Praktikum Lapangan Mitigasi Bencana dan Hidrologi dan Hidraulika

Penulis : Yaumi Khoirunnisa Binangkit (SPIG,1705074)

Pada tanggal 12 April 2019, Mahasiswa/i Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan 2017 melaksanakan praktikum lapangan ke Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya. Praktikum lapangan terdiri dari mata kuliah Mitigasi Bencana dan Hidrologi dan Hidraulika yang berlangsung selama tiga hari. Berangkat dari kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada hari kamis, 11 April 2019 pukul 23.00 WIB di ATM Center dan tiba di lokasi pukul 08.30 WIB dilanjutkan dengan sarapan, dan MCK (mandi, cuci, dan kakus).


Hari pertama tiba di lokasi, praktikum lapangan Mitigasi Bencana dilangsungkan terlebih dahulu. Bahan berupa beberapa jenis peta yang telah disiapkan dari sebelum berangkat dianalisis kembali sebelum terjun ke lokasi (ground check). Praktikum Mitigasi Bencana berupa membuat/memerhatikan kembali jalur evakuasi yang telah ada sesuai dengan analsis peta bahaya bencana tsunami. Setelah dilakukan analisis, ground check dilakukan setelah istirahat dzuhur. Ground check telah selesai dilakukan, malamnya dilakukan evaluasi dan cara membuat peta bahaya bencana menggunakan sistem informasi geografis.


Hari selanjutnya praktikum lapangan Hidrologi dan Hidraulika dilaksanakan. Praktikum lapangan Hidrologi terdiri dari beberapa jenis praktik, yaitu pengukuran debit sungai, evapotranspirasi, intersepsi air hujan, tampungan air hujan (storage), infiltrasi, pengukuran air tanah, dan pasang-surut air laut. Pengukuran pasang-surut dilakukan selama 2 malam 2 hari dan harus selalu dipantau tiap 30 menit. Pengukuran debit sungai dilakukan di anak sungai dari sungai besar dan dilakukan secara menyebar maka tiap kelompoknya memiliki sungainya masing-masing. Pengukuran evapotranspirasi, dan intersepsi air hujan dilakukan di sekitar lokasi penginapan. pengukuran tampungan air tanah dilakukan pada bekas tambang pasir besi. Pengukuran air tanah dan infiltrasi dilakukan pada area yang telah ditentukan, cara pengukuran air tanah yaitu mengukur sumur yang dimiliki oleh penduduk sekitar. Praktik yang dilakukan pada hari terakhir yaitu pengukuran air tanah dan infiltrasi, setelah kegiatan selesai dilaksanakan kemudian persiapan pulang menuju Kota Bandung dan berangkat dari Cidadap pada pukul 14.30 WIB dan tiba di UPI pada pukul 22.00 WIB.

Dari seluruh kegiatan, semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Berdasarkan praktikum lapangan dari kedua mata kuliah tersebut, praktikum lapangan dilakukan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan kedisiplinan dari peserta praktikum sangat dibutuhkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *