|

Langkah Pertama Menjadi Mahasiswa Geospasial: Perjalanan Praktikum Gabungan SPIG dan SaIG UPI di Garut Selatan

 

Perjalanan menjadi seorang mahasiswa tidak hanya dimulai di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan memahami dunia. Hal inilah yang dirasakan oleh mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) dan Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Pendidikan Indonesia dalam praktikum gabungan pertama mereka, yang dilaksanakan pada 4–6 Desember 2025 di Garut Selatan, Kabupaten Garut.

Praktikum ini menjadi pengalaman lapangan perdana bagi mahasiswa angkatan 2025—sebuah momen awal yang menandai transisi dari siswa menjadi mahasiswa geospasial. Melalui integrasi mata kuliah Geografi Fisik, Kartografi, dan Pengantar SPIG, mahasiswa diperkenalkan langsung pada realitas bentang alam Indonesia: dari kawasan pegunungan dan vulkanik di Cipanas dan Kawah Papandayan, hingga dinamika pesisir di Muara Cikelet dan Sayang Heulang.

Di lapangan, mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi belajar membaca ruang. Mereka melakukan observasi geomorfologi, mengenali proses vulkanik, memahami karakteristik pantai dan muara, serta mulai mengaitkan teori dengan kondisi nyata. Praktikum ini juga memperkenalkan mahasiswa pada teknologi geospasial dasar, seperti penggunaan peta, pengukuran lapangan sederhana, serta simulasi akuisisi data spasial berbasis UAV/drone—sebuah bekal awal menuju dunia survei dan pemetaan modern.

Lebih dari sekadar penguasaan teknis, praktikum gabungan ini menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa. Disiplin waktu, kerja sama tim, tanggung jawab, ketangguhan fisik, serta keberanian bertanya dan berdiskusi tumbuh secara alami di tengah mobilitas lapangan yang padat. Dalam setiap briefing, pengukuran, hingga diskusi reflektif di akhir hari, mahasiswa belajar bahwa geografi dan geospasial adalah ilmu yang hidup—hadir langsung di tengah masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas program studi di lingkungan Kluster Geografi dan Informasi Geospasial UPI. Praktikum gabungan SPIG dan SIG menjadi fondasi awal dalam membangun cara pandang integratif, menggabungkan sains, teknologi, dan kepekaan spasial sejak semester pertama perkuliahan.

Sebagai praktikum pertama dalam perjalanan akademik mereka, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya memperkaya pemahaman keilmuan, tetapi juga meneguhkan identitas mahasiswa sebagai calon surveyor, kartografer, dan analis geospasial yang berintegritas, adaptif, dan siap belajar dari lapangan.

Praktikum ini menjadi langkah awal—bukan akhir—dari perjalanan panjang mahasiswa UPI dalam menekuni dunia geografi dan informasi geospasial, menuju pembelajaran yang semakin aplikatif, bermakna, dan berdampak bagi pembangunan bangsa.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *