H-14 Field Camp dan Pengabdian Pada Masyarakat

“Tahun ini field camp yang bertemakan “Pemetaan Tematik Desa” insyaAllah akan dilaksanakan di Kecamatan Soreang tanggal 21 – 29 Nopember 2018. Sampai dengan saat ini mahasiswa sudah melakukan berbagai persiapan baik substansi maupun teknis perijinan. Target sasarannya adalah melengkapi peta-peta tematik desa dan ada juga yang melakukan pemetaan terestris yaitu pemetaan jalan yang diproyeksikan akan dikembangkan lebih lanjut atau meningkatkan kualitasnya,” ungkap Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si dalam rapat terbatas pengurus Prodi SPIG.

“Sampai dengan saat ini mahasiswa sedang melakukan perijinan ke desa nya masing-masing. Dengan sebelumnya perijinan ke KESBANGPOLLINMAS. Sejumlah pekerjaan yang harus selesai sebelum berangkat adalah pembuatan peta tentatif yang harus diselesaikan di laboratorium,” pungkas beliau.

Menurut Arif Ismail, M.Si “Tema field camp harusnya tidak insidental akan tetapi dirancang untuk jangka panjang dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja prodi sekaligus menunjukkan eksistensi prodi dengan melihat pada national issue, regional issue, community issue, incident, project based, request based, dan research based. Misalnya diarahkan untuk riset berbasis KBK (kelompok bidang keahlian), pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat.”

Kegiatan field camp ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan (penentuan tema dan lokasi, issue/kasus, penguatan materi, pengumpulan data sekunder, suvei pendahuluan, perijinan, akomodasi), pelaksanaan (ekspose 1, survei dan pengukuran, pengolahan data lapangan), dan pelaporan (penyusunan laporan, ekspose 2).

Kelemahan pada mahasiswa yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah dalam menulis laporan. Sementara kegiatan ekspose kedua nanti diharapkan seluruh dosen dapat hadir dengan mengundang instansi terkait misalnya kepala desa, BAPPEDA, BNPB, dan sebagainya untuk memperkenalkan SPIG dan menyerahkan produk yang dihasilkan.
Berbagai data dan informasi tematik yang akan dihasilkan dalam field camp tahun ini antara lain:

  1. Peta Administrasi (Batas Administrasi Desa, Batas Dusun/ Lingkungan Desa)
  2. Peta Penggunaan Lahan (Pemanfaatan Lahan Desa, Identifikasi Potensi Kesesuaian Lahan, Perencanaan Pengembangan Pemukiman Desa)
  3. Peta Jaringan Jalan Desa (Pemberian nama jalan desa, penentuan tipe jalan desa, perencanaan pengembangan desa)
  4. Peta Sarana dan Prasarana Desa (Ploting lokasi sarana dan prasarana, perencanaan lokasi pengembangan, sarana dan prasarana desa, pasar tradisional dan modern)
  5. Peta Sebaran Penduduk (kondisi demografi, dan informasi kependudukan)
  6. Potensi Sumberdaya Alam (Produktivitas sawah, hutan, perkebunan, dan lain sebagainya)

Seperti yang diketahui Bersama field camp tahun ini akan dibagi menjadi tiga desa dengan melihat jumlah mahasiswa yang berjumlah lebih dari 30 orang sehingga dibagi menjadi tiga kelompok. Desa tersebut adalah Desa Panyirapan, Desa Sadu, dan Desa Karamatmulya yang keseluruhannya berada di Kecamatan Soreang.

Kompetensi survei pemetaan terestris turut dikembangkan dengan melakukan pemetaan detail situasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa misalnya memetakan tanah girik desa, atau bisa juga memetakan irigasi desa yang rusak, dan lain sebagainya. Begitu pula kompetensi fotogrametri dapat dikembangkan dengan pemetaan gedung-gedung desa menggunakan drone (unmanned aerial vehicle).

Produk lainnya yang akan dihasilkan adalah membuat buku yang akan dicetak dan diserahkan kepada desa-desa terkait. Buku tersebut juga dapat menjadi portofolio prodi SPIG yang akan dipromosikan kepada berbagai stakeholder yang dapat memancing lahirnya kerjasama.

Adapun yang terakhir kegiatan field camp ini akan diintergrasikan dengan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang akan dilaksanakan oleh dosen Prodi SPIG. Selain dosen mengawasi kegiatan field camp, dilakukan juga kegiatan pengabdian pada masyarakat. Singkatnya sekali merengkuh dayung dua tiga pula terlampaui.

Rapat yang digelar Rabu 7 Nopember 2018 di Laboratorium SIG tersebut, dihadiri oleh Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Riko Arrasyid, M.Pd, Anang Abdurrohim, S.T, dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

Dibalik Kegiatan One Day Trip Jantera

Sabtu, 20-10-2018, kegiatan one day trip merupakan agenda tahunan Jantera (Himpunan mahasiswa pecinta alam departemen pendidikan geografi) setiap tahunnya Jantera menawarkan destinasi wisata dan kegiatan yang berbeda pada one day trip. Jika tahun kemarin destinasinya adalah Gua, tahun ini Jantera mengajak kita untuk mendaki Gunung Batu serta merasakan serunya rock climbing dan repling.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa departemen pendidikan geografi, mahasiswa dari kampus UIN Bandung, serta siswa SMA dan lainnya. Hanya dengan membayar biaya yang terjangkau kita sudah dapat berjalan-jalan dan mendapat ilmu yang bermanfaat dari sejarah Gunung Batu yang menjadi saksi bisu patahan Lembang. Para peserta dikumpulkan pada pagi hari sekitar pukul 06.30 wib, Di depan ITC Al Furqon sudah berkumpul akang teteh Jantera yang akan memandu kegiatan ini. Teh Helga sebagai pemandu kegiatan mengumpulkan para peserta untuk didata ulang dan pembagian angkutan umum sekaligus menjelaskan rundown acara nanti.

Setibanya di tujuan, para peserta mendengarkan arahan terlebih dahulu serta menyuarakan jargon one day trip “Bermain Belajar bersama Jantera”. Dengan bersemangat langkah-langkah para peserta mulai menuju Gunung Batu. Dari beberapa peserta ini merupakan pengalaman pertama kali mendaki gunung sekaligus juga peserta akan mendapat  pengetahuan mengenai tempat yang dipijaknya dari Dosen Pendidikan Geografi. Secara garis besar ada beberapa materi yang disampaikan Pak Hendro Murtianto, M.Sc.

“Bandung merupakan cekungan. Secara geomorfologi, memiliki bentuk lahan struktural karena ada proses tektonisme dari proses patahan. Gunung Batu merupakan bagian patahan Lembang yang merupakan sesar aktif sehingga masih memiliki potensi bergerak (gempa). Dari penelitian LIPI, di Lembang digali model parit yang nanti dilihat lapisan tanahnya untuk mengidentifikasi daerah sedimentasi sehingga dapat dilihat perbedaan umur batuan dan tanahnya. Pada uji karbon dapat diketahui letusan terdahsyat yaitu sekitar 2000 tahun lalu bergerak antara 2-8 cm pertahun maka didirikanlah stasiun pemantau yang didalamnya terdapat seismograf dan GPS geodetic”, papar beliau.

Setelah pematerian dari pak Hendro dilanjutkan pada sesi sharing dengan Pak Setio Galih Marlyono, M.Pd yang mana beliau berpengalaman menjadi aktivis di Jantera. Beliau menyampaikan seputar organisasi dan cara memanage waktu antara akademik dan organisasi sehingga semuanya bisa berada pada indikator yang baik. Sisa waktu berikutnya digunakan untuk melakukan rock climbing dan repling ada juga sharing photography bersama Teh Heni. Serunya kegiatan repling yang dipandu Kang Berna terlihat dari antusiasme para peserta, juga tak kalah seru saat merasakan sensasi rock climbing yang dipandu oleh Kang Islah dan akang-akang alumni yang berpengalaman. Tak lupa juga ada lomba menulis cerita perjalanan, lomba menulis puisi, dan lomba photography untuk para peserta.

Ada sedikit kutipan dari Dr. Lili Somantri, M.Si “Geografi hanya  akan berkembang dengan menjelajah”.

Penulis: Rizka Rahmandita Eka Putri (1805459)

Ketua Prodi SPIG Koordinasikan Program Kerja Terdekat

Sebagai salah satu langkah membangun lembaga, Ketua Program Studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si mengkoordinasikan berbagai program kerja terdekat prodi kepada seluruh jajaran pengurusnya. Koordinasi yang digelar selepas berakhirnya rutinitas perkuliahan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 31 Oktober 2018 Pukul 17.00 – 19. 30 WIB. Berdasarkan rapat koordinasi ini diperoleh beberapa catatan penting untuk ditindaklanjuti kedepan, antara lain:

  1. Field Camp Prodi SPIG insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 21 – 30 Nopember 2018 bertempat di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Tema Field Camp tahun ini adalah “Pemetaan Tematik Desa” yang akan diintegrasikan pula dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan field camp yang semakin dekat, maka buku pedoman field camp harus segera dirampungkan.
  2. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) akan dirapatkan kemudian dengna seluruh dosen prodi, dengan penyelesaian akhir akan ditangani oleh tim khusus. Langkah ini diproyeksikan untuk mempersiapkan akreditasi Prodi SPIG tahun 2020.
  3. Prodi SPIG bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi SPIG secara fokus akan menyelenggarakan pelatihan terkait pemetaan semisal pemanfatan drone untuk pemetaan, sistem informasi geografis, penginderaan jauh, dan sebagainya. Rencana ini insya Allah akan dilaksanakan setelah Ujian Akhir Semester.
  4. Identifikasi berbagai masalah kemahasiswaan dari sekian mahasiswa disetiap angkatan, misalnya dari segi indeks prestasi kumulatif (IPK), lama studi, dan lain sebagainya. Hasilnya kemudian diinformasikan kepada dosen pembimbing akademiknya (PA) masing-masing. Upaya ini diharapkan untuk menghindari mahasiswa drop out (DO) atau lulus tidak tepat waktu yang akan mempengaruhi terhadap akreditasi prodi tahun 2020 yang ditargetkan memperoleh peringkat “A”. Selain itu juga diagendakan pertemuan khusus dengan dosen PA untuk mengakses mahasiswa bimbingannya apakah ada yang bermasalah untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya.
  5. Mengidentifikasi kelengkapan modul praktikum Prodi SPIG.

Pengurus Prodi SPIG yang hadir pada rapat koordinasi tersebut yaitu Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Anang Abdurrohim, S.T, dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

Kunjungan SMA Nusantara 1 Bandung ke Program Studi SPIG

Oleh : Windha Monica (1701319)

Hari Senin 15 Oktober 2018 sebanyak 45 siswa/i SMA Nusantara 1 Bandung melakukan kunjungan ke Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dengan didampingi oleh guru beserta kepala sekolah SMA tersebut. Mereka berkunjung dalam rangka memperdalam keilmuan geografi dan melihat langsung segala bentuk aktivitas pembelajaran di prodi SPIG. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertama SMA 1 Nusantara ke Prodi SPIG.

Dalam kunjungan tersebut siswa/i dikenalkan berbagai macam alat serta latar belakang prodi SPIG. Kunjungan ini rutin dilakukan dengan SMA yang berbeda-beda yang bertujuan untuk memperkenalkan Prodi SPIG. Kunjungan ini diawali dengan sambutan beserta pengenalan Prodi SPIG oleh Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. di laboratorium SPIG. Kemudian dilanjutkan dengan pematerian tentang penginderaan jauh yang diisi oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Materi selanjutnya di sampaikan oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pematerian terakhir disampaikan oleh Muhammad Ihsan., S.T. M.T tentang pengenalan alat survey terestris.

Setelah pematerian selesai kemudian siswa/i SMA Nusantara 1 diberi kesempatan mempelajari alat lebih dalam dengan mencoba menggunakan alat tersebut yang didampingi oleh mahasiwa/i SPIG. Dengan melakukan hal tersebut siswa/i dapat mengetahui pembelajaran apa saja yang terdapat di prodi SPIG. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan berjalan cukup lancar.

Mabim SPIG 1: Pentingnya Berorganisasi dan Tantangan Mahasiswa SPIG di Dunia Profesional

Oleh : Helgiana Rukmana (SPIG, 1708066)

Pada Hari Sabtu, tanggal 13 Oktober telah dilaksanakan Mabim (Masa Bimbingan) pertama Mahasiswa Baru Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) yang dilakukan oleh HMP SPIG yang bertujuan Agar Mahasiswa Baru mengetahui pentingnya berorganisasi dan lapangan pekerjaan yang bisa didapatkan.

Masa Bimbingan ini merupakan Kegiatan pertama dari Kaderisasi, MABIM dimulai pada pukul 06.00 – 16.00 yang bertempat di Stadion UPI dan Taman Barety. Pada pagi hari, Mahasiswa Baru berkumpul sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan di Stadion UPI kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan jasmani (Bimjas) yang diawali dengan pemanasan untuk melemaskan otot-otot, setelah selesai mereka melakukan lari dan sprint untuk melatih kebugaran jasmani serta fisik, sementara itu panitia Kaderisasi menyiapkan beberapa permainan untuk menguji kekompakan Mahasiswa Baru Prodi SPIG. Setelah selesai lari kegiatan selanjutnya adalah permainan yang telah disiapkan oleh panitia, yang pertama yaitu permainan SOS yang dilakukan oleh setiap kelompok yang terdiri dari 1 – 9 orang, kemudian yang kedua permainan Sarung yang terdiri dari gabungan kelompok 1 – 4 dan 5 – 8, terlihat sekali keceriaan dan kekompakan yang ditunjukan oleh Mahasiswa Baru.

Setelah selesai melaksanakan Kegiatan Bimjas, para Mahasiswa Baru Prodi SPIG beristirahat sejenak di stadion sambil diberikan pengarahan mengenai peraturan kaderisasi. Lalu mereka diarahkan menuju Taman Baretty untuk melalukan kegiatan sharing dan ngobrol bersama Bingkel dari tiap kelompok, disitu terlihat keaktifan dan keingintauan mengenai perkuliahan dan seputar dunia pekerjaan. Menginjak siang hari, Adzan Dzuhur sudah terdengar Mahasiswa Baru melakukan Ishoma dan dilanjutkan dengan makan siang.

Kegiatan selanjutnya adalah Diskusi bersama Alumni yang dimoderatori oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi SPIG yaitu Muhammad Hakim Shafrian, para Alumni sebagai pemateri yaitu Andri Ginting dari angkatan 2010, Tantan Leo Agustan dari angkatan 2012 dan juga Fathur Rafidin dari angkatan 2015. Diskusi tersebut bertemakan Perspektif Organisasi di kalangan para Mahasiswa dan perspektif Organisasi di kalangan Alumni dalam dunia kerja, yang bertujuan agar mahasiswa mengetahui apa itu organisasi, manfaat organisasi, serta pentingnya skill dalam dunia pekerjaan. Terlihat dari wajah para mahasiswa baru mereka sangat serius dalam memperhatikan materi yang diberikan oleh para Alumni, diskusi ini sangat penting karena untuk meningkatkan semangat mahasiswa baru dalam berorganisasi. Setelah selesai melakukan diskusi kegiatan selanjutnya adalah evaluasi yang dilakukan oleh Panitia Kaderisasi  untuk melatih kedisiplinan serta mental para Mahasiswa Baru.

Eminence Lecture Departemen Pendidikan Geografi

Hari Senin, 15 Oktober 2018 Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI  melaksanakan Eminence Lecture, yang bertemakan “Mempersiapkan Kompetensi dan Karakter Sarjana (atau Ilmuwan) Indonesia Berkualitas Internasional di Era Revolusi Baru Industri untuk Kemajuan Bangsa”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Dr. Ing. Suhendra, yang merupakan Senior Process Engineer, Researcher in Bundesanstalt fur Materialforschung und prufung (BAM) di Berlin, Jerman. Bapak Dr. Ing. Suhendra datang langsung dari Jerman untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan Era Revolusi Industri 4.0. yang kita hadapi saat ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk  keikutsertaan Departemen Pendidikan Geografi demi menciptakan lulusan yang berkualitas Internasional dalam menghadapi Era Revolusi Industri. Kegiatan ini sendiri dimulai pada pukul 08:00 – 11:00 WIB, bertempat di Balai Pertemuan  Achmad Sanusi UPI. Jalannya acara dipandu oleh dua orang MC mahasiswa Reza dan Anita dari Pendidikan Geografi angkatan 2017. Sambutan disampaikan oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si,  dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Dekan FPIPS UPI Dr. Agus Mulyana M. Hum. Acara ini dihadiri juga oleh para Guru Besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi dan seluruh mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Prodi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Dalam pemaparannya, Bapak Suhendra menjelaskan tentang Pertumbuhan Ekonomi dan Teknologi saat ini yang berkembang dengan pesat, selain itu beliau juga menceritakan banyak hal tentang Jerman mulai dari kehidupan disana, cara-cara agar bisa berkuliah di Jerman, tipe-tipe Universitas di Jerman,  dan tips jika kita ingin menuntut ilmu di luar negeri, kita harus memiliki agama yang kuat, kesiapan yang matang, siap dengan segala perbedaan yang ada. Bapak Suhendra juga menjelaskan tentang Produk utama industri Jerman, dan Industri-industri di Jerman, serta bagaimana Jerman bisa menjadi negara maju. “Indonesia sendiri harus bisa memproduksi barang-barang sendiri, Indonesia harus mandiri tidak tergantung dengan negara lain, karena indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya manusia yang melimpah”, tegasnya.

Pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ing. Suhendra merujuk pada Era Revolusi Industri 4.0. yang terjadi saat ini. “Bagaimana Indonesia bisa maju seperti negara Jerman, serta mahasiswa UPI harus menjadi mahasiswa yang kompeten, berkualitas internasional, dan mampu bersaing di Era Revolusi Industri. Peran IPTEK menyumbangkan pembangunan yang signifikan, Indonesia harus bisa menjadi Pusat IPTEK Asia Pasifik dan Dunia, khususnya dalam kemaritiman, biodiversitas, material, dan kebencanaan. Model baru penguasaan Industri, saat ini dikuasi oleh China dan Amerika. Era Industri 4.0. menyajikan ekosistem digital yang dimulai saat munculnya konektivitas, sosial media, dan e-commerce. Kemudian internet of things, oleh sebab itu di Era ini kta harus memiliki Speed, Simplicity, Innovation, dan Break trend, karena banyak pekerjaan yang akan tergantikan oleh otomatisasi. Oleh sebab itu kita harus memiliki High-skilled untuk berkompeten di masa depan”, tutur beliau yang satunya-satunya bekerja sebagai peneliti asing  di “LIPI” nya Jerman tersebut.

Acara Eminence Lecture ini berlangsung dengan tertib, para mahasiswa dari berbagai angkatan menyimak pemaparan dari Bapak Dr. Ing. Suhendra dengan khidmat, buktinya saat sesi tanya-jawab para mahasiswa sangat antusias untuk bertanya dan menggali ilmu lebih dalam dari Bapak Suhendra. Setelah sesi penyampaian materi dan sesi tanya-jawab yang dimoderatori oleh Bapak Dr. rer. nat Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc selesai, diakhir acara Bapak Suhendra memberikan tiga pertanyaan, dan bagi yang mampu menjawab mendapatkan oleh-oleh dari Jerman, yaitu tiga buah Coklat bagi tiga orang. Eminence Lecture yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Geografi ini memberikan banyak ilmu dan wawasan serta semakin membuka cakrawala mahasiswa dalam menyongsong Era Industri 4.0.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)

Alumni Prodi SPIG Mengikuti Uji Kompetensi Profesi Geospasial

Alumni Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia, telah mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Geospasial. Ujian ini berlangsung di IDEAS Hotel Jl. Ibrahim Aji Kota Bandung pada hari Kamis, 11 Oktober 2018. Berdasarkan Peratuaran Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2006, tiga pilar utama peningkatan kualitas tenaga kerja salah satunya adalah sertifikasi kompetensi oleh lembaga yang independen. Selain itu urgensi sertifikasi profesi didukung pula oleh amanat Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Secara umum pelaksanaan ujian ini dimaksudkan untuk membekali para tenaga kerja geospasial sertifikat keahlian, yaitu dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Terestris. Acara ini dibuka oleh salah satu Asesor Sistem Informasi Geografis, Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si dengan pemaparan keuntungan dan pentingnya sertifikat kompetensi pada dunia kerja.

Kegiatan Uji Kompetensi ini terdiri dari 4 bagian, yaitu Pengisian Asesmen Mandiri, Ujian Tertulis, Ujian Praktek, dan Ujian Lisan. Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi para peserta harus bisa melalui keempat tahap tersebut secara sempurna, artinya jika ada salah satu kompetensi yang tidak dikuasai maka peserta dianggap belum kompeten dan tidak lulus. Hal ini menunjukkan komitmen dari LSP Geospasial untuk memberikan sertifikat hanya kepada orang – orang yang berkompeten dalam bidang SIG maupun terestris.

Berikut ini alumni Prodi SPIG yang telah mengikuti ujian kompetensi;

Annisa Fitri Prasetyani, A.Md

Annisa Mediana, A.Md

Delia Nur Alifah, A.Md

Fajar Rachman Hidayah, A.Md

Fitria Mega Shelvia Putri, A.Md

Rizki Saeful Hidayat, A.Md

Sthefanni Fahira Yusman, A.Md

Windy Dinda Kamilasari, A.Md

Alby Alvyan Nahwi, A.Md

Fathurrafidin, A,Md

Mochamad Fathur Rahman, A.Md

Muhammad Bimo Yanuar, A.Md

Dari 12 orang tersebut, 8 orang mengikuti ujian level operator Sistem Informasi Geografis dan 4 orang mengikuti ujian level operator Survei Terestris. Berbekal sertifikat profesi ini, nantinya lulusan Prodi SPIG akan memperoleh banyak manfaat dan keuntungan antara lain meningkatkan mobilitas dan daya-saing di dunia kerja, meningkatkan pengakuan atas kompetensinya, meningkatkan prospek karier, meningkatkan keselamatan pribadi, meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan.

Visitasi Audit Mutu Internal Prodi SPIG

Kamis (11/10) Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) menerima kunjungan auditor dalam rangka audit mutu internal program studi. Bertugas sebagai auditor adalah Sri Subekti, M.Pd dan Wahyudin, M.T. Proses audit yang berlangsung dari Pukul 10.00 – 12.30 WIB bertempat di kantor Prodi SPIG Gedung Muhammad Nu’man Somantri Lantai 2 Sayap Selatan. Kunjungan auditor diterima dengan baik oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan dan jajaran dosen pengurus lainnya yang terdiri dari Arif Ismail, M.Si; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; dan tenaga kependidikan Anang Abdurrohim, S.Kom.

Berdasarkan audit mutu internal tersebut, pengurus prodi SPIG mendapat banyak sekali masukan antara lain terkait upadate borang untuk meningkatkan nilai akreditasi, menambah kemitraan, tata pamong, manajerial prodi, merinci keunggulan SPIG dengan prodi sejenis lainnya, meningkatkan fasilitas pembelajaran, menjaring alumni, sertifikasi kompetensi geospasial, MoU dengan stakeholder  dari luar negeri, dan lain sebagainya. Sehingga dengan masukan tersebut dapat dijadikan modal untuk memperbaik kualitas penyelenggaraan prodi yang lebih baik lagi kedepan.

Rapat Koordinasi Pengurus Prodi SPIG

Rabu (10/10) Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si memimpin rapat koordinasi pengurus Prodi SPIG. Rapat yang diselenggarakan dari Pukul 09.00 WIB dan bertempat di Laboratorium SPIG ini, membahas program kerja yang akan segera dilaksnakan. Program tersebut antara lain penyusunan buku pedoman penyelenggaraan fieldcamp, persiapan visitasi AMI (akreditasi mutu internal), sertifikasi kompetensi terestris dan sistem informasi geografis, dan terakhir membahas RKAT (rencana kegiatan dan anggaran tahunan) prodi.

Penyusunan pedoman penyelenggaraan fieldcamp menghasilkan rancangan yang kemudian akan dibuat oleh masing-masing dosen yang bertanggungjawab sesuai dengan kompetensinya. Adapun rancangannya adalah sebagai berikut:

BAGIAN 1 PEDOMAN PENYELENGGARAAN FIELDCAMP

A. Pendahuluan

B. Lokasi

C. Tujuan

D. Proses Pelaksanaan Dan Metode Belajar Mengajar

  1. Proses Pelaksanaan
  2. Metode Belajar Mengajar
  3. Evaluasi

E. Tugas Dan Kewajiban Mahasiswa

BAGIAN 2 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KEGIATAN

Memuat teori, alat, penggunaan, dan teknis

A. Pemeteaan Terestris

  1. Survei Satelit (Bu Asri)
  2. Pemetaan Topografi (Pak Ihsan)
  3. Pemetaan Kadastral (Bu Nanin)

B. Penginderaan Jauh

  1. Interpretasi Visual (Pak Riki)
  2. Interpretasi Digital (Pak Riki)
  3. Fotogrametri (Pak Ihsan)

C. Sistem Informasi Geografis (Pak Iwan Dan Bu Shafira)

D. Pengukuran Geospasial (Pak Hendro Dan Pak Arif)

  1. Pengukuran Aspek Fisik
  2. Pengukuran Sosial Ekonomi
  3. Pengukuran Potensi Sumberdaya Wilayah

Sertifikasi Kompetensi Terestris dan sistem informasi geografis akan diikuti oleh 19 orang wisudawan Prodi SPIG pada tanggal 11 Oktober 2019 bertempat di Idea’s Hotel Kiaracondong Bandung. Terkahir terkait RKAT dapat dilihat beberapa kegiatan yang mesti dilaksnakan antara lain membentuk tim untuk penyusunan RPS dengan langkah awal diadakan rapat besar dengan dosen secara keseluruhan untuk menyusun RPS dan pengembangan kurikulum. Selain itu akan dibuat pengadaan alat dan bahan praktikum.

Rapat yang berakhir Pukul 11.30 WIB tersebut dihadiri oleh Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Afri Ria Affriani, S.T., M.Eng; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; Anang Abdurrahim, S.Kom; dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

UPI Kembali Sumbang Tenaga Surveyor di Indonesia

Program studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencetak sebanyak 19 orang wisudawan, Selasa 9 Oktober 2018. Dengan demikian 19 orang wisudawan tersebut dinyatakan siap untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga surveyor dan teknisi informasi geospasial di Indonesia. Adapun daftar nama wisudawan gelombang III tersebut adalah sebagai berikut :

NO NAMA NIM
1 Fathurrafidin 1502132
2 Muhammad Pandy Ramadhan 1506003
3 Windy Dinda Kamilasari 1505882
4 Sthefanni Fahira Yusman 1505926
5 Muhammad Bimo Yanuar 1506793
6 Diki Chandra 1506803
7 Fitria Mega Shelvia 1506900
8 Raka Patria Elmagfira 1502134
9 Annisa Mediana 1505108
10 Annisa Fitri Prasetyani 1502128
11 Fajar Rachman Hidayah 1505854
12 Mochamad Fatur Rahman 1505392
13 Sugih Pamungkas 1502127
14 Muhamad Fikri Al Ghifari 1502129
15 Delia Nur Alifah 1505652
16 Alby Alvyan Nahwi 1505672
17 Rizki Saeful Hidayat 1502131
18 Ahmad Lutfi Elhakim 1505535
19 M. Afian Nugraha 1405879

Selamat kepada para wisudawan Prodi SPIG UPI Gelombang III, semoga pengalaman pendidikan yang telah ditempuh menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dirasakan manisnya oleh masyarakat luas.