Depdik Geografi Membumikan Informasi Geospasial ke 184 Siswa SMA YWKA Bandung

Penulis: Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada hari Senin, 14 Oktober 2019 Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Geogafi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, dan Sains Informasi Geografi menerima kunjungan dari SMA YWKA (Yayasan Wanita Kereta Api) Bandung. Sebanyak 184 orang siswa dan 9 orang guru yang salah satunya alumni Depdik Geografi Neneng Fenti, M.Pd, disambut di Ruang Laboratorium SIG yang dibagi dalam 3 gelombang. Siswa yang hadir merupakan dari kelas XII MIPA dan XII IPS.

Acara yang bernuansa akademik ini dipandu oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, dan disambut langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si, Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si.

Siswa diperkenalkan bahwa di UPI terdapat 8 Fakultas, yang salah satunya Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dimana Depdik Geografi berada di dalamnya. Begitu juga disampaikan berbagai jenis jalur masuk mulai dari SNMPTN, SBMPTN, SM, serta yang unik adalah jalur PPA (Penjaringan Prestasi Akademik) yang hanya disediakan untuk para calon mahasiswa yang berminat masuk ke Prodi D3 SPIG yang akan dibuka sekitar bulan Februari – Maret.

Studi lapangan berbasis geospasial ini dmanfaatkan betul oleh dosen-dosen untuk membumikan informasi geospasial, dengan menyampaikan materi tentang:

  1. Survei Terestris, oleh Muhammad Ihsan, M.T
  2. Sistem Informasi Geografis, oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.sc, dan
  3. Penginderaan Jauh, oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc

Berbagai metode pemetaan disampaikan dengan lugas oleh para pemateri, baik dengan pengukuran di lapangan (survei terestris), memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Tingginya kebutuhan tenaga teknisi dan juga analis bidang informasi geospasial, meniscayakan luasnya prospek pekerjaan lulusan. Disampaikan oleh para pemateri bahwa kemampuan pemetaan menjadikan beberapa mahasiswa Depdik Geografi, sudah dapat membantu berbagai pekerjaan pemerintah maupun instansi swasta sejak masih di bangku kuliah.

Diharapkan dengan adanya kunjungan seperti ini semakin membuka wawasan siswa dalam memilih program studi yang prospektif.

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN: “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa dalam Era Persaingan Global”

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan Seminar Kewirausahaan yang bertemakan “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa dalam Era Persaingan Global”. Seminar tersebut disampaikan oleh Puji Hatmoko, S.Farm, Apt. seorang praktisi kewirausahaan (founder @Kangpujfarm). Kegiatan ini dimulai pukul 13.00-15.30 WIB, bertempat di Lab. SPIG. Acara ini diawali dengan pemyampaian pesan oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si dan dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Tidak lupa pula dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa SPIG angkatan 2019.

Kang Puji Hatmoko menyampaikan materi mengenai tips menjadi wirausaha yang sukses itu harus memiliki pola inovatif dan kreatif. Hal yang dimaksud inovatif itu tidak ada habisnya untuk membuat suatu hal yang baru, kemudian sifat kreatif itu harus benar-benar dipikirkan agar sesuatu yang kita ciptakan itu unik.  Ada poin-poin kesuksesan kewirausahaan dengan membuat perencanaan bisnis yaitu salah satunya Business Model Canvas diantaranya:

  1. Target pasar Aset
  2. Solusi Kegiatan utama
  3. Media komunikasi dan distribusi Supplier dan partner
  4. Tipe relasi dengan konsumen Metode pengeluaran infrastruktur
  5. Metode pemasukan
  6. Aset
  7. Kegiatan Utama
  8. Supplier dan partner
  9. Metode pengeluaran infrastruktur

Dan juga pemateri menyampaikan tentang Break Event Point (BEP) yang dikenal sebagai “balik modal” saat  pemasukan setara dengan pengeluaran waktu memulai bisnis, sedangkan payback period merupakan jangka waktu dimana kita mencapai BEP. Terdapat untung dan rugi dalam berbisinis, situasi inilah kita bisa tahu apakah bisnis yang kita jalani untung atau rugi dengan membuat tabel laba rugi.

Dalam melakukan business plan harus bisa menyelesaikan dari awal hingga akhir atau menyelesaikannya dari A-Z, ketika kita mempunyai mimpi dan orang-orang menertawakan kita jangan mudah menyerah dan terus menjadi orang yang memiliki sifat kreatif dan inovatif. “think globally, act locally”.

Paulo Coelho pernah berkata “Be brave, take risk. Nothing can substitute experience” yang artinya beranilah jangan takut salah dan berani mengambil risiko. Dan menjadikan pengalaman baru yang tidak tergantikan”.

Diharapkan dengan adanya seminar ini mahasiswa SPIG selain berprofesi sebagai surveyor tetapi juga bisa berwirausaha membuka lapangan kerja secara mandiri.

 

36 Mahasiswa SPIG Diwisuda, Teknisi Informasi Geospasial Indonesia Bertambah

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Pada tanggal 9 Oktober 2019 sebanyak 36 orang Mahasiswa/i Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) telah di wisuda, itu berarti mereka semua sudah menyelesaikan masa studi mereka di perkuliahan, lika-liku masa perkuliahan telah berhasil mereka lewati, perjuangan mereka tidak pernah sia-sia karena pada akhirnya mereka dapat menyelesaikannya dengan baik.

Penyambutan wisudawan SPIG ini dimeriahkan oleh 3 angkatan, yaitu 2017, 2018, dan 2019 dan ada beberapa alumni SPIG yang hadir dan turut memberikan selamat kepada wisudawan yang baru saja lulus.  Mereka menyambut sekaligus menjemput para wisudawan di Gymnasium yang selanjutnya di antarkan ke fakultas, di perjalanan dari Gymansium menuju fakultas para mahasiswa SPIG membuat semacam border untuk melindungi para wisudawan agar tidak terpisah dan sekaligus sebagai bentuk kekompakan mahasiswa SPIG.

Acara penyambutan wisudawan ini berlangsung meriah dan ramai. Semoga dengan telah lulusnya para Bung dan Kaka kita ini diharapkan mereka dapat membagikan dan mempergunakan ilmu yang mereka dapat selama masa perkuliahan dengan bijak, dan juga dapat berkontribusi terhadap kebutuhan teknisi informasi geospasial di Indonesia. Kepada Bung dan Kaka selamat menempuh kehidupan yang sesungguhnya.

Berikut daftar nama wisudawan Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (dengan gelar A.Md) :

  1. Farhan Rizki Komara
  2. Renal Taufik Fadilah
  3. Roh Belo Rogo Sucipto
  4. Yusni Fransisca
  5. Widya Rahmasari
  6. Ranza Nur Imam
  7. Herdin Hardinata
  8. Fariz Hibatul Wafi
  9. Indura Fitri Mahesa
  10. Tiara Azhura
  11. Noviarini Fauzah Nur
  12. Nurvikasari
  13. Maulana Dzulryan Asyifa Sunaryo
  14. Sevida Nur Handriani
  15. Nanda Eka Ummayya
  16. Muhammad Hafid
  17. M. Wiji Fakihudin
  18. Muetia Dwi Julianti
  19. Mochammad Zehan Septian
  20. Aswin Prasetya
  21. Azka Hamidan
  22. Singgih Herdian Pamungkas
  23. Sentra Sendana
  24. Yayang Rohila Widyawati
  25. Deden Kusmayadi
  26. Indiarto Moelyono
  27. Rivan Nugraha
  28. Ahmad Ni’amulloh
  29. Adam Rilo Pambudy
  30. Zulfatli Ardiansah
  31. Hilman Wijaya
  32. Alif Imam Pratama
  33. Adi Fadilah
  34. Aldy Agusfiansyah
  35. Rio Rudyanato
  36. Aditya Mastama Ekaputra Radian Sakti

Mahasiswa SPIG Melakukan Kegiatan Donor Darah

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 26 September 2019, Himpunan Mahasiswa Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) melakukan kegiatan donor darah dengan bertemakan “Pemuda Berani Berdonor”. Kami bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia).
Acara dimulai pada pukul 09.00 sampa 15.00 yang berlokasi di Laboraturium SPIG lantai 3 FPIPS UPI. Ada sekitar kurang lebih 110 pendonor yang berasal dari berbagai jurusan di UPI.

Manfaat dari donor darah yaitu:

  1. Menurunkan risiko terkena pernyakit jantung dan pembuluh darah.
  2. Menurunkan risiko kanker
  3. Membantu menurunkan berat badan.
  4. Mendeteksi penyakit serius.
  5. Membuat lebih sehat secara psikologis dan memperpanjang usia.

Adapun syarat untuk menjadi pendonor  yaitu:

  1. Umur minimal 17 tahun.
  2. Berat badan minimal 47 kg.
  3. Temperatur tubuh nomal.
  4. Denyut nadi antara 50-100 kali permenit.
  5. Tidak menderita penyakit hepatitis.
  6. Tidak mengalami penyakit darah.
  7.  Tidak begadang.

Dengan diadakannya kegiatan ini, semoga bisa membantu orang yang lagi membutuhkan, dan bagi yang mendonor semoga diberi kesehatan, dan juga tidak pernah lupa untuk lebih sering membantu sesama manusia.

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2019

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG,1808437)

Pada tanggal 24-25 September 2019 Himpunan Mahasiswa Prodi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) telah sukses melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) yang di selenggarakan di Gd.Gegeut Winda (PKM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kegiatan LKM ini dilaksanakan selama dua hari, pada hari pertama kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 hingga pukul 21.00 yang dimulai dengan acara pematerian hingga siang hari dan setelah ishoma dilanjut dengan simulasi debat selama kurang lebih 2 jam setengah dan setelah itu langsung dilanjut dengan simulasi sidang yang berlangsung hingga malam hari. Lalu setelah simulasi sidang selesai mahasiswa baru di pulangkan.

Pada hari kedua acara dimulai dari pukul 15.00 dan langsung melakukan konsolidasi bersama mahasiswa baru yang membahas tentang MoU kaderisasi, di acara konsolidasi tersebut mahasiswa baru di persilahkan menyampaikan pendapatnya tentang Mou kaderisasi, setelah konsolidasi selesai maka tuntutan-tuntutan yang mereka layangkan akan dibawa pada acara simulasi aksi nanti.

Dengan terlaksananya acara LKM ini diharapkan mahasiswa baru angkatan 2019 dapat memiliki jiwa-jiwa kepemimpinan yang tinggi serta pemikiran yang kritis dan juga diharapkan agar kelak nanti mahasiswa mahasiswa SPIG dapat menjadi sosok pemimpin yang cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi dimanapun itu berada.

Membuat Peta Tematik Desa Cibuluh untuk Mengabdi Pada Masyarakat

Penulis: Muhammad Fauzan F (NIM, 1801742)

Informasi Geospasial adalah informasi dan berbagai jenis data mengenai kenampakan bumi. Penyediaan informasi geospasial di berbagai desa di Indonesia belum merata, padahal informasi geospasial desa itu sangat diperlukan untuk perkembangan suatu desa. Inilah yang dilakukan Program Studi dan mahasiswa Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) angkatan 2016 pada 18 September 2019 di Desa Cibuluh Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang. Dengan tema penyusunan informasi geospasial tematik berbasis citra satelit resolusi tinggi untuk mendukung pengembangan kawasan pedesaan. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Camat Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang Drs. Aep Saepudin, S. dan Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si

Dalam rangka pengabdian pada masyarakat, mahasiswa SPIG angkatan 2016 mengajak warga desa untuk berperan aktif mengembangkan Desa Cibuluh agar menjadi desa wisata yang memiliki peta tematik dan dapat di explore oleh wisatawan. Tak hanya itu, warga desa pun mendapatkan ilmu dari Drs. Jupri, MT. tentang Potensi Sumber daya alam,  Prof. Dr. Dasiharjo, MS. tentang Peta Desa Sebagai Dasar Dalam Perencanaan Desa Wisata Cibuluh dan Arif Ismail S.Si., M.Si. yang dibantu mahasiswa SPIG 2016 tentang praktek identifikasi objek permukaan bumi pada citra satelit untuk mendapatkan informasi sumber daya.

Dalam kegiatan praktek identifikasi objek permukaan bumi pada citra satelit untuk mendapatkan informasi sumber daya. Mahasiswa SPIG melibatkan Warga Desa Cibuluh untuk ikut serta mengidentifikasi informasi sumber daya yang ada di desanya. Dari mulai batas dusun, sarana prasarana sampai hidrologi atau sumber mata air dan sungainya. Karena masyarakatlah yang paling tahu potensi desa. Output kegiatan ini warga desa mampu  mengidentifikasi objek pemetaan dan mampu mengidentikasi persebaran objek dari citra pengindraan jauh. Karena informasi ini sangat berpengaruh untuk.

  1. Dokumentasi keadaan sekarang dan yang akan datang
  2. Untuk mempermudah perencanaan tata guna lahan, area yang dilindungi dan pengembangan lokal
  3. Untuk bahan berkomunikasi masyarakat dengan pihak luar

Membangun desa wisata bukan hanya tentang pemandangan indah saja, tapi harus diperhatikan alam, budaya dan kreatifitasnya. Desa wisata Cibuluh ini memiliki banyak festival seperti festival 7 sungai, usum kolencer dll. ”Desa wisata itu sederhana, tapi potensi yang banyak tadi gaada gunanya jika tidak dipetakan, agar mempermudah para wisatawan saat berwisata dan mempromosikan desa.” kata Prof. Dr. Dasiharjo, MS. dalam pemateriannya.

Diharapkan dari pengabdian pada masyarakat ini dan hasil dari kemah kerja ini nantinya akan menghasilkan peta tematik Desa Wisata Cibuluh yang menjadi informasi atau modal dalam pengembangan desa wisata Cibuluh Kecamatan Tanjung Siang Kabupaten Subang.

EMINENCE LECTURE: “TANTANGAN DAN PROSPEK PEKERJAAN SURVEYOR DI INDONESIA PADA ERA INDUSTRI 4.0”

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada hari Kamis, 12 September 2019, Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (Prodi SPIG) melakukan kegiatan kuliah umum yang pesertanya mencakup mahasiswa angkatan 2017, 2018, dan 2019, dan mahasiswa dari Pendidikan Geografi dan Sains Informasi Geografis (SAIG). Narasumber dari kuliah umum ini yaitu Ir. Harto Widodo selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) Pusat.

Kegiatan kuliah umum ini resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd. Dan dihadiri juga oleh Ketua Departemen Dr. Ahmad Yani, M.Si, Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, M.Si serta jajaran dosen Departemen Pendidikan Geografi

Selanjutnya penyampaian materi oleh Sekjen ISI dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Narasumber memberikan materi luar biasa meliputi:
1. Mega Trend Global
2. Alat Sensor
3. Manajemen Aset
4. Pertahanan
5. Geospasial
6. Profesi

Selain itu narasumber pun menjelaskan tentang surveyor sebagai profesi, yaitu :
1. Tantangan Era Disrupsi -> perlu diferesiasi, untuk terus bertahan perlu diferesiasi (berbeda/spesial) agar keberadaannya tetap diperlukan publik.
2. Pemberlakuan MRA->ARS->Harus Profesional
Setiap surveyor lokal yang bekerja sama dengan ARS yang akan menanggung resiko atau jaminan pekerjaan
3. Resiko Profesi->Profesi tuntutan hukum->etika pofesi
Semakin pandai masyarakat, semakin terbuka informasi, pelayanan publik semakin rentan terhadap pengaduan, tak terkecuali surveyor.
4. Teknologi cepat berkembang->perlu adaptasi
Untuk tetap bertahan di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat, harus beradaptasi dengan cepat.

Dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa bukan hanya tahu mengenai tantangan dan prospek pekerjaan surveyor di Indonesia, lebih dari itu tercerahkan terkait kompetensi yang harus dimiliki seorang surveyor, yaitu:
– Spatial Thingking (Feeling tentang situasi)
– Sistem referensi
– Aturan dan hukum
– Revolusi teknologi
– Komunikasi (penguasaan bahasa)
– Kolaborasi (antara bisnismen, komunitas)
– Standard (SKKNI, SNI, dll).

MOKA-KU UPI 2019

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Mahasiswa Baru angkatan 2019 telah selesai melaksanakan MOKA-KU yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 27-30 Agustus 2019. Pada MOKA-KU hari kedua mahasiswa baru di berikan kepada fakultas dan jurusannya masing-masing, mahasiswa baru FPIPS berkumpul di Gedung Ahmad Sanusi (BPU) dan kegiatan yang berlangsung disana ialah pengenalan lebih jauh tentang FPIPS itu sendiri mulai dari Dekan, Wakil Dekan beserta jajarannya, Prodi yang ada di FPIPS, hingga BPO SENAT FPIPS UPI.

Setelah acara di BPU selesai mahasiswa baru SPIG,SaIG,dan Geografi diarahkan menuju Auditorium FPIPS lt 6 untuk di berikan pengenalan mengenai Departemen Geografi. Setelah itu mahasiswa baru SPIG di arahkan menuju Lab SPIG, disana mahasiswa baru diberikan pengenalan tentang HMP SPIG dan juga pengumpulan tugas yang sudah di berikan oleh himpunan.

Pada MOKA-KU hari keempat setiap jurusan yang ada di UPI menjemput mahasiswa barunya masing-masing di Gymnasium. Penjemputan tersebut dilaksanakan pada sore hari saat mahasiswa baru telah keluar dari dalam Gymnasium, penjemputan tersebut berlangsung secara tertib dan lancar.

Dengan terlaksananya penjemputan ini sebagai tanda bahwa MOKA-KU UPI 2019 telah selesai dan juga sebagai tanda bahwa mereka telah resmi menjadi seorang mahasiswa. Selamat datang kepada mahasiswa SPIG angkatan 2019 di Keluarga Besar SPIG dan selamat berproses.

Mahasiswa Baru, Jangan Kalah apalagi Salah Start!

Penulis: Riki Ridwana

Sumber foto: berita.upi.edu

Selamat telah menyandang status sebagai mahasiswa yang hanya 2% dari 260 juta penduduk Indonesia. Memulai langkah dengan status langka di negeri 17.500 pulau ini perlu seni tersendiri. Jangan kalah start apalagi salah ketika mulai menjalankan peran sebagai agen perubahan. Ibarat pembalap motor, posisi start turut menentukan siapa yang akan sampai di garis finish duluan. Saat ini adalah kesempatan terbaik untuk memulai kebiasaan-kebiasaan baru, menghilangkan kebiasaan tidak produktif di bangku sekolah. Sebelum semester awal perkuliahan dimulai semoga tulisan singkat ini memberikan penerangan untuk kalian mahasiswa baru.

  1. Awali dengan bersyukur, banyak yang tidak seberuntung anda diterima pada posisi saat ini bahkan bisa jadi usaha mereka lebih keras dan cerdas dari usaha yang anda lakukan. Maka sudah seharusnya bersyukur dengan meyakini bahwa pencapaian saat ini semata-mata bukan atas kerja keras dan kecerdasan melainkan atas pertolongan Allah ta’ala, seiring dengan lisan yang senantiasa memujiNya, kemudian merealisasikan syukur tersebut dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan selalu melakukan yang terbaik sampai titik batas kemampuan yang dimiliki. Syukur akan melipatgandakan pencapaian.
  2. Kokohkan niat, hadirnya di kampus tiada lain untuk menuntut ilmu menghilangkan kebodohan dalam diri sendiri dan orang lain. Kedepan bukan tidak mungkin akan banyak godaan yang menghampiri, disorientasi visi, ajakan-ajakan yang membuat kuliah terbengkalai, pergaulan yang tidak karuan, makanya sedari awal kuatkan niat untuk fokus pada perkuliahan. Jangan belajar hanya sebatas untuk bisa mengerjakan soal ujian, tapi niatkan untuk senantiasa menjaga ilmu supaya tidak lupa sampai dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Tujuan pendidikan yang sebenarnya bukan sebatas sampai lulus dan dapat bekerja di tempat yang diidam-idamkan, akan tetapi muara akhirnya adalah selamat sampai di surga nanti.
  3. Utamakan adab dalam menuntut ilmu, tidak akan mudah menyerap ilmu dari dosen tanpa mengedepankan adab. Apalagi jika timbul dalam diri merasa sudah bisa, menganggap remeh orang yang akan mengajarkan ilmu. Adab adalah mempraktekan akhlak mulia, salah satunya terkait cara berinteraksi terhadap dosen dengan penuh sopan santun baik dari tutur kata, sikap, dan komitmen untuk hormat baik saat ada di hadapannya maupun tanpa sepengetahuannya termasuk interaksi di media online. Sudah siap di kelas sebelum dosen datang bagian dari adab, memperhatikan dan mencatat apa yang disampaikan, mengikuti setiap arahan yang diutarakan, mengerjakan tugas yang diberikan secara maksimal dan tepat waktu, merupakan secuil contoh dalam mengutamakan adab dalam menuntut ilmu. Lebih rincinya adab ini berkaitan erat dengan mematuhi setiap aturan yang berlaku di dalam kampus. Telah banyak orang-orang pintar di negeri ini, namun sayang tidak sedikit pula yang sombong dengan kepintaran yang dimilikinya. Jika mendahulukan adab, ilmu yang diperoleh tidak menjadikan pemiliknya besar kepala melainkan semakin memuliakan ilmu dan ahli ilmu.
  4. Skala Prioritas, hari-hari menjadi mahasiswa baru akan membuat waktu 24 jam sehari-semalam terasa kurang saking banyaknya kegiatan dan tugas perkuliahan. Menyusun jadwal rutin dan komitmen terhadapnya menjadi sangat penting supaya setiap amanah dapat diselesaikan dengan baik, namun perlu diketahui itu saja tidak cukup. Anda harus bijak menentukan skala prioritas memilih mana yang harus diutamakan dan menunda agenda yang tidak begitu penting. Mahasiswa dituntut tidak hanya unggul pada aspek akademis tapi juga organisatoris. Secara gamblang Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi memberikan penilaian untuk menjadi mahasiswa berprestasi harus memenuhi syarat memiliki ipk tinggi, aktif organisasi, karya tulis ilmiah, memiliki prestasi tingkat nasional, mahir berbahasa inggris dan memiliki karakter kepribadian yang baik.
  5. Jangan salah memilih teman, bukan berarti tidak boleh untuk menambah relasi sebanyak-banyaknya, tapi harus diperhatikan teman mana yang dapat meningkatkan potensi diri dan teman mana yang justru akan membuat diri tidak berkembang. Sungguh sangat terpuji jika seorang mahasiswa dapat mengarahkan temannya untuk rajin kuliah, mengerjakan tugas maksimal, lulus tepat waktu, mengajak aktif organisasi, meraih prestasi di berbagai kompetisi, akan tetapi beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lingkungan (teman) lebih besar efeknya untuk mempengaruhi seorang mahasiswa. Sebelum terlanjur dekat dengan orang yang tidak tepat selektiflah dalam memilih teman, sekalih lagi bukan maksud untuk “pilih-pilih” ini sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan berprestasi.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU SPIG JALUR SELEKSI MANDIRI 2019

Penulis : Muhammad Fauzan Firdaus (SPIG, 1801742)

Pada tanggal 22 Agustus 2019, Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 2019. Kegiatan ini melibatkan 27 orang mahasiswa baru yang telah lolos melalui jalur Seleksi Mandiri UPI. Mahasiswa baru harus melakukan registrasi di Gedung Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) yang dimulai dari pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 16.30 WIB.

Tak lupa, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) SPIG juga menyambut para adik tingkat mereka dengan menyanyikan lagu HMP SPIG dan yel-yel FPIPS untuk membakar semangat mereka. Kegiatan berlanjut dengan sharing tentang perkuliahan dan foto di photobooth yang sudah disediakan. Setelah itu, mahasiswa baru diajak berkeliling di Gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) yang dilanjut dengan pematerian yang dibawakan oleh Biro Kaderisasi, Biro Advokasi, dan Biro Akademik.

Di Biro Kaderisasi, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai budaya 5S SPIG yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun, karakter ini harus dimiliki oleh warga SPIG bukan untuk para pengurus organisasinya saja, karena karakter ini bisa sangat berguna dalam pekerjaan saat bertemu orang baru yang status pekerjaannya lebih tinggi.

Kemudian di Biro Advokasi, mahasiswa baru diberikan pemahaman terhadap bagaimana cara untuk menangguhkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) apabila saat jadwal pembayaran UKT di semester selanjutnya mahasiswa mendapatkan masalah, Biro Advokasi akan siap membantu untuk penangguhan di bagian birokrasinya. Bukan hanya itu jika ada masalah dalam pendidikan yang lain pun mahasiswa dapat meminta bantuan Biro Advokasi melewati Official Account LINE “CURMAWA” yang akan siap membantu warga SPIG mencari jawaban dari permasalahannya.

Terakhir ada pemaparan tugas dan cara kontrak kuliah untuk mahasiswa baru dari Biro Akademik. Sama seperti saat penerimaan mahasiswa baru jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) tugas yang diberikannya pun sama yaitu: 

  1. Membuat Peta UPI dengan Layout yang sudah diberikan
  2. Membuat Essai sejarah SPIG
  3. Foto di titik 0 kilometer di Bandung

Cara kontrak Kuliah Mahasiswa Baru yaitu sebagai berikut:

  1. Masuk ke web student.upi.edu dan klik Login
  2. Masukan Username dan Password yang sudah didapat setelah melakukan registrasi ulang 
  3. Setelah itu, pilih menu lalu ke Rencana Studi dan pilih IRS
  4. Sebelum memilih mata kuliah yang akan di kontrak, mahasiswa harus melihat ke tabel kurikulum terlebih dahulu dan menyesuaikan apa saja mata kuliah yang harus dikontrak pada semesternya
  5. Setelah mengetahui mata kuliah apa saja yang akan dikontrak, klik lagi ke tabel jadwal dan pilih mata kuliah dengan meng-klik mata kuliahnya di bagian kotak yang kosong sampai muncul ceklis dan tabel mata kuliahnya berubah menjadi warna kuning. Lakukan hal yang sama sampai semua mata kuliah yang ada di semester tersebut sudah ter-ceklis.
  6. Selanjutnya, klik tambah ke usulan lalu klik usulkan
  7. Sebelum meng-klik selesai, mahasiswa harus menunggu Dosen Wali untuk menyetujui (acc) kontrak kuliah yang sudah dibuat mahasiswa. Jika belum di acc juga, harap hubungi Dosen Wali dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan tertata rapih, tidak berbelit-belit.
  8. Terakhir, jika Dosen Wali sudah menyetujui kontrak kuliah yang sudah mahasiswa buat, Klik Selesai dan download KRS sebagai bukti bahwa mahasiswa sudah melakukan kontrak kuliah.

Dengan diadakannya Kegiatan PMB dan penyambutan ini diharapkan mahasiswa baru dapat mengenal Program Studi SPIG dan dapat beradaptasi dengan kegiatan perkuliahan yang akan dihadapinya nanti. Tak lupa, kami ucapkan selamat kepada Mahasiswa Baru Prodi SPIG 2019 dari Jalur PPA maupun Seleksi Mandiri yang sudah melakukan Registrasi dan menjadi bagian dari Prodi SPIG. Selamat datang dan semangat berjuang di Kampus perjuangan. SPIG… MAPPING THE WORLD!!.