Kuliah Umum Sains Informasi Geografi

Hari Jum’at, 28 September 2018 telah digelar Kuliah umum yang bertemakan “Sains Informasi Geografi: Sebuah Ilmu, Tantangan, Peluang, dan Prospek di Era Industri 4.0”. Kuliah umum tersebut disampaikan oleh Projo Danoedoro, M.Sc., Ph.D. yang merupakan pakar dalam Ilmu Sains Informasi Geografi, Kartografi Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan ini merupakan kuliah umum pertama yang diadakan oleh Prodi SaIG, yang diikuti oleh prodi lain dalam lingkup Departemen Pendidikan Geografi, seperti Pendidikan Geografi dan Survei Pemetaan Informasi Geografi (SPIG). Kegiatan ini dimulai dari Pukul 08:00 – 11:30 WIB, bertempat di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI). Kegiatan ini dipandu oleh dua orang MC mahasiswa, Ayi Susandi (SaIG, 1807945) dan Vira Islami Nurawaliyah (SaIG, 1806946), serta dimoderatori oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Sambutan pertama disampaikan oleh Alvian Aji Purboyo (SaIG, 1804193) selaku ketua pelaksana, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si, dan sambutan yang sekaligus membuka acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FPIPS Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh para guru besar Departemen Pendidikan Geografi, jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi, serta para tamu VIP FPIPS lainnya. Tidak lupa pula dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa SPIG, SaIG, dan Pendidikan Geografi yang memenuhi ruangan Auditorium.

Bapak Projo Danoedoro dalam materinya membahas tentang perkembangan SaIG dan perannya memajukan Ilmu Geografi, selanjutnya tentang geografi, mulai dari dasar-dasarnya, perkembangannya, sejarah berdirinya Departemen ini di Universitas Gadjah Mada, hingga menyinggung Kartografi, Penginderaan Jauh, Fotogramteri GIS, Surveying,  hubungan serta perbedaan antara satu dengan yang lainnya dan banyak hal lainnya. Selain itu beliau juga menyampaikan peluang-peluang yang dapat di maksimalkan, dan juga prospek kerja dari Penginderaan Jauh, Kartografi, dan SIG, dimana SIG memiliki peluang yang besar karena berhubungan dengan teknologi kedepannya. Beliau juga membahas lapangan kerja yang bisa disusupi oleh lulusan SaIG dan karakteristik pasar yang tersedia.

Kelebihan dan Kekurangan lulusan SaIG juga tak luput dari bahasan Bapak Projo Danoedoro mulai dari aspek Kartografinya, Penginderaan Jauhnya, dan Sistem Informasi Geografisnya. Diakhir slidenya Pak Projo menghubungkan SaIG dengan Era Revolusi Industri 4.0, yakni Prospek untuk bidang Sains Informasi Geografi itu sendiri di Era Revolusi Industri 4.0, karena kita sendiri sedang berada di era yang menuntut mahasiswa agar lebih kompeten lagi dalam menghadapi persaingan global, perkembangan teknologi yang ada, serta berpikir kritis.

Acara Kuliah umum pertama yang dirancang dan digawangi oleh panitia mahasiswa Sains Informasi Geografis angkatan 2018 ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Diiringi oleh penampilan-penampilan yang di persembahkan oleh Mahasiswa SaIG, sampai seluruh peserta yang tertib dalam menyimak materi yang disampaikan. Setelah penyampaian materi, antusiasme dari peserta cukup besar dengan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada Pak Projo, bahkan 3 sesi tanya-jawab pun kurang bagi para peserta kuliah umum. Alhamdulillah atas berlangsungnya acara ini dengan sukses, kemudian tidak lupa kami sampaikan banyak terima kasih, atas dukungan dari berbagai pihak terutama kerja keras panitia SaIG angkatan 2018 yang dibimbing oleh Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.

Penulis: Muhammad Arrafi (1805559)

JANTERA Menyelenggarakan Talkshow dan Pemutaran Film

Oleh: Muhamad Abdul Azis

Bumi Siliwangi. Kamis (20/9/2018) JANTERA Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Geografi UPI menyelenggarakan kegiatan Talkshow dan Pemutaran Film: Konservasi dan Pengembangan Potensi Minat Khusus Goa-goa di Desa Cikarang Kabupaten Sukabumi di gedung Achmad Sanusi UPI. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh mahasiswa, organisasi pecinta alam, penggiat lingkungan hidup dan masyarakat umum.

Kegiatan talkshow ini menghadirkan pengisi acara yang luar biasa yaitu Titi Bachtiar sebagai penggiat wisata minat khusus, Darsiharjo sebagai dosen Departemen Pendidikan Geografi dan Ika Kartikasari sebagai anggota aktif JANTERA sebagai pelaksana kegiatan ini, juga dipandu oleh moderator yaitu Andri Muhammad yang juga sebagai anggota JANTERA dan alumni Twente University Belanda.

 “Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri, mendokumentasikan dan memetakan goa-goa yang ada di desa Cikarang,” tutur Ika Kartikasari kepada seluruh peserta yang hadir. Hasil dokumentasi pun dibuat menjadi sebuah film pendek yang nanti dapat ditonton pada laman youtube JANTERA.

Namun Darsiharjo khawatir akan pengembangan goa ini sebagai tempat wisata. “Seperti di Karimunjawa, awalnya hanya ada satu wisatawan yang datang. Lalu dia sebarkan foto-foto terumbu karang ke media sosial. Kemudian ratusan hingga ribuan orang datang ke Karimunjawa, menyebabkan kerusakan terumbu karang disana.”

“Bukan salah wisatawannya sih, tapi manajemen wisata yang belum menyediakan interpretasi tentang daya tarik itu dalam berbagai media. Akibatnya, wisatawan tidak memperoleh nilai selain foto diri untuk diunggah ke media sosial,” ditinjau dari laman facebook Titi Bachtiar Geo.

Wilayah desa Cikarang yang tersusun dari batuan gamping, memiliki potensi fenomena endokars yang indah, terdapat kurang lebih 20 mulut goa dengan berbagai macam karakteristik dan ornament goa. Namun pandangan masyarakat menganggap wilayah sebagai wilayah yang kurang produktif dan tidak dapat dikembangkan selain dikembangkan sebagai tempat pertambangan.

Maka dari itu pengembangan wilayah desa Cikarang sebagai tempat wisata minat khusus dianggap mampu meningkatkan nilai ekonomis, serta dalam menanggulangi kerusakan yang diakibatkan kegiatan wisata, pihak pengembang diharapkan mampu memberikan edukasi mengenai kawasan kars sehingga wisatawan mengerti. Daripada wilayah ini dikembangkan sebagai tempat pertambangan yang akan menghancurkan kekayaan geodiversity dan biodiversity di wilayah ini.

Pekerjaan Survei Tidak Ada Habisnya

Oleh: Drs. Jupri, M.T dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc

Gambar: Siklus Pekerjaan Survei

Survei merupakan suatu upaya yang meliputi pengamatan dan pengukuran objek di lapangan. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data atau informasi. Di dalam induk ilmu yang kita pelajari yakni Geografi, data dan informasi yang dimaksud tiada lain berupa sumberdaya alam, fisik, sosial, dan ekonomi. Data secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui survei sedangkan data sekunder adalah data yang sudah tersedia yang telah diperoleh pihak lain.

Indonesia merupakan negara berkembang yang senantiasa melakukan pembangunan dalam berbagai sektor. Suatu keniscayaan bahwa pembangunan memerlukan perencanaan, baik perencanaan secara umum, perencanaan detail, setelah itu berlanjut pada tahap pelaksanaan pembangunan. Tahapan-tahapan tersebut sudah barang tentu mesti berbasis data yang dapat disediakan oleh surveyor. Sederhananya kita dapat membayangkan jika pakaian kita saja tanpa diukur terlebih dahulu sebelum dijahit, maka yang terjadi akan kedodoran tidak akan pas sebagaimana pembangunan memerlukan data supaya tepat sasaran.

Sekali lagi pemerintah dalam hal ini kementerian, badan maupun lembaga membutuhkan data di lapangan sebelum ketuk palu memutuskan suatu kebijakan. Kebutuhan terhadap data tidak akan berakhir meskipun pembangunan telah selesai dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan data masih diperlukan juga untuk tahapan evaluasi dan pemeliharaan (maintenance). Maka dari itulah tenaga seorang surveyor sangat banyak dibutuhkan dan tidak akan berhenti, dengan kata lain pekerjaan survei tidak ada habis-habisnya.

Geografi merupakan ilmu yang mengkaji fenomena geosfer dengan pendekatan kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Objek kajian material geografi merupakan geosfer yang terdiri dari atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Pada kelima objek kajian tersebut saling terjadi interaksi, interelasi, dan interdepedensi.

Kita ambil saja satu contoh kecil pekerjaan survei dari hidrosfer yang ilmunya kita pelajari pada mata kuliah hidrologi. Sumberdaya air di suatu daerah diperlukan ketersediaan datanya meliputi sisi kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas. Secara kualitas air diklasifikasikan menjadi klas A, B, dan C. Klasifikasi A merupakan air yang bisa langsung diminum tanpa mengalami proses pengolahan, sedangkan klas B lebih rendah kualitasnya dibandingkan klas A, begitu juga klas C kualitasnya lebih rendah lagi dibanding klas B. Kualitas air ditunjukkan dengan paremeter fisik (warna, bau, dan rasa), kimia (pH), dan biologi (bakteri/mikroba). Adapun secara kuantitas dan kontinuitas ketersediaan air, katakan saja di Kota Bandung satu orang membutuhkan air 120 liter/hari, dengan demikian dibutuhkanlah data kualitas air dan seberapa banyak air yang harus tersedia sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah setempat dalam menjamin kualitas air dan ketersediannya. Pertanyaan mendasarnya adalah siapa yang mampu menyediakan data tersebut kalau bukan oleh sang surveyor.

Ilustrasi sederhana di atas hanya satu kajian terkait urgensi data yang dapat disediakan melalui pekerjaan survei, masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan dalam kajian geosfer lainnya yang membutuhkan tenaga-tenaga profesional surveyor yang terus-menerus dibutuhkan ibarat siklus yang tidak berhenti berputar. Singkat cerita, kenapa survei itu dibutuhkan?

  1. Karena adanya permintaan data untuk kegiatan operasional dalam skala detail. Kegiatan ini seperti segitiga terbalik, yakni pada mulanya dibutuhkan data makro, meso, kemudian mendekati pelaksanaan membutuhkan data yang bersifat detail.
  2. Permintaan data selalu lebih besar dari pemasoknya. Setiap kebijakan pembangunan memerlukan data, sedangkan ketersediaan data tidak selalu ada.
  3. Ketersediaan finansial, fasilitas, dan sumberdaya manusia untuk keperluan mencari data, memproses data, dan menganalisis data masih terbatas.
  4. Pengumpulan data sering sangat mahal, memakan banyak waktu, dan membutuhkan keterampilan serta pengalaman yang memadai.

Sumber: Perkuliahan mata kuliah Pengantar Survei Pemetaan

Menjalin Kebersamaan Melalui Character Building

Pada hari Sabtu tanggal 22 September 2018, Departemen Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan salah satu dari beberapa rangkaian acara yang menjadi program kerjanya yakni Character Building. Acara yang bertempat di Ciwangun Indah Camp (CIC), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung  Barat ini diikuti oleh semua mahasiswa baru yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Geografi yakni mahasiswa dari Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi, dan Sains Informasi Geografi.

Sebelumnya mahasiswa baru tersebut telah mengikuti acara Studi Islam Geografi (SIG) di Gedung Achmad Sanusi dan menginap di masjid Al-Furqon selama satu malam. Pada pagi harinya mereka bersiap untuk kegiatan selanjutnya. Terlihat sekali antusias dari mahasiswa baru ini, mereka bangun pukul 03.00 untuk mandi, sholat tahajud, tadarus, serta sarapan bersama di parkiran masjid. Para mahasiswa baru dari tiga prodi ini dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, antara ikhwan dan akhwat masing-masing terdiri dari enam kelompok serta 4-6 orang kakak pembimbing. Mereka berangkat ke tempat kegiatan menggunakan angkot yang telah disiapkan.

Sesampainya di lokasi, para mahasiswa diarahkan oleh panitia untuk berbaris dan menertibkan kelompok serta barang bawaannya. Panitia dari acara ini adalah mahasiswa yang tergabung dalam Jantera (Perhimpunan Pecinta Alam Mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi). Acara dimulai dengan kegiatan pemanasan, selain untuk melemaskan otot-otot hal ini dilakukan karena memang cuaca di Lembang sangat dingin. Para peserta membuat lingkaran besar untuk melakukan permainan sesuai arahan dari MC  yakni Ishlah dan Tiara, mulai dari permainan mencari teman dengan jumlah yang ditentukan, permainan kancil, dan lainnya. Terlihat sekali keceriaan terpancar dari wajah peserta Character Building. Selama kegiatan tersebut panitia yang lain telah menyiapkan beberapa permainan yang lebih menyenangkan, diantaranya adalah Tali Genit, Hujan Salju, Goyang Sarung, Estefet Karet, Ikatan Bola, dan Ular Tangga.

Para peserta kemudian berkumpul sesuai kelompok yang telah ditentukan dan bersaing satu sama lain. Setiap posnya diikuti oleh dua kelompok. Di permainan tali genit para peserta diharuskan memasukan tali lewat tangan kanan kemudian ke bagian punggung dan keluar lagi lewat tangan kiri. Para peserta terlihat kegelian saat tali masuk dan ditarik-tarik. Permainan hujan salju sendiri adalah permainan estafet tepung dari depan ke belakang dengan cara mengangkat tepung ke atas kepala dan kemudian di terima oleh temannya. Mereka tertawa karena masing-masing dari mereka terlihat putih dengan tepung, tak jarang dari mereka saling melempar tepung ke teman lainnya. Goyang sarung merupakan permainan memindahkan sarung dengan cara setiap kelompok membuat lingkaran kemudian sarung diletakkan di salah seorang teman dan harus kembali lagi pada orang pertama dengan syarat tidak boleh melepaskan tangan. Estafet karet adalah permainan memberikan karet dengan sedotan yang berada di mulut. Permainan ikatan bola adalah sebuah permainan yang mengharuskan para pesertanya masuk ke dalam tali dan mengambil bola yang diminta panitia, sedangkan ular tangga sendiri menyerupai permainan kereta api yang mana para pesertanya mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan. Disini para peserta diuji ketangkasan, kecerdasan, taktik dan kerjasama tim yang baik untuk memenangkan permainan. Tak lupa untuk memeriahkan suasana para kelompok juga diminta menyanyikan yel-yel yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Setelah menguji kekompokan kelompok lewat permainan, para peserta diuji kekompakkannya di angkatan. Mahasiswa baru tersebut dibagi ke dalam dua kelompok besar, mereka diberi tugas untuk menjaga nyala lilin sampai ke finish untuk selanjutnya membuka hadiah yang ada. Bukan hanya itu panitia juga telah menyiapkan kejutan lain. Saat peserta mulai berjalan sambil membawa lilin, panitia telah menyiapkan air dan tepung yang telah dibungkus menggunakan plastik untuk memadamkan lilin tadi. Para peserta terlihat gembira karena mereka dilempari dari atas, bawah, kanan dan kiri. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kekompakkan dan seberapa amanah kah mereka dalam menjaga kepercayaan yang diberikan. Tidak ada unsur kekerasan disini, semuanya tertawa gembira.

Acara pun dilanjutkan dengan bersih diri dan lingkungan. Para peserta melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di lapangan dan makan bersama. Cuaca Lembang sedang tidak mendukung saat itu, hujan yang disertai angin membuat acara pentas seni batal dilaksanakan. Kegiatan character building pun ditutup oleh Ketua Prodi Sains Informasi Geografi, Dr. Lili Somantri, M.Si yang dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada individu dan kelompok yang telah aktif berpastisipasi dalam kegiatan.

Character building ini bertujuan untuk menguji kekompakkan, keakraban, mahasiswa baru prodi Pendidikan Geografi, SPIG, dan SaIG. Dengan adanya acara ini pun diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang mempunyai solidaritas dan kerja tim yang baik, karena itu adalah modal penting bagi mahasiswa setelah lulus untuk memasuki dunia kerja nanti.

Penulis: Vira Islami Nurawaliyah (1806865)

Lowongan CPNS Kementerian Pertanian 2018

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 44 Tahun 2018 tanggal 29 Agustus 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2018, Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian Pertanian.

Untuk Lebih jelasnya silakan download filenya di sini

Musyawarah Adat Jantera XXV

Oleh: Luthfiana C

Musyawarah Adat Jantera XXV, dibuka secara resmi pada hari Kamis tanggal 6 September 2018 tepatnya di Laboratorium Fisik Departemen Penddikan Geografi FPIPS UPI. Dalam acara pembukaan tersebut diawali oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyanyian lagu Indonesia Raya serta sambutan-sambutan dari berbagai pihak diantaranya, Ketua Pelaksana Musdat XXV, Ketua BEM HMG FPIPS UPI, hingga Ketua Adat Jantera periode 2017-2018, Chumaini Ali.

Sebelum dibuka secara resmi, ada sepatah dua patah kata dari perwakilan Dosen Departemen Pendidikan Geografi sekaligus sebagai seorang senior Jantera, yaitu Drs. Asep Mulyadi, M.Pd menyampaikan “Jika melihat sejarah, musdat ini pertama kali dilakukan pada saat angkatan saya akibat harus adanya status resmi atau eksistensi legal di dalam departemen ini. Jantera memanglah sebuah bidang khusus pada saat ini yang terdapat dibawah naungan BEM HMG FPIPS UPI. Namun karena kata khusus tersebut, maka tentu ada keunikan yang dimiliki oleh Jantera dimana jika dilihat dari ukurannya Jantera sebagai ormawa memang kecil, namun Jantera sebenarnya besar di dalamnya. Dengan adanya musdat ini sebagai upaya dalam menyadari status Jantera untuk menyesuaikan diri sebagai bidang khusus BEM serta sebagai suatu organisasi yang besar.”

Musyawarah Adat Jantera XXV dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pada hari Kamis 6 September sampai hari Minggu 9 September 2018. Agenda yang dilakukan yakni laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2017 – 2018, pembahasan AK/ART Jantera, hingga pemilihan Ketua Adat Jantera untuk periode kepengurusan 2018 – 2019. Berdasarkan hasil musyawarah adat, telah terpilih Ketua Adat baru untuk kepengurusan Jantera periode 2018 – 2019 atas nama Yanfa’u Rizqi A.E (Jantera Angkatan 36).

MOKAKU Departemen Pendidikan Geografi 2018

Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) Tahun 2018 digelar oleh Departemen Pendidikan Geografi pada hari Rabu, 29 Agustus 2018 di Ruang Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri Faklutas Pendidikan Ilmu Pengetahuan (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bumi Siliwangi. Acara rutin tahunan departemen kali ini ada yang spesial, karena hadirnya keluarga baru (red: prodi baru) yang turut menambah keharmonisan dua prodi yang sudah ada sebelumnya yaitu Prodi Sains Informasi Geografi (SaIG).

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa Departemen Pendidikan Geografi dijadikan contoh di lingkungan UPI terkait manajerial Departemen yang dapat mensinergikan prodi-prodi yang ada di bawah nya. Sebagai wujud sinergitas dan soliditas, Departemen Pendidikan Geografi mengawali tahun akademik kali ini dengan melaksanakan kegiatan Mokaku secara bersama-sama mengkomandoi Prodi Pendidikan Geografi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) dan Sains Informasi Geografi (SaIG).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi yang Solid Berkarakter dan Berjiwa Geografi” tersebut, dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si dan Dr.rer.nat Nandi, M.T., M.Sc; Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si; para guru besar seperti Prof. Dr. Darsiharjo, M.S, Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si; dan jajaran dosen lainnya di lingkungan Departemen Pendidikan Geografi.

Acara yang berlangsung dari Pukul 10.00 – 12.00 WIB ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan oleh Agus mahasiswa Pendidikan Geografi. Seteleh dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang terdiri dari sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Geografi (HMG) Risnanda, Ketua Himpunan Prodi SPIG Muhammad Hakim Safrian, dan sambutan dari Ketua Departemen Dr. Ahmad Yani, para mahasiswa baru dan hadirin dihibur dengan kreasi seni angklung yang dipandu oleh Muhammad Ni’amulloh dari mahasiswa SPIG.

Kegiatan inti dari MOKAKU Departemen Pendidikan Geografi adalah perkenalan profil dari setiap prodi yang disampaikan oleh ketua prodinya masing-masing. Acara diakhiri oleh motivasi bagi mahasiswa baru yang disampiakan oleh Prof. Dr. Darsiharjo, M.S. Akhirnya, Selamat Datang Mahasiswa Baru Departemen Pendidikan Geografi 2018.

Ujian Sidang Yudisium SPIG

Selasa (28/08) sebanyak 20 orang mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) menempuh ujian sidang yudisium. Peserta ujian yang dilaksanakan di Gedung Muhammad Nu’man Somantri tersebut, terdiri dari 19 orang mahasiswa angkatan 2015 dan 1 orang mahasiswa angkatan 2014. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Dr. Agus Mulyana, M.Hum di Ruang 30 Lantai 5 bersama dengan peserta ujian dari prodi-prodi lainnya di FPIPS.

Setelah beberapa bulan terakhir menyelesaikan tugas akhir yang dibimbing satu orang dosen pembimbing, masing-masing peserta ujian sidang prodi SPIG mempertahankan karya ilmiahnya tersebut dihadapan  dua orang dosen penguji. Adapun mahasiswa peserta ujian sidang, judul tugas akhir, dosen pembimbing, dan dosen pengujinya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Ujian sidang yudisium di Prodi SPIG ditutup Pukul 15.00 WIB oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, M.Si. Penutupan yang dilaksanakan di Laboratorium SIG tersebut dihadiri oleh seluruh peserta dengan raut wajah yang jauh lebih santai dibandingkan ketika sebelum ujian. Ketua prodi menyampaikan selamat kepada peserta ujian dan menghimbau untuk segera menyelesaikan revisi dari para penguju. Pada keesmpatan yang sama ketua prodi menganjurkan kepada para peserta ujian untuk mengikuti sertifikasi profesi, sebagai bekal yang akan dibawa di dunia kerja nantinya. Tidak hanya itu “prodi akan memberikan subsidi bagi peserta yang bersedia mengikuti sertifikasi profesi tersebut”, tutup nya.

PPA D3 UPI 2018 Tahap ke 2

Program Studi D3 Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) kembali membuka Seleksi mahasiswa baru melalui Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) program studi jenjang diploma (D3) tahun ajaran 2018/2019.  Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) UPI dilaksanakan untuk memfasilitasi bagi calon mahasiswa yang belum lulus seleksi PPA Tahap 1 dan Seleksi Mandiri UPI dikarenakan tingginya tingkat persaingan pada program studi yang diinginkan.

Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran dibuka tanggal 20 – 23 Agustus 2018

Persyaratan Umum

Calon mahasiswa lulusan SMA/SMK/MA/Paket C harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

  • Lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2018, 2017, dan 2016.
  • Peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di program studinya.

Persyaratan Dokumen

  1. Fotocopy rapot semester 1,2,3,4,5 yang telah dilegalisir
  2. Surat rekomendasi kepala sekolah
  3. Surat keterangan kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit pemerintahan
  4. Fotocopy sertifikat atau piagam yang relevan dan telah dilegalisasi oleh kepala sekolah bagi yang memiliki
  5. Surat pernyataan dari orang tua atau wali

Untuk persyaratan nomor 2 dan 5, contoh terdapat pada file berikut  Pedoman-D3-Tahun-2018-Fix

Mekanisme Pendaftaran

  1. Berkas pendaftaran dokumen dikirim langsung ke Gedung FPIPS Lantai 2 Ruang Prodi SPIG atau melalui email spig_fpips@upi.edu
  2. Untuk pengiriman via email, kumpulkan seluruh berkas persyaratan dokumen dalam 1 folder. Apabila sudah dalam 1 folder, dapat dikirimkan ke email spig_fpips@upi.edu. Pengumpulan berkas via email yang dilakukan secara terpisah (tercecer) tidak akan diterima.
  3. Berkas asli wajib dibawa saat registrasi apabila lolos seleksi.

Adapun CP yang dapat dihubungi yaitu 081321814180 (Anang, WA Only), 08997776174 (Riki Ridwana, WA Only), 083821563275 (Muhammad Abia, WA Only)

Workshop Penyusunan Borang SPIG

Rabu (15/08) Ketua Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG) Dr. Iwan Setiawan, M.Si mengkoordinir tim penyusunan borang dalam rangka menghadapi Audit Mutu Internal (AMI). Tim kecil penyusunan borang terdiri Arif Ismail, M.Si; Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc; Muhammad Ihsan, M.T; Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc; Anang Abdu Rohim, S.Kom; dan Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd.

Workshop penyusunan borang yang dilaksanakan dari Pukul 09.30 – 15.00 WIB tersebut, menyisir berbagai standar yang harus dilengkapi sebagai representasi aktual kondisi Prodi SPIG. Meskipun sampai dengan berakhirnya workshop ini borang masih jauh dari kata rampung, namun workshop yang bertempat di Laboratorium SPIG tersebut menghasilkan  pemetaan data yang mesti dikumpulkan dan insya Allah akan dilanjutkan kembali pada workshop berikutnya.