Mendekati Penerimaan Mahasiswa Baru 2019, Dosen SPIG Sosialisasi Jalur Masuk PPA

Kebutuhan akan sumberdaya manusia dibidang geospasial yang sangat tinggi dan terbatasnya teknisi lulusan D3 dibidang Geospasial di Indonesia, menjadi salah satu alasan dibukanya Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG). Hal itulah satu dari sekian banyak informasi yang disosialisasikan dalam program SPIG Goes to School (GTS) yang diselenggarakan di SMKN 2 dan SMAN 16 Garut, Selasa 22 Januari 2019.

Berbeda dari tahun sebelumnya, program SPIG GTS tahun ini peran dan keterlibatan dosen lebih dominan disamping sosialisai yang dilaksakanakan oleh mahasiswa SPIG itu sendiri. Kebijakan tersebut diambil oleh Ketua Prodi Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si yang sekaligus terjun langsung bersama dengan dosen-dosen lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan tersampaikannya informasi kepada siswa terkait jalur penerimaan mahasiswa baru Prodi SPIG yang berbeda dengan prodi S1 pada umumnya.

Jalur penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 yang dimaksud adalah jalur masuk tanpa tes, yakni PPA (Penjaringan Prestasi Akademik) yang akan dibuka pada 1 Februari – 30 Maret 2019. Jalur masuk ini bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan secara lebih luas kepada siswa kelas III SMA/SMK/MA sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk menjadi mahasiswa pada program jenjang diploma (D3). Info selengkapnya dapat diakses di http://pmb.upi.edu/diploma/ppa-d3-2017/.

SPIG GTS yang dilaksanakan sehari penuh tersebut diterima dengan baik oleh guru dan siswa. Berbekal brosur, media slide, dan peralatan survei, siswa dengan seksama menyimak pemaparan para dosen disetiap kelasnya. Antusiasme semakin nampak ketika sesi tanya jawab dibuka, apalagi ditambah dengan diberikannya doorprize kepada siswa yang mengajukan pertanyaan. Terhitung kurang lebih 10 kelas dari dua sekolah berbeda menerima penjelasan tentang kiat dan motivasi untuk masuk ke Prodi SPIG. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembagian brosur kepada siswa seiring titipan salam untuk disampaikan kepada orang tua siswa di rumah.

Dosen yang berkesempatan mensosialisasikan Prodi SPIG kali ini terdiri dari Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, dan Tendik Anang Abdurrohim, S.Kom serta Laboran Muhammad Abia S, S.Pd. Terima kasih kami sampaikan kepada pihak sekolah yang telah menerima kami dengan baik terkhusus kepada Bapak Herdi, A.Md (Guru SMKN 2 Garut) dan Bapak Rozak, S.Pd (Guru SMAN 16 Garut).

SPIG Goes to Lab School

Penulis: Sherin Iskantiani (SPIG, 1808598)

Menyambut tahun ajaran baru 2019, Program Studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia merealisasikan Program SPIG Goes to School. Program ini bertujuan untuk mempromosikan Prodi SPIG kepada calon mahasiswa/i.

Prodi SPIG melakukan kegiatan pengenalan program studi ke SMA Laboratorium percontohan UPI pada tanggal, 16 sampai 18 januari 2019 kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan program studi, menarik minat siswa SMA yang akan masuk ke perguruan tinggi dan langkah awal memenuhi tujuan pemerintah di bidang surveyor.

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen SPIG dan juga Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku ketua program studi yang turut langsung memperkenalkan prodi SPIG. Alumni SMA labschool UPI yang masuk ke SPIG tahun sebelumnya ikut serta dalam kegiatan tersebut, yang mana bertujuan untuk memperkenalkan Prodi SPIG dan juga dijadikan sebagai wadah sharing para siswa untuk menanyakan bagaimana cara belajar yang efektif, cara menentukan pilihan program studi yang tepat dan sesuai dengan minat mereka, disampaikan juga tips-tips agar mereka dapat lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru, untuk sharing pengalaman dari sudut pandang mahasiswa selama berkuliah di SPIG dan juga sebagai gambaran bahwa ada alumni SMA LABSCHOOL UPI yang masuk ke prodi SPIG.

Pada kunjungan kali ini panitia SPIG Goes To School mendelegasikan 6 orang tim-nya untuk memaparkan materi mengenai program studi, mahasiswa tersebut yaitu :

Abang Rifki Septian JP (1800942)

Dandi M Farhan (1801552)

Ilham Athallah Putra (1801271)

Nabil Nur Fadillah (1800885)

Rizky Teddy Dharmawan (1801623)

Sherin Iskantiani (1808598)

Dalam kunjungan kali ini kami melakukan pemaparan materi mengenai kurikulum perkuliahan dan prospek kerja. Program SPIG Goes to School diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang Prodi SPIG, sehingga siswa Indonesia terkhusus di Bandung dapat mengetahui tentang apa itu Prodi SPIG. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affrian, M.Eng, dan Riki Ridwana, S.Pd, M.Sc.

Kunjungan STKIP Kie Raha Ternate Ke Departemen Pendidikan Geografi

Penulis: Riki Ridwana

Sebanyak 22 orang Mahasiswa STKIP Kie Raha Kota Ternate bersama tiga orang dosen pembimbing berkunjung ke Departemen Pendidikan Geografi. Bukan tanpa maksud, kunjungan yang berlangsung 16 Januari 2018 tersebut bertujuan untuk studi banding sekaligus menyepakati poin-poin kerjasama antara Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha dengan Departemen Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Departemen Pendidikan Geografi yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Yani, M.Si menerima kunjungan STKIP Kie Raha di Ruang 30 Lt. V Gedung Muhammad Nu’man Somantri. Dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, acara penerimaan tamu dari Kaki Gunung Gamalama tersebut dibuka dengan sambutan dari Dr. Ahmad Yani, M.Si. Dalam sambutannya beliau menerangkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi UPI saat ini membawahi tiga prodi, yakni S1 Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG), dan Sains Informasi Geografi (SaIG). Beliau juga menambahkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi siap menerima kerjasama untuk kemajuan lembaga.

Sementara itu dalam prakatanya dosen dari STKIP yang diwakili oleh Muhammad Ihsan, M.Sc menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaannya, beliau berharap dengan kunjungan ini dapat terjalin hubungan baik dan terbangunnya kerjasama yang saling menguntungkan. Masih dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Darsiharjo, M.S memaparkan materi dihadapan hadirin terkait dengan peran pendidik Geografi dalam mamajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guru Besar dengan keahlian geografi sumberdaya alam itu memaparkan dengan lugas bahwa bangsa Indonesia sampai dengan saat ini belum paham dan menyadari akan banyaknya potensi yang dimiliki, sehingga hal ini menjadi tugas bersama kita sebagai seorang pendidik dan calon pendidik geografi.

Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Enok Maryani, M.S, Dr. Epon Ningrum, Dr.rer.nat Nandi, M.T., M.Sc, Dadang Sungkawa, M.Pd, Wahyu Eridiana, M.Si, Jupri, M.T, dan mahasiswa Pendidikan Geografi UPI angkatan 2016 sehingga memenuhi tempat yang disediakan. Sebelum akhirnya ditutup, dosen beserta mahasiswa STKIP Kie Raha dibawa mengunjungi fasilitas laboratorium fisik dan sig dengan dipandu oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc dan Muhammad Ihsan, M.T.

Penjaringan Prestasi Akademik Prodi SPIG 2019

Seleksi mahasiswa baru melalui Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) mandiri program studi jenjang diploma (D3) bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan secara lebih luas kepada siswa kelas III SMA/SMK/MA sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk menjadi mahasiswa pada program jenjang diploma (D3).

Jadwal Pendaftaran

  1. Pendafataran online 1 Februari – 30 Maret 2019
  2. Penerimaan dokumen melalui POS  2 Februari – 31 Maret 2019

Persyaratan Umum

Calon mahasiswa lulusan SMA/SMK/MA/Paket C harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

  • Lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2019, 2018, dan 2017.
  • Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di program studinya.

Mekanisme Pendaftaran

  1. Yang dapat mendaftarkan diri adalah siswa SMA/MA/SMK kelas III yang memiliki peringkat 15 terbaik di kelasnya, atau siswa yang memiliki prestasi khusus yang relevan dengan program studi yang dituju dan ditunjukkan dalam bentuk piagam atau sertifikat yang dilegalisasi Kepala Sekolah.
  2. Setiap siswa hanya boleh mengajukan SATU PILIHAN program studi.
  3. Pendaftaran hanya dilakukan secara online pada websites http://pmb.upi.edu.
  4. Berkas pendaftaran dikirim melalui pos ke sekretariat PMB UPI 2019 Direktorat Akademik UPI Jl. Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154.
  5. Biaya Pendaftaran adalah sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per peserta.
  6. Seluruh dokumen dikirimkan paling lambat tanggal 31 Maret 2019 (cap POS).
  7. Biaya pendaftaran dan biaya tes khusus harus dibayarkan sekaligus melalui Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Kantor Cabang Utama Perguruan Tinggi Bandung dengan Nomor Bayar
  8. Hasil seleksi Undangan Mandiri akan diumumkan melalui websites http://www.pmb.upi.edu pada tanggal 15 April 2019.

untuk informasi lebih lanjut klik disini

Rapat Program Kerja Prodi SPIG

Ketua program studi (prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si memimpin rapat pengurus prodi dalam menyongsong program kerja di awal tahun 2019. Rapat yang dilaksanakan Rabu, 9 Januari 2018 di Laboratorium SIG ini membahas lima poin besar diantaranya:

  1. Persiapan akreditasi, proses akreditas menggunakan SAPTO yang dulunya ada tujuh standar (Prodi SPIG sudah punya), sedangkan yang sekarang ada 9 standar. Target bulan Januari ini kita kumpulkan dokumen-dokumen nya dengan menyusun jadwal kerjanya.a
  2. Promosi SPIG, sangat penting dilaksanakan segera melalui jalur kunjungan sekolah, penyebaran leaflet, media sosial, website SPIG, website sekolah, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dengan modal leaflet terbaru yang menekankan keunggulan jenjang Diploma III dibandingkan dengan strata I.
  3. Basis Data Mahasiswa dan Alumni, untuk mengindentifikasi perkembangan mahasiswa dan alumni, yang meliputi Nama, NIM, Alamat, nama orang tua, telp orang tua, IPK per semester, Jumlah mata kuliah, Sisa mata kuliah belum kontrak, no telepon yang bersangkutan. Basisdata alumni meliputi, Nama, NIM, alamat, nomor telepon, status pekerjaan, lokasi kerja. Kedepannya kita buat ikatan alumni untuk mempermudah komunikasi.
  4. Identifikasi Masalah terdiri atas masalah akademik dan masalah non akademik yang kemduian akan dijadikan masukan untuk dosen PA (pembimbing akademik) untuk ditindaklanjuti.
  5. RPS (Rencana Pembelajaran Semester) meliputi revisi RPS, bahan ajar, dan modul.

Rapat yang dimulai dari Pukul 13.00 – 14.30 WIB ini dihadiri pula oleh Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Riko Arrasyid, M.Pd, Anang Abdurohim, S.Kom, Muhammad Abia, S.Pd.

International Geography Seminar 2018 at Malaysia

Oleh: Muhammad Abia S

IGEOS (International Geography Seminar)  2018 merupakan tahun ke-2 pelaksanaan konferensi internasional geografi setelah pelaksanaan pertama nya sukses dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI pada tahun 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia. Pada tahun kedua ini IGEOS oleh Departemen Geografi dan Lingkungan Universitas Pendidikan Sultan Idris dan berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Universitas Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Malaysia pada tanggal 3-4 Desember 2018.

Tema yang diangkat pada IGEOS kali ini adalah “Stretching the Harmony: A Paradigmatic Shift from Geography and Enviromental Works”. Menurut Ketua Pelaksana IGEOS 2018, Assoc. Prof. Dr Fauziah Che Leh, konferensi ini dimaksudkan mempertemukan akademisi, peneliti, dan ahli untuk saling bertukar pengetahuan serta ide pada permasalahan kesehatan dan lingkungan yang terjadi pada abad 21 ini, seperti pemanasan global, polusi, serta bencana alam dan lingkungan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan manusia. Terdapat 34 sub topik yang menjadi pembahasan pada IGEOS 2018 ini.

IGEOS 2018 ini menghadirkan 3 pembicara utama, yakni Dr. Abu R. J. Mahmood (Konsultan Internasional Penginderaan Jauh dan Tutupan Lahan), Professor Dato’ Dr. Morshidi Sirat (Universiti Sains Malaysia), dan Professor Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo (Universiti Kebangsaan Malaysia). Pada bagian Plenary Presentation, diisi oleh Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada), Professor Dr.Wan Ruslan Ismail (Universiti Sains Malaysia), Dr. rer.nat Nandi (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Associate Prof. Dr. Safiah @ Yusmah Muhammar Yusoff (University of Malaya).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sebanyak 57 makalah dengan topik yang beragam telah dipresentasikan pada sesi pararel ini. Prosiding internasional yang terindeks Scopus merupakan produk akhir yang akan diisi oleh 57 makalah.

Mengenalkan Informasi Spasial melalui Open Street Map

Informasi yaitu berisi data yang penting untuk kehidupan kita, Dengan infromasi yang baik dan pemahaman yang tepat, individu dan komunitas mampu mengembangkan kehidupannya ke arah yang lebih baik dan membuat keputusan yang baik di masa depan. Salah satu nya yaitu tentang Informasi Geospasial.

Peta adalah gambaran atau simbol kehidupan kita di dunia, didalam peta terdapat informasi tentang lokasi, sarana, dan bahkan batas daerah, dari peta akan menjawab pertanyaan pertanyaan kita tentang terkait, dimana sekolah sekolah ? Dimana restauran yang cocok buat kita ? Bahkan berapa tingkat populasi kemiskinan di indonesia ? Maka dari itu OpenStreetMap akan Menjawab pertanyaan pertanyaan kita.

OpenStreetMap atau yang biasa kita kenal dengan OSM adalah salah satu alat untuk berbagi informasi terbuka dibidang pemetaan dengan non-profit atau gratis, OSM ini hampir sama dengan Google Maps yang kita tau sama halnya dalam bidang navigasi dan bersifat berbayar, tetapi yang membedakannya adalah Jika google maps bersumber pada Google itu sendiri, sedangkan OSM bersumber kepada user-user yang menggunakan OSM itu sendiri dan bersifat gratis.

Data yang disajikan dalam OSM adalah Geodata, data yang bersifat fisik, data yang menjalin kerjasama dengan OSM cukup banyak meliputi data tentang humniora, contohnya seperti HOT ID yang bergerak dibidang data spasial Member dari OSM membuat tracking atau jalur yang bisa dilalui oleh penyandang disabilitas, dan data OSM pun memuat data bencana yang bekerja sama dengan BNPB dengan salah satunya yaitu Program InAWARE, Masih banyak data yang bisa kita ambil dari OpenStreetMap

Data nya pun dapat digunakan secara offline dengan  cara mengekstrak/mengunduh data spasial dari OSM tersebut dalam format SHP atau Shapefile. OSM pun terintegrasi dengan aplikasi opensource lain seperti QGIS, QGIS sendiri memiliki fitur tambahan berbeda dengan fitur lain yaitu Ina-SAFE, fitur ini memudahkan kita untuk informasi dalam hal mitigasi kebencaan, kerugian hingga perencaan setelah bencana tersebut.

Ternyata dengan kita melek akan informasi yang telah tersajikan diharapkan bisa mengembangkan potensi potensi yang ada di Indonesia, banyak webgis dan sumber data yang terupdate yang bisa kita gunakan untuk kepentingan individu dan kelompok.

https://openstreetmap.id

Salah satu link data spasial yang bisa kita download gratis melalui : https://export.hotosm.org/

Oleh : Dian Sobirin (1700768)

Terungkap, Desa Sangat Diuntungkan oleh Fieldcamp SPIG 2018

Desa sangat diuntungkan dengan kegiatan fieldcamp Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) UPI yang bertema “Pemetaan Partisipatif Desa”. Hal tersebut diungkap secara langsung oleh Kepala Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan fieldcamp SPIG 2018. Bukan tanpa alasan, keuntungan yang dimaksudnya berlandaskan pada Perda No. 27 Tahun 2016 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah yang berbunyi bahwa seluruh Desa yang berada di bawah otoritas Kabupaten Bandung harus memiliki peta Desa. Ibarat gayung bersambut, kedatangan mahasiswa SPIG angkatan 2016 disebut-sebut sangat menguntungkan bagi Desa, bahkan pihaknya sangat mengharapkan kegiatan pemetaan partisipatif desa dilakukan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Soreang.

Kegiatan fieldcamp 2018 yang telah resmi dibuka pada hari Rabu 21 Nopember 2018 ini, meliputi wilayah kajian yang terdiri dari tiga Desa di Kecamatan Soreang yaitu Desa Pamekaran, Desa Karamat Mulya, dan Desa Panyirapan. Peserta fieldcamp selama sepuluh hari kedepan, akan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama empat semester dibangku perkuliahan. Secara umum mereka akan menerapkan ilmu pemetaan terestris, penginderaan jauh (fotogrametri), dan sistem informasi Geografis. Sehingga dari kegiatan tersebut akan dihasilkan berbagai macam produk pemetaan antara lain berupa peta administrasi desa, peta penggunaan lahan, peta potensi sumberdaya alam, peta aksesibilitas, peta 3D modeling, dan peta-peta tematik lainnya.

Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si menegaskan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan fieldcamp diharapkan dapat bermanfaat bagi proses akademik mahasiswa dan bermanfaat pula bagi inventarisasi informasi desa yang divisualisasikan dalam bentuk peta tematik dan buku cetak. Pernyataan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Camat Kecamatan Soreang H. Ahmad Qurtubi, S.Sos., M.Si supaya mahasiswa peserta fieldcamp difasilitasi dan dijaga keamanannya.

Kegiatan Pembukaan Fieldcamp 2018 dihadiri oleh perwakilaan perangkat ketiga desa wilayah kajian, dan juga jajaran dosen Prodi SPIG yang terdiri dari Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himaya, M.Sc, Asri Ria Affriani, M.Eng, dan Riki Ridwana, M.Sc.

Rektor UPI Kunjungi Praktikum Departemen Pendidikan Geografi

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si kunjungi kegiatan praktikum lapangan Departemen Pendidikan Geografi di Kampus Lapangan Geologi Cisolok, Kecamatan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan yang didampingi oleh Dekan FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Wakil Dekan I Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd dan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si tersebut, disambut oleh jajaran dosen yang membimbing mahasiswa di lapangan antara lain Jupri, M.T, Ir. Yakub Malik, M.Pd, Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Riki Ridwana, M.Sc, dan Riko Arrasyid, M.Pd.

Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi, secara parallel melakukan praktikum lapangan bersama dalam mata kuliah Geologi, Geomorfologi, Mitigasi Bencana, dan Pengantar Survei Pemetaan. Secara spontan Rektor UPI menyapa dan menanyakan kesan dari salah seorang mahasiswa (Ray Putri, SPIG 2018 dan Gusti, Pendidkan Geografi 2016) terkait kegiatan praktikum yang sedang berlangsung.

Setelah itu beliau menyatakan kunjungannya sebagai salah upaya penjaminan mutu pendidikan di era industri 4.0 yang tidak terlepas dari critical thinking, creativity, collaboration, and complex communication. Sehingga berdasarkan kunjungan dan pengamatannya tersebut, beliau semakin yakin bahwa metode pembelajaran praktikum lapangan yang dikemas oleh Departemen Pendidikan Geografi mencakup mutu pendidikan yang berkualitas dan dapat dipertanggunjawabkan.

Dekan FPIPS dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Departemen Pendidikan Geografi sudah lama berkontribusi dalam mewujudkan kawasan Ciletuh menjadi Geopark Global UNESCO. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UPI yang telah hadir menyimak contoh model pembelajaran yang ada di FPIPS.

H-14 Field Camp dan Pengabdian Pada Masyarakat

“Tahun ini field camp yang bertemakan “Pemetaan Tematik Desa” insyaAllah akan dilaksanakan di Kecamatan Soreang tanggal 21 – 29 Nopember 2018. Sampai dengan saat ini mahasiswa sudah melakukan berbagai persiapan baik substansi maupun teknis perijinan. Target sasarannya adalah melengkapi peta-peta tematik desa dan ada juga yang melakukan pemetaan terestris yaitu pemetaan jalan yang diproyeksikan akan dikembangkan lebih lanjut atau meningkatkan kualitasnya,” ungkap Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si dalam rapat terbatas pengurus Prodi SPIG.

“Sampai dengan saat ini mahasiswa sedang melakukan perijinan ke desa nya masing-masing. Dengan sebelumnya perijinan ke KESBANGPOLLINMAS. Sejumlah pekerjaan yang harus selesai sebelum berangkat adalah pembuatan peta tentatif yang harus diselesaikan di laboratorium,” pungkas beliau.

Menurut Arif Ismail, M.Si “Tema field camp harusnya tidak insidental akan tetapi dirancang untuk jangka panjang dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja prodi sekaligus menunjukkan eksistensi prodi dengan melihat pada national issue, regional issue, community issue, incident, project based, request based, dan research based. Misalnya diarahkan untuk riset berbasis KBK (kelompok bidang keahlian), pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat.”

Kegiatan field camp ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan (penentuan tema dan lokasi, issue/kasus, penguatan materi, pengumpulan data sekunder, suvei pendahuluan, perijinan, akomodasi), pelaksanaan (ekspose 1, survei dan pengukuran, pengolahan data lapangan), dan pelaporan (penyusunan laporan, ekspose 2).

Kelemahan pada mahasiswa yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah dalam menulis laporan. Sementara kegiatan ekspose kedua nanti diharapkan seluruh dosen dapat hadir dengan mengundang instansi terkait misalnya kepala desa, BAPPEDA, BNPB, dan sebagainya untuk memperkenalkan SPIG dan menyerahkan produk yang dihasilkan.
Berbagai data dan informasi tematik yang akan dihasilkan dalam field camp tahun ini antara lain:

  1. Peta Administrasi (Batas Administrasi Desa, Batas Dusun/ Lingkungan Desa)
  2. Peta Penggunaan Lahan (Pemanfaatan Lahan Desa, Identifikasi Potensi Kesesuaian Lahan, Perencanaan Pengembangan Pemukiman Desa)
  3. Peta Jaringan Jalan Desa (Pemberian nama jalan desa, penentuan tipe jalan desa, perencanaan pengembangan desa)
  4. Peta Sarana dan Prasarana Desa (Ploting lokasi sarana dan prasarana, perencanaan lokasi pengembangan, sarana dan prasarana desa, pasar tradisional dan modern)
  5. Peta Sebaran Penduduk (kondisi demografi, dan informasi kependudukan)
  6. Potensi Sumberdaya Alam (Produktivitas sawah, hutan, perkebunan, dan lain sebagainya)

Seperti yang diketahui Bersama field camp tahun ini akan dibagi menjadi tiga desa dengan melihat jumlah mahasiswa yang berjumlah lebih dari 30 orang sehingga dibagi menjadi tiga kelompok. Desa tersebut adalah Desa Panyirapan, Desa Sadu, dan Desa Karamatmulya yang keseluruhannya berada di Kecamatan Soreang.

Kompetensi survei pemetaan terestris turut dikembangkan dengan melakukan pemetaan detail situasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa misalnya memetakan tanah girik desa, atau bisa juga memetakan irigasi desa yang rusak, dan lain sebagainya. Begitu pula kompetensi fotogrametri dapat dikembangkan dengan pemetaan gedung-gedung desa menggunakan drone (unmanned aerial vehicle).

Produk lainnya yang akan dihasilkan adalah membuat buku yang akan dicetak dan diserahkan kepada desa-desa terkait. Buku tersebut juga dapat menjadi portofolio prodi SPIG yang akan dipromosikan kepada berbagai stakeholder yang dapat memancing lahirnya kerjasama.

Adapun yang terakhir kegiatan field camp ini akan diintergrasikan dengan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang akan dilaksanakan oleh dosen Prodi SPIG. Selain dosen mengawasi kegiatan field camp, dilakukan juga kegiatan pengabdian pada masyarakat. Singkatnya sekali merengkuh dayung dua tiga pula terlampaui.

Rapat yang digelar Rabu 7 Nopember 2018 di Laboratorium SIG tersebut, dihadiri oleh Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Riko Arrasyid, M.Pd, Anang Abdurrohim, S.T, dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.