KEMAH KERJA 2019

Penulis : Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)

Program studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2017, Telah melaksanakan “Kemah Kerja”. Kemah kerja adalah mata kuliah yang mahasiswa kontrak pada semester 5, yang dimana proses pengaplikasian teori dan konsep yang di dapat pada perkuliahan sebelumnya yang di praktikan langsung ke lapangan sehingga menjadi data yang berguna bagi masyarakat.  Maksud dari kemah kerja kali ini adalah untuk menyediakan data dan informasi mengenai kebencanaan tsunami dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur evakuasi bencana tsunami. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan kemah kerja  pada tanggal 26 November sampai dengan  05 Desember 2019, Yang bertemakan “Pemetaan Resiko Bencana Tsunami”. Lokasi kerja yang dipilih yaitu di Kabupaten Pangandaran, yang mencangkup 2 Kecamatan yaitu kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang didalamnya terdapat 6 desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan. Kenapa kami memilih wilayah tersebut karena wilayah tersebut berada di pesisir pantai yang sesuai dengan tema yang kami buat, selain itu juga diwilayah tersebut minimya data karena wilayah tersebut merupakan kabupaten baru.

Mahasiswa/I yang ikut dalam Kemah kerja 2019, berjumlah 66 Orang. Yang di bagi menjadi 6 Kelompok kerja yang tersebar di setiap desa untuk wilayah kerjanya. Dengan dosen pembimbing berjumlah 6 orang yaitu : Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Drs. Jupri, MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Muhammad Ihsan, ST., MT, Shafira Himayah S.Pd., M.Sc. Setiap kelompok menghasilkan data dari survey social dan ekonomi, pengukuran terestis, pengukuran fotogrametri, dan pengukuran geolistrik. Diantaranya :

Pertama, Peta Resiko Bencana dan Jalur Evakuasi yang dimana datanya dari Peta Ancaman / Bahaya, Peta Kerentanan dan Peta Kapasitas. Yang dimana peta kapasitas diperoleh dari data citra Quickbird dari BIG dan Citra Spot 6 dan 7 dari LAPAN, sedangkan Peta Kerentanan dan Kapasitas di dapatkan dari Survei Sosial dan Ekonomi dari lapangan. Fungsi dari peta tersebut berguna untuk jalur evakuasi bencana yang diperlukan untuk mengurangi jumlah kerugian ekonomi dan jumlah korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami di Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih tersebut.

Kedua, Pengukuran Terestis yang dimana wilayah kerja yang kami pilih untuk pengukuran terestis seperti sekolah, kantor pemerintahan atau juga icon terpenting di wilayah kerja tiap kelompok tersebut, yang nantinya data tersebut bermanfaat untuk wilayah yang telah diukur dengan resolusi tinggi tersebut, sebagai denah lokasi.

Ketiga, Pengukuran fotogrametri yang dimana wilayah pengukuran Foto Udara juga sama dengan pengukuran terestis namun data yang dihasilkan berupa data orthophoto. Data yang dihasilkan dapat bermanfaat sebagai petunjuk lokasi.

Keempat, Pengukuran Geolistrik, Peta berupa resistivity gambaran permukaan tanah atau gambaran lempengan kedalaman resistivitynya persebaran titiknya berjumlah 9 titik yang tersebar di wilayah tersebut. Data dari geolistrik tersebut berguna untuk mengetahui kedalaman tanah dan juga pertemuan air asin dan air tanah di daerah tersebut.

Pelaksanaan Kemah Kerja tahun 2019 sukses terlaksana atas bantuan dan kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yang terkait. Tidak lupa ucapan terimakasih untuk Badan Informasi Geospasial [BIG] yang telah menyediakan data Citra Quickbird, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah menyediakan Citra Spot 6 dan Spot 7, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah membantu penyediaan data di lapangan, Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) yang telah memberikan izin kegiatan, Kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang telah memberi izin kegiatan dan juga Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan yang telah memberikan izin kegiatan untuk melakukan kegiatan kemah kerja.

Praktikum Lapangan Penginderaan Jauh 2

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 18 orang melakukan praktikum lapangan Penginderaan Jauh 2 dengan didampingi oleh 2 dosen yaitu Prof. Dr. H. Dede Sugandi, M.Si dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Daerah yang dikunjungi yaitu Kota Semarang dengan kajian diantaranya :

1. Survei Tanah

Survei tanah merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membedakan tanah satu dengan yang lain kemudian disajikan dalam berbagai peta. Pada praktikum Pengindraan Jauh kali ini kelompok 3 mendapatkan wilayah kajian mengenai metode remote sensing  for soil survey yang petanya sudah dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan ground check. Setelah melakukan proses pembuatan peta praktikum mendapatkan sebaran titik sample sebanyak 13 titik yang menyebar di setiap penggunaan lahan yang berbeda. Dari 13 titik  tersebut setiap praktikan pada kelompok 3 mendapatkan sebaran titik masing masing 2-3 titik. Adapun pada setiap titik  jenis tanah yang berbeda yaitu:

  • Pada kecamatan Gunung Pati dengan koordinat 07°05’46” LS 110°22’54.3” BT dan 07°05’15,4” LS 110°21’53,4” BT berjenis tanah yang sama yaitu Latosol dengan tekstur tanah lempung berpasir dan berwarna coklat.
  • Pada kecamatan Mijen dengan koordinat 07°05’8,1” LS 110°18’38,4” BT (Titik 9) dan 07°05’36,7” LS 110°20’0,8” BT (Titik 10) berjenis tanah yang sama yaitu litosol dengan tekstur tanah lempung berdebu tidak lengket dan berwarna coklat.
  • Adapun jenis tanah yang sama pula tetapi pada kecamatan yang berbeda yaitu Banyu Manik, Gajah Mungkur, Gunung Pati, Pedurungan, Gayamsari dan Ngalian. Tetapi di sample yang diambil berada di dekat sungai dan jenis tanahnya yaitu alluvial yang bertekstur lempung liat berana coklat.

2. Perubahan Penggunaan Lahan

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Hasil Ground check yang dilakukan oleh kelompok 1 yaitu Landuse Change dengan wilayah kajian Kota Semarang. Kajian tersebut dilakukan dengan perbandingan perubahan penggunaan lahan dari citra landsat 8 pada tahun 2013 dan 2019 selain itu dilakukan uji akurasi untuk setiap titik plot. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari minggu, 8 desember 2019 didapat beberapa titik sempel antara lain:

  • Titik koordinat X: 439073 Y: 9227948 di Desa Sambirejo Kecamatan Gayamsari tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman tidak teratur yang didominasi area perdagangan.
  • Titik koordinat X: 437138 Y: 9230347 di Desa TJ mas Kecamatan Semarang utara terjadi perubahan lahan yaitu area persawahan berubah menjadi danau.
  • Titik koordinat X: 442529 Y: 9217597 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang tidak memiliki perubahan penggunaan lahan yaitu hutan.
  • Titik koordinat X: 442518 Y: 9218838 di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang terjadi perubahan lahan yaitu lahan kosong menjadi pemukiman teratur.
  • Titik koordinat X: 438753 Y: 924568 data pada citra menunjujan perubahan penggunaan lahan yaitu persawahan menjadi area tambak, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429597 Y: 9228334 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu p area tambak menjadi lahan terbuka, namun setelah di konfirmasi sejak awal area tersebut adalah tambak karena berdekatan dengan laut. Dari hasil kajian tersebut terjadi kesalahan interpretasi citra.
  • Titik koordinat X: 429490 Y: 9229177 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi tambak,
  • Titik koordinat X: 430369 Y: 9228037 data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu sawah menjadi rawa
  • Titik koordinat S: -7o01’08’; E: 110o 23’59’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong
  • Titik koordinat S: -7o01’56’’; E: 110o 24’23’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi
  • Titik koordinat S: -7o01’55’’; E: 110o 24’01’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu kebun binatang menjadi hutan
  • Titik koordinat S: -7o03’25’’; E: 110o 23’55’’data pada citra tidak menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu pemukiman
  • Titik koordinat S: -7o03’32’’; E: 110o 24’08’’data pada citra menunjukan perubahan penggunaan lahan yaitu lahan kosong menjadi vegetasi

3. Kerapatan Vegetasi

Kelompok dua, mengkaji tentang kerapatan vegetasi yang ada di kota semarang. Dengan kelasnya yang terbagi menjadi 3 yaitu kelas rendah, sedang , dan tinggi.

  • Kelas Rendah

Terdiri dari 2 observer yaitu Arief Muhammad Farhan, Moch. Rama Primadhani dan Kembara Raki. Mengecek dilapangan apakah sama dengan citra yang sebelumnya telah di plot dengan mengamati 5 titik sampel dalam kelas rendah. Dan ada beberapa data yang harus diambil diantaranya, foto menggunakan fitur fish eye ke semua arah mata angin, dan pemotretan kanopi pohon dengan gaya 180 derajat.

Dalam pengecekan di lapangannya, terdapat beberapa kendala. Diantaranya adalah tidak sesuai titik plot dengan kenyataan, maksudnya, ketika dalam citra menunjukan titik plot tersebut merupakan vegetasi dengan klasifikasi rendah, tapi pada kenyataannya adalah pemukiman. Mungkin itu semua karena kesalahan dari akurasi gps dan pengolahan data sebelumnya.

  • Kelas Sedang

Terdiri dari 2 observer yaitu Alvin Dwi Indrawan dan Risma Dwi Hartanti. Mungkin dalam pengambilan datanya sama saja dengan kelas sebelumnya. Untuk kelas sedang sendiri mentargetkan 5 titik sampel dan berhasil mengambil semua titik sampel tersebut.

  • Kelas Tinggi

Terdiri dari 2 observer yaitu Rahman Fachrurroji dan Miftah Kurnia Ayu. Untuk kelas tinggi sendiri sebelumnya mentargetkan 5 titik sampel dan hanya bisa mengumpulkan data sebanyak 2 titik sampel. Hampir sama dengan kelas-kelas sebelumnya yang dimana ada beberapa titik plot di citra yang tidak sama di lapangan.

Diatas merupakan pengambilan foto meggunakan perangkat lunak kanopi cover yang ada di android. Di dalamnya terdapat seberapa besar kanopi tersebut dapat menahan air, dan koordinat dalam pengambilan foto tersebut.

Dengan titik plot/sampel sebagai berikut :

Titik X Y Elevasi
1 110’ 25’ 51,6’ 07’ 00’ 51,4’ 87,5 m
2 110’ 25’ 17,5’ 07’ 00’ 15.3 72,8 m

Gambar di atas merupakan objek dari masing-masing kajian yang sebagian besar kajian tersebut menguji akurasi citra dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian tentang Survei Tanah, Perubahan Penggunaan Lahan, dan Kerapatan Vegetasi.

Praktikum Kerangka Dasar Horizontal

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Selasa, 10 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 37 orang melakukan praktikum lapangan pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dengan didampingi oleh 3 asisten dosen yaitu Wildan Maolana Barok, Giansyah Ramdani dan Deni Aulia Rahman. Dalam 37 orang dibagi kelompok menjadi 5 bagian, tiap masing-masing kelompok mendapatkan lokasi pengukuran yang berbeda. Kelompok 3 berada di lokasi mengelilingi gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.

Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal

            Kerangka dasar horizontal merupakan  kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horizontalnya berupa koordinat pada bidang datar (X,Y). Alat yang digunakan untuk mengukur yaitu ETS, Prisma, Statif, Pita Ukur.

Bagian-bagian dari pengukuran kerangka dasar horizontal ialah:

  • Metode Poligon
  • Metode Triangulasi
  • Metode Trilaterasi
  • Metode Pengikatan ke muka
  • Metode Pengikatan ke belakang cara Collins dan Cassini

Yang dilaksanakan praktikum kerangka dasar horizontal ini menggunakan metode pengukuran poligon. Pengukuran dan Pemetaan Poligon merupakan salah satu pengukuran dan pemetaan kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran. Di dalam metode pengukuran poligon harus menentukan titik acuan/benchmark (BM). Titik acuan kelompok 3 terdiri atas BM03, BM10, BM09, BM08, BM07, BM04.

Data Pengukuran Sudut dan Jarak yang diperoleh kelompok 3 yaitu:

Sudut

  • Azimuth = 245°49’32,7”
  • BM03 = 303°20’3,76”
  • BM10 = 238°45’33,3”
  • BM09 = 203°32’54”
  • BM08 = 124°48’35,5”
  • BM07 = 34°13’46,51”

Jarak

  • BM03 = 45, 6086m
  • BM10 = 68,0442m
  • BM09 = 68,0412m
  • BM08 = 62,5582m
  • BM07 = 69,5682m
  • BM04 = 75,109m

Koordinat awal :

X = 786567,867m

Y = 9240908,626m

Demikian kajian diatas merupakan hasil pengukuran dan pengolahan data dari kelompok 3. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian data tentang konsep pengukuran Kerangka Dasar Horizontal.

Kunjungan Prodi SPIG ke BPBD dan BAPPEDA Kabupaten Pangandaran

Penulis : Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si

Pada tanggal 8 November 2019, Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kunjungan kelembagaan dengan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pangandaran. Tujuannya adalah membangun komunikasi dengan lembaga tersebut untuk melihat peluang-peluang kemitraan yang dapat dilakukan dengan Prodi SPIG. Ketua Prodi SPIG yang dipimpin oleh Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si menyampaikan maksud kedatangan dan memberikan penjelasan singkat tentang profil Prodi SPIG. Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Dr. Drs. Nana Ruhena, M.M.  menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya dan memberikan penjelasan tentang kondisi kebencanaan di Kabupaten Pangandaran. Beberapa point penting lainnya yang dibicarakan adalah:

  1. Potensi bencana yang umumnya ditemui di kabupaten pangandaran adalah gempa, tsunami, banjir dan longsor.
  2. Di tengah keterbatasan sumberdaya yang ada, BPBD Kabupaten Pangandaran telah memiliki sejumlah kemajuan, diantaranya adanya alat deteksi dini tsunami, alat pemantauan bencana dan lain-lain.
  3. Sumberdaya Manusia di BPBD Pangandaran terus sedang terus ditingkatkan kualitasnya di tengah keterbatasan yang ada. Adanya kunjungan dari SPIG UPI diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mereka. Karena itu, jika memungkinkan staff BPBD ikut belajar pemanfaatan teknologi survey dan teknologi geospasial.
  4. BPBD siap mendukung kegiatan-kegiatan prodi SPIG yang pelaksanaannya di Kabupaten Pangandaran.
  5. SPIG diharapkan dapat membantu penyediaan data dan informasi tentang wilayah Pangandaran, khususnya masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selanjutnya, Prodi SPIG juga melakukan kunjungan ke BAPPEDA Kabupaten Pangandaran.  Seperti halnya dengan BPBD, Ketua Prodi SPIG menyampaikan maksud kunjungan dan menjelaskan secara singkat profil Prodi SPIG. Kepala BAPPEDA yang diwakili oleh Kabid Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Pangandaran  Bapak Maman menyatakan bahwa lembaganya masih memiliki kelemahan dari sisi SDM dan ketersediaan data masih terbatas. Hal ini terjadi karena kabupaten Pangandaran belum lama berdiri, tentunya BAPPEDA Pangandaraan juga belum lama terbentuk. Karena itu, ke depan diharapkan SPIG dapat menungkatkan kompetensi staff BAPPEDA dalam bidang teknologi geospasial melalui sejumlah pelatihan. Data spasial juga masih terbatas terutama menyangkutjaringan jalan yang lengkap, irigasi, drainase dan peta desa. Ketua Prodi SPIG menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam meningkatkan SDM dan menyediakan data yang dibutuhkan. Karena itu, ke depan akan diupayakan adanya nota kesepahaman atau MoU antara SPIG dan BAPPEDA Pangandaran.

UPI Student Achievement Award 2019

Penulis : Tiara Azhura

Pada hari Kamis, tanggal 28 November 2019, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengadakan acara yang berjudul UPI Student Achievement Award 2019 yang bertempat pada Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi No. 229.  Acara ini merupakan penyerahan penghargaan bagi mahasiswa-mahasiswa UPI yang telah mengharumkan nama UPI dengan penghargaan-penghargaan yang di menangkan dari berbagai lomba tingkat regional, nasional dan internasional dan tidak lupa tentu saja penghargaan bagi Mahasiswa Berprestasi 2019.

Acara dimulai pada pukul 08.00 wib dengan mengucap basmallah bersama-sama lalu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yaitu Dr. M. Solehuddin, M.Pd, M.A mengatakan agar mahasiswa kedepannya bisa lebih maju dan tetap semangat dalam menambah ilmu, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang non-akademik. Selanjutnya kata sambutan dari Rektor UPI yaitu Prof. Dr. H. Asep Kadarohman, M.Si mengatakan agar tidak hanya mahasiswa saja yang diberi penghargaan melainkan para pembimbingnya pun diberikan penghargaan di acara selanjutnya.

Pemberian penghargaan pertama diberikan kepada Mahasiswa Berprestasi 2019, tidak hanya untuk sarjana, tentu saja diploma pun turut andil dalam pemberian penghargaan tersebut, dan mahasiswa Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) atas nama Tiara Azhura (1607008) menjadi finalis mahasiswa berprestasi tingkat universitas jenjang D3. Penganugrahan pun diberikan secara langsung oleh Rektor dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Bandung. Acara pun dilanjut dengan pembacaan mahasiswa yang berprestasi pada tingkat regional, nasional dan internasional. Tidak hanya itu, acara pun dihibur dengan tarian tradisional dan penyanyi yang diundang kedalam acara tersebut yang membuat acara semakin meriah.

Dengan adanya UPI Student Achievement Award ini diharapkan bahwa mahasiswa SPIG dapat termotivasi  untuk bisa menjadi mahasiswa unggulan dan bisa mengharumkan nama Prodi SPIG dan UPI.

Praktikum Mahasiswa SPIG ke LAPAN dan BPN Jakarta

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG,1808606)

Pada hari Rabu, 20 November 2019 mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 melakukan praktikum Sains Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 100 orang dan praktikum ini didampingi oleh dosen yaitu Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, dan Shafira Himayah, S.Pd., M.sC. Tempat yang dikujungi yaitu LAPAN dan BPN Pusat.

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) terletak di dua tempat yaitu Jakarta dan Pare-Pare Sulawesi Selatan. LAPAN ini bertugas untuk menerima, memproses, dan mendistribusikan data Penginderaan Jauh.

Pematerian tentang LAPAN ini disampaikan oleh Dr. Rahmat Arif yang menjelaskan tentang:

  1. Sistem akusisi, perolehan data penginderaan jauh melalui stasiun bumi yang diterima seperti data radar data optis kemudian diolah lalu di transfer ke bank data yang ada dan disebarkan kepada pengguna.
  2. Pengembangan sistem pemantauan nasional (SPBN), pemanfaatan dan diseminasi informasi penginderaan jauh (darat, pesisir laut, kebencanaan).
  3. Satelit penginderan jauh sangat penting karena cakupannya luas, perolehannya konsisten, datanya near-re time, dan biayanya relatif murah.

Setelah dari LAPAN, kami mengunjungi BPN (Badan Pertanahan Nasional). Adapun pemateriannya adalah:

  1. Direktorat penggunaan hasil tanah dan direktorat pengendaliian tata ruang.
  2. 3 aspek BPN: persiapan peta tanah, pemberian hak, pengalihan tanah atau akusisi kapling tanah
  3. Pengerjaan BPN yaitu, pemantaun terhadap sawah seperti pengukuran.

Dengan adanya pengunjungan ke lembaga ini, diharapkan mahasiswa tertarik untuk bekerja di lembaga tersebut dan bisa memahami tentang materi yang telah disampaikan oleh lembaga tersebut.

WORKSHOP “Penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), Dalam Rangka Persiapan Akreditasi BAN-PT Prodi SPIG”

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pelaksanaan Workshop “Penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), Dalam Rangka Persiapan Akreditasi BAN-PT Prodi SPIG” dilaksanakan 2 hari, yaitu pada tanggal 19-20 Oktob9er 2019 di Hotel Santika Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 dosen diantaranya Prof. Dr. Dede Sugandi, Prof. Dr. Darsiharjo, MS, Prof. Dr. Enok Maryani, MS, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Dr. Ahmad Yani, M.Si, Drs. Jupri, MT, Ir. Yakub Malik, M.Pd, Bagja Waluya, M.Pd, Nanin Trianawati Sugito, ST., MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Muhammad Ihsan, ST., MT, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, Totok Doyo Pamungkas, S.Si., M.Eng, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. 1 staff dosen yaitu Anang Abdu Rohim, S.kom, dan 4 mahasiswi dari Prodi SPIG.

Acara pertama yaitu sambutan dari Ketua Prodi SPIG  Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, yang membahas tentang 2 target yaitu setiap dosen harus melengkapi RPS dan  mengupload dokumen akreditasi.

Kedua, sambutan dari Ketua Departemen Pendidikan Geografi Bapak Dr. Ahmad Yani, M.Si yang didalamnya memberi harapan agar :

  • akreditasi SPIG menjadi A.
  • di tingkat departemen melaksanakan pembinaan kepada mahasiswa,
  • penelitian program studi mekanismenya apa dan dari departemen akan di kontrol.

Lalu pembacaan doa dari Bapak Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc.

Selanjutnya adalah penyusunan LKPS yang disampaikan oleh Ketua Prodi SPIG dan memberitahukan untuk akreditasi harus disiapkan:

  1. LKPS (Laporan Kinerja Program Studi)
  2. LED (laporan evaluasi diri)

Pengisian penyusunan RPS ini untuk kebutuhan Borang Akreditasi BAN-PT yang dipimpin oleh Arif Ismail dan pengerjaan CV setiap masing-masing dosen.

Diharapkan Prodi SPIG semakin lebih baik dan memiliki akreditas A dan mahasiswa nya pun menjadi mahasiswa yang berprestasi.

Depdik Geografi Membumikan Informasi Geospasial ke 184 Siswa SMA YWKA Bandung

Penulis: Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada hari Senin, 14 Oktober 2019 Departemen Pendidikan Geografi yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Geogafi, Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, dan Sains Informasi Geografi menerima kunjungan dari SMA YWKA (Yayasan Wanita Kereta Api) Bandung. Sebanyak 184 orang siswa dan 9 orang guru yang salah satunya alumni Depdik Geografi Neneng Fenti, M.Pd, disambut di Ruang Laboratorium SIG yang dibagi dalam 3 gelombang. Siswa yang hadir merupakan dari kelas XII MIPA dan XII IPS.

Acara yang bernuansa akademik ini dipandu oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, dan disambut langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M.Si, Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si.

Siswa diperkenalkan bahwa di UPI terdapat 8 Fakultas, yang salah satunya Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dimana Depdik Geografi berada di dalamnya. Begitu juga disampaikan berbagai jenis jalur masuk mulai dari SNMPTN, SBMPTN, SM, serta yang unik adalah jalur PPA (Penjaringan Prestasi Akademik) yang hanya disediakan untuk para calon mahasiswa yang berminat masuk ke Prodi D3 SPIG yang akan dibuka sekitar bulan Februari – Maret.

Studi lapangan berbasis geospasial ini dmanfaatkan betul oleh dosen-dosen untuk membumikan informasi geospasial, dengan menyampaikan materi tentang:

  1. Survei Terestris, oleh Muhammad Ihsan, M.T
  2. Sistem Informasi Geografis, oleh Shafira Himayah, S.Pd., M.sc, dan
  3. Penginderaan Jauh, oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc

Berbagai metode pemetaan disampaikan dengan lugas oleh para pemateri, baik dengan pengukuran di lapangan (survei terestris), memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Tingginya kebutuhan tenaga teknisi dan juga analis bidang informasi geospasial, meniscayakan luasnya prospek pekerjaan lulusan. Disampaikan oleh para pemateri bahwa kemampuan pemetaan menjadikan beberapa mahasiswa Depdik Geografi, sudah dapat membantu berbagai pekerjaan pemerintah maupun instansi swasta sejak masih di bangku kuliah.

Diharapkan dengan adanya kunjungan seperti ini semakin membuka wawasan siswa dalam memilih program studi yang prospektif.

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN: “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa dalam Era Persaingan Global”

Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)

Pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan Seminar Kewirausahaan yang bertemakan “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa dalam Era Persaingan Global”. Seminar tersebut disampaikan oleh Puji Hatmoko, S.Farm, Apt. seorang praktisi kewirausahaan (founder @Kangpujfarm). Kegiatan ini dimulai pukul 13.00-15.30 WIB, bertempat di Lab. SPIG. Acara ini diawali dengan pemyampaian pesan oleh Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si dan dimoderatori oleh Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Tidak lupa pula dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa SPIG angkatan 2019.

Kang Puji Hatmoko menyampaikan materi mengenai tips menjadi wirausaha yang sukses itu harus memiliki pola inovatif dan kreatif. Hal yang dimaksud inovatif itu tidak ada habisnya untuk membuat suatu hal yang baru, kemudian sifat kreatif itu harus benar-benar dipikirkan agar sesuatu yang kita ciptakan itu unik.  Ada poin-poin kesuksesan kewirausahaan dengan membuat perencanaan bisnis yaitu salah satunya Business Model Canvas diantaranya:

  1. Target pasar Aset
  2. Solusi Kegiatan utama
  3. Media komunikasi dan distribusi Supplier dan partner
  4. Tipe relasi dengan konsumen Metode pengeluaran infrastruktur
  5. Metode pemasukan
  6. Aset
  7. Kegiatan Utama
  8. Supplier dan partner
  9. Metode pengeluaran infrastruktur

Dan juga pemateri menyampaikan tentang Break Event Point (BEP) yang dikenal sebagai “balik modal” saat  pemasukan setara dengan pengeluaran waktu memulai bisnis, sedangkan payback period merupakan jangka waktu dimana kita mencapai BEP. Terdapat untung dan rugi dalam berbisinis, situasi inilah kita bisa tahu apakah bisnis yang kita jalani untung atau rugi dengan membuat tabel laba rugi.

Dalam melakukan business plan harus bisa menyelesaikan dari awal hingga akhir atau menyelesaikannya dari A-Z, ketika kita mempunyai mimpi dan orang-orang menertawakan kita jangan mudah menyerah dan terus menjadi orang yang memiliki sifat kreatif dan inovatif. “think globally, act locally”.

Paulo Coelho pernah berkata “Be brave, take risk. Nothing can substitute experience” yang artinya beranilah jangan takut salah dan berani mengambil risiko. Dan menjadikan pengalaman baru yang tidak tergantikan”.

Diharapkan dengan adanya seminar ini mahasiswa SPIG selain berprofesi sebagai surveyor tetapi juga bisa berwirausaha membuka lapangan kerja secara mandiri.

 

Character Building dan Studi Islam Geografi 2019

Penulis: Muhammad Fauzan F (1801742)

Pada tanggal 27-29 September 2019 Mahasiswa Baru Departemen Pendidikan Geografi melakukan kegiatan Character Building dan Studi Islam Geografi 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 204 mahasiswa baru Departemen Pendidikan Geografi yang meliputi Program Studi Pendidikan Geografi,  Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dan Program Studi Sains Informasi Geografis.

Character Building dan Studi Islam Geografi adalah kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi kepada mahasiswa baru dan memberikan kegiatan keagamaan kepada mahasiswa baru. Hari pertama kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium FPIPS Lantai 6 dan dibuka oleh Ketua Departemen Pendidikan Geografi Dr. Ahmad Yani, M. Si. dan dilanjutkan pematerian oleh Prof. Dr. Darsiharjo M.S. Mengenai Charcter Building dan Pematerian Leadership oleh Muslim Arif Nurdin S.Pd.

Kegiatan Studi Islam Geografi baru dimulai dihari kedua yaitu pada tanggal 28 September di Masjid Al-Furqon UPI Bandung. Selama di Masjid Al-Furqon, Mahasiswa baru melakukan berbagai kegiatan keagamaan dari mulai shalat berjamaah, tilawah bersama, Sholawat dan shalat tahajud. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dan menjadikan kebiasaannya saat kegiatan ini selesai. Tak hanya itu, ada juga pematerian tentang Hakikat Manusia (Muhasabah) dari Kharisma ITB.

Acara puncak dari kegiatan Character Building dan Studi Islam Geografi 2019 ini dilakukan di Natural Hill Cisarua, Bandung. Kebanyakan dari kegiatan ini adalah outbond yang membutuhkan kerjasama, kekompakan dan kepercayaan terhadap kelompok untuk memenangkannya, setiap kelompok terdiri dari mahasiswa baru 2019 dari semua program studi di Departemen Pendidikan Geografi agar mahasiswa baru juga mengenal satu sama lain sesama mahasiswa Departemen Pendidikan Geografi. Selain kegiatan kelompok, ada juga kegiatan yang membutuhkan kerjasama angkatan mahasiswa baru, yaitu kegiatan estafet lilin, mahasiswa harus bekerjasama melindungi lilin dari air yang dilemparkan kearah mereka agar tidak padam sampai garis finish. Banyak juga reward yang diberikan kepada mahasiswa baru, seperti kelompok terkompak, kelompok tersemangat, dan masih banyak yang lainnya. Acara dari awal sampai dengan akhir didampingi oleh dosen pembimbing kemahasiswaan setiap prodi, yaitu Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc (Prodi Pendidikan Geografi), Muhammad Ihsan, M.T (Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi), dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc (Prodi Sains Informasi Geografi).

Membangun karakter di kalangan mahasiswa pada zaman sekarang tidak semudah membangun jembatan, jalan, ataupun membuat peta digital. Tapi, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan menjadi gerbang pembuka membentuk karakter mahasiswa departemen Pendidikan Geografi kepada mahasiswa baru 2019. Terkait membangun karakter mahasiswa dapat juga membaca tulisan pada tautan berikut ini “Ikhtiar Menyempurnakan Etika Mahasiswa”