International Geography Seminar 2018 at Malaysia

Oleh: Muhammad Abia S

IGEOS (International Geography Seminar)  2018 merupakan tahun ke-2 pelaksanaan konferensi internasional geografi setelah pelaksanaan pertama nya sukses dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI pada tahun 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia. Pada tahun kedua ini IGEOS oleh Departemen Geografi dan Lingkungan Universitas Pendidikan Sultan Idris dan berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Universitas Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Malaysia pada tanggal 3-4 Desember 2018.

Tema yang diangkat pada IGEOS kali ini adalah “Stretching the Harmony: A Paradigmatic Shift from Geography and Enviromental Works”. Menurut Ketua Pelaksana IGEOS 2018, Assoc. Prof. Dr Fauziah Che Leh, konferensi ini dimaksudkan mempertemukan akademisi, peneliti, dan ahli untuk saling bertukar pengetahuan serta ide pada permasalahan kesehatan dan lingkungan yang terjadi pada abad 21 ini, seperti pemanasan global, polusi, serta bencana alam dan lingkungan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan manusia. Terdapat 34 sub topik yang menjadi pembahasan pada IGEOS 2018 ini.

IGEOS 2018 ini menghadirkan 3 pembicara utama, yakni Dr. Abu R. J. Mahmood (Konsultan Internasional Penginderaan Jauh dan Tutupan Lahan), Professor Dato’ Dr. Morshidi Sirat (Universiti Sains Malaysia), dan Professor Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo (Universiti Kebangsaan Malaysia). Pada bagian Plenary Presentation, diisi oleh Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada), Professor Dr.Wan Ruslan Ismail (Universiti Sains Malaysia), Dr. rer.nat Nandi (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Associate Prof. Dr. Safiah @ Yusmah Muhammar Yusoff (University of Malaya).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sebanyak 57 makalah dengan topik yang beragam telah dipresentasikan pada sesi pararel ini. Prosiding internasional yang terindeks Scopus merupakan produk akhir yang akan diisi oleh 57 makalah.

Terungkap, Desa Sangat Diuntungkan oleh Fieldcamp SPIG 2018

Desa sangat diuntungkan dengan kegiatan fieldcamp Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) UPI yang bertema “Pemetaan Partisipatif Desa”. Hal tersebut diungkap secara langsung oleh Kepala Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan fieldcamp SPIG 2018. Bukan tanpa alasan, keuntungan yang dimaksudnya berlandaskan pada Perda No. 27 Tahun 2016 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah yang berbunyi bahwa seluruh Desa yang berada di bawah otoritas Kabupaten Bandung harus memiliki peta Desa. Ibarat gayung bersambut, kedatangan mahasiswa SPIG angkatan 2016 disebut-sebut sangat menguntungkan bagi Desa, bahkan pihaknya sangat mengharapkan kegiatan pemetaan partisipatif desa dilakukan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Soreang.

Kegiatan fieldcamp 2018 yang telah resmi dibuka pada hari Rabu 21 Nopember 2018 ini, meliputi wilayah kajian yang terdiri dari tiga Desa di Kecamatan Soreang yaitu Desa Pamekaran, Desa Karamat Mulya, dan Desa Panyirapan. Peserta fieldcamp selama sepuluh hari kedepan, akan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama empat semester dibangku perkuliahan. Secara umum mereka akan menerapkan ilmu pemetaan terestris, penginderaan jauh (fotogrametri), dan sistem informasi Geografis. Sehingga dari kegiatan tersebut akan dihasilkan berbagai macam produk pemetaan antara lain berupa peta administrasi desa, peta penggunaan lahan, peta potensi sumberdaya alam, peta aksesibilitas, peta 3D modeling, dan peta-peta tematik lainnya.

Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si menegaskan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan fieldcamp diharapkan dapat bermanfaat bagi proses akademik mahasiswa dan bermanfaat pula bagi inventarisasi informasi desa yang divisualisasikan dalam bentuk peta tematik dan buku cetak. Pernyataan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Camat Kecamatan Soreang H. Ahmad Qurtubi, S.Sos., M.Si supaya mahasiswa peserta fieldcamp difasilitasi dan dijaga keamanannya.

Kegiatan Pembukaan Fieldcamp 2018 dihadiri oleh perwakilaan perangkat ketiga desa wilayah kajian, dan juga jajaran dosen Prodi SPIG yang terdiri dari Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himaya, M.Sc, Asri Ria Affriani, M.Eng, dan Riki Ridwana, M.Sc.

H-14 Field Camp dan Pengabdian Pada Masyarakat

“Tahun ini field camp yang bertemakan “Pemetaan Tematik Desa” insyaAllah akan dilaksanakan di Kecamatan Soreang tanggal 21 – 29 Nopember 2018. Sampai dengan saat ini mahasiswa sudah melakukan berbagai persiapan baik substansi maupun teknis perijinan. Target sasarannya adalah melengkapi peta-peta tematik desa dan ada juga yang melakukan pemetaan terestris yaitu pemetaan jalan yang diproyeksikan akan dikembangkan lebih lanjut atau meningkatkan kualitasnya,” ungkap Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si dalam rapat terbatas pengurus Prodi SPIG.

“Sampai dengan saat ini mahasiswa sedang melakukan perijinan ke desa nya masing-masing. Dengan sebelumnya perijinan ke KESBANGPOLLINMAS. Sejumlah pekerjaan yang harus selesai sebelum berangkat adalah pembuatan peta tentatif yang harus diselesaikan di laboratorium,” pungkas beliau.

Menurut Arif Ismail, M.Si “Tema field camp harusnya tidak insidental akan tetapi dirancang untuk jangka panjang dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja prodi sekaligus menunjukkan eksistensi prodi dengan melihat pada national issue, regional issue, community issue, incident, project based, request based, dan research based. Misalnya diarahkan untuk riset berbasis KBK (kelompok bidang keahlian), pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat.”

Kegiatan field camp ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan (penentuan tema dan lokasi, issue/kasus, penguatan materi, pengumpulan data sekunder, suvei pendahuluan, perijinan, akomodasi), pelaksanaan (ekspose 1, survei dan pengukuran, pengolahan data lapangan), dan pelaporan (penyusunan laporan, ekspose 2).

Kelemahan pada mahasiswa yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah dalam menulis laporan. Sementara kegiatan ekspose kedua nanti diharapkan seluruh dosen dapat hadir dengan mengundang instansi terkait misalnya kepala desa, BAPPEDA, BNPB, dan sebagainya untuk memperkenalkan SPIG dan menyerahkan produk yang dihasilkan.
Berbagai data dan informasi tematik yang akan dihasilkan dalam field camp tahun ini antara lain:

  1. Peta Administrasi (Batas Administrasi Desa, Batas Dusun/ Lingkungan Desa)
  2. Peta Penggunaan Lahan (Pemanfaatan Lahan Desa, Identifikasi Potensi Kesesuaian Lahan, Perencanaan Pengembangan Pemukiman Desa)
  3. Peta Jaringan Jalan Desa (Pemberian nama jalan desa, penentuan tipe jalan desa, perencanaan pengembangan desa)
  4. Peta Sarana dan Prasarana Desa (Ploting lokasi sarana dan prasarana, perencanaan lokasi pengembangan, sarana dan prasarana desa, pasar tradisional dan modern)
  5. Peta Sebaran Penduduk (kondisi demografi, dan informasi kependudukan)
  6. Potensi Sumberdaya Alam (Produktivitas sawah, hutan, perkebunan, dan lain sebagainya)

Seperti yang diketahui Bersama field camp tahun ini akan dibagi menjadi tiga desa dengan melihat jumlah mahasiswa yang berjumlah lebih dari 30 orang sehingga dibagi menjadi tiga kelompok. Desa tersebut adalah Desa Panyirapan, Desa Sadu, dan Desa Karamatmulya yang keseluruhannya berada di Kecamatan Soreang.

Kompetensi survei pemetaan terestris turut dikembangkan dengan melakukan pemetaan detail situasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa misalnya memetakan tanah girik desa, atau bisa juga memetakan irigasi desa yang rusak, dan lain sebagainya. Begitu pula kompetensi fotogrametri dapat dikembangkan dengan pemetaan gedung-gedung desa menggunakan drone (unmanned aerial vehicle).

Produk lainnya yang akan dihasilkan adalah membuat buku yang akan dicetak dan diserahkan kepada desa-desa terkait. Buku tersebut juga dapat menjadi portofolio prodi SPIG yang akan dipromosikan kepada berbagai stakeholder yang dapat memancing lahirnya kerjasama.

Adapun yang terakhir kegiatan field camp ini akan diintergrasikan dengan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) yang akan dilaksanakan oleh dosen Prodi SPIG. Selain dosen mengawasi kegiatan field camp, dilakukan juga kegiatan pengabdian pada masyarakat. Singkatnya sekali merengkuh dayung dua tiga pula terlampaui.

Rapat yang digelar Rabu 7 Nopember 2018 di Laboratorium SIG tersebut, dihadiri oleh Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Riko Arrasyid, M.Pd, Anang Abdurrohim, S.T, dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

Ketua Prodi SPIG Koordinasikan Program Kerja Terdekat

Sebagai salah satu langkah membangun lembaga, Ketua Program Studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si mengkoordinasikan berbagai program kerja terdekat prodi kepada seluruh jajaran pengurusnya. Koordinasi yang digelar selepas berakhirnya rutinitas perkuliahan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 31 Oktober 2018 Pukul 17.00 – 19. 30 WIB. Berdasarkan rapat koordinasi ini diperoleh beberapa catatan penting untuk ditindaklanjuti kedepan, antara lain:

  1. Field Camp Prodi SPIG insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 21 – 30 Nopember 2018 bertempat di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Tema Field Camp tahun ini adalah “Pemetaan Tematik Desa” yang akan diintegrasikan pula dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sehubungan dengan kegiatan field camp yang semakin dekat, maka buku pedoman field camp harus segera dirampungkan.
  2. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) akan dirapatkan kemudian dengna seluruh dosen prodi, dengan penyelesaian akhir akan ditangani oleh tim khusus. Langkah ini diproyeksikan untuk mempersiapkan akreditasi Prodi SPIG tahun 2020.
  3. Prodi SPIG bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi SPIG secara fokus akan menyelenggarakan pelatihan terkait pemetaan semisal pemanfatan drone untuk pemetaan, sistem informasi geografis, penginderaan jauh, dan sebagainya. Rencana ini insya Allah akan dilaksanakan setelah Ujian Akhir Semester.
  4. Identifikasi berbagai masalah kemahasiswaan dari sekian mahasiswa disetiap angkatan, misalnya dari segi indeks prestasi kumulatif (IPK), lama studi, dan lain sebagainya. Hasilnya kemudian diinformasikan kepada dosen pembimbing akademiknya (PA) masing-masing. Upaya ini diharapkan untuk menghindari mahasiswa drop out (DO) atau lulus tidak tepat waktu yang akan mempengaruhi terhadap akreditasi prodi tahun 2020 yang ditargetkan memperoleh peringkat “A”. Selain itu juga diagendakan pertemuan khusus dengan dosen PA untuk mengakses mahasiswa bimbingannya apakah ada yang bermasalah untuk kemudian dicarikan jalan keluarnya.
  5. Mengidentifikasi kelengkapan modul praktikum Prodi SPIG.

Pengurus Prodi SPIG yang hadir pada rapat koordinasi tersebut yaitu Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Anang Abdurrohim, S.T, dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

Kunjungan SMA Nusantara 1 Bandung ke Program Studi SPIG

Oleh : Windha Monica (1701319)

Hari Senin 15 Oktober 2018 sebanyak 45 siswa/i SMA Nusantara 1 Bandung melakukan kunjungan ke Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dengan didampingi oleh guru beserta kepala sekolah SMA tersebut. Mereka berkunjung dalam rangka memperdalam keilmuan geografi dan melihat langsung segala bentuk aktivitas pembelajaran di prodi SPIG. Kunjungan tersebut menjadi kunjungan pertama SMA 1 Nusantara ke Prodi SPIG.

Dalam kunjungan tersebut siswa/i dikenalkan berbagai macam alat serta latar belakang prodi SPIG. Kunjungan ini rutin dilakukan dengan SMA yang berbeda-beda yang bertujuan untuk memperkenalkan Prodi SPIG. Kunjungan ini diawali dengan sambutan beserta pengenalan Prodi SPIG oleh Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. di laboratorium SPIG. Kemudian dilanjutkan dengan pematerian tentang penginderaan jauh yang diisi oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Materi selanjutnya di sampaikan oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pematerian terakhir disampaikan oleh Muhammad Ihsan., S.T. M.T tentang pengenalan alat survey terestris.

Setelah pematerian selesai kemudian siswa/i SMA Nusantara 1 diberi kesempatan mempelajari alat lebih dalam dengan mencoba menggunakan alat tersebut yang didampingi oleh mahasiwa/i SPIG. Dengan melakukan hal tersebut siswa/i dapat mengetahui pembelajaran apa saja yang terdapat di prodi SPIG. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan berjalan cukup lancar.

Alumni Prodi SPIG Mengikuti Uji Kompetensi Profesi Geospasial

Alumni Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia, telah mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Geospasial. Ujian ini berlangsung di IDEAS Hotel Jl. Ibrahim Aji Kota Bandung pada hari Kamis, 11 Oktober 2018. Berdasarkan Peratuaran Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2006, tiga pilar utama peningkatan kualitas tenaga kerja salah satunya adalah sertifikasi kompetensi oleh lembaga yang independen. Selain itu urgensi sertifikasi profesi didukung pula oleh amanat Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Secara umum pelaksanaan ujian ini dimaksudkan untuk membekali para tenaga kerja geospasial sertifikat keahlian, yaitu dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Terestris. Acara ini dibuka oleh salah satu Asesor Sistem Informasi Geografis, Dr. Sodikin, S.Pd., M.Si dengan pemaparan keuntungan dan pentingnya sertifikat kompetensi pada dunia kerja.

Kegiatan Uji Kompetensi ini terdiri dari 4 bagian, yaitu Pengisian Asesmen Mandiri, Ujian Tertulis, Ujian Praktek, dan Ujian Lisan. Untuk mendapatkan sertifikat kompetensi para peserta harus bisa melalui keempat tahap tersebut secara sempurna, artinya jika ada salah satu kompetensi yang tidak dikuasai maka peserta dianggap belum kompeten dan tidak lulus. Hal ini menunjukkan komitmen dari LSP Geospasial untuk memberikan sertifikat hanya kepada orang – orang yang berkompeten dalam bidang SIG maupun terestris.

Berikut ini alumni Prodi SPIG yang telah mengikuti ujian kompetensi;

Annisa Fitri Prasetyani, A.Md

Annisa Mediana, A.Md

Delia Nur Alifah, A.Md

Fajar Rachman Hidayah, A.Md

Fitria Mega Shelvia Putri, A.Md

Rizki Saeful Hidayat, A.Md

Sthefanni Fahira Yusman, A.Md

Windy Dinda Kamilasari, A.Md

Alby Alvyan Nahwi, A.Md

Fathurrafidin, A,Md

Mochamad Fathur Rahman, A.Md

Muhammad Bimo Yanuar, A.Md

Dari 12 orang tersebut, 8 orang mengikuti ujian level operator Sistem Informasi Geografis dan 4 orang mengikuti ujian level operator Survei Terestris. Berbekal sertifikat profesi ini, nantinya lulusan Prodi SPIG akan memperoleh banyak manfaat dan keuntungan antara lain meningkatkan mobilitas dan daya-saing di dunia kerja, meningkatkan pengakuan atas kompetensinya, meningkatkan prospek karier, meningkatkan keselamatan pribadi, meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan.

Visitasi Audit Mutu Internal Prodi SPIG

Kamis (11/10) Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) menerima kunjungan auditor dalam rangka audit mutu internal program studi. Bertugas sebagai auditor adalah Sri Subekti, M.Pd dan Wahyudin, M.T. Proses audit yang berlangsung dari Pukul 10.00 – 12.30 WIB bertempat di kantor Prodi SPIG Gedung Muhammad Nu’man Somantri Lantai 2 Sayap Selatan. Kunjungan auditor diterima dengan baik oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan dan jajaran dosen pengurus lainnya yang terdiri dari Arif Ismail, M.Si; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; dan tenaga kependidikan Anang Abdurrohim, S.Kom.

Berdasarkan audit mutu internal tersebut, pengurus prodi SPIG mendapat banyak sekali masukan antara lain terkait upadate borang untuk meningkatkan nilai akreditasi, menambah kemitraan, tata pamong, manajerial prodi, merinci keunggulan SPIG dengan prodi sejenis lainnya, meningkatkan fasilitas pembelajaran, menjaring alumni, sertifikasi kompetensi geospasial, MoU dengan stakeholder  dari luar negeri, dan lain sebagainya. Sehingga dengan masukan tersebut dapat dijadikan modal untuk memperbaik kualitas penyelenggaraan prodi yang lebih baik lagi kedepan.

Rapat Koordinasi Pengurus Prodi SPIG

Rabu (10/10) Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si memimpin rapat koordinasi pengurus Prodi SPIG. Rapat yang diselenggarakan dari Pukul 09.00 WIB dan bertempat di Laboratorium SPIG ini, membahas program kerja yang akan segera dilaksnakan. Program tersebut antara lain penyusunan buku pedoman penyelenggaraan fieldcamp, persiapan visitasi AMI (akreditasi mutu internal), sertifikasi kompetensi terestris dan sistem informasi geografis, dan terakhir membahas RKAT (rencana kegiatan dan anggaran tahunan) prodi.

Penyusunan pedoman penyelenggaraan fieldcamp menghasilkan rancangan yang kemudian akan dibuat oleh masing-masing dosen yang bertanggungjawab sesuai dengan kompetensinya. Adapun rancangannya adalah sebagai berikut:

BAGIAN 1 PEDOMAN PENYELENGGARAAN FIELDCAMP

A. Pendahuluan

B. Lokasi

C. Tujuan

D. Proses Pelaksanaan Dan Metode Belajar Mengajar

  1. Proses Pelaksanaan
  2. Metode Belajar Mengajar
  3. Evaluasi

E. Tugas Dan Kewajiban Mahasiswa

BAGIAN 2 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KEGIATAN

Memuat teori, alat, penggunaan, dan teknis

A. Pemeteaan Terestris

  1. Survei Satelit (Bu Asri)
  2. Pemetaan Topografi (Pak Ihsan)
  3. Pemetaan Kadastral (Bu Nanin)

B. Penginderaan Jauh

  1. Interpretasi Visual (Pak Riki)
  2. Interpretasi Digital (Pak Riki)
  3. Fotogrametri (Pak Ihsan)

C. Sistem Informasi Geografis (Pak Iwan Dan Bu Shafira)

D. Pengukuran Geospasial (Pak Hendro Dan Pak Arif)

  1. Pengukuran Aspek Fisik
  2. Pengukuran Sosial Ekonomi
  3. Pengukuran Potensi Sumberdaya Wilayah

Sertifikasi Kompetensi Terestris dan sistem informasi geografis akan diikuti oleh 19 orang wisudawan Prodi SPIG pada tanggal 11 Oktober 2019 bertempat di Idea’s Hotel Kiaracondong Bandung. Terkahir terkait RKAT dapat dilihat beberapa kegiatan yang mesti dilaksnakan antara lain membentuk tim untuk penyusunan RPS dengan langkah awal diadakan rapat besar dengan dosen secara keseluruhan untuk menyusun RPS dan pengembangan kurikulum. Selain itu akan dibuat pengadaan alat dan bahan praktikum.

Rapat yang berakhir Pukul 11.30 WIB tersebut dihadiri oleh Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Afri Ria Affriani, S.T., M.Eng; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; Anang Abdurrahim, S.Kom; dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

UPI Kembali Sumbang Tenaga Surveyor di Indonesia

Program studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencetak sebanyak 19 orang wisudawan, Selasa 9 Oktober 2018. Dengan demikian 19 orang wisudawan tersebut dinyatakan siap untuk turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga surveyor dan teknisi informasi geospasial di Indonesia. Adapun daftar nama wisudawan gelombang III tersebut adalah sebagai berikut :

NO NAMA NIM
1 Fathurrafidin 1502132
2 Muhammad Pandy Ramadhan 1506003
3 Windy Dinda Kamilasari 1505882
4 Sthefanni Fahira Yusman 1505926
5 Muhammad Bimo Yanuar 1506793
6 Diki Chandra 1506803
7 Fitria Mega Shelvia 1506900
8 Raka Patria Elmagfira 1502134
9 Annisa Mediana 1505108
10 Annisa Fitri Prasetyani 1502128
11 Fajar Rachman Hidayah 1505854
12 Mochamad Fatur Rahman 1505392
13 Sugih Pamungkas 1502127
14 Muhamad Fikri Al Ghifari 1502129
15 Delia Nur Alifah 1505652
16 Alby Alvyan Nahwi 1505672
17 Rizki Saeful Hidayat 1502131
18 Ahmad Lutfi Elhakim 1505535
19 M. Afian Nugraha 1405879

Selamat kepada para wisudawan Prodi SPIG UPI Gelombang III, semoga pengalaman pendidikan yang telah ditempuh menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dirasakan manisnya oleh masyarakat luas.

Menjalin Kebersamaan Melalui Character Building

Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018, Departemen Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan salah satu dari beberapa rangkaian acara yang menjadi program kerjanya yakni Character Building. Acara yang bertempat di Ciwangun Indah Camp (CIC), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung  Barat ini diikuti oleh semua mahasiswa baru yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Geografi yakni mahasiswa dari Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Sebelumnya mahasiswa baru tersebut telah mengikuti acara Studi Islam Geografi (SIG) di Gedung Achmad Sanusi dan menginap di masjid Al-Furqon selama satu malam. Pada pagi harinya mereka bersiap untuk kegiatan selanjutnya. Terlihat sekali antusias dari mahasiswa baru ini, mereka bangun pukul 03.00 untuk mandi, sholat tahajud, tadarus, serta sarapan bersama di parkiran masjid. Para mahasiswa baru dari tiga prodi ini dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, antara ikhwan dan akhwat masing-masing terdiri dari enam kelompok serta 4-6 orang kakak pembimbing. Mereka berangkat ke tempat kegiatan menggunakan angkot yang telah disiapkan.

Sesampainya di lokasi, para mahasiswa diarahkan oleh panitia untuk berbaris dan menertibkan kelompok serta barang bawaannya. Panitia dari acara ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi). Acara dimulai dengan kegiatan pemanasan, selain untuk melemaskan otot-otot hal ini dilakukan karena memang cuaca di Lembang sangat dingin. Para peserta membuat lingkaran besar untuk melakukan permainan sesuai arahan dari MC  yakni Ishlah dan Tiara, mulai dari permainan mencari teman dengan jumlah yang ditentukan, permainan kancil, dan lainnya. Terlihat sekali keceriaan terpancar dari wajah peserta Character Building. Selama kegiatan tersebut panitia yang lain telah menyiapkan beberapa permainan yang lebih menyenangkan, diantaranya adalah Tali Genit, Hujan Salju, Goyang Sarung, Estefet Karet, Ikatan Bola, dan Ular Tangga.

Para peserta kemudian berkumpul sesuai kelompok yang telah ditentukan dan bersaing satu sama lain. Setiap posnya diikuti oleh dua kelompok. Di permainan tali genit para peserta diharuskan memasukan tali lewat tangan kanan kemudian ke bagian punggung dan keluar lagi lewat tangan kiri. Para peserta terlihat kegelian saat tali masuk dan ditarik-tarik. Permainan hujan salju sendiri adalah permainan estafet tepung dari depan ke belakang dengan cara mengangkat tepung ke atas kepala dan kemudian di terima oleh temannya. Mereka tertawa karena masing-masing dari mereka terlihat putih dengan tepung, tak jarang dari mereka saling melempar tepung ke teman lainnya. Goyang sarung merupakan permainan memindahkan sarung dengan cara setiap kelompok membuat lingkaran kemudian sarung diletakkan di salah seorang teman dan harus kembali lagi pada orang pertama dengan syarat tidak boleh melepaskan tangan. Estafet karet adalah permainan memberikan karet dengan sedotan yang berada di mulut. Permainan ikatan bola adalah sebuah permainan yang mengharuskan para pesertanya masuk ke dalam tali dan mengambil bola yang diminta panitia, sedangkan ular tangga sendiri menyerupai permainan kereta api yang mana para pesertanya mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan. Disini para peserta diuji ketangkasan, kecerdasan, taktik dan kerjasama tim yang baik untuk memenangkan permainan. Tak lupa untuk memeriahkan suasana para kelompok juga diminta menyanyikan yel-yel yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Setelah menguji kekompokan kelompok lewat permainan, para peserta diuji kekompakkannya di angkatan. Mahasiswa baru tersebut dibagi ke dalam dua kelompok besar, mereka diberi tugas untuk menjaga nyala lilin sampai ke finish untuk selanjutnya membuka hadiah yang ada. Bukan hanya itu panitia juga telah menyiapkan kejutan lain. Saat peserta mulai berjalan sambil membawa lilin, panitia telah menyiapkan air dan tepung yang telah dibungkus menggunakan plastik untuk memadamkan lilin tadi. Para peserta terlihat gembira karena mereka dilempari dari atas, bawah, kanan dan kiri. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kekompakkan dan seberapa amanah kah mereka dalam menjaga kepercayaan yang diberikan. Tidak ada unsur kekerasan disini, semuanya tertawa gembira.

Acara pun dilanjutkan dengan bersih diri dan lingkungan. Para peserta melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di lapangan dan makan bersama. Cuaca Lembang sedang tidak mendukung saat itu, hujan yang disertai angin membuat acara pentas seni batal dilaksanakan. Kegiatan character building pun ditutup oleh Ketua Prodi Sains Informasi Geografi, Dr. Lili Somantri, M.Si yang dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada individu dan kelompok yang telah aktif berpastisipasi dalam kegiatan.

Character building ini bertujuan untuk menguji kekompakkan, keakraban, mahasiswa baru prodi Pendidikan Geografi, SPIG, dan SaIG. Dengan adanya acara ini pun diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang mempunyai solidaritas dan kerja tim yang baik, karena itu adalah modal penting bagi mahasiswa setelah lulus untuk memasuki dunia kerja nanti.

Penulis: Vira Islami Nurawaliyah (1806865)