|

Pemetaan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas Netra Sebagai Upaya Mendorong Kota Inklusif: Studi Pengalaman Mahasiswa SPIG dalam Kegiatan Map My Day Open Doors Bandung 2026 (SDGs Sustainable Cities and Communities)

Sumber : Dokumentasi Kegiatan

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 peserta yang dibagi ke dalam lima kelompok besar untuk menelusuri rute berbeda dengan titik akhir di Museum Kota Bandung. Setiap kelompok terdiri dari relawan dan penyandang disabilitas netra yang berjalan bersama menyusuri jalur pedestrian serta mengunjungi lokasi UMKM yang menjadi sasaran audit. Kelompok ini memiliki komposisi peran yang beragam, mulai dari Lead NavigatorGuide Netra, hingga fasilitator. Dalam kesempatan ini, penulis memegang peran sebagai Accessibility Hero yang bertanggung jawab untuk mengisi formulir audit aksesibilitas (accessibility audit form) di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Didampingi oleh fasilitator, penulis melakukan observasi mendalam terhadap kondisi fisik jalur pedestrian yang dilalui, seperti ketersediaan guiding block, bidang miring (ramp), serta hambatan yang berpotensi mengganggu mobilitas penyandang disabilitas netra. Tak hanya di jalan, audit juga dilakukan terhadap fasilitas gedung dan kafe menggunakan formulir khusus. Penilaian mencakup aspek akses pintu masuk, tata letak ruang dalam, ketersediaan signage, kondisi toilet, hingga keramahan pelayanan staf. Selain mencatat data, penulis juga bertugas mendokumentasikan temuan-temuan tersebut melalui foto dan video untuk memastikan validitas data lapangan. Proses ini dilakukan secara kolaboratif melalui observasi lapangan dan diskusi bersama penyandang disabilitas netra untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan merepresentasikan kondisi aksesibilitas secara nyata.

Sumber : Dokumentasi Kegiatan

Sumber : Dokumentasi Kegiatan

Sumber : Dokumentasi Kegiatan

Sumber : Dokumentasi Kegiatan

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *