KEMAH KERJA 2019

Penulis : Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)

Program studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2017, Telah melaksanakan “Kemah Kerja”. Kemah kerja adalah mata kuliah yang mahasiswa kontrak pada semester 5, yang dimana proses pengaplikasian teori dan konsep yang di dapat pada perkuliahan sebelumnya yang di praktikan langsung ke lapangan sehingga menjadi data yang berguna bagi masyarakat.  Maksud dari kemah kerja kali ini adalah untuk menyediakan data dan informasi mengenai kebencanaan tsunami dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur evakuasi bencana tsunami. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan kemah kerja  pada tanggal 26 November sampai dengan  05 Desember 2019, Yang bertemakan “Pemetaan Resiko Bencana Tsunami”. Lokasi kerja yang dipilih yaitu di Kabupaten Pangandaran, yang mencangkup 2 Kecamatan yaitu kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang didalamnya terdapat 6 desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan. Kenapa kami memilih wilayah tersebut karena wilayah tersebut berada di pesisir pantai yang sesuai dengan tema yang kami buat, selain itu juga diwilayah tersebut minimya data karena wilayah tersebut merupakan kabupaten baru.

Mahasiswa/I yang ikut dalam Kemah kerja 2019, berjumlah 66 Orang. Yang di bagi menjadi 6 Kelompok kerja yang tersebar di setiap desa untuk wilayah kerjanya. Dengan dosen pembimbing berjumlah 6 orang yaitu : Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Drs. Jupri, MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Muhammad Ihsan, ST., MT, Shafira Himayah S.Pd., M.Sc. Setiap kelompok menghasilkan data dari survey social dan ekonomi, pengukuran terestis, pengukuran fotogrametri, dan pengukuran geolistrik. Diantaranya :

Pertama, Peta Resiko Bencana dan Jalur Evakuasi yang dimana datanya dari Peta Ancaman / Bahaya, Peta Kerentanan dan Peta Kapasitas. Yang dimana peta kapasitas diperoleh dari data citra Quickbird dari BIG dan Citra Spot 6 dan 7 dari LAPAN, sedangkan Peta Kerentanan dan Kapasitas di dapatkan dari Survei Sosial dan Ekonomi dari lapangan. Fungsi dari peta tersebut berguna untuk jalur evakuasi bencana yang diperlukan untuk mengurangi jumlah kerugian ekonomi dan jumlah korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami di Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih tersebut.

Kedua, Pengukuran Terestis yang dimana wilayah kerja yang kami pilih untuk pengukuran terestis seperti sekolah, kantor pemerintahan atau juga icon terpenting di wilayah kerja tiap kelompok tersebut, yang nantinya data tersebut bermanfaat untuk wilayah yang telah diukur dengan resolusi tinggi tersebut, sebagai denah lokasi.

Ketiga, Pengukuran fotogrametri yang dimana wilayah pengukuran Foto Udara juga sama dengan pengukuran terestis namun data yang dihasilkan berupa data orthophoto. Data yang dihasilkan dapat bermanfaat sebagai petunjuk lokasi.

Keempat, Pengukuran Geolistrik, Peta berupa resistivity gambaran permukaan tanah atau gambaran lempengan kedalaman resistivitynya persebaran titiknya berjumlah 9 titik yang tersebar di wilayah tersebut. Data dari geolistrik tersebut berguna untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga pertemuan air asin dan air tanah di daerah tersebut.

Pelaksanaan Kemah Kerja tahun 2019 sukses terlaksana atas bantuan dan kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang terkait. Tidak lupa ucapan terimakasih untuk Badan Informasi Geospasial [BIG] yang telah menyediakan data Citra Quickbird, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah menyediakan Citra Spot 6 dan Spot 7, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah membantu penyediaan data di lapangan, Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) yang telah memberikan izin kegiatan, Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang telah memberi izin kegiatan dan juga Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan yang telah memberikan izin kegiatan untuk melakukan kegiatan kemah kerja.

Praktikum Lapangan Penginderaan Jauh 2

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 18 orang melakukan praktikum lapangan Penginderaan Jauh 2 dengan didampingi oleh 2 dosen yaitu Prof. Dr. H. Dede Sugandi, M.Si dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Daerah yang dikunjungi yaitu Kota Semarang dengan kajian diantaranya :

1. Survei Tanah

Survei tanah merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membedakan tanah satu dengan yang lain kemudian disajikan dalam berbagai peta. Pada praktikum Pengindraan Jauh kali ini kelompok 3 mendapatkan wilayah kajian mengenai metode remote sensing  for soil survey yang petanya sudah dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan ground check. Setelah melakukan proses pembuatan peta praktikum mendapatkan sebaran titik sample sebanyak 13 titik yang menyebar di setiap penggunaan lahan yang berbeda. Dari 13 titik  tersebut setiap praktikan pada kelompok 3 mendapatkan sebaran titik masing masing 2-3 titik. Adapun pada setiap titik  jenis tanah yang berbeda yaitu:

  • Pada kecamatan Gunung Pati dengan koordinat 07°05’46” LS 110°22’54.3” BT dan 07°05’15,4” LS 110°21’53,4” BT berjenis tanah yang sama yaitu Latosol dengan tekstur tanah lempung berpasir dan berwarna coklat.
  • Pada kecamatan Mijen dengan koordinat 07°05’8,1” LS 110°18’38,4” BT (Titik 9) dan 07°05’36,7” LS 110°20’0,8” BT (Titik 10) berjenis tanah yang sama yaitu litosol dengan tekstur tanah lempung berdebu tidak lengket dan berwarna coklat.
  • Adapun jenis tanah yang sama pula tetapi pada kecamatan yang berbeda yaitu Banyu Manik, Gajah Mungkur, Gunung Pati, Pedurungan, Gayamsari dan Ngalian. Tetapi di sample yang diambil berada di dekat sungai dan jenis tanahnya yaitu alluvial yang bertekstur lempung liat berana coklat.

2. Perubahan Penggunaan Lahan

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Hasil Ground check yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu Landuse Change dengan wilayah kajian Kota Semarang. Kajian tersebut dilakukan dengan perbandingan perubahan penggunaan lahan dari citra landsat 8 pada tahun 2013 dan 2019 selain itu dilakukan uji akurasi untuk setiap titik plot. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari minggu, 8 desember 2019 didapat beberapa titik sempel antara lain:

  • Titik koordinat X: 439073 Y: 9227948 di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman tidak teratur yang didominasi area perdagangan.
  • Titik koordinat X: 437138 Y: 9230347 di Desa TJ mas Kecamatan Semarang utara terjadi perubahan lahan yaitu area persawahan berubah menjadi danau.
  • Titik koordinat X: 442529 Y: 9217597 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu hutan.
  • Titik koordinat X: 442518 Y: 9218838 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang terjadi perubahan lahan yaitu lahan kosong menjadi pemukiman teratur.
  • Titik koordinat X: 438753 Y: 924568 data pada citra menunjujan perubahan penggunaan lahan yaitu persawahan menjadi area tambak, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429597 Y: 9228334 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu p area tambak menjadi lahan terbuka, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429490 Y: 9229177 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi tambak,
  • Titik koordinat X: 430369 Y: 9228037 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi rawa
  • Titik koordinat S: -7o01’08’; E: 110o 23’59’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong
  • Titik koordinat S: -7o01’56’’; E: 110o 24’23’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi
  • Titik koordinat S: -7o01’55’’; E: 110o 24’01’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu kebun binatang menjadi hutan
  • Titik koordinat S: -7o03’25’’; E: 110o 23’55’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman
  • Titik koordinat S: -7o03’32’’; E: 110o 24’08’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi

3. Kerapatan Vegetasi

Kelompok dua, mengkaji tentang kerapatan vegetasi yang ada di kota semarang. Dengan kelasnya yang terbagi menjadi 3 yaitu kelas rendah, sedang , dan tinggi.

  • Kelas Rendah

Terdiri dari 2 observer yaitu Arief Muhammad Farhan, Moch. Rama Primadhani dan Kembara Raki. Mengecek dilapangan apakah sama dengan citra yang sebelumnya telah di plot dengan mengamati 5 titik sampel dalam kelas rendah. Dan ada beberapa data yang harus diambil diantaranya, foto menggunakan fitur fish eye ke semua arah mata angin, dan pemotretan kanopi pohon dengan gaya 180 derajat.

Dalam pengecekan di lapangannya, terdapat beberapa kendala. Diantaranya adalah tidak sesuai titik plot dengan kenyataan, maksudnya, ketika dalam citra menunjukan titik plot tersebut merupakan vegetasi dengan klasifikasi rendah, tapi pada kenyataannya adalah pemukiman. Mungkin itu semua karena kesalahan dari akurasi gps dan pengolahan data sebelumnya.

  • Kelas Sedang

Terdiri dari 2 observer yaitu Alvin Dwi Indrawan dan Risma Dwi Hartanti. Mungkin dalam pengambilan datanya sama saja dengan kelas sebelumnya. Untuk kelas sedang sendiri mentargetkan 5 titik sampel dan berhasil mengambil semua titik sampel tersebut.

  • Kelas Tinggi

Terdiri dari 2 observer yaitu Rahman Fachrurroji dan Miftah Kurnia Ayu. Untuk kelas tinggi sendiri sebelumnya mentargetkan 5 titik sampel dan hanya bisa mengumpulkan data sebanyak 2 titik sampel. Hampir sama dengan kelas-kelas sebelumnya yang dimana ada beberapa titik plot di citra yang tidak sama di lapangan.

Diatas merupakan pengambilan foto meggunakan perangkat lunak kanopi cover yang ada di android. Di dalamnya terdapat seberapa besar kanopi tersebut dapat menahan air, dan koordinat dalam pengambilan foto tersebut.

Dengan titik plot/sampel sebagai berikut :

Titik X Y Elevasi
1 110’ 25’ 51,6’ 07’ 00’ 51,4’ 87,5 m
2 110’ 25’ 17,5’ 07’ 00’ 15.3 72,8 m

Gambar di atas merupakan objek dari masing-masing kajian yang sebagian besar kajian tersebut menguji akurasi citra dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian tentang Survei Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan, dan Kerapatan Vegetasi.

Praktikum Kerangka Dasar Horizontal

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Selasa, 10 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 37 orang melakukan praktikum lapangan pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dengan didampingi oleh 3 asisten dosen yaitu Wildan Maolana Barok, Giansyah Ramdani dan Deni Aulia Rahman. Dalam 37 orang dibagi kelompok menjadi 5 bagian, tiap masing-masing kelompok mendapatkan lokasi pengukuran yang berbeda. Kelompok 3 berada di lokasi mengelilingi gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal

            Kerangka dasar horizontal merupakan  kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horizontalnya berupa koordinat pada bidang datar (X,Y). Alat yang digunakan untuk mengukur yaitu ETS, Prisma, Statif, Pita Ukur.

Bagian-bagian dari pengukuran kerangka dasar horizontal ialah:

  • Metode Poligon
  • Metode Triangulasi
  • Metode Trilaterasi
  • Metode Pengikatan ke muka
  • Metode Pengikatan ke belakang cara Collins dan Cassini

Yang dilaksanakan praktikum kerangka dasar horizontal ini menggunakan metode pengukuran poligon. Pengukuran dan Pemetaan Poligon merupakan salah satu pengukuran dan pemetaan kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran. Di dalam metode pengukuran poligon harus menentukan titik acuan/benchmark (BM). Titik acuan kelompok 3 terdiri atas BM03, BM10, BM09, BM08, BM07, BM04.

Data Pengukuran Sudut dan Jarak yang diperoleh kelompok 3 yaitu:

Sudut

  • Azimuth = 245°49’32,7”
  • BM03 = 303°20’3,76”
  • BM10 = 238°45’33,3”
  • BM09 = 203°32’54”
  • BM08 = 124°48’35,5”
  • BM07 = 34°13’46,51”

Jarak

  • BM03 = 45, 6086m
  • BM10 = 68,0442m
  • BM09 = 68,0412m
  • BM08 = 62,5582m
  • BM07 = 69,5682m
  • BM04 = 75,109m

Koordinat awal :

X = 786567,867m

Y = 9240908,626m

Demikian kajian diatas merupakan hasil pengukuran dan pengolahan data dari kelompok 3. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian data tentang konsep pengukuran Kerangka Dasar Horizontal.

Kunjungan Prodi SPIG ke BPBD dan BAPPEDA Kabupaten Pangandaran

Penulis : Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si

Pada tanggal 8 November 2019, Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kunjungan kelembagaan dengan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pangandaran. Tujuannya adalah membangun komunikasi dengan lembaga tersebut untuk melihat peluang-peluang kemitraan yang dapat dilakukan dengan Prodi SPIG. Ketua Prodi SPIG yang dipimpin oleh Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si menyampaikan maksud kedatangan dan memberikan penjelasan singkat tentang profil Prodi SPIG. Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. Nana Ruhena, M.M.  menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya dan memberikan penjelasan tentang kondisi kebencanaan di Kabupaten Pangandaran. Beberapa point penting lainnya yang dibicarakan adalah:

  1. Potensi bencana yang umumnya ditemui di kabupaten pangandaran adalah gempa, tsunami, banjir dan longsor.
  2. Di tengah keterbatasan sumberdaya yang ada, BPBD Kabupaten Pangandaran telah memiliki sejumlah kemajuan, diantaranya adanya alat deteksi dini tsunami, alat pemantauan bencana dan lain-lain.
  3. Sumberdaya Manusia di BPBD Pangandaran terus sedang terus ditingkatkan kualitasnya di tengah keterbatasan yang ada. Adanya kunjungan dari SPIG UPI diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mereka. Karena itu, jika memungkinkan staff BPBD ikut belajar pemanfaatan teknologi survey dan teknologi geospasial.
  4. BPBD siap mendukung kegiatan-kegiatan prodi SPIG yang pelaksanaannya di Kabupaten Pangandaran.
  5. SPIG diharapkan dapat membantu penyediaan data dan informasi tentang wilayah Pangandaran, khususnya masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selanjutnya, Prodi SPIG juga melakukan kunjungan ke BAPPEDA Kabupaten Pangandaran.  Seperti halnya dengan BPBD, Ketua Prodi SPIG menyampaikan maksud kunjungan dan menjelaskan secara singkat profil Prodi SPIG. Kepala BAPPEDA yang diwakili oleh Kabid Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Pangandaran  Bapak Maman menyatakan bahwa lembaganya masih memiliki kelemahan dari sisi SDM dan ketersediaan data masih terbatas. Hal ini terjadi karena kabupaten Pangandaran belum lama berdiri, tentunya BAPPEDA Pangandaraan juga belum lama terbentuk. Karena itu, ke depan diharapkan SPIG dapat menungkatkan kompetensi staff BAPPEDA dalam bidang teknologi geospasial melalui sejumlah pelatihan. Data spasial juga masih terbatas terutama menyangkutjaringan jalan yang lengkap, irigasi, drainase dan peta desa. Ketua Prodi SPIG menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam meningkatkan SDM dan menyediakan data yang dibutuhkan. Karena itu, ke depan akan diupayakan adanya nota kesepahaman atau MoU antara SPIG dan BAPPEDA Pangandaran.

UPI Student Achievement Award 2019

Penulis : Tiara Azhura

Pada hari Kamis, tanggal 28 November 2019, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengadakan acara yang berjudul UPI Student Achievement Award 2019 yang bertempat pada Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi No. 229.  Acara ini merupakan penyerahan penghargaan bagi mahasiswa-mahasiswa UPI yang telah mengharumkan nama UPI dengan penghargaan-penghargaan yang di menangkan dari berbagai lomba tingkat regional, nasional dan internasional dan tidak lupa tentu saja penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi 2019.

Acara dimulai pada pukul 08.00 wib dengan mengucap basmallah bersama-sama lalu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yaitu Dr. M. Solehuddin, M.Pd, M.A mengatakan agar mahasiswa kedepannya bisa lebih maju dan tetap semangat dalam menambah ilmu, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang non-akademik. Selanjutnya kata sambutan dari Rektor UPI yaitu Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si mengatakan agar tidak hanya mahasiswa saja yang diberi penghargaan melainkan para pembimbingnya pun diberikan penghargaan di acara selanjutnya.

Pemberian penghargaan pertama diberikan kepada Mahasiswa Berprestasi 2019, tidak hanya untuk sarjana, tentu saja diploma pun turut andil dalam pemberian penghargaan tersebut, dan mahasiswa Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) atas nama Tiara Azhura (1607008) menjadi finalis mahasiswa berprestasi tingkat universitas jenjang D3. Penganugrahan pun diberikan secara langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Bandung. Acara pun dilanjut dengan pembacaan mahasiswa yang berprestasi pada tingkat regional, nasional dan internasional. Tidak hanya itu, acara pun dihibur dengan tarian tradisional dan penyanyi yang diundang kedalam acara tersebut yang membuat acara semakin meriah.

Dengan adanya UPI Student Achievement Award ini diharapkan bahwa mahasiswa SPIG dapat termotivasi  untuk bisa menjadi mahasiswa unggulan dan bisa mengharumkan nama Prodi SPIG dan UPI.

Praktikum Lapangan Kartografi Angkatan 2019

Penulis : Salma Nurfadillah (SPIG, 1902411)

Pada hari Kamis, 28 November 2019 mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2019 melaksanakan praktikum Kartografi dengan jumlah mahasiswa 74 orang dan praktikum ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Kartografi yaitu Prof. Dr. Dede Sugandi, M.Si. dan  Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc Tempat yang digunakan untuk praktikum Kartografi yaitu Pasirangling Suntenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391

Kartografi merupakan ilmu, teknik, dan seni dalam membuat dan membaca peta. Peta merupakan gambaran sebagian atau keseluruhan muka bumi dalam bidang datar yang diperkecil menggunakan skala, menggunakan proyeksi tertentu, dan menampilkannya dalam berbagai macam simbol. Inti dari pratikum ini yaitu melakukan orientasi medan dan mengukur kemiringan lereng di lapangan.

Sebelum melaksanakan pratikum mahasiswa diberi materi oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Untuk orientasi medan metode yang digunakan adalah metode reseksi yaitu  merupakan sebuah cara untuk menentukan posisi atau objek yang belum diketahui posisinya di dalam peta dengan berpatokan terhadap dua atau lebih tanda medan yang sudah dikenali. Selain itu, mahasiswa diberikan penjelasan tentang kemiringan lereng serta  melakukan pengukuran kemiringan lereng dengan menggunakan Klinometer.

Tujuan dilaksanakannya praktikum lapangan ini secara umum adalah mengaplikasikan pemahaman yang telah diperoleh di dalam kelas. Adapun secara lebih khususnya adalah sebagai berikut:

  1. Mampu membaca peta umum dan tematik.
  2. Mampu menentukan lokasi dirinya di lapangan pada peta.
  3. Mampu menunjukkan lokasi objek yang ada di lapangan pada peta.
  4. Mampu menginterpretasi objek yang ada di lapangan disingkronkan dengan peta.
  5. Mampu menguji kemiringan lereng pada peta dengan yang sebenarnya di lapangan.

 

Setelah diberi materi serta penjelasan bagaimana tata cara praktikum dan pengolahannya, mahasiswa pun diminta untuk mulai melakukan pratikum dan mengolah data per kelompok. Setiap kelompok berjumlah 5-6 orang dengan jumlah kelompok sebanyak 14 yang terdiri dari mahasiswa Survei Pemetaan dan Informasi Geografis 2019.

Dengan diadakannya praktikum ini diharapkan mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2019 dapat membaca peta umum dan tematik, mahasiswa mampu menentukan lokasi dirinya di lapangan pada peta dengan metode reseksi, mahasiswa mampu menunjukkan lokasi objek yang ada di lapangan pada peta, mahasiswa mampu menginterpretasi objek yang ada di lapangan disingkronkan dengan peta, mahasiswa mampu menguji kemiringan lereng pada peta dengan yang sebenarnya di lapangan dan  dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh.

Kegiatan Orientasi Mahasiswa Pendidikan Adaptasi dan Sosialisasi 2019

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG,1808437)

Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) telah selesai melaksanakan salah satu acara besar yaitu Kegiatan Orientasi Mahasiswa Pendidikan Adaptasi dan Sosialisasi (KOMPAS) yang di laksanakan pada hari Sabtu-Minggu tanggal 23-24 November 2019 yang bertempat di Ranca Upas, Ciwidey. Peserta KOMPAS tahun ini yaitu Mahasiswa Baru angkatan 2019 yang berjumlah 64 orang. KOMPAS sendiri merupakan puncak dari proses Kaderisasi yang dimana di KOMPAS itu sendiri mahasiswa baru diuji dalam hal mental maupun fisik dan juga mahasiswa baru diharuskan menerapkan apa saja yang sudah mereka dapat selama proses Kaderisasi.


Kegiatan di mulai dengan pengumpulan peserta (Mahasiswa baru angkatan 2019) pada pukul 03.30 di gedung FPEB lama, setelah pengumpulan peserta di arahkan ke Al-Furqon untuk melakukan sholat subuh berjamaah, setelah itu dilakukan pengecekan logistik untuk memastikan para peserta membawa barang barang yang sudah di berikan, lalu di lanjut dengan apel pembukaan KOMPAS dan setelah itu para peserta di kondisikan untuk pemberangkatan menuju lokasi dengan menggunakan bekang.

Peserta di turunkan di titik drop, dimana dari titik drop menuju lokasi KOMPAS peserta diharuskan melakukan longmarch yang berjarak 1,5 km, longmarch ini dilakukan untuk melatih fisik mereka karena seorang surveyor harus memiliki fisik yang kuat. Setelah sampai peserta disambut dengan pos review Pra KOMPAS, di pos ini peserta haruskan mempraktekkan tentang apa saja yang sudah mereka dapat saat Pra KOMPAS, mulai dari manajemen packing, pembuatan bivak, dan navigasi darat.

Pada siang hari peserta mendapatkan pematerian dari Muhammad Ihsan S.T., M,T, dan Riki Ridwana S.Pd., M.Sc dan setelah pematerian dilanjut dengan games lomba centring perkelompok, hingga menjelang maghrib acara dilanjut dengan dakwah dan tilwah Qur’an. Pada malam hari turut hadir juga ketua prodi Dr. Iwan Setiawan S.Pd., M.Si dan juga Alumni SPIG.

Di malam hari para peserta melakukan pos to pos yang dimana terdapat 5 pos diantaranya:

  1. Pos kejujuran dalam menyampaikan kebenaran
  2. Pos tanggung jawab terhadap organisasi
  3. Pos loyalitas terhadap organisasi
  4. Pos militansi dan solidaritas
  5. Pos cooling down

Setiap pos memiliki makna dan manfaat bagi para peserta dan juga sebagai bekal saat mereka menjabat sebagai pengurus HMP SPIG. Setelah kegiatan pos to pos selesai maka dilakukan penyematan syal yang dimana penyematan ini sebagai tanda bahwa mereka telah selesai melakukan proses kaderisasi dan diterimanya mereka di Keluarga Besar HMP SPIG.

Dengan terlaksananya KOMPAS ini maka berakhirlah sudah proses kaderisasi mahasiswa baru angkatan 2019, semoga banyak manfaat yang dapat mereka petik selama masa kaderisasi dan juga semoga mereka dapat menjadi regenerasi HMP SPIG yang bertanggung jawab dan membawa nama HMP SPIG semakin melambung tinggi.

Selamat Datang di Keluarga Besar HMP SPIG.

Praktikum Mahasiswa SPIG ke LAPAN dan BPN Jakarta

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG,1808606)

Pada hari Rabu, 20 November 2019 mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 melakukan praktikum Sains Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 100 orang dan praktikum ini didampingi oleh dosen yaitu Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, dan Shafira Himayah, S.Pd., M.sC. Tempat yang dikujungi yaitu LAPAN dan BPN Pusat.

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) terletak di dua tempat yaitu Jakarta dan Pare-Pare Sulawesi Selatan. LAPAN ini bertugas untuk menerima, memproses, dan mendistribusikan data Penginderaan Jauh.

Pematerian tentang LAPAN ini disampaikan oleh Dr. Rahmat Arif yang menjelaskan tentang:

  1. Sistem akusisi, perolehan data penginderaan jauh melalui stasiun bumi yang diterima seperti data radar data optis kemudian diolah lalu di transfer ke bank data yang ada dan disebarkan kepada pengguna.
  2. Pengembangan sistem pemantauan nasional (SPBN), pemanfaatan dan diseminasi informasi penginderaan jauh (darat, pesisir laut, kebencanaan).
  3. Satelit penginderan jauh sangat penting karena cakupannya luas, perolehannya konsisten, datanya near-re time, dan biayanya relatif murah.

Setelah dari LAPAN, kami mengunjungi BPN (Badan Pertanahan Nasional). Adapun pemateriannya adalah:

  1. Direktorat penggunaan hasil tanah dan direktorat pengendaliian tata ruang.
  2. 3 aspek BPN: persiapan peta tanah, pemberian hak, pengalihan tanah atau akusisi kapling tanah
  3. Pengerjaan BPN yaitu, pemantaun terhadap sawah seperti pengukuran.

Dengan adanya pengunjungan ke lembaga ini, diharapkan mahasiswa tertarik untuk bekerja di lembaga tersebut dan bisa memahami tentang materi yang telah disampaikan oleh lembaga tersebut.

Kunjungan Mahasiswa SPIG Angkatan 2018 ke BMKG Bandung

Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (NIM: 1801742)

Pada tanggal 31 Oktober 2019, Mahasiswa Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) angkatan 2018 melakukan kunjungan ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung tepatnya di jalan Cemara No 66, Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ke BMKG ini untuk mendapatkan pemahaman langsung dari instansi terkait mata kuliah Meteorologi yang sedang dipelajari mahasiswa SPIG angkatan 2018 di semester ini. Kunjungan ini juga didampingi oleh dosen mata kuliah Meteorologi yaitu Bapak Arif Ismail, S.Si.,M.Si.

Banyak sekali ilmu baru yang didapat dalam kunjungan ini, di bidang Meteorologi mahasiswa mendapatkan pengetahuan dengan melihat alat-alat ukur meteorologi dan mem-praktekkannya secara langsung disana. Alat ukur tersebut antara lain yaitu:

  1. Thermohigrograph (mengukur dan merekam suhu udara dan kelembapan relatif)
  2. Piche Evaporimeter (mengukur penguapan relatif)
  3. Barograph (merekam perubahan tekanan udara)
  4. Barometer Air Raksa (mengukur tekanan yang dihasilkan dari berat massa udara pada suatu titik)
  5. Termometer Apung (menunjukan suhu dari permukaan air)
  6. Panci Penguapan Terbuka (mengukur penguapan)
  7. Penakar Hujan Otomatis (menghitung besar jumlah curah hujan secara otomatis)
  8. Penakar Hujan Tipe Heilman (penakar hujan yang dapat merekam intensitas hujan dengan sendirinya, semi otomatis)
  9. Penakar Hujan Observatorium (penakar hujan yang tidak dapat merekam, penakar hujan Obs)
  10. Sunshine Recorder (mengukur intensitas penyinaran matahari)
  11. Termometer Minimum (menunjukan suhu udara terendah dalam satu hari)
  12. Termometer (Termometer Bola Kering, Basah, dan Termometer Maksimum)
  13. Cup Counter Anemometer (menunjukan jumlah total perputaran angin dalam suatu periode pengamatan)
  14. Anemometer (mengukur arah dan kecepatan angin dalam satuan mil/jam)
  15. Automatic Weather System (Kumpulan alat meteorologi yang bekerja secara otomatis)

Selain melihat instrument Meteorologi, Mahasiswa diajak ke Stasiun Geofisika. Di Stasiun geofisika, mahasiswa bisa melihat bagaimana gempabumi dapat terekam dan bagaimana stasiun geofisika menyebarkan beritanya ke masyarakat. Uniknya, saat kunjungan ini, stasiun geofisika merekam gempabumi tektonik berkekuatan M=4.8 yang mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawabarat pada pukul 08:56:12. Sehingga, mahasiswa dapat melihat secara langsung seberapa cepatnya stasiun geofisika merekam dan memberikan informasinya kepada masyarakat.

Dengan diadakannya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan pengetahuan di instansi BMKG Bandung yang tidak didapatkan dikelas. Dan semoga dapat menjadi ajang silaturahmi antara Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dengan instansi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandung.

WORKSHOP “Penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), Dalam Rangka Persiapan Akreditasi BAN-PT Prodi SPIG”

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pelaksanaan Workshop “Penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), Dalam Rangka Persiapan Akreditasi BAN-PT Prodi SPIG” dilaksanakan 2 hari, yaitu pada tanggal 19-20 Oktob9er 2019 di Hotel Santika Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 dosen diantaranya Prof. Dr. Dede Sugandi, Prof. Dr. Darsiharjo, MS, Prof. Dr. Enok Maryani, MS, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Dr. Ahmad Yani, M.Si, Drs. Jupri, MT, Ir. Yakub Malik, M.Pd, Bagja Waluya, M.Pd, Nanin Trianawati Sugito, ST., MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Muhammad Ihsan, ST., MT, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Totok Doyo Pamungkas, S.Si., M.Eng, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. 1 staff dosen yaitu Anang Abdu Rohim, S.kom, dan 4 mahasiswi dari Prodi SPIG.

Acara pertama yaitu sambutan dari Ketua Prodi SPIG  Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, yang membahas tentang 2 target yaitu setiap dosen harus melengkapi RPS dan  mengupload dokumen akreditasi.

Kedua, sambutan dari Ketua Departemen Pendidikan Geografi Bapak Dr. Ahmad Yani, M.Si yang didalamnya memberi harapan agar :

  • akreditasi SPIG menjadi A.
  • di tingkat departemen melaksanakan pembinaan kepada mahasiswa,
  • penelitian program studi mekanismenya apa dan dari departemen akan di kontrol.

Lalu pembacaan doa dari Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.

Selanjutnya adalah penyusunan LKPS yang disampaikan oleh Ketua Prodi SPIG dan memberitahukan untuk akreditasi harus disiapkan:

  1. LKPS (Laporan Kinerja Program Studi)
  2. LED (laporan evaluasi diri)

Pengisian penyusunan RPS ini untuk kebutuhan Borang Akreditasi BAN-PT yang dipimpin oleh Arif Ismail dan pengerjaan CV setiap masing-masing dosen.

Diharapkan Prodi SPIG semakin lebih baik dan memiliki akreditas A dan mahasiswa nya pun menjadi mahasiswa yang berprestasi.