Mahasiswa SPIG Mantapkan Skill Pengukuran dengan GPS Geodetic dan RTK

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

PEKAN (Pemantapan Kemampuan Pengukuran) ke-2 ini dilaksanakan dua hari pada tanggal 9 dan 10 Juli 2019 bekerjasama dengan PT. Geotronix yang bergerak di bidang geospasial yang akan memaparkan pematerian tentang GPS Geodetic dan RTK.

Pada hari pertama, Mahasiswa diberi materi tentang GPS Geodotic. GPS Geodetic adalah alat ukur GPS dengan menggunakan satelit dimana akurasi yang sangat tinggi serta ketelitian yang dihasilkan sangat akurat dengan akurasi milimeter dan memakai alat yang bernama Sokkia GRX3.  Selain diperkenalkan dengan alatnya, Mahasiswa SPIG diberikan kesempatan untuk mencobanya langsung di lapangan. Sebelum ke lapangan, Mahasiswa diberikan arahan dan pembentukan kelompok yang terdiri dari 6 kelompok lalu diberikan sketsa lokasi pengukuran per kelompok nya. Di pengukuran ini mereka menggunakan BM (Benchmark) yang sudah dipasang di sekitar UPI. Dalam pengukuran ini terdapat 8 sesi yang di mana waktu dalam satu sesi nya itu 30 menit. Tujuan melakukan pengukuran dengan GPS Geodotic ini untuk mendapatkan koordinat BM baru dengan metode statik.

Pada hari kedua, Mahasiswa SPIG diberi materi tentang RTK. RTK (Real Time Kinematik) adalah koordinat titik dapat kita peroleh secara Real Time dalam Koordinat UTM dengan memakai alat yang sama yaitu Sokkia GRX3. Sebelum mencoba di lapangan, mereka dibagi menjadi 4 kelompok dan diberikan arahan dan sketsa lokasi kerja.  Setiap kelompok dibagi tugas untuk mengukur salah satu bangunan di UPI, ada yang mengukur di Museum, Gymnasium, FPOK, dan FPBS. Saat melakukan pengukuran mereka memasang terlebih dahulu GPS di titik BM yang sudah diketahui koordinatnya sebagai base, selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap bangunan menggunakan alat RTK sebagai rover (yang telah dihubungkan ke controller) lalu mengukur setiap ujung tiap sisi gedung agar mengetahui bentuk gedung tersebut.

Setelah melakukan pengukuran, mereka melakukan pengolahan data yang diajari oleh PT. Geotronix. Untuk pengolahan data memakai software Macnet Tools. Dengan adanya Pekan ke-2 ini, mahasiswa mampu menggunakan GPS Geodetic dan RTK dan bisa membedakan apa itu Geodotic dan RTK lalu mahasiswa juga mampu untuk mengolah data hasil dari pengukuran tersebut.

Pembukaan PEKAN SPIG 2019

Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (SPIG 1801742)
Pekan (Pemantapan Kemampuan Pengukuran) SPIG adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) bersama Prodi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) yang bertujuan untuk memantapkan kemampuan mahasiswa SPIG dalam kompetensi pengukuran di era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 3 Juli- 23 Juli 2019 yang dibagi menjadi 4 sesi dengan materi yang berbeda setiap sesinya, materinya terdiri dari:
1. Terestrial Laser Scanner (TLS), 3-5 Juli 2019
2. Pengukuran GPS Geodetic, 8-9 Juli 2019
3. Pengukuran Terestris, 15-16 Juli 2019
4. Pengukuran Geolistrik, 22-23 Juli 2019

Pembukaan acara Pekan SPIG ini dilakukan hari Rabu, 3 Juli 2019 di Ruang 30 Gedung Muhammad Nu’man Somantri. Acara Pekan SPIG 2019 resmi dibuka oleh Ketua Prodi SPIG, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. Hadir pula dosen pembimbing kemahasiswaan SPIG, Muhammad Ihsan, M.T., dan Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. Serta jajaran dosen yang lainnya. Tak lupa dalam acara pembukaan ini pula dihadiri oleh perwakilan dari PT. Asaba yang akan memaparkan pematerian di hari pertama yaitu mengenai Terestrial Laser Scanner (TLS).

