GNSS Talk: Kebutuhan, Perkembangan, & Tantangan di Bidang Teknologi Penentuan Posisi dengan Satelit

Oleh: Muhammad Ihsan, S.T., M.T

Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diwakili dua orang dosen (Muhammad Ihsan, S.T., M.T dan Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng), laboran (Muhammad Abia, S.Pd), dan empat orang mahasiswa (Singgih Erdian Pamungkas, 1602089; Azka Hamidan, 1602151; Herdin Hardinata, 1607483; dan Rivan Nugraha, 1606815) menghadiri kegiatan GNSS Talk yang diselenggarakan oleh PT. Geotronix Indonesia pada hari Rabu, 28 Maret 2018 di Hotel Ibis Budget Asia Afrika, Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh praktisi dan profesional di bidang survei dan pemetaan serta akademisi yang diwakilkan oleh UPI, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS).

Tujuan dari kegiatan ini adalah diskusi serta sharing tentang penggunaan dan perkembangan di bidang survei pemetaan khususnya dalam hal teknologi penentuan posisi dengan satelit, atau biasa disebut dengan Global Navigation Satellite System (GNSS). Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan pemaparan dari PT. Geotronix Indonesia. Secara singkat PT. Geotronix Indonesia merupakan perusahaan penyedia sarana dan tekonologi pada bidang survei pemetaan, selain bergerak dalam bidang penyedia, PT. Geotronix Indonesia juga memiliki visi untuk mengembangkan keilmuan survey pemetaan dengan bentuk kerjasama dengan pihak akademisi dan industri.

Paparan berikutnya adalah penjelasan tentang produk GNSS dari SOKKIA. Perekmbangan kebutuhan akan informasi geospasial yang lebih teliti merupakan salah satu latar belakang perusahaan ini terus berinovasi dari tahun ke tahun. SOKKIA meluncurkan beberapa produk GNSS yang memiliki spesifikasi beragam sesuai dengan kebutuhan pengguna. Teknologi yang sedang dikembangkan adalah Fusion Positioning Solution. Teknologi ini menggabungkan keunggulan penentuan posisi dengan GPS pada kondisi area terbuka dan pengukuran terestris dengan robotik Total Station pada area tertutup.

Sesi paparan ketiga adalah pemaparan dari salah satu dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, bapak Dr. Irwan Gumilar. Pemaparan dengan judul “Perkembangan  Teknologi GNSS untuk Pengukuran Geodetik” ini didasarkan pesatnya kebutuhan pada teknologi GNSS. Tantangan teknologi GNSS saat ini adalah pengembangan teknologi penentuan posisi lebih akurat, tahapan pelaksanaan lebih cepat, tampilan lebih user-friendly, serta harga yang lebih murah. Untuk menjawab tantangan tersebut, pembicara menampilkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan. Beberapa teknologi yang sedang dikembangkan adalah  Lowcost GNSS, GPS Real Time Precise Point Positioning, dan Long Baseline RTK. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti ITB, teknologi yang sedang dikembangkan tersebut ternyata memiliki hasil yang positif dan menjawab tantangan pengguna untuk mendapatkan teknologi yang lebih akurat, cepat, user-friendly­, dan murah.

Kegiatan berikutnya adalah diskusi dan tanya jawab dari berbagai pihak, kegiatan diskusi berjalan kondusif dan aktif, materi diskusi secara garis besar dibagi dalam tiga garis besar. Bagian pertama adalah diskusi tentang studi kasus yang terjadi di kalangan profesional serta tanggapan dan solusi dari pihak akademisi, salah satu contohnya adalah studi kasus penyesuaian teknologi baru pada alat lama. Bagian kedua adalah diskusi tentang kondisi survei pemetaan di Indonesia. Pada sesi ini, pihak industri menyampaikan pengalaman serta pandangan tentang surveyor dan lulusan perguran tinggi di bidang survei pemetaan. Harapan industri adalah peningkatan dalam hal pemahaman konsep dasar survei pemetaan serta kompetensi manajemen mutu yang harus dipersiapkan oleh pihak akademisi. Harapan ini dilatarbelakangi akan kebutuhan SDM yang berkualitas dan mampu berdaya saing. Selain peningkatan kompetensi, pihak industri menyarankan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang kewirausahaan serta manajerial pada proyek survei pemetaan, karena kompetensi ini masih dianggap belum maksimal. Harapan tersebut merupakan tantangan bagi pihak akademisi untuk mencetak lulusan yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi dan mampu bersaing di bidang survei pemetaan.

Kegiatan GNSS Talk diakhiri dengan makan siang serta ramah tamah antar peserta dan foto bersama. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah perkembangan teknologi GNSS harus disertakan juga dengan pemahaman serta kompetensi yang terus berkembang dari SDM survei pemetaan. Dengan melakukan sinergi antar instansi (swasta, akademisi, pemerintah) perkembangan teknologi tersebut tentu akan sejalan dengan perkembangan keilmuan di bidang survei pemetaan di Indonesia.

About Riki Ridwana

Lecturer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *