidupan kita, Dengan infromasi yang baik dan pemahaman yang tepat, individu dan komunitas mampu mengembangkan kehidupannya ke arah yang lebih baik dan membuat keputusan yang baik di masa depan. Salah satu nya yaitu tentang Informasi Geospasial.

Peta adalah gambaran atau simbol kehidupan kita di dunia, didalam peta terdapat informasi tentang lokasi, sarana, dan bahkan batas daerah, dari peta akan menjawab pertanyaan pertanyaan kita tentang terkait, dimana sekolah sekolah ? Dimana restauran yang cocok buat kita ? Bahkan berapa tingkat populasi kemiskinan di indonesia ? Maka dari itu OpenStreetMap akan Menjawab pertanyaan pertanyaan kita.

OpenStreetMap atau yang biasa kita kenal dengan OSM adalah salah satu alat untuk berbagi informasi terbuka dibidang pemetaan dengan non-profit atau gratis, OSM ini hampir sama dengan Google Maps yang kita tau sama halnya dalam bidang navigasi dan bersifat berbayar, tetapi yang membedakannya adalah Jika google maps bersumber pada Google itu sendiri, sedangkan OSM bersumber kepada user-user yang menggunakan OSM itu sendiri dan bersifat gratis.

Data yang disajikan dalam OSM adalah Geodata, data yang bersifat fisik, data yang menjalin kerjasama dengan OSM cukup banyak meliputi data tentang humniora, contohnya seperti HOT ID yang bergerak dibidang data spasial Member dari OSM membuat tracking atau jalur yang bisa dilalui oleh penyandang disabilitas, dan data OSM pun memuat data bencana yang bekerja sama dengan BNPB dengan salah satunya yaitu Program InAWARE, Masih banyak data yang bisa kita ambil dari OpenStreetMap

Data nya pun dapat digunakan secara offline dengan  cara mengekstrak/mengunduh data spasial dari OSM tersebut dalam format SHP atau Shapefile. OSM pun terintegrasi dengan aplikasi opensource lain seperti QGIS, QGIS sendiri memiliki fitur tambahan berbeda dengan fitur lain yaitu Ina-SAFE, fitur ini memudahkan kita untuk informasi dalam hal mitigasi kebencaan, kerugian hingga perencaan setelah bencana tersebut.

Ternyata dengan kita melek akan informasi yang telah tersajikan diharapkan bisa mengembangkan potensi potensi yang ada di Indonesia, banyak webgis dan sumber data yang terupdate yang bisa kita gunakan untuk kepentingan individu dan kelompok.

https://openstreetmap.id

Salah satu link data spasial yang bisa kita download gratis melalui : https://export.hotosm.org/

Oleh : Dian Sobirin (1700768)

Penentuan Status Mutu Air Dengan Sistem STORET Di Kecamatan Bantar Gebang

Sumber gambar: http://pag.geologi.esdm.go.id/

Lembaga yang bernama Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan (PSDAT dan GL) salah satunya bertugas untuk memantau dan memonitoring kualitas air pada suatu region tertentu. Adanya lembaga tersebut diharapkan bisa membantu masyaratkat untuk memilih air layak konsumsi. Pengambilan percontoh air dilakukan di Kecamatan Bantar Gebang, tempat terdapat Tempat Pembuangan Akhir sampah Bantar Gebang. Air lindi yang dihasilkan dari TPA Bantar Gebang dapat meresap dan mencemari sumur – sumur penduduk di sekitarnya. Kualitas air yang baik akan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut dengan kadar (konsentrasi) maksimum yang diperbolehkan.

Metode

Metode yang dapat digunakan untuk menentukan baku mutu air berdasarkan wilayah atau satu titik (sumur) adalah metode STORET (Storage and Retrieval). Penentuan status mutu air dengan sistem STORET ini dimaksudkan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan kualitas air tanah dengan tujuan untuk mengetahui mutu (kualitas) suatu sitem akuatik. Penentuan status mutu air ini berdasarkan pada analisis parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil analisis kimia percontoh air kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang sesuai dengan pemanfaatan air. Kualitas air dinilai berdasarkan ketentuan sistem STORET yang dikeluarkan oleh EPA (Environmental Protection Agency, Canter, 1977) yang mengklasifikasikan mutu air ke dalam 4 kelas.

Kelas :

A = baik sekali       Skor: 0

B = baik                  Skor: -1 s/d -10

C = sedang              Skor: -11 s/d -30

D = buruk               Skor: > = -31

Proses

Prosedur penggunaan metode STORET ini yang pertama, dilakukan dengan pengumpulan data kualitas air dan debit air secara periodik sehingga membentuk data dari waktu ke waktu (time series data). Kedua, membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu yang sesuai dengan kelas air. Ketiga, jika hasil pengukuran memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran < baku mutu) maka diberi skor 0 dan jika hasil pengukuran tidak memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran > baku mutu) maka diberi skor 1. Kemudian, Jumlah negative dari seluruh parameter dihitung dan ditentukan status mutunya dari jumlah skor yang didapat dengan menggunakan sistem nilai.

Hasil

Lokasi pengambilan dan jumlah percontoh ditentukan berdasarkan pada tujuan pemeriksaan air permukaan dan atau air tanah. Kualitas air tanah dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu material (tanah dan batuan) yang mengandung atau yang dilewati air tanah, jenis aliran, dan proses perubahan akibat pencemaran yang sesuai dengan hukum fisika, kimia, dan biologi. Metode analisis kimia, fisika, dan biologi percontoh air mengacu pada Standars Methods (APHA-AWWA-WEF, 1995) dan standar Nasional Indonesia (BAPEDAL, 1994), serta Peraturan Menteri Kesehatan RI No.416/MENKES/PER/IX/1990 untuk syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum.

Hasil analisis fisika-kimia-biologi air terhadap delapan percontoh air sumur gali dan sumur pantek tersebut tidak memenuhi persyaratan minum. Percontoh air terlihat keruh (dua percontoh), mempunyai nilai pH rendah (tujuh percontoh), tingginya kadar besi (satu percontoh), mangan (dua percontoh), Pb (delapan percontoh), nitrit (satu percontoh), nitrat (satu percontoh), dan mengandung bakteri coli tinja (empat percontoh). kemudian dibandingkan dengan nilai persyaratan air minum yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416 tahun 1990.  maka diperoleh nilai: -64 yang berarti kondisi perairan termasuk kelas D atau buruk. Dan hasil yang diperoleh dari penilaian sistem STORET disimpulkan bahwa mutu air tersebut buruk. (sumber: penelitian kelompok 7, jurusan pendidikan geografi 2013)

Disusun Oleh:

Rifany Musthafanisa (1807369)

Giansyah Ramdani (1808631)

Wildan Maolana Mubarok (1808621)

Aji Wijaksana (1807277)

Terungkap, Desa Sangat Diuntungkan oleh Fieldcamp SPIG 2018

Desa sangat diuntungkan dengan kegiatan fieldcamp Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) UPI yang bertema “Pemetaan Partisipatif Desa”. Hal tersebut diungkap secara langsung oleh Kepala Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan fieldcamp SPIG 2018. Bukan tanpa alasan, keuntungan yang dimaksudnya berlandaskan pada Perda No. 27 Tahun 2016 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah yang berbunyi bahwa seluruh Desa yang berada di bawah otoritas Kabupaten Bandung harus memiliki peta Desa. Ibarat gayung bersambut, kedatangan mahasiswa SPIG angkatan 2016 disebut-sebut sangat menguntungkan bagi Desa, bahkan pihaknya sangat mengharapkan kegiatan pemetaan partisipatif desa dilakukan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Soreang.

Kegiatan fieldcamp 2018 yang telah resmi dibuka pada hari Rabu 21 Nopember 2018 ini, meliputi wilayah kajian yang terdiri dari tiga Desa di Kecamatan Soreang yaitu Desa Pamekaran, Desa Karamat Mulya, dan Desa Panyirapan. Peserta fieldcamp selama sepuluh hari kedepan, akan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama empat semester dibangku perkuliahan. Secara umum mereka akan menerapkan ilmu pemetaan terestris, penginderaan jauh (fotogrametri), dan sistem informasi Geografis. Sehingga dari kegiatan tersebut akan dihasilkan berbagai macam produk pemetaan antara lain berupa peta administrasi desa, peta penggunaan lahan, peta potensi sumberdaya alam, peta aksesibilitas, peta 3D modeling, dan peta-peta tematik lainnya.

Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si menegaskan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan fieldcamp diharapkan dapat bermanfaat bagi proses akademik mahasiswa dan bermanfaat pula bagi inventarisasi informasi desa yang divisualisasikan dalam bentuk peta tematik dan buku cetak. Pernyataan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Camat Kecamatan Soreang H. Ahmad Qurtubi, S.Sos., M.Si supaya mahasiswa peserta fieldcamp difasilitasi dan dijaga keamanannya.

Kegiatan Pembukaan Fieldcamp 2018 dihadiri oleh perwakilaan perangkat ketiga desa wilayah kajian, dan juga jajaran dosen Prodi SPIG yang terdiri dari Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himaya, M.Sc, Asri Ria Affriani, M.Eng, dan Riki Ridwana, M.Sc.

Sumber Daya Alam Pesisir Pulau Kecil Terluar Aceh dan Maluku (Pulau Rusa dan Pulau Larat )

A) LEMBAGA

Badan informasi Geospasial (disingkat BIG), adalah lembaga pemerintah nonkementrian Indonesia yang bertugas melaksananakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial, salah satu contoh penelitian BIG yaitu  sumber daya alam pulau – pulau kecil terluar Aceh dan Maluku (Pulau Rusa dan Pulau larat)

Sumber daya alam pulau-pulau terkecil merupakan salah satu elemen di dalam ekosistem pulau-pulau kecil. Oleh karena itu, penilaian ekologis maupun ekonomis terhadap pulau kecil tidak akan terlepas dari penilaian ekosistem dimana sumber daya alam tersebut berada.

Pulau kecil merupakan salah satu sumber daya pesisir dan laut yang mempunyai berbagai fungsi ekologi dan ekonomi. Fungsi-fungsi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sebagai sumber kehidupan mereka. Keberadaan sumber daya alam pulau kecil ini perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat ekonomi dan ekologis serta dalam pembangunan masyarakat.

Oleh karena itu penting dilakukan pemetaan potensi sumber daya alam pulau kecil terluar dengan lokasi Pulau Rusa, Pulau Raya, Pulau Benggala, dan Pulau Rondo di Aceh serta Pulau Larat, Pulau Astubun, Pulau Selaru, dan Pulau Batarkusu di Maluku. Dan kami mengambil sempel Pulau Rusa di Aceh serta Pulau Larat di Maluku.

 

B) LOKASI PENELITIAN

1)    PULAU RUSA

Secara geografis Pulau ini terletak pada koordinat 9°12’ 27” LU – 95º12’32” BT dan 5º16’22,53” – 5º 16’ 54,83” LU. Pulau Rusa mempunyai luas 0, 296 km² dan titik dasar pada TD.175 dan TR.175 yang terletak di samudra Hindia secara administratif, pulau ini terletak di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh yang berbatasan dengan negara India.

2)    PULAU LARAT

Pulau Larat adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di laut Aru dan berbatasan dengan negara Australia. Pulau Larat ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, provinsi Maluku. Pulau ini berada di sebelah timur laut dari Pulau Jamdena dengan koordinat 7º 14’26” LS – 131º 58’49” BT.

 

C) METODE PENELITIAN

1)    Metode inventarisasi dan pemetaan sumber daya alam pesisir dan laut pulau kecil terluar

Metode inventarisasi pulau kecil mengacu pada spesifikasi teknis inventarisasi data untuk penyususnan direktori pulau ( pusat survey sumber daya alam laut, 2008).

  • KEBUTUHAN DATA

Kebutuhan data disesuaikan dengan proses inventarisasi yang berbasis pengindraan jauh dan sistem informasi geografis dan skala peta yang akan disusun

  • PETA KERJA

Peta kerja disiapkan untuk menuangkan tema tema yang diperlukan. peta kerja berfungsi sebagai peta dasar untuk pembuatan peta pemetaan sumber daya alam pesisir dan laut pulau kecil terluar.

  • PETA EKOSISTEM PULAU KECIL

Pembuatan ekosistem pulau kecil menggunakan data citra satelit, sedangkan untuk pemetaan sumber daya alam pesisir dan laut pulau kecil minimal diperlukan dua waktu rekaman.

  • DATA PENUNJANG LAINNYA

Pengumpulan data meliputi data primer maupun data sekunder, baik yang berupa data spasial maupun data statistik. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan dan pengukuran langsung di  lapangan seperti titik koordinat, tracking, dan dokumentasi berupa foto. Data sekunder yaitu data penunjang yang dikumpulkan dari instansi pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan materi penelitian, maupun yang berasal dari publikasi dan hasil penelitian yang pernah dilakukan.

2)    Penentuan wilayah kajian

Pertimbangan penentan wilayah kajian didasarkan pada tujuan nya, yaitu berdasarkan batas administrasi yang sudah baku.

3)    Proses Analisa Data Inderaja dan Survei Lapangan

Proses Analisa Data Inderaja dan Survey Lapangan mengacu pada spesifikasi teknis inventarisasi data untuk penyusunan direktori pulau ( Pusat Survey Sumber Daya Alam Laut, 2008 ).

 

D) HASIL PENELITIAN

  1. Pulau Rusa

Pulau Rusa (Sumber foto kompas.com)

a. Topografi

Pulau Rusa memiliki topografi berbukit dengan ketinggian antara 0-32 mdpl.

  1. Indikator Pulau Rusa
  2. Panjang garis pantai : 3,760km
  3. Jarak ke Pulau terdekat : 0,522km
  4. Indeks pesisir : 12,72km
  5. Titik tertinggi : 92,8 mdpl
  6. Resiko kenaikan muka air laut : 26,82%

b. Litologi

Seperti halnya Pulau Raya, Pulau Rusa juga tersusun dari endapan aluvium. Endapan aluvium ini merupakan hasil pengikisan dari erosi dan abrasi dari batu gamping formasi Wapaluka (batuan yang lebih tua).

  1. Luasan tiap ekosisitem di Pulau Rusa
  2. Hutan 23,133 ha
  3. Non hutan 1,257 ha
  4. Lahan terbuka 5,017 ha
  5. Laut dangkal 20,560 ha

c. Klimatologi

Pulau Rusa juga termasuk pulau dengan iklim tropis dengan curah hujan mencapai rata-rata 2235,2mm per tahun sedangkan suhu udara di sekitar Pulau Rusa berkisar 20,5 sampai 29,8 derajat celcius.

d. Kondisi perairan

Kondisi perairan Pulau Rusa juga termasuk agak sedikit keruh dengan ombak yang sedang.

  1. Potensi sumber daya alam Pulau Rusa
  2. Potensi perikanan

Sumber daya ikan yang terdapat di perairan Pulau Rusa adalah teri, kembung, dan layang.

  1. Biota laut yang potensial

Adapun biota laut yang potensial adalah udang lobster, dan tripang

  1. Kondisi terumbu karang

Secara umum, kondisi terumbu karang yang terdapat di perairan Pulau Rusa mempunyai kenampakan yang relatif sama pada beberapa titik sempel dengan lebar berkisar 80 sampai 540m.

  1. Ekosistem mangrove

Ekosistem mangrove yang dapat ditemukan  di Pulau Rusa mempunyai ketinggian antara 0,5 sampai 3m dengan tingkat kerapatan yang rendah.

  1. Kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan infrastruktur Pulau Rusa

a. Sosial Budaya

Pulau Rusa mempunyai tiga desa yang berdekatan yaitu desa Saney, desa Utamong, dan desa Kareun.

b. Mata Pencaharian

Mata pencaharian penduduk umum nya adalah sebagai nelayan, dengan bertani dan berternak sebagai pekerjaan sampingan.

c. Infrastruktur dan Penunjang

Infrastruktur dan Penunjang hampir sama dengan pulau-pulau yang lainnya, akan tetapi terbatas nya jumlah persediaan minyak untuk pergi melaut mejadi kendala bagi para nelayan sehingga hasil tangkapan ikan sering kali dijual di lokasi terdekat.

  1. Pulau Larat

Pulau Larat (Sumber Foto Pinterest)

Pulau Larat merupakan salah satu dari 92 pulau Garda terdepan Nusantara. Pulau Lara hanya dapat ditempuh melalui jalur laut dengan waktu tempuh 4-5 jam dari ibu kota Maluku Tenggara Barat. Komoditas utama di Larat saat ini adalah rumput laut yang menjadi primadona di Pulau yang menyerupai bomerang. Larat mempunyai topografi yang tidak terlalu bergelombang dan nampak datar. Kawasan penting di Pulau ini terletak di bagian tengah pulau, yakni berjarak 17km dari kota Larat. Sebagian besar masyarakat nya bermata pencaharian sebagai petani peladang, nelayan serta beternak sebagai sampingan. Jenis tanaman komoditi utama adalah kelapa, kopi, kapuk, dan jambu mete.

