Mendekati Penerimaan Mahasiswa Baru 2019, Dosen SPIG Sosialisasi Jalur Masuk PPA

Kebutuhan akan sumberdaya manusia dibidang geospasial yang sangat tinggi dan terbatasnya teknisi lulusan D3 dibidang Geospasial di Indonesia, menjadi salah satu alasan dibukanya Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG). Hal itulah satu dari sekian banyak informasi yang disosialisasikan dalam program SPIG Goes to School (GTS) yang diselenggarakan di SMKN 2 dan SMAN 16 Garut, Selasa 22 Januari 2019.

Berbeda dari tahun sebelumnya, program SPIG GTS tahun ini peran dan keterlibatan dosen lebih dominan disamping sosialisai yang dilaksakanakan oleh mahasiswa SPIG itu sendiri. Kebijakan tersebut diambil oleh Ketua Prodi Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si yang sekaligus terjun langsung bersama dengan dosen-dosen lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan tersampaikannya informasi kepada siswa terkait jalur penerimaan mahasiswa baru Prodi SPIG yang berbeda dengan prodi S1 pada umumnya.

Jalur penerimaan mahasiswa baru tahun 2019 yang dimaksud adalah jalur masuk tanpa tes, yakni PPA (Penjaringan Prestasi Akademik) yang akan dibuka pada 1 Februari – 30 Maret 2019. Jalur masuk ini bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan secara lebih luas kepada siswa kelas III SMA/SMK/MA sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk menjadi mahasiswa pada program jenjang diploma (D3). Info selengkapnya dapat diakses di http://pmb.upi.edu/diploma/ppa-d3-2017/.

SPIG GTS yang dilaksanakan sehari penuh tersebut diterima dengan baik oleh guru dan siswa. Berbekal brosur, media slide, dan peralatan survei, siswa dengan seksama menyimak pemaparan para dosen disetiap kelasnya. Antusiasme semakin nampak ketika sesi tanya jawab dibuka, apalagi ditambah dengan diberikannya doorprize kepada siswa yang mengajukan pertanyaan. Terhitung kurang lebih 10 kelas dari dua sekolah berbeda menerima penjelasan tentang kiat dan motivasi untuk masuk ke Prodi SPIG. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pembagian brosur kepada siswa seiring titipan salam untuk disampaikan kepada orang tua siswa di rumah.

Dosen yang berkesempatan mensosialisasikan Prodi SPIG kali ini terdiri dari Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, dan Tendik Anang Abdurrohim, S.Kom serta Laboran Muhammad Abia S, S.Pd. Terima kasih kami sampaikan kepada pihak sekolah yang telah menerima kami dengan baik terkhusus kepada Bapak Herdi, A.Md (Guru SMKN 2 Garut) dan Bapak Rozak, S.Pd (Guru SMAN 16 Garut).

Penulis: Riki Ridwana

SPIG Goes to Lab School

Penulis: Sherin Iskantiani (SPIG, 1808598)

Menyambut tahun ajaran baru 2019, Program Studi (Prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia merealisasikan Program SPIG Goes to School. Program ini bertujuan untuk mempromosikan Prodi SPIG kepada calon mahasiswa/i.

Prodi SPIG melakukan kegiatan pengenalan program studi ke SMA Laboratorium percontohan UPI pada tanggal, 16 sampai 18 januari 2019 kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan program studi, menarik minat siswa SMA yang akan masuk ke perguruan tinggi dan langkah awal memenuhi tujuan pemerintah di bidang surveyor.

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen SPIG dan juga Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku ketua program studi yang turut langsung memperkenalkan prodi SPIG. Alumni SMA labschool UPI yang masuk ke SPIG tahun sebelumnya ikut serta dalam kegiatan tersebut, yang mana bertujuan untuk memperkenalkan Prodi SPIG dan juga dijadikan sebagai wadah sharing para siswa untuk menanyakan bagaimana cara belajar yang efektif, cara menentukan pilihan program studi yang tepat dan sesuai dengan minat mereka, disampaikan juga tips-tips agar mereka dapat lolos seleksi penerimaan mahasiswa baru, untuk sharing pengalaman dari sudut pandang mahasiswa selama berkuliah di SPIG dan juga sebagai gambaran bahwa ada alumni SMA LABSCHOOL UPI yang masuk ke prodi SPIG.

Pada kunjungan kali ini panitia SPIG Goes To School mendelegasikan 6 orang tim-nya untuk memaparkan materi mengenai program studi, mahasiswa tersebut yaitu :

Abang Rifki Septian JP (1800942)

Dandi M Farhan (1801552)

Ilham Athallah Putra (1801271)

Nabil Nur Fadillah (1800885)

Rizky Teddy Dharmawan (1801623)

Sherin Iskantiani (1808598)

Dalam kunjungan kali ini kami melakukan pemaparan materi mengenai kurikulum perkuliahan dan prospek kerja. Program SPIG Goes to School diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang Prodi SPIG, sehingga siswa Indonesia terkhusus di Bandung dapat mengetahui tentang apa itu Prodi SPIG. Dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affrian, M.Eng, dan Riki Ridwana, S.Pd, M.Sc.

Kunjungan STKIP Kie Raha Ternate Ke Departemen Pendidikan Geografi

Penulis: Riki Ridwana

Sebanyak 22 orang Mahasiswa STKIP Kie Raha Kota Ternate bersama tiga orang dosen pembimbing berkunjung ke Departemen Pendidikan Geografi. Bukan tanpa maksud, kunjungan yang berlangsung 16 Januari 2018 tersebut bertujuan untuk studi banding sekaligus menyepakati poin-poin kerjasama antara Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha dengan Departemen Pendidikan Geografi FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Departemen Pendidikan Geografi yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Yani, M.Si menerima kunjungan STKIP Kie Raha di Ruang 30 Lt. V Gedung Muhammad Nu’man Somantri. Dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, acara penerimaan tamu dari Kaki Gunung Gamalama tersebut dibuka dengan sambutan dari Dr. Ahmad Yani, M.Si. Dalam sambutannya beliau menerangkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi UPI saat ini membawahi tiga prodi, yakni S1 Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG), dan Sains Informasi Geografi (SaIG). Beliau juga menambahkan bahwa Departemen Pendidikan Geografi siap menerima kerjasama untuk kemajuan lembaga.

Sementara itu dalam prakatanya dosen dari STKIP yang diwakili oleh Muhammad Ihsan, M.Sc menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaannya, beliau berharap dengan kunjungan ini dapat terjalin hubungan baik dan terbangunnya kerjasama yang saling menguntungkan. Masih dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Darsiharjo, M.S memaparkan materi dihadapan hadirin terkait dengan peran pendidik Geografi dalam mamajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guru Besar dengan keahlian geografi sumberdaya alam itu memaparkan dengan lugas bahwa bangsa Indonesia sampai dengan saat ini belum paham dan menyadari akan banyaknya potensi yang dimiliki, sehingga hal ini menjadi tugas bersama kita sebagai seorang pendidik dan calon pendidik geografi.

Turut hadir dalam acara tersebut Prof. Dr. Enok Maryani, M.S, Dr. Epon Ningrum, Dr.rer.nat Nandi, M.T., M.Sc, Dadang Sungkawa, M.Pd, Wahyu Eridiana, M.Si, Jupri, M.T, dan mahasiswa Pendidikan Geografi UPI angkatan 2016 sehingga memenuhi tempat yang disediakan. Sebelum akhirnya ditutup, dosen beserta mahasiswa STKIP Kie Raha dibawa mengunjungi fasilitas laboratorium fisik dan sig dengan dipandu oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc dan Muhammad Ihsan, M.T.

Penjaringan Prestasi Akademik Prodi SPIG 2021

Seleksi mahasiswa baru melalui Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) mandiri program studi jenjang diploma (D3) bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan secara lebih luas kepada siswa kelas XII SMA/SMK/MA sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk menjadi mahasiswa pada program jenjang diploma (D3).

Jadwal Pendaftaran

Pendafataran, Pengisian dan Pengunggahan Dokumen Daring (online) 15 Februari – 25 Maret 2021

Persyaratan Umum

Calon mahasiswa lulusan SMA/SMK/MA/Paket C harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

  • Lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2021, 2020, dan 2019.
  • Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di program studinya.

Mekanisme Pendaftaran

  1. Yang dapat mendaftarkan diri adalah siswa SMA/MA/SMK kelas XII yang memiliki prestasi akademik baik di kelasnya (ditunjukkan dengan nilai raport), atau siswa yang memiliki prestasi khusus yang relevan dengan program studi yang dituju dan ditunjukkan dalam bentuk piagam atau sertifikat yang dilegalisasi Kepala Sekolah.
  2. Setiap siswa hanya boleh mengajukan SATU PILIHAN program studi.
  3. Pendaftaran hanya dilakukan secara daring (online) pada laman pmb.upi.edu.
  4. Biaya Pendaftaran adalah sebesar 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per peserta.
  5. Biaya pendaftaran harus dibayarkan sekaligus melalui Bank Negara Indonesia (BNI Persero) Tbk dengan mengikuti tatacara pembayaran yang tercantum pada laman pmb.upi.edu.
  6. Hasil Seleksi PPA Mandiri D3 akan diumumkan melalui akun pendaftaran masing-masing di laman pmb.upi.edu pada tanggal 5 April 2021.

Informasi lebih lanjut klik disini

Rapat Program Kerja Prodi SPIG

Ketua program studi (prodi) Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si memimpin rapat pengurus prodi dalam menyongsong program kerja di awal tahun 2019. Rapat yang dilaksanakan Rabu, 9 Januari 2018 di Laboratorium SIG ini membahas lima poin besar diantaranya:

  1. Persiapan akreditasi, proses akreditas menggunakan SAPTO yang dulunya ada tujuh standar (Prodi SPIG sudah punya), sedangkan yang sekarang ada 9 standar. Target bulan Januari ini kita kumpulkan dokumen-dokumen nya dengan menyusun jadwal kerjanya.a
  2. Promosi SPIG, sangat penting dilaksanakan segera melalui jalur kunjungan sekolah, penyebaran leaflet, media sosial, website SPIG, website sekolah, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dengan modal leaflet terbaru yang menekankan keunggulan jenjang Diploma III dibandingkan dengan strata I.
  3. Basis Data Mahasiswa dan Alumni, untuk mengindentifikasi perkembangan mahasiswa dan alumni, yang meliputi Nama, NIM, Alamat, nama orang tua, telp orang tua, IPK per semester, Jumlah mata kuliah, Sisa mata kuliah belum kontrak, no telepon yang bersangkutan. Basisdata alumni meliputi, Nama, NIM, alamat, nomor telepon, status pekerjaan, lokasi kerja. Kedepannya kita buat ikatan alumni untuk mempermudah komunikasi.
  4. Identifikasi Masalah terdiri atas masalah akademik dan masalah non akademik yang kemduian akan dijadikan masukan untuk dosen PA (pembimbing akademik) untuk ditindaklanjuti.
  5. RPS (Rencana Pembelajaran Semester) meliputi revisi RPS, bahan ajar, dan modul.

Rapat yang dimulai dari Pukul 13.00 – 14.30 WIB ini dihadiri pula oleh Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Riko Arrasyid, M.Pd, Anang Abdurohim, S.Kom, Muhammad Abia, S.Pd.

Pengaruh Kerentanan Tanah terhadap Sumberdaya Lahan

Sumberdaya lahan sangatlah penting bagi manusia, dikarenakan segala kebutuhan manusia ada disitu, sehingga sangatlah penting untuk dilakukan peninjauan mengenai aspek sumber daya lahan salah satunya ialah ancaman dan kerentanan tanah yang merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sumber daya lahan.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2011, Bandung menduduki peringkat keempat tingkat rawan bencana diantara 494 kabupaten yang ada di Indonesia. Sedangkan di tingkat Provinsi Jawa Barat menempati ranking ketiga setelah Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Tingginya tingkat kerentanan bencana diukur dari berbagai faktor diantaranya jumlah kasus yang terjadi hingga potensi wilayahnya. Kondisi Geografi Bandung yang berupa dataran tinggi berbentuk cekung serta banyaknya kawasan hutan yang dijadikan sebagai pertanian menyebabkan tingginya sedimentasi dan bencana banjir selain itu, Bandung juga berisiko mengalami bencana letusan gunung berapi di bagian selatan dan timur Bandung. Namun zona bahaya gunung berapi ini masih berada pada zona I dan zona II, dimana bukan merupakan zona dengan tingkat kerentanan paling tinggi.

Bencana lainnya yang berpotensi terjadi di Kabupaten Bandung adalah risiko gerakan tanah mengingat topografi dan kontur wilayahnya yang berbukit-bukit dengan beda ketinggian dataran memiliki rentang yang cukup lebar. Kawasan rawan gerakan tanah tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Bandung, dimulai dari bagian utara dengan tingkat kerentanan gerakan tanah sangat rendah, menuju bagian tengah dan selatan Kabupaten Bandung yang memiliki tingkat kerentanan rendah dan menengah, serta beberapa kawasan di bagian selatan yang memiliki tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi.

Daerah dengan tingkat kerentanan gerakan tanah tinggi hanya terdapat di sebagian kecil daerah di Kecamatan Rancabali dan Kecamatan Pasirjambu. Sementara sebagian besar daerah lainnya memiliki tingkat kerentanan gerakan tanah menengah hingga sangat rendah. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di lokasi ini antara lain: Sifat fisik tanah pelapukan yang tebal ( > 2,5m), lunak dan jenuh air sehingga mudah luruh dan tidak stabil (mudah longsor), adanya lahan sawah pada lereng bagian atas dan tengah sehingga menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan gembur. Adanya bidang lemah antara tanah pelapukan dan batuan keras (breksi tufa) yang bersifat lebih kedap air sehingga dapat berfungsi sebagai bidang gelincir gerakan tanah, Kemiringan lereng yang curam pada lereng bagian bawah, menyebabkan lereng retak-retak tidak stabil dan mudah bergerak, Hujan deras yang turun dengan durasi lama semakin menjenuhkan tanah sehingga tanah mudah bergerak.

Dengan menggunakan Metode penelitian berupa, Metode Geolistrik dan MetodeSondir serta menggunakan pengambilan data berupa, pengamatan dengan teknik penginderaan jauh pengujian di lapangan, penafsiran citra satelit, penafsiran peta topografi skala 1:25.000, mempelajari peta geologi lembar bandung skala 1 : 100.000, mempelajari peta zona kerentanan gerakan tanah lembar bandung skala 1 : 100.000, pendekatan geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi di wilayah gunung api. Dapatlah kita petakan kerentanan tanah diwilayah Kawasan Kabupaten Bandung agar mengetahui lokasi mana saja yang dapat mempengaruhi sumber daya lahan, sehingga  terwujud lah sebuah peta zona kerentanan gerakan tunah lembar Bandung, yang disusun berdasarkan prosedur kerja direktorat geologi tata lingkungan tentang gerakan tanah. Setelah itu dapatlah dilihat wilayah mana saja yang dapat dimanfaatkan dan tidak dimanfaatkan.

Berdasarkan data guna lahan, kawasan budidaya pertanian mendominasi lahan di Kabupaten Bandung dengan persentase luas diatas 50%. Lahan budidaya pertanian yang luas ini menjadi potensi yang luar biasa bagi Kabupaten Bandung dalam hal pengelolaan pertanian. Selain dipengaruhi oleh penggunaan lahan, potensi pertanian juga dipengaruhi oleh topografi dari wilayah itu sendiri. Kabupaten Bandung memiliki topografi yang bervariasi yang menyebabkan komoditas unggulan pertanian dari masing – masing wilayah juga bervariasi dan memiliki kekhasannya sendiri. (http://www.bandungkab.go.id/arsip/aspek-geografi)

Disusun oleh:
Ahmad Prayoga (1807714)
Eka Wahyu Ningsih (1807126)
Fakhry Zulfiqhar (1808299)
Izza Muzakhi Reksa R (1808620)

International Geography Seminar 2018 at Malaysia

Oleh: Muhammad Abia S

IGEOS (International Geography Seminar)  2018 merupakan tahun ke-2 pelaksanaan konferensi internasional geografi setelah pelaksanaan pertama nya sukses dilaksanakan oleh Departemen Pendidikan Geografi FPIPS UPI pada tahun 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia. Pada tahun kedua ini IGEOS oleh Departemen Geografi dan Lingkungan Universitas Pendidikan Sultan Idris dan berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Universitas Pendidikan Sultan Idris, Tanjung Malim, Malaysia pada tanggal 3-4 Desember 2018.

Tema yang diangkat pada IGEOS kali ini adalah “Stretching the Harmony: A Paradigmatic Shift from Geography and Enviromental Works”. Menurut Ketua Pelaksana IGEOS 2018, Assoc. Prof. Dr Fauziah Che Leh, konferensi ini dimaksudkan mempertemukan akademisi, peneliti, dan ahli untuk saling bertukar pengetahuan serta ide pada permasalahan kesehatan dan lingkungan yang terjadi pada abad 21 ini, seperti pemanasan global, polusi, serta bencana alam dan lingkungan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan manusia. Terdapat 34 sub topik yang menjadi pembahasan pada IGEOS 2018 ini.

IGEOS 2018 ini menghadirkan 3 pembicara utama, yakni Dr. Abu R. J. Mahmood (Konsultan Internasional Penginderaan Jauh dan Tutupan Lahan), Professor Dato’ Dr. Morshidi Sirat (Universiti Sains Malaysia), dan Professor Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo (Universiti Kebangsaan Malaysia). Pada bagian Plenary Presentation, diisi oleh Prof. Dr. rer.nat. Junun Sartohadi (Universitas Gadjah Mada), Professor Dr.Wan Ruslan Ismail (Universiti Sains Malaysia), Dr. rer.nat Nandi (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Associate Prof. Dr. Safiah @ Yusmah Muhammar Yusoff (University of Malaya).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Negara, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Sebanyak 57 makalah dengan topik yang beragam telah dipresentasikan pada sesi pararel ini. Prosiding internasional yang terindeks Scopus merupakan produk akhir yang akan diisi oleh 57 makalah.

Penentuan Status Mutu Air Dengan Sistem STORET Di Kecamatan Bantar Gebang

Sumber gambar: http://pag.geologi.esdm.go.id/

Lembaga yang bernama Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan (PSDAT dan GL) salah satunya bertugas untuk memantau dan memonitoring kualitas air pada suatu region tertentu. Adanya lembaga tersebut diharapkan bisa membantu masyaratkat untuk memilih air layak konsumsi. Pengambilan percontoh air dilakukan di Kecamatan Bantar Gebang, tempat terdapat Tempat Pembuangan Akhir sampah Bantar Gebang. Air lindi yang dihasilkan dari TPA Bantar Gebang dapat meresap dan mencemari sumur – sumur penduduk di sekitarnya. Kualitas air yang baik akan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut dengan kadar (konsentrasi) maksimum yang diperbolehkan.

Metode

Metode yang dapat digunakan untuk menentukan baku mutu air berdasarkan wilayah atau satu titik (sumur) adalah metode STORET (Storage and Retrieval). Penentuan status mutu air dengan sistem STORET ini dimaksudkan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan kualitas air tanah dengan tujuan untuk mengetahui mutu (kualitas) suatu sitem akuatik. Penentuan status mutu air ini berdasarkan pada analisis parameter fisika, kimia, dan biologi. Hasil analisis kimia percontoh air kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang sesuai dengan pemanfaatan air. Kualitas air dinilai berdasarkan ketentuan sistem STORET yang dikeluarkan oleh EPA (Environmental Protection Agency, Canter, 1977) yang mengklasifikasikan mutu air ke dalam 4 kelas.

Kelas :

A = baik sekali       Skor: 0

B = baik                  Skor: -1 s/d -10

C = sedang              Skor: -11 s/d -30

D = buruk               Skor: > = -31

Proses

Prosedur penggunaan metode STORET ini yang pertama, dilakukan dengan pengumpulan data kualitas air dan debit air secara periodik sehingga membentuk data dari waktu ke waktu (time series data). Kedua, membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu yang sesuai dengan kelas air. Ketiga, jika hasil pengukuran memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran < baku mutu) maka diberi skor 0 dan jika hasil pengukuran tidak memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran > baku mutu) maka diberi skor 1. Kemudian, Jumlah negative dari seluruh parameter dihitung dan ditentukan status mutunya dari jumlah skor yang didapat dengan menggunakan sistem nilai.

Hasil

Lokasi pengambilan dan jumlah percontoh ditentukan berdasarkan pada tujuan pemeriksaan air permukaan dan atau air tanah. Kualitas air tanah dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu material (tanah dan batuan) yang mengandung atau yang dilewati air tanah, jenis aliran, dan proses perubahan akibat pencemaran yang sesuai dengan hukum fisika, kimia, dan biologi. Metode analisis kimia, fisika, dan biologi percontoh air mengacu pada Standars Methods (APHA-AWWA-WEF, 1995) dan standar Nasional Indonesia (BAPEDAL, 1994), serta Peraturan Menteri Kesehatan RI No.416/MENKES/PER/IX/1990 untuk syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum.

Hasil analisis fisika-kimia-biologi air terhadap delapan percontoh air sumur gali dan sumur pantek tersebut tidak memenuhi persyaratan minum. Percontoh air terlihat keruh (dua percontoh), mempunyai nilai pH rendah (tujuh percontoh), tingginya kadar besi (satu percontoh), mangan (dua percontoh), Pb (delapan percontoh), nitrit (satu percontoh), nitrat (satu percontoh), dan mengandung bakteri coli tinja (empat percontoh). kemudian dibandingkan dengan nilai persyaratan air minum yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416 tahun 1990.  maka diperoleh nilai: -64 yang berarti kondisi perairan termasuk kelas D atau buruk. Dan hasil yang diperoleh dari penilaian sistem STORET disimpulkan bahwa mutu air tersebut buruk. (sumber: penelitian kelompok 7, jurusan pendidikan geografi 2013)

Disusun Oleh:

Rifany Musthafanisa (1807369)

Giansyah Ramdani (1808631)

Wildan Maolana Mubarok (1808621)

Aji Wijaksana (1807277)

Terungkap, Desa Sangat Diuntungkan oleh Fieldcamp SPIG 2018

Desa sangat diuntungkan dengan kegiatan fieldcamp Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) UPI yang bertema “Pemetaan Partisipatif Desa”. Hal tersebut diungkap secara langsung oleh Kepala Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung Barat dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan fieldcamp SPIG 2018. Bukan tanpa alasan, keuntungan yang dimaksudnya berlandaskan pada Perda No. 27 Tahun 2016 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah yang berbunyi bahwa seluruh Desa yang berada di bawah otoritas Kabupaten Bandung harus memiliki peta Desa. Ibarat gayung bersambut, kedatangan mahasiswa SPIG angkatan 2016 disebut-sebut sangat menguntungkan bagi Desa, bahkan pihaknya sangat mengharapkan kegiatan pemetaan partisipatif desa dilakukan di seluruh desa yang ada di Kecamatan Soreang.

Kegiatan fieldcamp 2018 yang telah resmi dibuka pada hari Rabu 21 Nopember 2018 ini, meliputi wilayah kajian yang terdiri dari tiga Desa di Kecamatan Soreang yaitu Desa Pamekaran, Desa Karamat Mulya, dan Desa Panyirapan. Peserta fieldcamp selama sepuluh hari kedepan, akan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama empat semester dibangku perkuliahan. Secara umum mereka akan menerapkan ilmu pemetaan terestris, penginderaan jauh (fotogrametri), dan sistem informasi Geografis. Sehingga dari kegiatan tersebut akan dihasilkan berbagai macam produk pemetaan antara lain berupa peta administrasi desa, peta penggunaan lahan, peta potensi sumberdaya alam, peta aksesibilitas, peta 3D modeling, dan peta-peta tematik lainnya.

Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si menegaskan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan fieldcamp diharapkan dapat bermanfaat bagi proses akademik mahasiswa dan bermanfaat pula bagi inventarisasi informasi desa yang divisualisasikan dalam bentuk peta tematik dan buku cetak. Pernyataan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Camat Kecamatan Soreang H. Ahmad Qurtubi, S.Sos., M.Si supaya mahasiswa peserta fieldcamp difasilitasi dan dijaga keamanannya.

Kegiatan Pembukaan Fieldcamp 2018 dihadiri oleh perwakilaan perangkat ketiga desa wilayah kajian, dan juga jajaran dosen Prodi SPIG yang terdiri dari Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himaya, M.Sc, Asri Ria Affriani, M.Eng, dan Riki Ridwana, M.Sc.

Rektor UPI Kunjungi Praktikum Departemen Pendidikan Geografi

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. H. Rd. Asep Kadarohman, M.Si kunjungi kegiatan praktikum lapangan Departemen Pendidikan Geografi di Kampus Lapangan Geologi Cisolok, Kecamatan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Kunjungan yang didampingi oleh Dekan FPIPS Dr. Agus Mulyana, M.Hum, Wakil Dekan I Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd dan Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si tersebut, disambut oleh jajaran dosen yang membimbing mahasiswa di lapangan antara lain Jupri, M.T, Ir. Yakub Malik, M.Pd, Hendro Murtianto, M.Sc, Arif Ismail, M.Si, Riki Ridwana, M.Sc, dan Riko Arrasyid, M.Pd.

Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi, secara parallel melakukan praktikum lapangan bersama dalam mata kuliah Geologi, Geomorfologi, Mitigasi Bencana, dan Pengantar Survei Pemetaan. Secara spontan Rektor UPI menyapa dan menanyakan kesan dari salah seorang mahasiswa (Ray Putri, SPIG 2018 dan Gusti, Pendidkan Geografi 2016) terkait kegiatan praktikum yang sedang berlangsung.

Setelah itu beliau menyatakan kunjungannya sebagai salah upaya penjaminan mutu pendidikan di era industri 4.0 yang tidak terlepas dari critical thinking, creativity, collaboration, and complex communication. Sehingga berdasarkan kunjungan dan pengamatannya tersebut, beliau semakin yakin bahwa metode pembelajaran praktikum lapangan yang dikemas oleh Departemen Pendidikan Geografi mencakup mutu pendidikan yang berkualitas dan dapat dipertanggunjawabkan.

Dekan FPIPS dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Departemen Pendidikan Geografi sudah lama berkontribusi dalam mewujudkan kawasan Ciletuh menjadi Geopark Global UNESCO. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UPI yang telah hadir menyimak contoh model pembelajaran yang ada di FPIPS.