PEKAN SPIG SESI 3 “PENGOLAHAN DATA GPS GEODETIK”

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Editor : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 05-07 Agustus 2020 lanjutan Pemantapan Kemampuan Pemetaan (PEKAN) Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Sesi 3 dengan materi Pengolahan Data GPS Geodetik. Yang dilakukan melalui aplikasi Zoom Meetings dan Live Streaming YouTube HMP SPIG. Webinar ini diikuti oleh 50 peserta dan sisanya menonton live streaming pada YouTube HMP SPIG. Materi ini dibawakan kembali oleh Muhammad Ihsan, M.T. yang merupakan Dosen Program Studi SPIG, Universitas Pendidikan Indonesia dan dimoderatori oleh Rani Nur Fatimah yang merupakan mahasiswa SPIG UPI angkatan 2019. Kegiatan ini berlangsung selama 130 menit yang dilaksanakan pada pukul  09.00-11.30 WIB.

Pada hari pertama terdapat 3 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Dasar GNSS
  2. Pengolahan Data Secara Daring
  3. Unduh data CORS
  1. KONSEP DASAR GNSS

Definisi GNSS

Penetuan dengan posisi GNSS (system satelit) adalah penentuan posisi menggunakan metode reseksi jarak dari satelit yang telah diketahui koordinatnya ke receiver.

Terdapat berbagai macam jenis satelit penetuan posisi antara lain:

  • BeiDou
  • GPS
  • IRNSS
  • GLONASS
  • QZSS
  • GALILEO

Terdapat dua metode pengamatan GNSS yaitu: absolute positioning dan differential positioning

Definisi CORS

CORS (Continuously Operating Reference Stations) adalah suatu teknologi berbasis GNSS yang berwujud sebagai suatu jarring kerangka geodetik yang pada setiap titiknya dilengkapi dengan receiver yang mampu menangkap sinyal dari satelit-satelit GNSS yang beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari, 7 hari per minggu dengan mengumpulkan, merekam, mengirim data, dan memungkinkan para pengguna memanfaatkan data untuk penentuan posisi, baik secara post-processing maupun real-time.

  1. TUTORIAL ONLINE PROCESSING
  • Akses website berikut http://inacors.big.go.id/sbc
  • Sign-Up menggunakan data diri masing-masing
  • Log-in ke email masing-masing dan lakukan verifikasi email
  • Masuk menggunakan ID yang telah didaftarkan
  • Klik menu Post Processing dan Pilih Rover Data untuk Import Data
  • Klik menu Rover, dan import data observasi saja (.20o) dari folder penyimpanan Data
  • Klik submit kemudian confirm
  • Website akan mengolah data, tunggu hingga muncul laporan hasil pengolahan
  • Hasil akhir akan diterima pada dalam bentuk laporan titik dan status solusi

Online processing digunakan untuk pengolahan data awal, untuk keperluan project, sebaiknya lakukan pengolahan menggunakan software pengolah data GNSS.

  1. PROSES UNDUH DATA CORS

Selanjutnya pemateri menjelaskan project Pengukuran GPS untuk Georeferencing Citra Satelit PLAIDES, untuk keperluan pembuatan peta skala 1:5000.

  1. Identifikasi CORS

Proses mencari CORS terdekat dengan lokasi project

  • Akses situs srgi.big.go.id
  • Scroll ke bawah dan klik menu Jaring Kontrol Geodesi
  • Akses situs srgi.big.go.id
  • Pilih area of interest
  • Centang Stasiun CORS pada menu pencarian
  • Klik plih dengan area
  • Masuk ke area yang akan dipilih dan buat kotak sesuai dengan area tersebut
  • Klik CORS yang muncul pada peta
  • Klik Menu Preview, dan download (ada pada bagian bawah informasi)
  1. Request data CORS

Proses permintaan Data CORS melalui Email

  • Request data CORS ke email info@big.go.id Isi dari email dilihat pada gambar
  • BIG akan mengirimkan balasan dalam rentang waktu 1 – 3 hari
  • Isi Data pada formulir permohonan Data
  • Pada Pengisian DOY, isi dengan format hari pada tahun. Hari dapat dilihat pada link
  1. Persiapan Data CORS

Proses mengekstrak Data CORS dan convert RINEX

  • Data berikut adalah data CORS untuk tangga 13-14 September 2019
  • Rename file crx2rnx.txt menjadi crx2rnx.exe (ubah ekstensi file menjadi exe)
  • Ekstrak Seluruh File CORS pada folder yang telah disiapkan
  • Ekstrak File Data Pengamatan, pada Tutorial ini, ekstrak file CBLG2570.19d dan CBLG2570.19n saja
  • Ekstrak Seluruh File CORS pada folder yang telah disiapkan
  • Klik dan Tahan file CBLG2570.19d kemudian Drag dan arahkan ke crx2rnx.exe
  • Simpan file observasi (.19o) dan navigasi (.19n) dalam folder terpisah

Lebih jelasnya bisa dilihat pada channel YouTube HMP SPIG:

Pada hari kedua terdapat 2 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Dasar Data GPS
  2. Pengolahan Data Menggunakan Leica Geo Office

Merk nomor satu GNSS yaitu: Leica, Sokkia, Trimble.

Perbedaan receiver GNSS:

  • Kemampuan
  • Akurasi
  • Praktis dan user friendly
  • Durabilitas
  • Daya
  • Software dan jenis data
  • Fitur dan kelengkapan
  • After sale/support

Jenis data:

  • Data observasi, Berisi data pengamatan GPS, umumnya menggunakan format data .xxO
  • Data navigasi, Berisi informasi orbit satelit, umumnya menggunakan format data .xxN
  • Data meteorology, Berisi informasi meteorology seperti tekanan, suhu, kelembapan, umumnya menggunakan format data .xxH

PENGOLAHAN DATA MENGGUNAKAN LEICA GEO OFFICE

  1. Akses software LGO
  2. Klik menu project > klik kanan pada jendela project > klik new
  3. Isi nama project pada kolom project name
  4. Klik logo import > cari folder tempat data CORS > ganti files of type menjadi RINEX files > pilih data cblg2570.19n dan cblg2570.19o > import
  5. Klik assign
  6. Import data pengamatan GPS, tahapan sama dengan import data CORS
  7. Perhatikan waktu pengamatan receiver antara base dan rover
  8. Pada tab GPS Proc, klik kananpada masing-masing titik Properties darinotepad yang terdapat pada folder data pengamatan, dan ganti Measurement Type menjadi slope (karena pada saat pengamatan menggunakan metodeslope untuk mengukur tinggialat), lakukan untuk seluruh titik
  9. Klik logo Select mode : Reference Klik batang pengamatan titik CORS
  10. Kliklogo Select mode : Rover àKlikbatang
  11. Klik kanan pada bar pengamatan
  12. Sebelum memotong data satelit, klik kanan dulu pada area kosong, centang pada pilihan Windows (Exclude) blok data dengan rentang wakt uyang pendek sehingga bar menjadi berwarna putih
  13. Klik Kanan Pada Nama CORS edit point ganti point class : Control ganti kooordinat Latitude, Longitude, dan Height dengan koordinat pada notepad yang terdapa tpada data CORS Apply OK
  14. Klik pada logo Data Processing Parameter centang show advanced parameter edit sesuai dengan kebutuhan kerja
  15. Blok seluruh nama titik, klik logo Process
  16. Umumnya, hal yang diperhatikan adalah solusi dari pengolahan dan akurasi
  17. Pada tab result, klik Report klik kanan pada daerah kosong pada menu select printer pilih Adobe PDF / Microsoft Print to PDF Print simpan dalam folder
  18. Pada tab result, klik Report klik kanan pada daerah kosong pada menu select printer pilih Adobe PDF / Microsoft Print to PDF Print simpan dalam folder

Simak lebih jelasnya pada link Youtube:

Pada hari ketiga terdapat 2 sub materi yang disampaikan yaitu:

  1. Konsep Tinggi
  2. Perapihan Data

  1. KONSEP TINGGI

Acuan ketinggian dari GPS adalah Ellipsoid. Ellipsoid adalah suatu bidang matematis untuk yang mendekati bentuk bumi dengan bentuk yang halus, tinggi topografi terhadap bidang geoid yaitu kondisi bumi sebenarnya. Bidang acuan untuk pemetaan yaitu Geoid. Geoid ini adalah representasi dari bumi itu sendiri. Geoid tidak diukur secara langsung tetapi dilengkapi dengan mean sea level (tinggi muka air rata-rata). Tinggi muka air rata-rata itu mendekati Geoid. Tinggi terhadap ellipsoid disebut H Ellipsoid sedangkan tinggi terhadap Geoid disebut tinggi orthometrik. Untuk mengetahui orthometrik menggunakan GPS bisa selama mendapat nilai undulasi Geoid. Untuk mengetahui tinggi Geoid bisa menggunakan hasil pengukuran GPS ditambah/dikurangi dengan undulasi.

Hati-hati jika tidak teliti maka akan salah dan sangat penting untuk dipahami.

Jenis pemetaan berdasarkan bentuk bumi:

  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang lebih kecil dari 55km. (<55km), dapat dianggap sebagai bidang datar.
  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang antara 55km s/d 110km. dapat dianggap sebagai permukaan (kulit) bola.
  • Suatu daerah dengan jarak terpanjang lebih besar dari 110km. (>110km.) dapat dianggap sebagai permukaan (kulit) ellipsoida.

Based on accuracy desired:

  • Plane surveying (=180˚)
  • Geodetic surveying (> 180˚ +)
  1. PERAPIHAN DATA

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai materi ini silahkan untuk disimak pada link berikut:

Dengan diadakannya PEKAN SPIG Sesi ke-3 ini diharapkan agar mahasiswa Prodi SPIG bisa menerapkan baik pada pekerjaan terkait dengan Pengolahan Data GNSS atau pada perkuliahan.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *