PENGABDIAN PADA MASYARAKAT PRODI SPIG “PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID NURUL IMAN MENGGUNAKAN METODE NTRIP”

Penulis : Muhammad Fajri Arif (SPIG, 1908568)

Pada hari Rabu, 1 September 2021 Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis mengadakan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) di Masjid Nurul Iman, Ciwaruga. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu persiapan (pra pelaksanaan) dan pelaksanaan di lapangan. Tahap persiapan meliputi survei pendahuluan, peninjauan lokasi, persiapan pengumpulan materi, mengumpulkan peralatan untuk pelaksanaan pengabdian masyarakat. Sementara itu tahap pelaksanaan dilakukan di lokasi pengabdian di Masjid Nurul Iman, Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi penentuan arah kiblat dengan menggunakan teknologi survei dan pemetaan, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lapangan. Kegiatan ini juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan menggunakan masker dan sudah melakukan vaksin. Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang mahasiswa SPIG dari club terestris  yaitu, Rafqan Aqil Murtadha, Luthfi Julianika N, Muhammad Fajri Arif, Pramandito Pentha Adiaksa, Fayril Tsaqif Dliatul Haq. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T selaku Ketua Program Studi SPIG dan Asri Ria Affriani, S.T, M.Eng selaku penanggung jawab club terestris.

Pengukuran kali ini menggunakan metode NTRIP (Networked Transport of RTCM via Internet Protocol) sebagai metode transmisi koreksi data dengan menggunakan intenet sehingga pengukuran tersebut masih bisa dilakukan dengan jarak yang lebih jauh dari base-nya. Alat yang digunakan dalam pengukuran antara lain :

  1. GPS Hemisphere S321
  2. ETS (Electronic Total Station)
  3. Busur dan penggaris
  4. Kompas

Secara terperinci kegiatan survei penentuan arah kiblat adalah sebagai berikut:

  1. Membuat sketsa pengukuran.
  2. Mencari informasi koordinat (lintang dan bujur).
  3. Setelah didapat informasi koordinatnya, tahap selanjutnya adalah perhitungan, perhitungan arah kiblat tentunya perlu juga diketahui informasi koordinat kiblat tersebut. 
  4. Menentukan nilai a, b, dan C.
  5. Mencari sudut arah kiblat dari titik PT 1 dari arah utara ke barat.
  6. Tahapan pengukuran menggnakan metode staking out.
  7. Lakukan perbandingan posisi shaf sebelum dan sesudah dilakukan pengukuran, bahwa setelah dilakukan perbandingan antara hasil pengukuran dengan garis lantai masjid terdapat perbedaan selisih sebesar 2 derajat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *