Latar Belakang

Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh perencanaan yang didasarkan atas ketersediaan data dan informasi sumber daya (alam, sosial, dan budaya) berbasis wilayah. Perencanaan pembangunan yang tidak berdasarkan pada informasi geospasial tidak akan memperoleh legalitas dari pemerintah yang berwenang. Fakta menunjukan bahwa ketersediaan data dan infromasi tersebut dalam skala lokal-nasional masih belum merata, yang disebabkan oleh kurangnya tenaga profesional dalam bidang survei pemetaan dan sistem informasi geografis.

Implementasi kebijakan One Map Policy berimplikasi terhadap naiknya kebutuhan tenaga survei dan pemetaan nasional. Sampai dengan tahun 2016 tenaga informasi geospasial dibutuhkan sebanyak 33.414 orang, sedangkan ketersediaannya sampai saaat ini 11.084 orang (BIG, 2016). Jika tidak ada upaya untuk menyediakan sdm yang memadai, bukan tidak mungkin tenaga kerja asing akan masuk dan menguasai tanah air Indonesia.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Departemen Pendidikan Geografi berperan aktif mengatasi keterbatasan tenaga profesional di bidang survei dan pemetaan dengan membuka Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografi (SPIG).

Comments are closed.