Praktikum Lapangan Penginderaan Jauh 2

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 18 orang melakukan praktikum lapangan Penginderaan Jauh 2 dengan didampingi oleh 2 dosen yaitu Prof. Dr. H. Dede Sugandi, M.Si dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Daerah yang dikunjungi yaitu Kota Semarang dengan kajian diantaranya :

1. Survei Tanah

Survei tanah merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membedakan tanah satu dengan yang lain kemudian disajikan dalam berbagai peta. Pada praktikum Pengindraan Jauh kali ini kelompok 3 mendapatkan wilayah kajian mengenai metode remote sensing  for soil survey yang petanya sudah dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan ground check. Setelah melakukan proses pembuatan peta praktikum mendapatkan sebaran titik sample sebanyak 13 titik yang menyebar di setiap penggunaan lahan yang berbeda. Dari 13 titik  tersebut setiap praktikan pada kelompok 3 mendapatkan sebaran titik masing masing 2-3 titik. Adapun pada setiap titik  jenis tanah yang berbeda yaitu:

  • Pada kecamatan Gunung Pati dengan koordinat 07°05’46” LS 110°22’54.3” BT dan 07°05’15,4” LS 110°21’53,4” BT berjenis tanah yang sama yaitu Latosol dengan tekstur tanah lempung berpasir dan berwarna coklat.
  • Pada kecamatan Mijen dengan koordinat 07°05’8,1” LS 110°18’38,4” BT (Titik 9) dan 07°05’36,7” LS 110°20’0,8” BT (Titik 10) berjenis tanah yang sama yaitu litosol dengan tekstur tanah lempung berdebu tidak lengket dan berwarna coklat.
  • Adapun jenis tanah yang sama pula tetapi pada kecamatan yang berbeda yaitu Banyu Manik, Gajah Mungkur, Gunung Pati, Pedurungan, Gayamsari dan Ngalian. Tetapi di sample yang diambil berada di dekat sungai dan jenis tanahnya yaitu alluvial yang bertekstur lempung liat berana coklat.

2. Perubahan Penggunaan Lahan

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Hasil Ground check yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu Landuse Change dengan wilayah kajian Kota Semarang. Kajian tersebut dilakukan dengan perbandingan perubahan penggunaan lahan dari citra landsat 8 pada tahun 2013 dan 2019 selain itu dilakukan uji akurasi untuk setiap titik plot. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari minggu, 8 desember 2019 didapat beberapa titik sempel antara lain:

  • Titik koordinat X: 439073 Y: 9227948 di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman tidak teratur yang didominasi area perdagangan.
  • Titik koordinat X: 437138 Y: 9230347 di Desa TJ mas Kecamatan Semarang utara terjadi perubahan lahan yaitu area persawahan berubah menjadi danau.
  • Titik koordinat X: 442529 Y: 9217597 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu hutan.
  • Titik koordinat X: 442518 Y: 9218838 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang terjadi perubahan lahan yaitu lahan kosong menjadi pemukiman teratur.
  • Titik koordinat X: 438753 Y: 924568 data pada citra menunjujan perubahan penggunaan lahan yaitu persawahan menjadi area tambak, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429597 Y: 9228334 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu p area tambak menjadi lahan terbuka, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429490 Y: 9229177 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi tambak,
  • Titik koordinat X: 430369 Y: 9228037 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi rawa
  • Titik koordinat S: -7o01’08’; E: 110o 23’59’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong
  • Titik koordinat S: -7o01’56’’; E: 110o 24’23’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi
  • Titik koordinat S: -7o01’55’’; E: 110o 24’01’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu kebun binatang menjadi hutan
  • Titik koordinat S: -7o03’25’’; E: 110o 23’55’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman
  • Titik koordinat S: -7o03’32’’; E: 110o 24’08’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi

3. Kerapatan Vegetasi

Kelompok dua, mengkaji tentang kerapatan vegetasi yang ada di kota semarang. Dengan kelasnya yang terbagi menjadi 3 yaitu kelas rendah, sedang , dan tinggi.

  • Kelas Rendah

Terdiri dari 2 observer yaitu Arief Muhammad Farhan, Moch. Rama Primadhani dan Kembara Raki. Mengecek dilapangan apakah sama dengan citra yang sebelumnya telah di plot dengan mengamati 5 titik sampel dalam kelas rendah. Dan ada beberapa data yang harus diambil diantaranya, foto menggunakan fitur fish eye ke semua arah mata angin, dan pemotretan kanopi pohon dengan gaya 180 derajat.

Dalam pengecekan di lapangannya, terdapat beberapa kendala. Diantaranya adalah tidak sesuai titik plot dengan kenyataan, maksudnya, ketika dalam citra menunjukan titik plot tersebut merupakan vegetasi dengan klasifikasi rendah, tapi pada kenyataannya adalah pemukiman. Mungkin itu semua karena kesalahan dari akurasi gps dan pengolahan data sebelumnya.

  • Kelas Sedang

Terdiri dari 2 observer yaitu Alvin Dwi Indrawan dan Risma Dwi Hartanti. Mungkin dalam pengambilan datanya sama saja dengan kelas sebelumnya. Untuk kelas sedang sendiri mentargetkan 5 titik sampel dan berhasil mengambil semua titik sampel tersebut.

  • Kelas Tinggi

Terdiri dari 2 observer yaitu Rahman Fachrurroji dan Miftah Kurnia Ayu. Untuk kelas tinggi sendiri sebelumnya mentargetkan 5 titik sampel dan hanya bisa mengumpulkan data sebanyak 2 titik sampel. Hampir sama dengan kelas-kelas sebelumnya yang dimana ada beberapa titik plot di citra yang tidak sama di lapangan.

Diatas merupakan pengambilan foto meggunakan perangkat lunak kanopi cover yang ada di android. Di dalamnya terdapat seberapa besar kanopi tersebut dapat menahan air, dan koordinat dalam pengambilan foto tersebut.

Dengan titik plot/sampel sebagai berikut :

Titik X Y Elevasi
1 110’ 25’ 51,6’ 07’ 00’ 51,4’ 87,5 m
2 110’ 25’ 17,5’ 07’ 00’ 15.3 72,8 m

Gambar di atas merupakan objek dari masing-masing kajian yang sebagian besar kajian tersebut menguji akurasi citra dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian tentang Survei Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan, dan Kerapatan Vegetasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *