Praktikum Perencanaan Wilayah Angkatan 2017 dengan tema “ Analisis Waterfront City Kota Semarang”.

Penulis : Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)

Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dan Departemen Pendidikan Geografi angkatan 2017 , telah melaksanakan praktikum perencanaan wilayah. Perencanaan wilayah adalah mata kuliah pilihan bagi prodi SPIG namun menjadi mata kuliah wajib bagi Geografi, yang mahasiswa kontrak di semester 5. Praktikum mata kuliah perencanaan wilayah merupakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan terori, konsep, dan prinsip dengan interaksi yang saling mepengaruhi dengan tujuan menjadi manusia yang terdidik atau dewasa. Salah satu konsep dari perencanaan wilayah yang digunakan adalah waterfront city untuk wilayah daerah pesisir laut, sempadan sungai atau danau. Waterfront City Development juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan, yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan, yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air. Praktikum lapangan dilakukan untuk memperkuat pemahaman suatu ilmu, membuktikan teori, dan menemukan fakta-fakta di lapangan. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan praktikum perencanaan wilayah pada tanggal 7 sampai dengan 9 Desember 2019. lokasi kerja yang kami pilih yaitu di Kota Semarang, kenapa kami memilih kota semarang menjadi wilayah Kajian kerja kami karena kota semarang adalah kota yang kompleks dari berbagai segi pemasalahan dari mulai Letak Geografis dan lain sebagainya, lain halnya Kota semarang juga sangat bagus dalam perencanaan wilayah dan  pembangunannya dan juga sesuai dengan tema yang kami buat yaitu  “ Analisis Waterfront City Kota Semarang”.

Mahasiswa/ I yang ikut praktikum perencanaan wilayah berjumlah kurang lebih 120 orang dengan dosen pembimbing berjumlah 2 orang yaitu Bapak Dr. rer. nat. Nandi, MT., M.Sc dan Ibu Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. pada praktikum kali ini metode yang kami laksanakan adalah observasi lapangan dan Diskusi. Pertama kami melakukan observasi lapangan dengan cara  Ground Chek dan juga melakukan wawancara pada wilayah yang telah ditentukan seperti wilayah Komersial (Perdagangan), Budaya, Peninggalan Bersejarah, Pemukiman, Wisata (Rekreasi), Pelabuhan dan Transportasi, Pertahanan dan Keamanan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup. Dari beberapa wilayah tersebut mahasiswa di bagi menjadi 9 kelompok besar yang disebar di wilayah kerjanya sesuai plot yang ditentukan.

Pada hari terakhir setelah selesai melakukan observasi lapangan kami mengunjungi BAPPEDA kota Semarang, di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang banyak sekali ilmu – ilmu baru  yang kami dapatkan seperti halnya kota Semarang itu seperti apa dilihat dari lokasi geografisnya lalu bagaimana pemerintahan mengatur kota dan kesiap siagaan terhadap bencana yang ada di wilayah kajian kerjanya.

Setelah dari BAPPEDA kami mengunjungi UNNES, di Universitas Negri Semarang kami mendapatkan ilmu baru terkait perencanaan kota Semarang. Bagaimana pembangunannya dan juga memberi tau dimana saja icon yang menarik di kota semarang dan lain sebagainya.

Terakhir kami mengunjungi UNDIP. Di Universitas Diponogoro kami mendapatkan bebagai ilmu baru lagi yang sebelumnya belum kami dapatkan di perkuliahan. Disana kami mendapatkan ilmu baru tentang Waterfront City Kota Semarang itu seperti apa bagaimana pembangunannya dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *