MELAWAN GEMPURAN SCROLLING: DARI KONSUMSI INSTAN KE PENGETAHUAN MENDALAM

Tulisan keresahan seorang pendidik
“Saya berharap mahasiswa membaca ini, berbagai scientific evidence membuktikan betapa berbahayanya Anda mengkonsumsi sosial media secara berlebihan khususnya berupa shorts atau video berdurasi pendek diberbagai platform media sosial, jika Anda merasa ini salah, maka silakan hitung waktu Anda dapat fokus saat di kelas tanpa terdistraksi atau berkontemplasilah mengenai keadaan emosional Anda saat ini”
Budaya membaca telah lama menjadi ciri khas mahasiswa, terutama bagi mereka yang menekuni program studi Surveying, Pemetaan, dan Informasi Geografi (SPIG). Seorang mahasiswa sejati adalah mereka yang tidak hanya menulis sebagai bagian dari tugas akademik, tetapi secara natural selalu membaca untuk memperkaya wawasan dan mendukung pengembangan intelektualnya. Membaca bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari proses belajar yang mendalam dan reflektif, membantu mahasiswa memahami konsep-konsep yang diajarkan dan memperluas sudut pandang mereka.
Namun, di era digital ini, kebiasaan membaca dihadapkan pada tantangan besar. Salah satunya adalah budaya scrolling yang mendominasi kehidupan anak muda. Waktu fokus yang semakin pendek karena terbiasa dengan konsumsi informasi instan di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa untuk tetap fokus dalam membaca bahan-bahan yang mendalam.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa terlalu sering scrolling di media sosial dapat berdampak signifikan pada rentang perhatian, fungsi kognitif, dan prestasi akademik. Berikut adalah temuan utamanya:
- Penurunan Rentang Perhatian: Platform seperti TikTok dan Instagram menampilkan konten pendek yang menarik perhatian dalam waktu singkat. Paparan terus-menerus terhadap video singkat ini dapat melatih pengguna untuk memiliki rentang perhatian yang lebih pendek. Studi menunjukkan bahwa keterlibatan semacam ini berkaitan dengan penurunan kemampuan untuk fokus pada tugas yang lebih panjang, mempengaruhi proses penyimpanan ingatan dan kinerja kognitif secara keseluruhan (Bulut, D. (2023); Zhang, S., & Leidner, D. (2021));
- Dampak pada Struktur Otak: Multitasking media, seperti berpindah antar aplikasi atau scrolling konten, telah dikaitkan dengan berkurangnya materi abu-abu di area otak yang bertanggung jawab atas perhatian jangka panjang, seperti korteks cingulate anterior. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam fokus, memproses, dan menyimpan informasi, serta meningkatkan kerentanan terhadap gangguan. (Bulut, D. (2023));
- Dampak Kognitif: Scrolling di media sosial dapat menciptakan “filter bubble” di mana pengguna hanya terpapar konten yang sesuai dengan keyakinan mereka. Hal ini mengurangi kemampuan berpikir kritis karena orang lebih jarang terlibat dengan sudut pandang yang beragam. Selain itu, kepuasan instan yang ditawarkan media sosial dapat menghambat perkembangan keterampilan pemecahan masalah dan penalaran kritis, karena pengguna cenderung mencari jawaban cepat daripada eksplorasi yang mendalam (Psychreg, 2023).
- Penurunan Prestasi Akademik: Sebuah studi yang meneliti hubungan antara penggunaan media sosial dan kinerja akademik menemukan bahwa siswa yang lebih sering menonton video berdurasi pendek mengalami penurunan prestasi akademik seiring waktu. Misalnya, siswa yang menghabiskan lebih dari 4 jam sehari di media sosial mengalami penurunan nilai, terutama saat mereka naik Tingkat. (Wang, Y., & Chen, L. (2023)).
- Dampak Sosial dan Emosional: Media sosial sering kali menampilkan versi ideal dari kehidupan, yang dapat memicu perbandingan sosial dan perasaan tidak puas. Perasaan ini bisa menyebabkan kecemasan, kesepian, dan bahkan depresi, terutama ketika pengguna menghabiskan terlalu banyak waktu di platform tersebut (Panjeti-Madan & Ranganathan, 2023). Selain itu, notifikasi yang terus-menerus dari media sosial dapat meningkatkan stres dan mengurangi kemampuan pengguna untuk fokus pada aktivitas di luar dunia maya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama melalui scrolling, dapat mengganggu fokus, menghambat proses penyimpanan memori, dampak social dan emocional, serta berdampak negatif pada kinerja tugas akademik maupun profesional.

Di tengah dorongan berkurangnya waktu fokus ini, penulis harap mahasiswa SPIG di Universitas Pendidikan Indonesia berusaha melawan tren tersebut dengan mempertahankan budaya membaca yang kuat. Memahami bahwa kemampuan untuk membaca secara kritis dan mendalam adalah kunci keberhasilan akademik dan pengembangan profesional di bidang geospasial.
Dengan semangat ini, besar harapan penulis mahasiswa SPIG tak hanya berperan sebagai pengumpul data dan penganalisis geospasial, tetapi juga sebagai generasi muda yang mampu menantang distraksi digital, serta berkomitmen untuk terus menulis dan membaca secara mendalam. Mereka memahami bahwa di balik setiap tulisan yang baik, ada proses membaca yang matang dan pemikiran yang kritis. Ini adalah kunci untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan berdampak di dunia geospasial dan kehidupan nyata.
Sumber Referensi dan Bacaan :
Bulut, D. (2023). The association between attention impairments and the internet and social media usage among adolescents and young adults with potential consequences: A review of literature. Psychology, 14(8), 1117-1134. https://doi.org/10.4236/psych.2023.148073
Zhang, S., & Leidner, D. (2021). Why are we distracted by social media? Distraction situations and strategies, reasons for distraction, and individual differences. Frontiers in Psychology, 12, 711416. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.711416
Wang, Y., & Chen, L. (2023). Examining the influence of short videos on attention span and its relationship with academic performance. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/380348721
Panjeti-Madan, V. N., & Ranganathan, P. (2023). Impact of screen time on children’s development: Cognitive, language, physical, and social and emotional domains. MDPI. https://www.mdpi.com
Psychreg. (2023). The impact of social media and digital technologies on brain cognitive functions. Psychreg. https://www.psychreg.org