Terestrial Laser Scanner (TLS) adalah salah satu metode penentuan posisi yang menggunakan teknologi scanning dengan menempatkan alat survey tersebut diatas permukaan bumi. Metode TLS ini dapat menghasilkan jutaan titik (dalam system koordinat tertentu) dalam waktu yang relative singkat dan ketelitian yang tinggi (Orde Milimeter). Hasil pengukuran TLS ini adalah awan titik/ point clouds yang memiliki koordinat secara 3D. TLS ini dapat melakukan pengukuran terhadap bentuk dan dimensi obyek dengan jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional sehingga sering disebut sebagai High Definition Surveying (HDS) yang menjadi revolusi dalam proses pemetaan saat ini.

Selain dikenalkan dengan konsepnya, Mahasiswa SPIG juga diberikan kesempatan untuk mencobanya langsung di lapangan yaitu disekitar Museum Pendidikan Nasional. Pematerian tentang Terestrial Laser Scanner ini akan dilanjutkan pada keesokan harinya, diharapakan dengan dilaksanakannya Pekan hari pertama ini Mahasiswa SPIG akan menambah kompetensinya di bidang pengukuran dengan alat yang berbeda-beda dan akan lebih semangat untuk melaksanakan Pekan SPIG 2019 di hari selanjutnya.

Perubahan jadwal PPL dan PEKAN SPIG

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Jumat, 14 Juni 2019 Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) melaksanakan Rapat Kerja bersama Prodi SPIG guna membahas kegiatan Himpunan yang akan dilaksanakan sebentar lagi yaitu PEKAN (Pemantapan Kemampuan Pemetaan) dan juga terkait kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan) yang mengalami perubahan seiring bergantinya kurikulum tahun ini. Rapat ini dihadiri oleh  Dr. Iwan setiawan, M.Si, Nanin Trianawati, M.T, Arif Ismail, M.Si, Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, Asri Ria Affriani, M.T., M.Eng, dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc dan dari perwakilan mahasiswa dihadiri oleh Galuh Widyananda, Ariva Mochammad, dan Shafira.

Pembahasan pertama yaitu mengenai kegiatan PPL yang pada tahun ini mengalami perubahan dikarenakan adanya pembaharuan pada kurikulum UPI. PPL akan dilaksanakan 2 gelombang yaitu tengah tahun dan awal tahun. Perubahan jadwal PPL menjadi pilihan alternatif setelah mengalami proses evaluasi. Salah satu alasannya di saat liburan semester genap diisi dengan hal yang produktif. Selain itu mempertimbangkan kegiatan di industri yang lebih banyak pekerjaan  (proyek) di tengah tahun dibandingkan di awal tahun sehingga sangat tepat mahasiswa untuk PPL pada tengah tahun. Alasan berikutnya adalah perubahan kurikulum dari UPI yg meniscayakan untuk diikuti. Dengan alasan di atas Himpunan berupaya untuk menyesuaikan program kerja dengan jadwal akademik.

Pembahasan Kedua yaitu mengenai kegiatan PEKAN (Pemantapan Kemampuan Pemetaan) akan dilaksanakan 2 gelombang yaitu di liburan semester genap, dan di awal tahun untuk memberikan kesempatan pada angkatan 2017 yg tidak ikut karena sebelumnya akan mengikuti PPL pada saat libur semester genap. Adapun materi pada PEKAN kali ini yaitu:

1. Summit evolution

2. Ets waterpass

3. Kartografi digital

4. Terestrial laser scanner

5. GPS geodetik

6. dan lain lain.

Seluruh mahasiswa terlebih angkatan 2018 diharapkan untuk mengikuti program PEKAN SPIG dari awal sampai dengan akhir, mengingat kegiatan tersebut akan meningkatkan dan semakin memantapkan kompetensi pemetaan yang akan berguna dalam bersaing di dunia kerja nantinya.

UPGRADING PETA UPI

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada hari Sabtu, 18 Mei 2019, Himpunan Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (HMP SPIG) melakukan kegiatan yaitu UPGRADING PETA UPI. Sebelumnya mereka melakukan perencanaan dan rapat teknis pada hari Jumat, 17 Mei 2019 dengan Bapak Muhammad Ihsan, ST. MT selaku pembimbing sekaligus kepala proyek kegiatan ini. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 s/d jam 17.00 wib. Tim yang terlibat sekitar 20 orang.

Metode yang digunakan pada UPGRADING PETA UPI kali ini adalah dengan cara fotogrametri menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan bantuan GNSS (Global Navigation Satellite System). Tujuannya selain untuk meng update peta UPI untuk pembangunan UPI kedepannya, juga untuk mengangkat atau mempopulerkan HMP SPIG di lingkup UPI. Kegiatan ini juga memiliki sifat jangka panjang baik untuk UPI maupun Prodi SPIG itu sendiri.

Untuk meningkatkan akurasi dan kualitas dari foto udara kami juga melakukan pengamatan koordinat dari GCP (Ground Control Point) menggunakan GPS Geodetic (GNSS) yang sebelumnya sudah disebar di berbagai titik sekitar kampus UPI. Selain Drone/UAV dan GPS Geodetic ada juga beberapa alat pendukung yang kami gunakan yaitu statif, paku payung untuk menandai titik GCP, palu, premark untuk menandai GCP agar mempermudah di pengolahan foto udara, tribrach dan meteran.

Langkah pekerjaan yaitu dimulai dari perencanaan titik-titik peta yg akan diukur lalu datang ke titik lokasi yang sudah ditentukan. Pasang paku payung di setiap titik sebagai acuan/GCP, lalu pasang semua alat-alat pengamatan koordinat di setiap titik GCP, lakukan langkah yang sama di setiap titik. Lakukan pengamatan sekitar 15 menit di setiap titik untuk mendapatkan hasil yang akurat. Setelah itu pasang premark di setiap titik sebagai acuan titik agar terlihat oleh drone.

Rencananya produknya berupa peta digital yang akan dipublish di website Prodi SPIG dan UPI. Selain itu juga peta ini akan diserahkan ke pihak rektorat untuk dicetak dan di pajang di lokasi strategis di UPI seperti di depan museum pendidikan dan mesjid Al-Furqon agar memudahkan masyarakat untuk mencari tempat yang mereka cari di dalam UPI.

Dengan adanya upgrading peta, UPI mendapatkan peta yang baru karena hampir setiap tahunnya UPI melakukan pembangunan, sehingga membutuhkan upgrade peta baru, juga sebagai pembuktian bahwa HMP SPIG memiliki kompetensi yang baik dan unggul dalam bidang survei dan pemetaan.

Ekspose Program Pengalaman Lapangan Angkatan 2016

Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (SPIG 1801742)

Senin, 13 Mei 2019 Mahasiswa/i Survei Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2016 melaksanakan Ekspose Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang bertujuan untuk mempresentasikan pengalaman yang mahasiswa/i dapatkan setelah magang di instansi tertentu. Acara Ekspose ini dihadiri oleh Dekan FPIPS UPI Dr. Agus Mulyana, M.Hum., Ketua Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si., beserta Staf dan dosen pengajar dari Departemen Pendidikan Geografi, Mahasiswa/i Prodi Sains dan Informasi Geografi angkatan 2018, Mahasiswa/i Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2018 dan 2017, dan tak lupa tamu undangan dari beberapa instansi yang menjadi tempat PPL mahasiswa/i ikut datang menghadiri acara ini.

Ada beberapa instansi yang menjadi tempat PPL mahasiswa/i Prodi SPIG angkatan 2016, yaitu:

  1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Bara
  2. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
  3. PT Bhumi Prajasa
  4. PT Geo Ace
  5. PT Zenit Era Utama Servizio
  6. PT Dhuta Buana Jaya
  7. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPPD) Tanjungpandan Belitung
  8. Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Purwakarta
  9. BIG (Badan Informasi Geospasial)
  10. Dinas Penataan Ruang Kota Bandung
  11. PT Geocal
  12. PT Ganesha Karya Mandiri
  13. PT Soilens
  14. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat
  15. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Badan Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
  16. Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purwakarta
  17. Badan Pertanahan Nasional Kanwil Jabar

Acara Ekspose PPL angkatan 2016 ini tidak hanya menyajikan presentasi saja melainkan ada pembagian hadiah untuk beberapa nominasi. Nominasi yang ada yaitu: Presentator Terbaik, Penanya Terbaik, dan Lomba Foto Acara di Instagram Terbaik

Dengan diadakannya Program Pengalaman Lapangan (PPL) ini mahasiwa/i diharapkan dapat menerapkan pelajaran yang didapat di kampus ke lapangan tempat bekerjanya dan juga dapat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang diminatinya.

Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PPA

Penulis : Safira Aulia Putri (SPIG, 1808606)

Pada tanggal 9 Mei 2019 Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru angkatan 2019. Mahasiswa baru angkatan 2019 yang berjumlah kurang lebih 45 orang ini telah lolos melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA). Setelah melakukan registrasi, mahasiswa baru disambut oleh Himpunan SPIG (HMP SPIG) dan melakukan pengenalan mengenai Prodi SPIG.
Dalam pengenalan ini, HMP SPIG melakukan Post to Post. Hal ini dilakukan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru mengenai SPIG. Post to Post ini dilakukan di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Di dalam Pos 1 itu penyampaian tentang tata tertib umum SPIG.

Lalu di Pos 2 membahas tentang CURMAWA (Curhatan Mahasiswa). Apa itu CURMAWA?  Curmawa yaitu salah satu media curhat mahasiswa SPIG untuk mencarikan solusi atas masalah-masalah baik internal maupun eksternal yang di alami mahasiswa SPIG melalui pintu dapur. Maksud pintu dapur sendiri adalah mencarikan solusi lewat pintu belakang yang bersifat rahasia.

Setelah dari Pos 2 mahasiswa baru di foto untuk identitas, lalu berlanjut ke Pos 3 yaitu memberitahu alat-alat yang dipakai dalam SPIG dan sejarah SPIG.

Dengan adanya kegiatan penerimaan dan penyambutan ini, diharapkan mahasiswa baru mengetahui apa itu SPIG .

Praktikum Lapangan Ilmu Tanah Angkatan 2018

Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (SPIG 1801742)

Pada tangal 3-4 Mei 2019, Mahasiswa/i Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2018 melakukan praktikum lapangan mata kuliah Ilmu Tanah yang diampu oleh Prof. Dr. Ir. Dede Rohmat, MT dan Arif Ismail, S.Si., M.Si. Praktikum lapangan Ilmu Tanah ini dilaksanakan di Sumedang, Jawa Barat.

Pada hari pertama tanggal 3 Mei 2019, mahasiswa/i SPIG angkatan 2018 melakukan pengamatan profil tanah dengan panjangxlebarnya 1×2 m dan kedalaman 1,5 m. Di dalam suatu profil tanah yang akan diidentifikasi atau yang dikenal dengan pedon tanah ini mempunyai beberapa horizon atau lapisan yang terdiri dari Horizon O, Horizon A, Horizon B, Horizon C, dan Horizon R (batuan induk).

Dari penelitian horizon tanah, dapat diidentifikasi bahwa Horizon O merupakan lapisan tanah yang mengandung bahan organik dan mengandung humus. Horizon A merupakan horrizon yang mengandung campuran bahan organik hasil pelapukan dan mineral. Horizon B merupakan zona pencucian yaitu tempat terjadinya penimbunan atau pengendapan. Horizon C merupakan lapisan tanah yang bahan penyusunnya masih berupa batuan keras. Horizon R merupakan lapisan terdalam yang masih bebrbentuk batuan induk yag keras.

Pada hari selanjutnya yaitu tanggal 4 Mei 2019, mahasiswa/i SPIG angkatan 2018 melakukan survey tanah di berbagai wilayah di Sumedang yang telah dibagi wilayah kerja tiap kelompoknya. Survey tanah ini dilakukan dengan mengamati dan mengidentifikasi horizon tanah yang digali menggunakan bor tanah. Dari lima titik yang diidentifikasi tiap kelompoknya menunjukan hasil yang berbeda tetapi ada beberapa titik yang sama dengan titik yang lainnya. Dari hasil identifikasi tiap titik di berbagai wilayah di Sumedang, dapat dibuat peta keadaan tanah di wilayah ini dengan menggabungkan hasil identifikasi titik dari semua kelompok.

Diharapkan dari pelaksanaan praktikum lapangan mata kuliah Ilmu Tanah ini Mahasiswa/i SPIG angkatan 2018 dapat memahami dan menguasai cara mengidentifikasi pedon tanah di suatu wilayah dengan benar dan sesuai dengan kaidahnya.

Praktikum Lapangan Mitigasi Bencana dan Hidrologi dan Hidraulika

Penulis : Yaumi Khoirunnisa Binangkit (SPIG,1705074)

Pada tanggal 12 April 2019, Mahasiswa/i Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan 2017 melaksanakan praktikum lapangan ke Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya. Praktikum lapangan terdiri dari mata kuliah Mitigasi Bencana dan Hidrologi dan Hidraulika yang berlangsung selama tiga hari. Berangkat dari kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada hari kamis, 11 April 2019 pukul 23.00 WIB di ATM Center dan tiba di lokasi pukul 08.30 WIB dilanjutkan dengan sarapan, dan MCK (mandi, cuci, dan kakus).


Hari pertama tiba di lokasi, praktikum lapangan Mitigasi Bencana dilangsungkan terlebih dahulu. Bahan berupa beberapa jenis peta yang telah disiapkan dari sebelum berangkat dianalisis kembali sebelum terjun ke lokasi (ground check). Praktikum Mitigasi Bencana berupa membuat/memerhatikan kembali jalur evakuasi yang telah ada sesuai dengan analsis peta bahaya bencana tsunami. Setelah dilakukan analisis, ground check dilakukan setelah istirahat dzuhur. Ground check telah selesai dilakukan, malamnya dilakukan evaluasi dan cara membuat peta bahaya bencana menggunakan sistem informasi geografis.


Hari selanjutnya praktikum lapangan Hidrologi dan Hidraulika dilaksanakan. Praktikum lapangan Hidrologi terdiri dari beberapa jenis praktik, yaitu pengukuran debit sungai, evapotranspirasi, intersepsi air hujan, tampungan air hujan (storage), infiltrasi, pengukuran air tanah, dan pasang-surut air laut. Pengukuran pasang-surut dilakukan selama 2 malam 2 hari dan harus selalu dipantau tiap 30 menit. Pengukuran debit sungai dilakukan di anak sungai dari sungai besar dan dilakukan secara menyebar maka tiap kelompoknya memiliki sungainya masing-masing. Pengukuran evapotranspirasi, dan intersepsi air hujan dilakukan di sekitar lokasi penginapan. pengukuran tampungan air tanah dilakukan pada bekas tambang pasir besi. Pengukuran air tanah dan infiltrasi dilakukan pada area yang telah ditentukan, cara pengukuran air tanah yaitu mengukur sumur yang dimiliki oleh penduduk sekitar. Praktik yang dilakukan pada hari terakhir yaitu pengukuran air tanah dan infiltrasi, setelah kegiatan selesai dilaksanakan kemudian persiapan pulang menuju Kota Bandung dan berangkat dari Cidadap pada pukul 14.30 WIB dan tiba di UPI pada pukul 22.00 WIB.

Dari seluruh kegiatan, semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Berdasarkan praktikum lapangan dari kedua mata kuliah tersebut, praktikum lapangan dilakukan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan dan kedisiplinan dari peserta praktikum sangat dibutuhkan agar kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Pemancangan Titik BM Baru

Penulis : Luthfi Maulana N P (SPIG, 1808437)

Minggu, 21 April 2019 mahasiswa SPIG Angkatan 2018 melakukan pemancangan titik BM (benchmark) baru di sejumlah tempat di lingkungan kampus UPI yang dimana lokasi dari titik BM tersebut sudah di tentukan sebelumnya dan akan dipergunakan antara lain untuk mata kuliah Kerangka Dasar Horizontal (KDH) dan Kerangka Dasar Vertikal (KDV). BM atau titik ikat adalah titik yang telah mempunyai koordinat fixed, dan direpresentasikan dalam bentuk monumen/patok di lapangan, BM sering juga disebut Bench Mark titik kontrol geodesi yang merupakan titik acuan yang dipakai dalam melakukan pengukuran (survei) topografi. BM yang dipancangkan berjumlah 26 titik namun yang di pancangkan oleh Prodi SPIG berjumlah 15 dan sisanya di pancangkan oleh Prodi SaIG.

Pemasangan titik BM baru ini selain bertujuan untuk mempermudah praktikum pada Mata Kuliah KDH dan KDV juga akan digunakan pada Mata Kuliah Pemetaan Detail Situasi, pemasangan BM ini dilakukan karena diangkatan sebelumnya saat pelaksanaan praktikum Mata Kuliah KDH dan KDV titik yang digunakan masih menggunakan kayu yang ditancapkan ke tanah atau menggunakan pylox, sehingga di khawatirkan pada saat akan praktikum Mata Kuliah Pemetaan Detail Situasi titik tersebut hilang.

Dengan dipasangnya titik BM baru ini selain untuk mempermudah praktikum pada Mata Kuliah terkait juga sebagai aset Prodi SPIG yang kedepannya akan digunakan oleh angkatan selanjutnya.

Praktikum Lapangan Oseanografi Angkatan 2018 di P3GL

Penulis: Safira Aulia Putri (SPIG 1808606)

Pada hari Senin, 8 April 2019 Mahasiswa Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2018 telah melaksanakan praktikum lapangan Mata Kuliah Oseanogafi yang dilakukan bersama Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dan Sains Informasi Geografi angkatan 2018 dengan dosen pembimbing Dr. Ahmad Yani, M.Si, Arif Ismail, M. Si, Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc, dan Riko Arrasyid, M.Pd. Praktikum lapangan Oseanografi ini dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) yang berada di kota Cirebon. Pada P3GL ini, kami diberi pengarahan dan pengenalan alat survey laut.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi tentang P3GL oleh Bapak Beben selaku kepala sub bidang sarana. Di sini diberitahukan cara kerja P3GL yang dulunya di bawah pemerintah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).  Tak hanya itu, kami juga diberikan pemahaman terhadap peralatan survei yang dipakai didalam laut.

Kami juga mengunjungi kapal laut milik Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral yaitu Kapal Geomarin III. Kapal ini biasa digunakan untuk keperluan survei di laut baik pengambilan sampel tanah atau sedimentasi dasar laut. Kami diberikan kesempatan untuk melihat ruangan- ruangan yang ada di dalam Kapal Geomarin III, diantaranya yang sudah kami kunjungi yaitu ada kamar tidur para peneliti yang bekerja di Kapal Geomarin III , dapur umum, ruang kerja, lab geofisika, anjungan, dan masih banyak yang lainnya. Kapal ini dapat menampung sekitar 50 orang yang terdiri dari peneliti, teknisi,  dan awak kapal.  Di sana juga ada para pekerja dibidangnya masing-masing yang memberi informasi bagaimana cara kerja mereka dan juga alat-alat yang dibutuhkan kepada para mahasiswa.

Diharapkan dengan adanya praktikum lapangan ini mahasiswa dapat memahami bagaimana cara survei di laut dan berminat untuk kerja di laut.