 

E) KESIMPULAN

  1. Dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Negara, sera meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, perlu dilakukan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar dengan memperhatikan keterpaduan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya, suku, sumber daya manusia, pertahanan dan keamanan.
  2. Untuk itu dibutuhkan informasi geospasial untuk pendukung pembangunan pulau-pulau kecil terluar.
  3. Penyajian informasi spasial pulau-pulau kecil memberikan gambaran tentang geografi, ekologi dan pengaruh manusia.

Disusun Oleh :

Abang Rifki S,JP        (SPIG, 1800942)

Faisal Febrianto DAF (SPIG, 1801652)

Fazra Nur A                (SPIG, 1808605)

Nabil Nur F                 (SPIG, 1800885)

Dibalik Kegiatan One Day Trip Jantera

Sabtu, 20-10-2018, kegiatan one day trip merupakan agenda tahunan Jantera (Himpunan mahasiswa pecinta alam departemen pendidikan geografi) setiap tahunnya Jantera menawarkan destinasi wisata dan kegiatan yang berbeda pada one day trip. Jika tahun kemarin destinasinya adalah Gua, tahun ini Jantera mengajak kita untuk mendaki Gunung Batu serta merasakan serunya rock climbing dan repling.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa departemen pendidikan geografi, mahasiswa dari kampus UIN Bandung, serta siswa SMA dan lainnya. Hanya dengan membayar biaya yang terjangkau kita sudah dapat berjalan-jalan dan mendapat ilmu yang bermanfaat dari sejarah Gunung Batu yang menjadi saksi bisu patahan Lembang. Para peserta dikumpulkan pada pagi hari sekitar pukul 06.30 wib, Di depan ITC Al Furqon sudah berkumpul akang teteh Jantera yang akan memandu kegiatan ini. Teh Helga sebagai pemandu kegiatan mengumpulkan para peserta untuk didata ulang dan pembagian angkutan umum sekaligus menjelaskan rundown acara nanti.

Setibanya di tujuan, para peserta mendengarkan arahan terlebih dahulu serta menyuarakan jargon one day trip “Bermain Belajar bersama Jantera”. Dengan bersemangat langkah-langkah para peserta mulai menuju Gunung Batu. Dari beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama kali mendaki gunung sekaligus juga peserta akan mendapat  pengetahuan mengenai tempat yang dipijaknya dari Dosen Pendidikan Geografi. Secara garis besar ada beberapa materi yang disampaikan Pak Hendro Murtianto, M.Sc.

“Bandung merupakan cekungan. Secara geomorfologi, memiliki bentuk lahan struktural karena ada proses tektonisme dari proses patahan. Gunung Batu merupakan bagian patahan Lembang yang merupakan sesar aktif sehingga masih memiliki potensi bergerak (gempa). Dari penelitian LIPI, di Lembang digali model parit yang nanti dilihat lapisan tanahnya untuk mengidentifikasi daerah sedimentasi sehingga dapat dilihat perbedaan umur batuan dan tanahnya. Pada uji karbon dapat diketahui letusan terdahsyat yaitu sekitar 2000 tahun lalu bergerak antara 2-8 cm pertahun maka didirikanlah stasiun pemantau yang didalamnya terdapat seismograf dan GPS geodetic”, papar beliau.

Setelah pematerian dari pak Hendro dilanjutkan pada sesi sharing dengan Pak Setio Galih Marlyono, M.Pd yang mana beliau berpengalaman menjadi aktivis di Jantera. Beliau menyampaikan seputar organisasi dan cara memanage waktu antara akademik dan organisasi sehingga semuanya bisa berada pada indikator yang baik. Sisa waktu berikutnya digunakan untuk melakukan rock climbing dan repling ada juga sharing photography bersama Teh Heni. Serunya kegiatan repling yang dipandu Kang Berna terlihat dari antusiasme para peserta, juga tak kalah seru saat merasakan sensasi rock climbing yang dipandu oleh Kang Islah dan akang-akang alumni yang berpengalaman. Tak lupa juga ada lomba menulis cerita perjalanan, lomba menulis puisi, dan lomba photography untuk para peserta.

Ada sedikit kutipan dari Dr. Lili Somantri, M.Si “Geografi hanya  akan berkembang dengan menjelajah”.

Penulis: Rizka Rahmandita Eka Putri (1805459)

Kunjungan SMA Nusantara 1 Bandung ke Program Studi SPIG

Oleh : Windha Monica (1701319)

Hari Senin 15 Oktober 2018 sebanyak 45 siswa/i SMA Nusantara 1 Bandung melakukan kunjungan ke Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dengan didampingi oleh guru beserta kepala sekolah SMA tersebut. Mereka berkunjung dalam rangka memperdalam keilmuan geografi dan melihat langsung segala bentuk aktivitas pembelajaran di prodi SPIG. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertama SMA 1 Nusantara ke Prodi SPIG.

Dalam kunjungan tersebut siswa/i dikenalkan berbagai macam alat serta latar belakang prodi SPIG. Kunjungan ini rutin dilakukan dengan SMA yang berbeda-beda yang bertujuan untuk memperkenalkan Prodi SPIG. Kunjungan ini diawali dengan sambutan beserta pengenalan Prodi SPIG oleh Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. di laboratorium SPIG. Kemudian dilanjutkan dengan pematerian tentang penginderaan jauh yang diisi oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Materi selanjutnya di sampaikan oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pematerian terakhir disampaikan oleh Muhammad Ihsan., S.T. M.T tentang pengenalan alat survey terestris.

Setelah pematerian selesai kemudian siswa/i SMA Nusantara 1 diberi kesempatan mempelajari alat lebih dalam dengan mencoba menggunakan alat tersebut yang didampingi oleh mahasiwa/i SPIG. Dengan melakukan hal tersebut siswa/i dapat mengetahui pembelajaran apa saja yang terdapat di prodi SPIG. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan berjalan cukup lancar.

Mabim SPIG 1: Pentingnya Berorganisasi dan Tantangan Mahasiswa SPIG di Dunia Profesional

Oleh : Helgiana Rukmana (SPIG, 1708066)

Pada Hari Sabtu, tanggal 13 Oktober telah dilaksanakan Mabim (Masa Bimbingan) pertama Mahasiswa Baru Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) yang dilakukan oleh HMP SPIG yang bertujuan Agar Mahasiswa Baru mengetahui pentingnya berorganisasi dan lapangan pekerjaan yang bisa didapatkan.

Masa Bimbingan ini merupakan Kegiatan pertama dari Kaderisasi, MABIM dimulai pada pukul 06.00 – 16.00 yang bertempat di Stadion UPI dan Taman Barety. Pada pagi hari, Mahasiswa Baru berkumpul sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan di Stadion UPI kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan jasmani (Bimjas) yang diawali dengan pemanasan untuk melemaskan otot-otot, setelah selesai mereka melakukan lari dan sprint untuk melatih kebugaran jasmani serta fisik, sementara itu panitia Kaderisasi menyiapkan beberapa permainan untuk menguji kekompakan Mahasiswa Baru Prodi SPIG. Setelah selesai lari kegiatan selanjutnya adalah permainan yang telah disiapkan oleh panitia, yang pertama yaitu permainan SOS yang dilakukan oleh setiap kelompok yang terdiri dari 1 – 9 orang, kemudian yang kedua permainan Sarung yang terdiri dari gabungan kelompok 1 – 4 dan 5 – 8, terlihat sekali keceriaan dan kekompakan yang ditunjukan oleh Mahasiswa Baru.

Setelah selesai melaksanakan Kegiatan Bimjas, para Mahasiswa Baru Prodi SPIG beristirahat sejenak di stadion sambil diberikan pengarahan mengenai peraturan kaderisasi. Lalu mereka diarahkan menuju Taman Baretty untuk melalukan kegiatan sharing dan ngobrol bersama Bingkel dari tiap kelompok, disitu terlihat keaktifan dan keingintauan mengenai perkuliahan dan seputar dunia pekerjaan. Menginjak siang hari, Adzan Dzuhur sudah terdengar Mahasiswa Baru melakukan Ishoma dan dilanjutkan dengan makan siang.

Kegiatan selanjutnya adalah Diskusi bersama Alumni yang dimoderatori oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi SPIG yaitu Muhammad Hakim Shafrian, para Alumni sebagai pemateri yaitu Andri Ginting dari angkatan 2010, Tantan Leo Agustan dari angkatan 2012 dan juga Fathur Rafidin dari angkatan 2015. Diskusi tersebut bertemakan Perspektif Organisasi di kalangan para Mahasiswa dan perspektif Organisasi di kalangan Alumni dalam dunia kerja, yang bertujuan agar mahasiswa mengetahui apa itu organisasi, manfaat organisasi, serta pentingnya skill dalam dunia pekerjaan. Terlihat dari wajah para mahasiswa baru mereka sangat serius dalam memperhatikan materi yang diberikan oleh para Alumni, diskusi ini sangat penting karena untuk meningkatkan semangat mahasiswa baru dalam berorganisasi. Setelah selesai melakukan diskusi kegiatan selanjutnya adalah evaluasi yang dilakukan oleh Panitia Kaderisasi  untuk melatih kedisiplinan serta mental para Mahasiswa Baru.

Testimoni Wisudawan Terbaik UPI

Oleh: Fathurrafidin, A.Md

Bismillah,
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulillah menjadi wisudawan terbaik Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dalam wisuda Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang III tahun 2018 adalah sesuatu yang sangat membanggakan terkhusus bagi saya pribadi dan umumnya orangtua, progam studi, serta rekan rekan SPIG. Momen akhir yang berbahagia ini bukanlah hasil kebetulan semata, namun takdir yang sudah Allah gariskan serta do’a, usaha dan kerja keras selama menjalani proses pendidikan.

Mengulas kembali awal pertama menjalani proses perkuliahan di SPIG menyuguhkan mata kuliah yang menarik dengan banyaknya aktifitas di lapangan membuat mahasiswa ceria serta hilang dari rasa kantuk. Dosen pengajar yang bermacam karakter menjadi keunikan tersendiri dalam menjalani aktifitas perkuliahan, dimana itu adalah tantangan mahasiwa untuk berlomba memahami materi dengan cara yang berbeda-beda.

Menjadi mahasiwa terbaik tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan mengerjakan soal ujian, namun lebih dari itu menjadi mahasiwa terbaik dilihat dari factor intelektual, keaktifkan dalam proses belajar, ketaatan dalam menaati aturan, serta akhlak dan attitude dalam berkomunikasi dengan dosen. Peran aktif dalam organisasi menjadi nilai plus untuk pengembangan diri karena kehidupan nyata tidaklah cukup dengan teori teori semata namun cara berkomunikasi, bersosialisasi dan akhklak yang menjadi nilai utama.

Meski kita adalah tenaga surveyor yang siap terjun ke lapangan namun etika dalam bersosial adalah nilai utama dalam bermasyarakat. Sebutan “mahasiswa terbaik” hanyalah sebatas penghargaan duniawi. Point utama dalam hidup ini adalah Ibadah. Niatkan dalam belajar untuk ibadah karna Allah ta’ala. jadilah orang yang bertaqwa yaitu orang yang mempelajari ilmu dan memahaminya. Berusahalah menjadi lebih baik dari dirimu yang lalu jangan berusaha lebih baik dari orang lain. Dan ingat, jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan (imam Syafi’ii).

Tidak ada usaha tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidaklah kamu jadi apa-apa tanpa Do’a.

Sekian dari saya, wassalam.

UPI Kembali Sumbang Tenaga Surveyor di Indonesia

Program studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencetak sebanyak 19 orang wisudawan, Selasa 9 Oktober 2018. Dengan demikian 19 orang wisudawan tersebut dinyatakan siap untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga surveyor dan teknisi informasi geospasial di Indonesia. Adapun daftar nama wisudawan gelombang III tersebut adalah sebagai berikut :

NO NAMA NIM
1 Fathurrafidin 1502132
2 Muhammad Pandy Ramadhan 1506003
3 Windy Dinda Kamilasari 1505882
4 Sthefanni Fahira Yusman 1505926
5 Muhammad Bimo Yanuar 1506793
6 Diki Chandra 1506803
7 Fitria Mega Shelvia 1506900
8 Raka Patria Elmagfira 1502134
9 Annisa Mediana 1505108
10 Annisa Fitri Prasetyani 1502128
11 Fajar Rachman Hidayah 1505854
12 Mochamad Fatur Rahman 1505392
13 Sugih Pamungkas 1502127
14 Muhamad Fikri Al Ghifari 1502129
15 Delia Nur Alifah 1505652
16 Alby Alvyan Nahwi 1505672
17 Rizki Saeful Hidayat 1502131
18 Ahmad Lutfi Elhakim 1505535
19 M. Afian Nugraha 1405879

Selamat kepada para wisudawan Prodi SPIG UPI Gelombang III, semoga pengalaman pendidikan yang telah ditempuh menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dirasakan manisnya oleh masyarakat luas.

Kuliah Umum Sains Informasi Geografi

Hari Jum’at, 28 September 2018 telah digelar Kuliah umum yang bertemakan “Sains Informasi Geografi: Sebuah Ilmu, Tantangan, Peluang, dan Prospek di Era Industri 4.0”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D. yang merupakan pakar dalam Ilmu Sains Informasi Geografi, Kartografi Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan ini merupakan kuliah umum pertama yang diadakan oleh Prodi SaIG, yang diikuti oleh prodi lain dalam lingkup Departemen Pendidikan Geografi, seperti Pendidikan Geografi dan Survei Pemetaan Informasi Geografi (SPIG). Kegiatan ini dimulai dari Pukul 08:00 – 11:30 WIB, bertempat di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI). Kegiatan ini dipandu oleh dua orang MC mahasiswa, Ayi Susandi (SaIG, 1807945) dan Vira Islami Nurawaliyah (SaIG, 1806946), serta dimoderatori oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Sambutan pertama disampaikan oleh Alvian Aji Purboyo (SaIG, 1804193) selaku ketua pelaksana, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si, dan sambutan yang sekaligus membuka acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh para guru besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi, serta para tamu VIP FPIPS lainnya. Tidak lupa pula dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa SPIG, SaIG, dan Pendidikan Geografi yang memenuhi ruangan Auditorium.

Bapak Projo Danoedoro dalam materinya membahas tentang perkembangan SaIG dan perannya memajukan Ilmu Geografi, selanjutnya tentang geografi, mulai dari dasar-dasarnya, perkembangannya, sejarah berdirinya Departemen ini di Universitas Gadjah Mada, hingga menyinggung Kartografi, Penginderaan Jauh, Fotogramteri GIS, Surveying,  hubungan serta perbedaan antara satu dengan yang lainnya dan banyak hal lainnya. Selain itu beliau juga menyampaikan peluang-peluang yang dapat di maksimalkan, dan juga prospek kerja dari Penginderaan Jauh, Kartografi, dan SIG, dimana SIG memiliki peluang yang besar karena berhubungan dengan teknologi kedepannya. Beliau juga membahas lapangan kerja yang bisa disusupi oleh lulusan SaIG dan karakteristik pasar yang tersedia.

Kelebihan dan Kekurangan lulusan SaIG juga tak luput dari bahasan Bapak Projo Danoedoro mulai dari aspek Kartografinya, Penginderaan Jauhnya, dan Sistem Informasi Geografisnya. Diakhir slidenya Pak Projo menghubungkan SaIG dengan Era Revolusi Industri 4.0, yakni Prospek untuk bidang Sains Informasi Geografi itu sendiri di Era Revolusi Industri 4.0, karena kita sendiri sedang berada di era yang menuntut mahasiswa agar lebih kompeten lagi dalam menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi yang ada, serta berpikir kritis.

Acara Kuliah umum pertama yang dirancang dan digawangi oleh panitia mahasiswa Sains Informasi Geografis angkatan 2018 ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Diiringi oleh penampilan-penampilan yang di persembahkan oleh Mahasiswa SaIG, sampai seluruh peserta yang tertib dalam menyimak materi yang disampaikan. Setelah penyampaian materi, antusiasme dari peserta cukup besar dengan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Projo, bahkan 3 sesi tanya-jawab pun kurang bagi para peserta kuliah umum. Alhamdulillah atas berlangsungnya acara ini dengan sukses, kemudian tidak lupa kami sampaikan banyak terima kasih, atas dukungan dari berbagai pihak terutama kerja keras panitia SaIG angkatan 2018 yang dibimbing oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)