Latar Belakang

Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh perencanaan yang didasarkan atas ketersediaan data dan informasi sumber daya (alam, sosial, dan budaya) berbasis wilayah.

Fakta menunjukan bahwa ketersediaan data dan infromasi tersebut dalam skala lokal-nasional masih belum merata, yang disebabkan oleh kurangnya tenaga profesional dalam bidang survei pemetaan dan sistem informasi geografis.

Implementasi kebijakan One Map Policy dan UU tentang Desa, pada tahun 2014, berimplikasi terhadap naiknya kebutuhan tenaga survei dan pemetaan nasional sampai dengan satu juta orang, sedangkan ketersediaannya sampai saaat ini kurang lebih lima ribu orang (BIG).

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Departemen Pendidikan Geografi berpedan aktif mengatasi keterbatasan tenaga profesional di bidang survei dan pemetaan dengan membuka Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG).

Comments are closed