|

Mahasiswa SPIG Perkuat Pengalaman Kerja: Magang di Komodo Water untuk Solusi Air Berkelanjutan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

Special report by Shabrina Divania Ratulina (NIM. 2109902), SPIG Angkatan 2021, Komodo Water Internship, MSIB 2024 Awardee, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

 

 

 

 

Dalam upaya meperkuat keterampilan dan pengalaman dalan dunia kerja, Mahasiswa Prodi SPIG melaksanakan kegiatan magang melalui Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristekdikti. Mahasiswa SPIG melaksanakan kegiatan magang ini selama 4 bulan pada berbagai mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu dari mitra tersebut ialah Perusahaan Komodo Water yang berlokasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarat Barat, Nusa Tenggara Timur.

Komodo Water merupakan perusahaan sosial yang bertujuan untuk menyediakan akses air minum dan solusi pengelolaan air berkelanjutan untuk masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Pelayanan yang diberikan berupa pembangunan depot air minum dengan solar water pump, pemurnian air menggunakan teknik reverse osmosis, dan penyediaan es balok tanpa bungkus plastik. Dua mahasiswa SPIG bersama delapan mahasiswa lainnya dari disiplin Ilmu Geologi, Geofisika, dan Geomatika berpartisipasi dalam proyek pengumpulan data air pada berbagai titik lokasi di Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan pengumpulan data titik air dilakukan sebagai studi kelayakan dan survey untuk mengeksplorasi potensi sumber daya air. Kegiatan yang dilakukan diantaranya Pemetaan Sosial untuk memahami kebutuhan masyarakat, perilaku masyarakat, dan ekonomi masyarakat setempat, Survei Geolistrik pengukuran untuk mengetahui letak lapisan akuifer tanah yang menjadi patokan pengeboran air tanah, Survei Hidrogeologi untuk mengidentifikasi dan memeriksa ketersediaan kondisi air permukaan dan formasi batuan, dan Survei Fotogrametri untuk mengetahui beberapa infomasi geografis lokasi survei.

    Foto Bersama Peserta Magang

Pada tanggal 4 Oktober 2024 sampai dengan 6 Oktober 2024, kami melakukan survey lapangan di Desa Bari, Kecamatan Macang Pacar. Desa Bari merupakan salah satu site yang dimiliki oleh perusahaan Komodo Water. Desa Bari terletak di bagian pesisir Kecamatan Macang Pacar yang dimana sebagian masyarakat disana berprofesi sebagai nelayan, peternak, dan petani. Permasalahan pada Desa Bari adalah belum adanya listrik sehingga masyarakat menggunakan genset, sulit mendapatkan sinyal internet, dan sulitnya mendapatkan air. Di Desa Bari, Komodo Water telah membangun depot air minum berbasis solar water pump dan penjualan es balok.

Foto Bersama Kepala Desa Bari, Mentor, dan Peserta Magang

Pengumpulan data titik air dilakukan pada beberapa titik di Desa Bari dimulai dengan Pemetaan sosial berupa wawancara dengan Kepala Desa yang dinilai representative masyarakat Desa Bari. Beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai demografi, pendapatan masyarakat, kebutuhan air, perolehan dan ketersediaan makanan, kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, pemanfaatan sumber daya, dan potensi pengembangan sumber daya desa. Berdasarkan narasumber, Desa Bari memiliki 553 Kartu Keluarga per Maret 2024. Masyarakat memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari dari sumur pribadi. Terdapat juga air ledeng swadaya masyarakat yang letaknya di bukit berjarak 7 km dari desa. Setiap KK dapat menghabiskan 20 liter air minum/hari, 200 liter untuk kebutuhan mencuci, sehingga dapat disimpulkan kebutuhan air setiap KK sebanyak 600-700 liter/hari dengan kondisi air yang terkadang keruh. Sawah yang ada di Desa Bari merupakan sawah tadah hujan dan hanya panen setahun sekali saat musim hujan yang singkat. Pasar di Desa Bari hanya terjadi pada hari Senin sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat bergantung pada hasil kebun masing-masing dan hasil tangkapan ikan. Potensi yang bisa dikembangkan di desa ini yaitu dari segi pariwisata seperti bakau, pantai pasir putih dan juga dari sektor perikanan serta peternakan yang dapat bergeser menjadi lebih modern.

Pengukuran Geolistrik

Lalu, Pengukuran geolistrik dilakukan pada dua lokasi, yaitu pada Dusun Loger dan Dusun Labuliang. Dusun tersebut dipilih karena merupakan wilayah yang paling sulit untuk mengakses air. Biasanya masyarakat pada wilayah tersebut menggunakan mobil jenis pickup untuk membawa bak atau jerigen besar untuk mengambil air di sumur bersama atau mata air terdekat.

. Wawancara dengan Kepala Desa Bari

Selanjutnya Survei Hidrogeologi dilakukan pada seluruh dusun di Desa Bari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran sifat fisik air dan pengamatan batuan. Kegiatan tersebut dilakukan pada sumur-sumur yang dimilki warga dan sungai yang ada di Desa Bari. Pengukuran yan dilakukan berupa pengukuran kedalaman sumur dan pengukuran kualitas air sumur warga seperti Ph air, TDS (Total Dissolved Solids) air, dan daya hantar listrik air. Selain itu, dilakukan juga pencarian singkapan batuan yang terlihat atau sepanjang jalur sungai untuk melihat jenis dan arah batuannya.

Pengukuran pada sumur warga

Terakhir, Survei Fotogrametri dilakukan pada 3 lokasi, yaitu Dusun Loger, Dusun Labuliang, Dusun Bari Barat. Akuisisi data tidak dapat mencakup seluruh wilayah Desa Bari karena sulitnya mendapatkan sinyal untuk menghubungkan drone dengan software penerbangan drone sehingga area akuisisi dibuat lebih lebar agar beberapa objek dan lokasi penting dapat diambil. Hasil dari survey ini berupa peta orthofoto dan kontur.

Pengaturan Drone untuk Survei Fotogrametri

Pengumpulan data titik air telah dilaksanakan pada 6 Desa di Kabupaten Manggarai Barat selama 3 minggu berjalannya kegiatan magang. Data-data titik air ini dapat menjadi database atau kajian awal agar dapat merekomendasikan solusi dan tindakan yang dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan tiap desa. Selama kegiatan magang berlangsung, penulis banyak belajar tentang pentingnya adaptasi dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan baru. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru yang didapatkan dari tiap desa yang dikunjungi. Penulis berharap kolaborasi mahasiswa dengan mitra dapat membantu dalam menyediakan air bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga seluruh masyarakat di Indonesia terutama masyarakat di Manggarai Barat mendapatkan air bersih yang layak sama rata dan berkelanjutan.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *