|

Pemetaan Pelaksanaan Pilkada Untuk Mendukung Asta Cita

Nama : Muhammad Genta Masykur
NIM : 2304844
Prodi : Survei Pemetaan dan Informasi Geografis

Dok. Tim Sigapilkada

Bandung – Pelaksanaan Pilkada selalu menjadi sorotan penting dalam perjalanan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Namun faktanya, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti pelaksanaan Pilkada sering mengalami penurunan tiap tahunnya. Penurunan tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada dapat terjadi karena adanya pengaruh dari faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan. Melihat fenomena ini, hal apa yang bis akita lakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pelaksanaan Pilkada?

Hal ini dijawab oleh sekelompok mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yakni Tim SIGAPILKADA, dengan menghadirkan riset Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). Riset ini menjelaskan mengenai integrasi metode pengolahan Sistem Informasi Geografis dengan faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan untuk memetakan pola partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Bandung dan Kabupaten Bandung tahun 2024.

Melihat Suara Dari Peta

Tim SIGAPILKADA pada awalnya melakukan pengumpulan data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), Komisi Pemelihan Umum (KPU), Open Data Jabar. Data tersebut memuat informasi mengenai faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Data sekunder yang hanya berbentuk angka nantinya akan diintegrasikan kedalam data spasial dengan mengunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari pengolahan tersebut akan ditampilkan dalam bentuk peta dan infografis yang dapat dipahami dan memberikan informasi kepada pihak masyrakat umum.

Peta Pilkada Untuk Asta Cita

Dalam kaitannya dengan Asta Cita, pemetaan Pilkada dinilai mampu mendukung sejumlah agenda strategis. Antara lain, memperkuat demokrasi substantif melalui peningkatan partisipasi pemilih, mendukung pemerataan pembangunan dengan menjangkau wilayah terpencil, serta menjaga stabilitas dan keamanan dengan memetakan potensi konflik sejak dini.

konteks pembangunan nasional, pemetaan Pilkada sangat relevan untuk mendukung Asta Cita, agenda prioritas yang menjadi arah kebijakan strategis bangsa. Misalnya:

  1. Penguatan demokrasi substantif. Pemetaan dapat menunjukkan daerah dengan tingkat partisipasi rendah, sehingga dapat dilakukan edukasi politik yang lebih intensif.
  2. Pemerataan pembangunan. Dengan data spasial, distribusi logistik dan akses informasi politik dapat dipastikan menjangkau wilayah terpencil maupun perkotaan.
  3. Penegakan hukum dan stabilitas. Pemetaan potensi konflik, isu SARA, dan praktik politik uang memungkinkan langkah mitigasi lebih dini.
  4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Edukasi politik berbasis data pemetaan dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya keterlibatan dalam demokrasi.

Dengan demikian, pemetaan Pilkada bukan sekadar kegiatan teknis administratif, melainkan pendekatan strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas demokrasi, dan mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *