Pekerjaan Survei Tidak Ada Habisnya

Oleh: Drs. Jupri, M.T dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc

Gambar: Siklus Pekerjaan Survei

Survei merupakan suatu upaya yang meliputi pengamatan dan pengukuran objek di lapangan. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data atau informasi. Di dalam induk ilmu yang kita pelajari yakni Geografi, data dan informasi yang dimaksud tiada lain berupa sumberdaya alam, fisik, sosial, dan ekonomi. Data secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survei sedangkan data sekunder adalah data yang sudah tersedia yang telah diperoleh pihak lain.

Indonesia merupakan negara berkembang yang senantiasa melakukan pembangunan dalam berbagai sektor. Suatu keniscayaan bahwa pembangunan memerlukan perencanaan, baik perencanaan secara umum, perencanaan detail, setelah itu berlanjut pada tahap pelaksanaan pembangunan. Tahapan-tahapan tersebut sudah barang tentu mesti berbasis data yang dapat disediakan oleh surveyor. Sederhananya kita dapat membayangkan jika pakaian kita saja tanpa diukur terlebih dahulu sebelum dijahit, maka yang terjadi akan kedodoran tidak akan pas sebagaimana pembangunan memerlukan data supaya tepat sasaran.

Sekali lagi pemerintah dalam hal ini kementerian, badan maupun lembaga membutuhkan data di lapangan sebelum ketuk palu memutuskan suatu kebijakan. Kebutuhan terhadap data tidak akan berakhir meskipun pembangunan telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan data masih diperlukan juga untuk tahapan evaluasi dan pemeliharaan (maintenance). Maka dari itulah tenaga seorang surveyor sangat banyak dibutuhkan dan tidak akan berhenti, dengan kata lain pekerjaan survei tidak ada habis-habisnya.

Geografi merupakan ilmu yang mengkaji fenomena geosfer dengan pendekatan kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Objek kajian material geografi merupakan geosfer yang terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Pada kelima objek kajian tersebut saling terjadi interaksi, interelasi, dan interdepedensi.

Kita ambil saja satu contoh kecil pekerjaan survei dari hidrosfer yang ilmunya kita pelajari pada mata kuliah hidrologi. Sumberdaya air di suatu daerah diperlukan ketersediaan datanya meliputi sisi kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas. Secara kualitas air diklasifikasikan menjadi klas A, B, dan C. Klasifikasi A merupakan air yang bisa langsung diminum tanpa mengalami proses pengolahan, sedangkan klas B lebih rendah kualitasnya dibandingkan klas A, begitu juga klas C kualitasnya lebih rendah lagi dibanding klas B. Kualitas air ditunjukkan dengan paremeter fisik (warna, bau, dan rasa), kimia (pH), dan biologi (bakteri/mikroba). Adapun secara kuantitas dan kontinuitas ketersediaan air, katakan saja di Kota Bandung satu orang membutuhkan air 120 liter/hari, dengan demikian dibutuhkanlah data kualitas air dan seberapa banyak air yang harus tersedia sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah setempat dalam menjamin kualitas air dan ketersediannya. Pertanyaan mendasarnya adalah siapa yang mampu menyediakan data tersebut kalau bukan oleh sang surveyor.

Ilustrasi sederhana di atas hanya satu kajian terkait urgensi data yang dapat disediakan melalui pekerjaan survei, masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan dalam kajian geosfer lainnya yang membutuhkan tenaga-tenaga profesional surveyor yang terus-menerus dibutuhkan ibarat siklus yang tidak berhenti berputar. Singkat cerita, kenapa survei itu dibutuhkan?

  1. Karena adanya permintaan data untuk kegiatan operasional dalam skala detail. Kegiatan ini seperti segitiga terbalik, yakni pada mulanya dibutuhkan data makro, meso, kemudian mendekati pelaksanaan membutuhkan data yang bersifat detail.
  2. Permintaan data selalu lebih besar dari pemasoknya. Setiap kebijakan pembangunan memerlukan data, sedangkan ketersediaan data tidak selalu ada.
  3. Ketersediaan finansial, fasilitas, dan sumberdaya manusia untuk keperluan mencari data, memproses data, dan menganalisis data masih terbatas.
  4. Pengumpulan data sering sangat mahal, memakan banyak waktu, dan membutuhkan keterampilan serta pengalaman yang memadai.

Sumber: Perkuliahan mata kuliah Pengantar Survei Pemetaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *