EMINENCE LECTURE “Perkembangan, Tantangan, dan Prospek Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh di Indonesia” serta “Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia”

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG,1808606)

Pada hari Rabu, 16 September 2020, Prodi SPIG melakukan kegiatan yaitu Eminence Lecture dengan tema “Perkembangan, Tantangan, dann Prospek Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh di Indonesia” serta “Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia””. Eminence Lecture ini merupakan kegiatan rutin per tahunnya. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Bapak. Dr. . Rokhis Khomarudin, M.Si. selaku Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bapak. Fajar Yulianto, S.Si., M.Si. selaku Peneliti Madya Pusat Pemanfaatan Pneginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Bapak. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Ketua Departemen Pendidikan Geografi Bapak. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Ketua Prodi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis Bapak. Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si , Serta jajaran Dosen Departemen Pendidikan Geografi dan seluruh peserta dari Mahasiswa SPIG, Mahasiswa SAIG, dan Mahasiswa dari berbagai Universitas.

Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dan Live Streaming dengan channel Youtube HMP SPIG. Dan Ketua Pelaksananya adalah M. Sahal Arifin dari SPIG Angkatan 2018.

Pemandu acara dari kegiatan ini yaitu Tri Novianti dari SPIG Angkatan 2018. Kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu Pembacaan Ayat Al-Quran, Pemutaran Video Program Studi SPIG dan Sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksan yaitu M. Sahal Arifin, Sambutan Ketua Prodi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis Bapak. Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si , Sambutan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Bapak. Dr. Ahmad Yani, M.Si., Sambutan Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial sekaligus membuka acara kegiatan hari ini yaitu Bapak. Dr. Agus Mulyana, M.Hum.

Adapun pematerian dari Bapak. Dr. . Rokhis Khomarudin, M.Si. selaku Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang dimoderatori oleh Bu Shafira Himayah, M.Sc., M.Si.

A. Perkembangan, Tantangan, dan Prospek Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh di Indonesia

  1. Perkembangan

Pengindraan Jauh berkembang dari tahun 1980 an. Sampai saat ini teknologi Pengindraan Jauh berkembang lagi salah satunya dengan adanya Drone yang dimana adanya upaya manusia untuk mendapatkan informasi permukaan bumi dengan teknologi tersebut. Perkembangan dari sisi pengolah datanya juga berkembang dari yang awalnya manual digitasi ke digital supervised sampai ke maschine learning. Kemudian salah satu contoh perkembangan kontelasi satelit yang diluncurkan oleh sebuah perusahaan dengan meluncurkan 351 satelit yang bisa memotret permukaan bumi dengan cepat.

  1. Tantangan
    a. Ketersediaan Data
    LAPAN sendiri sebagai instansi menyediakan data Pengindraan Jauh sudah membuat bank data Pengindraan Jauh Nasional yang menyediakan data dari resolusi rendah sampai sangat tinggi. Ketersediaan data juga disediakan oleh beberapa platform seperti Google Earth Engine, SEPAI, dan Geo Exploration Platform.
    b. Pengolahan Data
    Dahulu orang menggunakan software berbayar untuk mengolah data. Sekarang terdapat salah satu platform pengolahan data secara cepat yaitu Google Earth Engine yang dimana data yang diolah tersimpan di Google Earth Enginenya sendiri, alogaritma yang bisa dikembangkan sendiri, serta bisa meload alogaritma yang tersedia di dalam platform tersebut.
  2. Prospek Pemanfaatan Pengindraan Jauh
    Sebelumnya terdapat namanya Proses Bisnis Umum Pengindraan Jauh yang di dalam proses tersebut tidak hanya terdapat data dari INDERAJA saja melainkan sekarang sudah ada dari data Non INDERAJA seperti data Crowd Sourcing yang bisa digunakan sebagai input data Pengindraan Jauh. Lalu dibagi 3 segemen pengguna yang memanfaatkan data standar yang dihasilkan, pengguna yang menggunakan informasi thematic, dan pengguna yang menggunakan hasil analisis GIS.
    Kemudian Prospek Pemanfaatan Pengindraan Jauh dapat digunakan kedalam beberapa sektor yaitu sektor SDA dan lingkungan, kebencanaan, tata ruang kewilayahan, pertanahan dan keamanan, kemaritiman, pembangunan berkelanjutan, dan keperluan strategis lainnya. Pemanfaatan Pengindraan Jauh juga dapat membuktikan suatu pelanggaran hokum seperti illegal minding, illegal fishing, dsb.

Pematerian Kedua yaitu dari Bapak. Fajar Yulianto, S.Si., M.Si. selaku Peneliti Madya Pusat Pemanfaatan Pneginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang di moderator oleh Bu Shafira Himayah, Msc., Msi.

A. Potensi Pemanfaatan Teknologi Pengindraan Jauh untuk Mendukung Informasi Pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia

  1. Sumber Daya Wilayah Darat
    Beberapa contoh potensi pemaanfaatan teknologi Pengindraan Jauh nya seperti: Monitoring DAS, Sektor Pertanian, Sektor Perkebunan, Sektor Kehutanan, Sektor Pertambangan, Inventarisasi Sektor Pajak, Pemantauan Perkembangan Wilayah Perkotaan, Monitoring Pengendalian dan Pengawasan Lokasi Permukiman Kumuh, Monitoring Pengendalian dan Pengawasan Lahan Terbangun dan Ruang Hijau, Tipologi Perumahan Kumuh, serta Tipologi Permukiman Kumuh Rawan Bencana Banjir.
  2. Sumber Daya Wilayah Air
    Salah satu contoh potensi pemanfaatan teknologi Pengindraan Jauh nya seperti: Implementasi untuk mendukung Monitoring Kualitas Air. Pada kasus tersebut data Pengindraan Jauh  hanya mengeluarkan informasi yang sifatnya seperti proksis artinya menggunakan indeks-indeks tertentu seperti air, vegetasi, daan air tanah.
  3. Sumber Daya Wilayah Pesisir Pantai dan LautBeberapa contoh potensi pemanfaatan teknologi Pengindraan Jauh nya seperti: Informasi Rainfall Rate, Sea Surface Temperature, Fire Hotspot, Thermal Index, Pemantauan SO2, Perubahan Topografi, Perubahan Garis Pantai, Batimetri, Mangrove, serta Informasi Potensi Penangkapan Ikan.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan Prodi SPIG bisa menjalin hubungan baik dengan lembaga-lembaga dan bisa menambah wawasan untuk para mahasiswanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *